Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Friday, April 12, 2019

Hama Ikan : Pengganggu

Hama ikan penganggu adalah adalah organisme atau aktivitas lain diluar ikan budidaya yang keberadaannya dapat mengganggu ikan budidaya. Hewan tersebut dapat merusak pematang (menjadi bocor atau lubang), merobek saringan pada pintu pemasukan,serta merusak atau melubangi bahan-bahan kayu atau jaring. Kebocoran kolam menyebabkan surutnya air kolam, dan banyak benih ikan yang keluar/lolos. Perlakuan manusia yang kurang baik dalam mengelola ikan dapat dikategorikan sebagai pengganggu, seperti saat sampling yang tidak sesuai aturan atau cara panen yang kurang baik.

Selain hewan yang bisa menjadi pengganggu dalam kegiatan budidaya ikan, aktifitas manusia juga bisa menjadi pengganggu kegiatan budidaya bahkan dampaknya bisa lebih parah dari yang diakibatkan hama lain yakni pencuri ikan.
Ilustrasi pencuri [sumber]

Penanganannya : Pengawasan, pemagaran, pemberian ranting di kolam.

Sumber : Materi Pelatihan Penanganan Hama Penyakit Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Monday, April 8, 2019

Hama Ikan : Kompetitor

PENGERTIAN
Hama ikan kompetitor adalah organisme yang menimbulkan persaingan dalammendapatkan oksigen, pakan dan ruang gerak. Kompetitor yang sering menyebabkan terjadinya persaingan dalam memperoleh pakan adalah ikan mujair (Tilapia mossambica).

Spesies ikan mujair ini selain rakus juga mudah berkembangbiak, sehingga populasinya di dalam kolam akan meningkat dengan cepat, sehingga ikan budidaya menjadi terganggu, lambat pertumbuhannya dan dapat menyebabkan kematian.

Masuknya hama ikan kompetitor selain dapat menyebabkan terjadinya persaingan untuk mendapatkan pakan juga akan menyebabkan terjadinya kompetisi untuk memperoleh oksigen dan ruang gerak, sehingga kompetisi yang terjadi adalah kompetisi biological requirement, yakni ruang dan makanan. Contoh hama kompetitor lainnya adalah jenis katak (pada fase berudu), keong, dan sebagainya.

PENANGANAN HAMA IKAN KOMPETITOR
1. Keong Mas
Keong mas [sumber]

















Penanganannya : Pengeringan kolam, pemasangan saringan inlet, penangkapan langsung, meracun ikan gabus pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

2. Berudu / Kecebong
Berudu / Kecebong [sumber]















Penanganannya : Pengeringan kolam, pemasangan saringan inlet, penangkapan langsung, meracun ikan gabus pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

Sumber : Materi Pelatihan Penanganan Hama Penyakit Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Friday, April 5, 2019

Hama Ikan : Predator

PENGERTIAN
Hama ikan yang bersifat predator secara harfiah dirtikan sebagai pemangsa. Pada dasarnya predator adalah binatang yang sifatnya karnivora (pemakan daging) dengan cara memangsaatau menyantap targetnya. Predator sejatinya selalu memiliki ukuran tubuhyanglebih besar dari mangsanya atau jika predatornya berukuran kecil, biasanya memiliki “senjata” yang mematikan seperti bisa, racun dan sejenisnya.

Predator yang berukuran jauh lebih besar dari mangsanya, biasanya memangsa santapan dalam jumlah banyak dan biasanya dilakukan berkali-kali. Predator ini hidup menetap di kolam atau di lingkungan sekitar areal budidaya walaupun ada juga yang sekedar mampir di areal budidaya tersebut dalam rangka mencari makan atau bermigrasi (berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya). Jenisnya dapat berupa ikan yang lebih besar, hewan air jenis lain, hewan darat dan beberapa jenis serangga/insekta air. Contohnya ikan tagih ( Mystus nemurus ), lele (Clarias batrachus), kakap ( Lates calcarifer), bulan-bulan (Megalops cyprinides), ikan gabus atau pemangsa lainnya seperti linsang, ular atau burung (seperti bangau, kuntul, blekok, ibis, burung raja udang, dan sebagainya, anjing, katak pada fase dewasa dan lain-lain.

PENANGANAN HAMA IKAN

1. Yuyu / Kepiting
Yuyu / Kepiting Sawah [sumber]













Penanganannya : Perencanaan kolam, menangkap dan membunuhnya, menaburkan sekam padi pada lubang yuyu.

2. Ikan Gabus
Ikan Gabus [sumber]



















Penanganannya : Pengeringan kolam, pemasangan saringan inlet, penangkapan langsung, meracun ikan gabus pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

3. Belut dan Ular
Belut Sawah [sumber]



















Penanganannya : Menjaga kebersihan kolam, penembokan pematang, penangkapan langsung, meracun belut/ular pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

4. Burung Udang
Burung Udang [sumber]



















Penanganannya : Pengawasan kolam, menutup area kolam dengan jaring, memberi penghalang dari pita kaset.

5. Kini - Kini (Larva Capung)
Kini - Kini (Larva Capung) [sumber]



















Penanganannya : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air

6. Ucrit (Larva Cybister)
Ucrit (Larva Cybister) [sumber]

















Penanganannya : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air

7. Bebeasan (Notonecta)
Bebeasan [sumber]
















Penanganannya : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air

Sumber : Materi Pelatihan Penanganan Hama dan Penyakit Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Monday, April 1, 2019

Hama Ikan dan Penanganannya

Sumber penyakit yang sering menyerang ikan di kolam dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  1. Hama,
  2. Parasiter, dan
  3. Non-parasiter.
Hama adalah hewan yang berukuran lebih besar dan mampu menimbulkan gangguan pada ikan, yangterdiri dari predator, kompetitor, dan pencuri. Parasiter adlaah penyakit yangdisebabkan oleh aktifitas organisme parasit, seperti virus, bakteri, jamur, protozoa,dan udang renik. Non-parasiter adalah penyakit yang disebabkan oleh lingkungan,pakan, dan keturunan (Suwarsito dan Mustafidah, 2011).

Parasit adalah organisme yang hodup pada organisme lain dan mendapat keuntungan dari hasil simbiosenya sedangkan inang dirugikan. Parasit memiliki dua siklus hidup yakni suklus hidup langsung (hanya satu inang dan tidak membutuhkan inang antara) dan siklus hidup tidak langsung (memerlukan lebih dari satu inang) kemudian parasit menginvasi dengan cara kontak langsung, infeksi melalui pencernaan, phoresis, penetrasi parasit melalui kulit.

Hama dan penyakit ikan adalah semua mikroorganisme yang secara langsung maupun tidak langsungdapat menginfeksi tubuh ikan sekaligus dapat menimbulkan gangguan kehidupanikan normal sampai dapat menimbulkan kematian (Anshary, 2006).

Dalam pembahasan blog kali ini akan membahas secara khusus mengenai HAMA IKAN.

PENGERTIAN HAMA
Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme,dalam praktik istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan.

Suatu hewan juga dapat disebut hama jika menyebabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran penyakit dalam habitat manusia. Contohnya adalah organisme yang menjadi vektor penyakit bagi manusia, seperti tikus dan lalat yang membawa berbagai wabah, atau nyamuk yang menjadi vektor malaria (Aulia, 1991).

Hama ikan merupakan masalah yang sering dihadapi peternak ikan. Kerugian yang ditimbulkan akibat serangan itu sangat besar. Berdasarkan pengamatan dan penelitian, munculnya hama karena faktor lingkungan seperti air, tanah dan cuaca yang tidak mendukung pertumbuhan dan kesehatan ikan (Leonardo, 2010).
Hama yang sering menyerang ikan

SIFAT - SIFAT HAMA IKAN
  1. Predator adalah Hama adalah organisme pengganggu yang dapat memangsa, membunuh dan mempengaruhi produktivitas ikan, baik secara langsung maupun secara bertahap. Selengkapnya silahkan baca disini : 
  2. Kompetitor adalah organisme yang menimbulkan persaingan dalam mendapatkan oksigen, pakan dan ruang gerak. Selengkapnya silahkan baca disini :
  3. Pengganggu adalah organisme atau aktivitas lain diluar ikan budidaya yang keberadaannya dapat mengganggu ikan budidaya. Selengkapnya silahkan baca disini :
PENANGANAN HAMA IKAN SECARA UMUM
Menurut Gusrina (2008) ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama terhadap ikan :
  1. Pengeringan dan pengapuran kolam sebelum digunakan. Dalam pengapuran sebaiknya dosis pemakaiannya diperhatikan atau dipatuhi.
  2. Pada pintu pemasukan air dipasang saringan agar hama tidak masuk ke dalamkolam. Saringan air pemasukan ini berguna untuk menghindari masuknya kotoran dan hama ke dalam kolam budidaya.
  3. Secara rutin melakukan pembersihan disekitar kolam pemeliharaan agar hama seperti siput atau trisipan tidak dapat berkembang biak disekitar kolam budidaya. Untuk menghindari adanya hama ikan, dilakukan pemberantasan hama dengan menggunakan bahan kimia. Akan tetapi penggunaan bahan kimia ini harus hati-hati hal ini mengingat pengaruhnya terhadap lingkungan sekitarnya. Bahan kimia sintetis umumnya sulit mengalami penguraian secara alami, sehingga pengaruhnya (daya racunnya) akan lama dan dapat membunuh ikan yang sedang dipelihara. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan bahan pemberantas hama yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti ekstrak akar tuba, biji teh, daun tembakau,dan lain-lain. Bahan ini efektif untuk membunuh hama yang ada dalam kolam dan cepat terurai kembali menjadi netral (Gusrina, 2008).

Sumber : Lathifah. 2015. Hama Ikan dan Pengendaliannya. Universitas Jenderal Soedirman

Semoga Bermanfaat...

Monday, March 25, 2019

Pemliharaan Alat Tangkap Ikan


Dalam melakukan perawatan alat tangkap merupakan hal yang harus dilakukan oleh nelayan karena perawatan alat yang baik dapat memperpanjang umur alat tangkap sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktifitas alat tangkap ikan.
Perawatan Alat Tangkap Ikan [sumber]
Kerusakan atau penurunan kekuatan alat penangkap ikan disebabkan oleh :
  1. Pengaruh mekanis
  2. Perubahan sifat-sifat bahan karena reaksi kimia
  3. Pengerusakan oleh jasad-jasad renik
  4. Pengaruh alam
Kerusakan tidak dapat dicegah, tetapi hanya dapat menghambat yaitu memelihara dengan jalan mengawetkan agar tahan lama.

PEMELIHARAAN ALAT TANGKAP IKAN
  1. Menyimpan dalam tempat yang aman. Disimpan pada tempat yang bebas dari binatang mengerat dan bebas atau jauh dari sumber api. Perlu disimpan dalam gudang yang baik dan bersih serta jauh dari kemungkinan bahaya kebakaran.
  2. Menghindarkan dari sinar matahari terik. Bahan jaring hendaknya jangan dijemur dari sinar matahari langsung. Bila kena sinar matahari langsung akan menjadi lapuk.
  3. Alat yang baru dipakai hendaknya dicuci dengan air tawar, kemudian ditiriskan di tempat yang sejuk sampai kering. Kemudian baru diangkat dan dimasukkan dalam gudang.
  4. Tempat penyimpanan hendaknya bersih dari bekas minyak, bekas kotoran ikan dll. Hal ini untuk menghindari kerusakan secara kimia maupun jasad renik.
  5. Pemakaian alat dengan hati-hati.
  6. Terutama pada saat setting maupun hauling. Pastikan fishing ground aman dari batu karang, tonggak-tonggak dll.
  7. Bersihkan alat penangkap ikan dari sampah atau kotoran lain yang menempel, terutama gill net dan trawl.
  8. Memperbaiki kerusakan kecil sedini mungkin
Kerusakan awal kebanyakan disebabkan oleh :
  1. Pergesekan alat dengan benda lain (badan kapal dsb).
  2. Tersangkut oleh benda lain (karang, tonggak dll)
  3. Digigit atau kena sirip ikan atau gerakan ikan yang akan melepaskan diri.
  4. Sengaja disobek oleh nelayan (kerusuhan)Kerusakan tersebut biasanya disebut kerusakan mekanis. Hal ini harus segera diperbaiki. Kalau tidak akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah sehingga akan menurunkan hasil tangkapan
CARA PENGAWETAN ALAT TANGKAP IKAN
Tujuan umum pengawetan
1. Untuk mempertahankan agar alat dapat tahan lama
2. Penghematan biaya dan tenaga
3. Memperlancar operasional
Tujuan khusus pengawetan, yaitu menjaga dan mencegah kerusakan dari kerusakan mekanis, proses kimia, jasad renik dan pengaruh alam (terutama sinar matahari).

Cara pengawetan ada 2, yaitu :
  1. Secara tidak langsung, yaitu dengan jalan pemeliharaan.
  2. Secara langsung, yaitu : a). dengan cara mencegah kontaminasi;  b). dengan cara sterilisasi; c). dengan cara kombinasi.
1. Cara mencegah kontaminasi
Dilakukan dengan cara menyamak alat penangkap ikan dengan bahan penyamak. Tujuan penyamakan, yaitu bahan dapat terlindung oleh bahan penyamak dari kontaminasi bakteri atau jasad renik lainnya. Ada 3 bahan penyamak yang biasa digunakan oleh nelayan :
a. Bahan penyamak nabati : tingi, turi dsb
b. Bahan penyamak hewani : putih telur dan darah
c. Bahan penyamak kimia : ter, coffer dan napthenase

2. Cara sterilisasi
  1. Pengawetan secara ini hampir tidak pernah dilakukan oleh nelayan.
  2. Tujuannya adalah untuk membunuh mikroorganisme yang melekat pada alat penangkap ikan, agar tidak merusak
  3. Cara sterilisasi :
  • Menjemur alat pada panas matahari. Bahan jaring dari serat alam harus dijemur dengan sinar matahari terik, tetapi bahan dari serat sintetis tidak boleh dijemur dengan sinar matahari terik. Penjemuran pada serta alam untuk membunuh atau mencegah aktifitas miokroorganisme yang menempel pada alat jaring.
  • Perebusan. Alat direbus atau dimasukkan pada air yang mendidih, agar mikroorganisme yang menempel akan mati. Setelah direbus, lalu dijemur pada matahari sampai kering

3. Cara kombinasi. Secara tidak sadar cara ini paling banyak dilakukan oleh nelayan

Anda dapat mendownload materi penyuluhan perikanan dalam bentuk folder pada link berikut :

Semoga Bermanfaat...

Friday, March 22, 2019

Manfaat Terumbu Karang Bagi Perikanan dan Manusia

Sebagai Negara kepulaun, Indonesia sudah dapat dipastikan mempunyai kekayaan yang beragam baik itu organisme yang ada diperairan maupun di daratan. Sebagai salah satu contoh yang berada di perairan adalah terumbu karang. Ekosistem terumbu karang merupaka bagian yang mempunyai arti penting dari keseluruhan sumberdaya perikanan Indonesia. Sebagai salah satu ekosistem yang hidup di dasar perairan laut dangkal terutama di daerah tropis. Ekosistem terumbu karang ini mempunyai produkstivitas organis yang sangat tinggi dibandingkan ekosistem lainnya, demikian juga keanekaragaman biota yang ada di dalamnya. Disamping itu sangat banyak jenis biota lainnya yang hidupnya mempunyai kaitan erat dengan karang. Kesemuanya terjalin dalam hubungan fungsional yang harmonis dalam satu ekosistem yang dikenal dengan ekosistem terumbu karang (Nontji, 1987).
Terumbu Karang [sumber]
Ekosistem terumbu karang yang masih utuh atau yang masih baik mempunyai nilai estetika yang sangat tinggi sehingga dapat menampilkan pemandangan yang sangat indah, jarang dapat ditandingi oleh ekosistem lainnya. (Nontji, 1987). 

KARAKTERISTIK TERUMBU KARANG
Terumbu karang merupakan ekosisten yang khas terdapat di tropis. Meskipun terumbu karang ditemukan di perairan dunia, tetapi hanya di daerah tropis terumbu karang dapat berkembang baik. Terumbu terbentuk dari endapan-endapan masif terutama kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organisme karang (filum Scnedaria, klas Anthozoa, ordo Maderporaria scleractinia), alga dan organisme-organisme lain yang mengeluarkan kalsium karbonat (Nybakken, 1982). 

Berdasarkan geomorfologinya, ekosistem terumbu karang dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu :
1. Terumbu karang tepi atau pantai (Fringing reef)
Terumbu karang tepi atau pantai berkembang disepanjang pantai, pada kedalam lebih kurang 40 m. Arah pertumbuhannya mendekati permukaan dan ke laut terbuka. Tingkat pertumbuhan terbaik di daerah yang cukup ombak. Namun diatara tepi luar dan tepi daratan karang batu cenderung menurun karena adanya perubahan suhu dan sedimentasi serta endapan-endapan ( Ikawati et al.,2001)
Karang Tepi

2. Terumbu karang penghalang (Barrier reef) 
Terumbu karang penghalang berada relatif jauh dari pantai yang dipisahkan oleh laguna yang dalamnya berkisar 4 – 75 m dan lebarnya puluhan kilometer. Walaupun karang penghalang terdapat di luar pantai, tetapi lebih banyak dijumpai sekitar pulau bergunung berapi. ( Ikawati et al.,2001)
Karang Penghalang
3. Terumbu karang cincin (Atol)
Atol merupakan terumbu karang yang bentuknya melingkar seperti cincin, mengitari globa yang didalamnya berkisar 40 -100 m. Atol ini bertumpuk pada dasar yang berada di luar batas karang batu dapat tumbuh. Karang cincin yang terkenal adalah terumbu karang cincin Cocos Keeling di Samudera Indonesia dan pulau-pulau Takabonerate (Nontji, 1987).
Karang Cincin
PARAMETER LINGKUNGAN UTAMA TERUMBU KARANG 
Nontji (1987) dalam  Dahuri et al., (2001) mengatakan bahwa distribusi dan stabilitas ekosistem terumbu karang bergantung pada beberapa parameter kualitas air , yaitu : 
1. Kecerahan
Radiasi sinar matahari memegang peranan penting dalm pembentukan karang. Penetrasi sinar menentukan kedalaman dimana proses fotosintsis terjadi pada organisme alga bentik dan zooxanthellae dari jaringan terumbu.  Sehingga distribusi vertikal terumbu karang hanya mencapaikedalam efektif sekitar 10 m dari permukaan laut. Hal ini disebabkan kebutuhan sinar matahari masih dapat terpenuhi pada kedalam tersebut.
2. Temperatur
Pada umumnya, terumbu karang secara optimal pada kisaran suhu antara 25 – 30oC, namun suhu diluar kisaran tersebut masih bisa di tolerir oleh spesies tertentu dari terumbu karang untuk dapat berkembang dengan baik. 

3. Salinitas 
Banyak spesies terumbu karang yang peka terhadap perubahan salinitas (naik turun) yang besar. Umumnya, terumbu karang tumbuh dengan baik disekitar areal pesisir pada slinitas 30 -35 o/oo. 

4. Kecepatan arus air, sirkulasi dan sedimentas
Adanya kondisi sedimentasi yang tinggi, akan menyebabkan turunya kualitas terumbu karang. Hal ini dapat diterangkan dengan adanya suspensi dan sedimentasi yang mengganggu respirasi dari terumbu karang. Salain itu dapat mengganggu kebiasaan makan terumbu karang. 


PEMANFAATAN TERUMBU KARANG
Manfaat-manfaat ekosistem terumbu karang, lebih lanjut antara lain : 
1. Sebagai penahan ombak.
Adanya tutupan karang yang sangat bermanfaat untuk penahan hempasan ombak ke pantai sehingga pengikisan pantai dapat dihindari. Dalam kondisi normal. Gelombang air dan energi akan dipecah dan diredam oleh karang. Apabila karang terkikis terus menerus, abrasi pantai tidak dapat dielakkan lagi. Akibat lebih jauh dari abrasi adalh berubahnya garis pantai. Oleh karena itu bila ada pantai yang sudah terkikis alangkah baiknya segera dilakukan pencegahan dengan membuat pecag ombak dari batu beton yang dicor. 

2. Sumber makanan.
Ikan karang, penyu, udang, baronang, oktopus, conches, kerang, oyster, dan rumput laut merupakan sumber makanan bagi manusia yang banyak terdapat di ekosistem terumbu karang, dan banyak dimanfaatkan oleh para nelayan, baik untuk dikonsumsi maupun di jual (supriharyono, 2000). 
3. Sebagai obat-obatan
Berbagai jenis alga atau ganggang tumbuh di daerah paparan (reef falt). Pertama kali, ganggang di kenal oleh bangsa cina pada tahun 2700 SM, di zaman kekaisaran Shen Nung. Mereka mempergunakan sebagai bahan maka dan obat-obatan. Diperairan indonesia , menurut Nontji (1987) ditemukan 782 spesies rumput laut diperairan Indonesia, yang terdiri dari 179 alga hijau, 134 alga coklat, dan 452 alga merah. Rumput laut ini selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan.

4. Wisata bahari
Di sektor wisata, laut merupakan salah satu pemikat wisatawan asing maupun domestik. Seperti diketahui, dengan luas laut 2/3 dibanding daratan, indonesia mempunyai potensi untuk mengembangkan sektor wisata bahari dengan memanfaatkan keindahan laut yang dimilikinya. ;emerintah melakukan program pengembangan pelayaran pesisir, wisata selam dan sejenisnya yang menyuguhkan keindahan bawah laut. Namun tidak boleh diabaikan, secara logis, sumber wisata bahari sangat peka dan rentan terhadap kerusakan. Laut dengan segala potensinya, termasuk terumbu karang dan ekosistemnya yang hidup perlu mendapat perlindungan.


Anda dapat mendownload materi penyuluhan perikanan dalam bentuk folder pada link berikut :

Semoga Bermanfaat...

Monday, March 18, 2019

Media Penyuluhan Perikanan : Booklet

Media Penyuluhan Perikanan Booklet adalah buku berukuran kecil (setengah kuarto) dan tipis, tidak lebih dari 30 halaman bolak-balik, yang berisi tulisan dan gambar-gambar. Ada yang mengatakan bahwa istilah booklet berasal dari buku dan leaflet, artinya media booklet merupakan perpaduan antara leaflet dengan buku atau sebuah buku dengan format (ukuran) kecil seperti leaflet. Struktur isinya seperti buku (ada pendahuluan, isi, penutup) hanya saja cara penyajian isinya jauh lebih singkat daripada sebuah buku. Sedangkan Buku Saku hampir sama dengan booklet, hanya saja berukuran lebih kecil hingga bisa dimaksukkan kedalam saku. [sumber]
Contoh booklet [sumber]
Sumber lain mengatakan Booklet adalah media komunikasi massa yang bertujuan untuk menyampaikan pesan yang bersifat promosi, anjuran, larangan-larangan kepada khalayak massa dan berbentuk cetakan. Sehingga akhir dari tujuannya tersebut adalah agar masyarakat yang sebagai obyek memahami dan menuruti pesan yang terkandung dalam media komunikasi massa tersebut. 

Menurut Effendy Sholeh dalam bukunya, periklanan di era masa kini, menyebutkan bahwa booklet adalah suatu sarana periklanan yang mampu menarik banyak konsumen-konsumen produktif. Hal ini disebabkan oleh adanya booklet yang bisa mencakup tidak hanya produk saja, akan tetapi dapat mencakup berbagai jenis-jenis produk yang itu bisa membuat konsumen melakukan perbandingan dalam hal marketing.

Jika pengertian booklet ditinjau dari sisi produksi, maka dapat diambil pengertian bahwa booklet adalah sebuah media massa cetak yang bertujuan untuk menyebarkan informasi, memberitahukan informasi. Sehingga pandangan umum masyarakat mengatakan bahwa booklet tidak jauh berbeda dengan promosi atau sponsor-sponsor. Sebagai contohnya adalah sebuah perusahaan wara laba yang menggunakan jasa media komunikasi massa berupa booklet, untuk memasarkan barang-barang yang diproduksinya. [sumber]

Keunggulan dan Kelemahan Booklet
Sesuatu itu tak mungkin bisa lepas dari keunggulan dan kelemahan. Sedangkan keunggulan dan kelemahan dari booklet itu adalah :

Keunggulan - keunggulan dari booklet itu adalah :
  1. Bahwa booklet ini menggunakan media cetak sehingga biaya yang dikeluarkannya itu bisa lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan media audio dan visual serta juga audio visual.
  2. Proses booklet agar sampai kepada obyek atau masyarakat bisa dilakukan sewaktu-waktu.
  3. Proses penyampaiannya juga bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada, lebih terperinci dan jelas, karena lebih banyak bisa mengulas tentang pesan yang disampaikannya.
Kelemahan : 
  1. Booklet ini tidak bisa menyebar ke seluruh masyarakat, karena disebabkan keterbatasan.
  2. Tidak langsungnya proses penyampaiannya, sehingga umpan balik dari obyek kepada penyampai pesan tidak secara langsung (tertunda).
  3. Memerlukan banyak tenaga dalam penyebarannya.

Semoga Bermanfaat...

Friday, March 15, 2019

Media Penyuluhan Perikanan : Leaflet

Media penyuluhan perikanan dalam bentuk leaflet adalah lembaran kertas lepas tidak dilipat yang berisi pesan penyuluhan dalam bentuk tulisan gambar (foto atau ilustrasi).

Fungsi Leaflet
1. Fungsi informatif
Leaflet biasanya digunakan untuk menginformasikan kepada masyarakat berkaitan dengan materi teknis/manajemen/informasi suatu usaha. 

2. Fungsi iklan
Leaflet benar-benar penting sebagai alat iklan atau promosi, yang menarik dan memungkinkan Anda untuk mempromosikan satu atau lebih produk atau jasa. 

3. Fungsi Identifikasi
Desain leaflet yang baik memungkinkan Anda untuk mempertahankan kriteria yang sama melalui semua leaflet perusahaan Anda. Jika kriteria ini (kadang-kadang disebut konsep) disatukan dalam semua jenis leaflet, itu akan membuat perusahaan Anda mudah di identifikasi. Ini akan memberikan prestise dan kredibilitas perusahaan Anda. Hal ini penting untuk brosur perusahaan Anda tidak hanya memiliki "konsep", tetapi juga memiliki logo: sebuah logo yang dirancang dengan baik sangat penting bagi setiap perusahaan, adalah salah satu langkah pertama untuk memulai kampanye iklan.

Keunggulan leaflet :

  1. Bisa dibaca berulang kali
  2. Ringkas dan mudah dimengerti
  3. Bisa digunakan untuk belajar mandiri
  4. Mudah dibawa kemana-mana
  5. Biaya relatif murah
Kelemahan leaflet :

  1. Informasi yang disampaikan kurang mendalam
  2. Sasaran untuk orang yg bisa membaca
  3. Untuk mendalam materi perlu bantuan lain

Berikut contoh media penyuluhan perikanan dalam bentuk leaflet :
Contoh media penyuluhan perikanan dalam bentuk leaflet
Semoga Bermanfaat...

Monday, March 11, 2019

Media Penyuluhan Perikanan : Folder

Media penyuluhan perikanan dalam bentuk folder adalah lembaran kertas yang dilipat dua atau tiga lipatan yang berisi pesan penyuluhan dalam bentuk tulisan gambar (foto atau ilustrasi).

Folder adalah semacam booklet (buku kecil) yang tak berjilid. Mungkin hanya terdiri dari satu lembar yang dicetak di kedua permukaannya. Tapi bisa juga dilipat di bagian tengahnya sehingga menjadi empat halaman. Atau bisa juga dilipat tiga sampai empat kali hingga menjadi beberapa halaman. Penggunaan folder atau leaflet umumnya dilakukan untuk pemasaran aneka produk dan juga untuk penyebaran informasi politik. [sumber]

Keunggulan folder :

  1. Bisa dibaca berulang kali
  2. Ringkas dan mudah dimengerti
  3. Bisa digunakan untuk belajar mandiri
  4. Mudah dibawa kemana-mana
  5. Biaya relatif murah
Kelemahan folder :

  1. Informasi yang disampaikan kurang mendalam
  2. Sasaran untuk orang yg bisa membaca
  3. Untuk mendalam materi perlu bantuan lain

Berikut contoh media penyuluhan perikanan dalam bentuk folder :
Contoh media penyuluhan perikanan dalam bentuk folder
Contoh media penyuluhan perikanan dalam bentuk folder
Semoga bermanfaat...

Friday, March 8, 2019

Media Penyuluhan Perikanan: Flip Chart

Flip chart atau yang sering disebut sebagai bagan balik adalah kumpulan ringkasan, skema, gambar, tabel yang dibuka secara berurutan berdasarkan topik materi pembelajaran. Bahan flip chart biasanya kertas ukuran plano yang mudah dibuka-buka, mudah ditulisi, dan berwarna cerah. Untuk daya tarik, flip chart dapat dicetak dengan aneka warna dan variasi desainnya.

Flip chart adalah lembaran kertas yang berisi pesan atau bahan pelajaran yang tersusun rapi dan baik.
Flip chart merupakan media menulis yang sangat praktis dan menghemat ruang yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar ataupun kegiatan-kegiatan yang lainnya.

Flip chart atau dengan nama lain disebut juga sebagai bagan balik yang merupakan kumpulan ringkasan, skema, gambar, tabel yang dibuka secara berurutan berdasarkan topik materi pembelajaran.
Flipchart [sumber]
Adapun chart itu sendiri dapat terbuat dari lembaran kertas karton atau jenis HVS yang cukup tebal. Penggunaan kertas tebal tentu saja agar kertas tidak mudah robek dan tidak ada bayangan antara satu kertas dengan kertas lain sehingga pesan gambar atau tulisan tidak tumpang tindih dengan gambar di lembaran berikutnya.

Kelebihan Menggunakan Flip Chart
  1. Flip Chart dapat digunakan dalam metode pembelajaran inovatif apapun.
  2. Lebih praktis.
  3. Ketika pembelajaran di alam terbuka yang jauh dari aliran listrik, flip chart sangat tepat untuk membantu presentasi guru.
  4. Bendel flip chart mudah dibawa ke mana saja bergantung tempat presentasi.
  5. Menghemat media pengajaran.
  6. Agar siswa telah tidak bosan sehingga siswa lebih berimajinasi dalam mengembangkan ide-idenya dalam belajar.
  7. Flipchart juga dapat mempermudah mengingat suatu materi pelajaran yang di ajarkan guru.
  8. Fleksibilitas, pengajar/pembicara dapat memutuskan kapan harus menulis.
  9. Lebih baik dari white board karena pengajar/pembicara dapat mempersiapkan sebelum pelajaran/presentasi dimulai.
  10. Biaya murah.
  11. Dapat diletakkan dimana saja.
Kelemahan Menggunakan Flip Chart
  1. Sukar dibaca karena keterbatasan tulisan.
  2. Pengajar/pembicara cenderung memunggungi peserta saat menulis.
  3. Biasanya kertas flip chart hanya dapat digunakan untuk satu kali saja.
  4. Tidak sesuai untuk peserta yang lebih dari 15-20 orang.
Pesan penyajian dalam flip chart ini dapat berupa :
  1. Gambar - gambar;
  2. Diagram;
  3. Huruf-huruf ;
  4. Angka-angka.
Sumber : Pengertian Flipchart

Semoga Bermanfaat...

Monday, March 4, 2019

Media Penyuluhan Perikanan: Poster

Poster atau plakat adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. [sumber]

Poster merupakan salah satu media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antar keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai. Poster biasanya dipasang ditempat-tempat umum yang dinilai strategis seperti sekolah, kantor, pasar, mall dan tempat-tempat keramaian lainnya. Informasi yang ada pada poster umumnya bersifat mengajak masyarakat. [sumber]

Poster dapat diartikan suatu metoda dalam menyampaikan ide, pesan atau ajakan pada sasaran yang bergerak. Poster merupakan suatu perpaduan visual dari desain, warna dan Tulisan/pesan yang kita inginkan agar diperhatikan oleh orang orang yang lewat, agar mereka terkesan. 

Kegunaan Poster :
  1. Meyakinkan, mengajak, menasehati dan memerintah.
  2. Memberi peringatan,menarik perhatian terhadap sesuatu (Teknologi,dll).
  3. Menyarankan untuk tidak berbuat sesuatu atau melarang.
  4. Memberi perintah atau informasi.
  5. Promosi barang/Produk, gagasan dan jasa.
Keunggulan Poster :
  1. Citra visualnya mampu menyampaikan pesan secara cepat dan langsung.
  2. Mampu menjangkau sasaran lebih banyak.
  3. Dapat ditempel ditempat yang strategi.
  4. Mudah dan cepat dimengerti sasaran
Macam-macam Poster :

A. Berdasarkan Isinya :
  1. Poster Niaga, poster ini umumnya menawarkan produk suatu perusahaan.
    Contoh poster niaga [sumber]
  2. Poster Kegiatan, poster ini menginformasi kegiatan kepada khalayak ramai.
    Contoh poster kegiatan [sumber]
  3. Poster Pendidikan, poster ini ditujukan untuk hal-hal bertemakan pendidikan.
    Contoh poster pendidikan [sumber]
  4. Poster Layanan Masyarakat, poster mengenai layanan umum pemerintah.
    Contoh poster layanan masyarakat [sumber]
B. Berdasarkan Tujuannya :
  1. Poster Propaganda, poster ini pengaruh sangat kuat terhadap masyarakat.
    Contoh poster propaganda [sumber]
  2. Poster Kampanye, poster yang seringkali terlihat menjelang Pemilu.
    Contoh poster kampanye [sumber]
  3. Poster "Wanted" atau "Dicari", poster ini umumnya untuk mencari orang.
    Contoh poster wanted/dicari [sumber]
  4. Poster "Cheesecake", poster ini dibuat untuk mencari perhatian masyarakat.
    Contoh poster cheesecake [sumber]
  5. Poster Film, poster ini mempromosikan film agar dikenal masyarakat.
    Contoh poster film [sumber]
  6. Poster Kartun, ini adalah poster publikasi dari komik-komik kartun.
    Contoh poster kartun [sumber]
  7. Poster Afirmasi, poster ini tujuannya untuk memberikan motivasi.
    Contoh poster afirmasi/motivasi [sumber]
  8. Poster Riset, poster ini mempublikasikan riset dan penelitian.
    Contoh poster riset [sumber]
  9. Poster Kelas, poster ini bisa kita jumpai didalam kelas-kelas sekolah.
    Contoh poster kelas [sumber]
Semoga Bermanfaat...

Monday, February 25, 2019

Media Penyuluhan Perikanan: Brosur

Brosur adalah buku yang diterbitkan secara tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman, tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit. [sumber].

Selengkapnya pengertian Brosur adalah suatu media yang digunakan oleh perusahaan atau organiasasi tertentu untuk menawarkan suatu produk, layanan, atau program kepada masyarakat umum. Brosur ini diterbitkan secara tidak berkala (tidak reguler) dan hanya terdiri dari beberapa halaman saja (sedikit halamannya). Brosur juga umumnya memiliki sampul tetapi tidak berjilid. [sumber].
Salah satu contoh cover brosur dengan materi perikanan
Selain pengertian diatas sebuah media penyuluhan dapat dikategorikan sebagai brosur apabila memiliki ciri sebagai berikut :
  1. Bentuk media cetak dalam bentuk lembaran yang tersusun seperti buku.
  2. Jumlah halaman 8-60 lembar.
  3. Materi pokok disajikan secara sederhana dan tuntas.
  4. Dapat disertai gambar – gambar faktual yang dapat menarik  perhatian.

Fungsi Brosur
Brosur dibuat tentu bukan tanpa sebab dan fungsi, brosur juga memiliki fungsi yang penting terutama dalam hal pemasaran dan promosi. Fungsi utama dari sebuah brosur adalah memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai suatu produk yang akan ditawarkan secara detail. Untuk dapat menarik perhatian masyarakat, umumnya brosur dibuat dengan desain yang menarik dan isinya jelas.

Ciri-Ciri Brosur
Segala sesuatu tentu memiliki karakteristik atau ciri-ciri tersendiri, begitu juga dengan brosur. Brosur memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan media-media promosi lainnya. Adapun ciri-ciri dari brosur antara lain:
  1. Umumnya memiliki pesan yang tunggal.
  2. Tujuannya menginformasikan produk kepada masyarakat luas.
  3. Hanya sekali diterbitkan.
  4. Dibuat semenarik mungkin agar menarik perhatian publik.
  5. Didistribusikan secara tersendiri (oleh perusahaan tersebut).
  6. Desainnya menarik dan isinya jelas.

Keunggulan Brosur
Brosur memiliki keunggulan dibanding media penyuluhan yang lain diantaranya :
  1. Berisi informasi yang lengkap
  2. Dapat dibaca utuh atau sebagian
  3. Mudah dibawa
  4. Dapat dibaca berulang
  5. Dapat digunakan untuk belajar mandiri
  6. Dapat digunakan untuk bahan pendampingan, bahan diskusi atau bahan pustaka

Semoga Bermanfaat...

Friday, February 22, 2019

Media Penyuluhan Perikanan : Serial Foto

Media Penyuluhan Perikanan Seri foto adalah materi penyuluhan pertanian berupa rangkaian photo-photo yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu cerita/proses kegiatan di bidang perikanan.

Berikut contoh media penyuluhan perikanan dalam bentuk serial foto :

SERIAL FOTO
PEMBUATAN TERASI REBON




Semoga Bermanfaat...

Monday, February 18, 2019

Penanganan Rajungan Di Atas Kapal

Penanganan rajungan diatas perahu dilakukan dalam bentuk segar dan perebusan. Perlakuan yang baik adalah menjaga dan membawa rajungan sampai ke pembeli dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sehingga daging rajungan terjaga kualitas kekenyalannya maupun aromanya.
Rajungan hasil tangkapan nelayan [sumber]
1). Rajungan Segar
Penangkapan Rajungan segar dengan 1 trip > 1 hari memerlukan coolbox untuk menyimpan hasil tangkapan rajungan segar supaya tetap terjaga tingkat kesegarannya, penanganan rajungan dalam bentuk segar (raw materials) di simpan dalam wadah pada suhu sekitar 0 – 4 derajat celsius dan dipertahankan sampai masuk ke miniplant untuk proses perebusan (cooking). Tubuh rajungan diusahakan tetap utuh dan tidak terintrusi air es hingga penyusunan rajungan dalam wadah teratur tidak tergencet, dalam lingkungan dingin, tidak terbuka oleh sinar panas matahari dan bebas dari pengaruh bahan pencemar. Di atas perahu sudah disediakan box sebagai wadah penyimpanan rajungan atau wadah lain yang sama perannya untuk menjaga kesegaran rajungan dan lebih ringan atau lebih mudah dipindahkan. Adapun tahapan penangan rajungan segar adalah sebagai berikut :
  • Jenis-jenis rajungan hasil tangkap Bubu Rajungan yang dipilih adalah ukuran komersial (> 150 gram).
  • Apabila kapal bubu rajungan berukuran kecil (< 5 GT), digunakan cold-box portable ukuran kapasitas mulai dari 50 kg, 100 kg dan 200 kg yang dilengkapi dengan lubang penirisan (drain hole) untuk membuang air lelehan es. Dengan ukuran kecil ini penempatannya di kapal bubu rajungan lebih luwes, yang penting ditempat yang terlindung dari cahaya matahari langsung.
  • Bak pendinginan (chilling) dan pencuci rajungan ukuran 0,5 – 2 m3, sebagai tempat mencuci sekaligus chilling rajungan setelah dilepas dari Bubu Rajungan saat hauling, dimana bak ini akan diisi air laut yang diberi es. Sebaiknya bak ini bertutup dan berisolasi agar dapat menghemat pemakaian es. Perbandingan es curai dan air laut = 2 : 1.
  • Keranjang plastik. Terbuat dari bahan HDPE yang cukup kuat dengan kapasitas maksimum 25-30 kg rajungan,  agar cukup ringan sehingga mudah ditangani secara manual. Keranjang ini didesign sedemikian rupa sehingga air lelehan es dapat mengalir dengan lancar dan dapat ditumpuk tanpa memberikan tekanan produk rajungan yang ada didalamnya. Keranjang ini memiliki dua fungsi yaitu untuk wadah rajungan hasil seleksi, tempat melakukan pencucian sekaligus wadah rajungan selama penyimpanannnya dalam palkah. Jumlahnya disesuaikan agar dapat menampung semua hasil produksi,
  • Terpal.untuk membuat pelindung dari panas matahari bagi area dek kapal Bubu Rajungan.

2). Rajungan Kukus
  • Penanganan rajungan segar merupakan salah satu bagian penting dari mata rantai perdagangan rajungan ataupun industrial rajungan. Penanganan rajungan pada dasarnya terdiri dari dua tahap, yaitu penanganan di atas kapal dan penanganan di darat. Penanganan rajungan setelah penangkapan memegang peranan penting untuk memperoleh nilai jual rajungan yang maksimal. Tahap penanganan ini menentukan nilai jual dan proses pemanfaatan selanjutnya serta mutu produk olahan rajungan yang dihasilkan.
  • Peralatan perebusan hasil tangkap rajungan berfungsi untuk melindungi rajungan dari kemunduran mutu daging rajungan setelah proses penangkapan sehingga memberikan peluang dapat dipertahankannya mutu dan kualitas rajungan dalam keadaan mati ataupun menjamin daging rajungan hasil tangkapan bubu tidak mengalami kemunduran mutu selama proses operasi penangkapan sehingga memberikan nilai jual rajungan yang lebih tinggi.
  • Peralatan perebusan banyak dipergunakan oleh nelayan rajungan, yang merupakan peralatan perebusan yang cukup sederhana baik kontruksi maupun penggunaan bahan peralatan perebusan. Dengan adanya peralatan perebusan diatas kapal nelayan yang cukup sederhana, maka penanganan rajungan diatas kapal bisa ditingkatkan dengan cara melakukan modernisasi peralatan perebusan sehingga higinitas dan sanitasinya dapat terjamin atau dapat lebih tinggi.
Cara perebusan meliputi :
1) Pensortiran
Pensortiran dilakukan terhadap rajungan hasil tangkapan yang akan direbus. Setelah proses pensortiran dilakukan proses pencucian dilakukan untuk mengurangi mikroba yang ada dipermukaan tubuh rajungan.

2) Pencucian
Rajungan yang sudah dikeluarkan dari bubu dicuci dengan air laut hingga bersih dari lumpur atau kotoran-kotoran yang menempel

3) Perebusan
Setelah proses pencucian dilakukan proses perebusan atau pengukusan pada suhu 80⁰ - 90⁰ C selama 20 – 40 menit sesuai dengan ukuran rajungan. Tujuan dari perebusan ini adalah menghentikan aktifitas bakteri pembusuk jamur maupun enzim sehingga dapat memperpanjang daya awet produk olahan dan mempermudah pengelupasan kulit rajungan. Dalam standard penanganan rajungan diatas perahu untuk produk yang sudah direbus harus diperlakukan dengan kriteria sesuai dengan bentuk produk rajungan yang disediakan dari atas perahu. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan standard dalam proses perebusan di atas perahu/kapal yaitu setiap 50 kg rajungan direbus dengan menggunakan air sebanyak 20 liter dan direbus selama  20 – 40 menit. Langkah selanjutnya setelah perebusan agar dianginkan selama 45 menit lalu disimpan di wadah yang dijaga kebersihannya dan terhindar dari kontaminasi bahan atau benda lain sekecil apapun hingga sampai disetor ke miniplant terdekat.

4) Penyimpanan
Rajungan yang telah direbus selanjutnya disimpan di dalam cool box menggunakan es curah (1 basket ½ balok), maksimal 3 basket @ 25 kg

Friday, February 15, 2019

Rancang Bangun Alat Tangkap Bubu

Rancang bangun alat tangkap bubu dititik beratkan pada konstruksi yang dirancang agar menjadikan alat tangkap ini menjadi alat tangkap yang ramah lingkungan yaitu memberi kesempatan ikan atau rajungan yang berukuran kecil dapat melepaskan diri.

Pertimbangan penting dalam membuat rancang bangun (desain) bubu adalah :
  1. Bubu hendaknya mudah dibawa dalam jumlah banyak dan mudah dioperasikan termasuk mudah penataannya diatas geladak perahu;
  2. Ringan dan cukup kompak sehingga mudah ditenggelamkan dan mudah diangkat selama operasi penarikan;
  3. Stabilitas bubu agar posisinya benar-benar tegak pada saat dipasang di atas dasar perairan; konstruksi bubu yang tidak terlalu tinggi dengan nilai ratio tinggi dan panjang dasar bubu berkisar 0.35 – 0,4 dan berbentuk kubah merupakan salah satu penampilan yang stabil,;
  4. Ketahanan bubu agar dapat digunakan lebih lama sehingga diperlukan bahan jaring sintetis ;
  5. Konstruksi bubu yang sederhana, mudah dilipat dan murah biaya pembuatannya, disamping itu lebih ringan dan mudah sewaktu dilakukan pengangkatan untuk dipindahkan.

Adapun bubu ini terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :
1). Rangka (frame)
Bagian ini berfungsi untuk membentuk badan bubu sehingga dapat mempertahankan bentuk bubu ketika dioperasikan, terbuat dari besi atau kawat.
Kerangka Bubu
2). Bagian badan (rongga).
Pada bagian badan bubu, salah satu bagian badannya (bawah) tertutup rapat dengan jaring (webing), sedangkan bagian lainnya dapat dibuka (pintu bubu) yang berfungsi untuk memasang umpan dan mengambil hasil tangkapan dari dalam rongga bubu. Bahan jaring pada badan bubu ini Polyethylene (PE) berwarna hijau dengan ukuran benang 380/d6 dan ukuran mata jaring 1,25 inci.
Jaring yang menjadi bagian badan bubu
3). Bagian mulut (ijeb) 
Bagian mulut berjumlah 2 buah bagian sisi kiri dan kanan yang berbentuk pipih dan menjorok kedalam (mengerucut kedalam) sepanjang 20 cm. Bagian ini berfungsi sebagai jalur masuknya target tangkapan (ikan atau rajungan) ke dalam bubu, target tangkapan mudah masuk namun kesulitan untuk keluar.
Bagian mulut bubu
Pada bubu lipat bagian ini terlatak di bagian sisi kiri dan kanan, bentuknya seperti corong dengan lubang corong dari bibir dan lubang yang mengarah ke dalam semakin menyempit membentuk celah untuk menyulitkan ikan keluar dari bubu. Bagian mulut ini terbuat dari bahan Polyethylene (PE) berwarna hijau dengan ukuran benang 380/d6 dan ukuran mata jaring 1,25 inci, dengan rincian panjang bibir bawah 15 mata panjang 3 mata, bibir atas 15 mata dan lebar bibir atas 3 mata. 

4). Bagian pintu
Pintu terletak pada bagian tengah badan bubu agar mudah untuk mengeluarkan hasil tangkapa setelah bubu dibuka pada saat hauling. Bagian pintu terletak di bagian atas  bubu dan jaringnya dapat dibuka-tutup. Pada bubu lipat bagian ini digantikan dengan sayap depan dan sayap belakang yang dapat dibuka (dilipat) dan ditutup.
Bagian pintu bubu
5). Celah pelolosan
Celah pelolosan dibuat agar ikan-ikan yang belum layak tangkap dari segi ukuran dapat dapat keluar dari bubu dan hidup bebas untuk melanjutkan pertumbuhannya. Pada bubu lipat celah pelolosan ini terletak antara sayap depan dan sayap belakang yang dapat dibuka-tutup dan diantaranya terdapat celah (tidak tertutup rapat) .
Celah pelolosan bagi ikan yang berukuran lebih kecil
6). Tempat umpan (Bait Hook)
Bagian ini terbuat dari besi (kawat seng) Ø 4 mm ditekuk seperti leter U dan digantungkan ditengah-tengah rongga bubu yang diapit diantara ragangan bubu, berfungsi untuk mengaitkan umpan.
Tempat umpan
7). Tali Utama (main line)
Tali utama (main line) terbuat dari bahan PE Ø 6 - 8  mm  Panjang tali utama ini    disesuaikan dengan jumlah bubu yang dibutuhkan atau diturunkan sewaktu setting. Setiap jarak 10 meter pada tali utama ini terdapat tali cabang penghubung bubu dengan tali utama.
Tali utama pada pembuatan bubu
8). Tali cabang (Branch line) atau tali pengikat
Tali cabang (branch line) terbuat dari PE Ø 4 mm diikat kan pada bubu dengan panjang 200 cm dan dihubungkan dengan tali utama .
Tali pengikat pada pembuatan bubu
9). Tali guci (tali segitiga) yang terbuat dari PE Ø 4 mm diikat kan pada bubu dengan panjang 40 cm dan dihubungkan dengan tali cabang.
Tali segitiga
10). Pelampung tanda
Pelampung tanda berjumlah 2 buah berupa pelampung dari bahan sterafoam yang dilengkapi dengan tiang dan bendera.

Penempatan pelampung pada pemasangan bubu di perairan [sumber]
11). Pemberat
Pemberat dipasang pada bubu berfungsi untuk menahan bubu agar tidak hanyut (bergeser dari tempatnya) akibat pengaruh pasang surut, arus dan gelombang laut. Pemberat diperlukan terutama apabila bubu dianggap terlalu ringan sehingga mudah dihanyutkan arus atau gelombang.

Penempatan pemberat pada pemasangan bubu di perairan [sumber]

Sumber : Modul Pembuatan dan Pengoperasian Alat Tangkap Bubu. BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...