Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Friday, January 25, 2019

Wadah Budidaya Perikanan : Karamba Bambu/Kayu

Keramba merupakan salah satu tempat pemeliharaan ikan yang cukup populer. Pemanfaatan sungai, waduk, dan embung untuk keramba berarti juga upaya lain untuk mengoptimalkan manfaat perairan umum untuk budidaya ikan.
Karamba bambu [sumber]
Bahan untuk membuat keramba dapat berupa bambu bilah, kayu, atau kawat, pembudidaya ikan umumnya menggunakan bambu sebagai kerangka pembuatan keramba dengan ukuran yang bermacam-macam (bervariasi) banyak keuntungan yang didapat jika ikan di budidayakan dikaramba.

Pada pembesaran model ini ikan dapat merasakan hidup seperti di habitat aslinya (alami) meskipun tidak mutlak sama dengan demikian aktivitasnya tidak terlambat. Keuntungan lain pembesaran ikan di karamba adalah sebagai berikut :
  1. Ikan yang di besarkan di keramba akan terhindar dari gangguan hama maupun ganguan lainya yang sering menimbulkan kerugian dalam kegiatan usaha. Pengawasan terhadap pertumbuhan ikan dan dan kesehatan ikan dapat dilakukan dengan mudah sehingga setiap di temukan gejala yang tidak menguntungkan dapat segera di tanggulangi.
  2. Kebutuhan oksigen dapat terpenuhi bagi ikan karena pergantian air terjadi setiap saat dengan demikian laju pertumbuhan dan kesehatan ikan dapat mencapai optimal.
  3. Sisa makan dan kotoran hasil dari aktivitas dapat segera hanyut terbawa aliran air sehingga tidak menimbulkan penyakit dan kekhawatiran terhadap tingginya kadar amoniak maupun zat racun lainya yang akan menghambat lajupertumbuhan. pemanenan ikan dapat di lakukan dengan mudah sehingga menghe,at waktu dan tenaga.
PEMILIHAN LOKASI
Selain ditempatkan di sungai, karamba juga dapat di tempatkan di danau atau waduk berdasarkan letaknya di dalam perairan (sugai, waduk, dan danau). Karamba menjadi tiga jenis yaitu karamba yang di letakan di dasar perairan, karamba yang diletakan di bawah permukaan air, dan karamba yang diletakan diatas permukaan air.
Sungai merupakan salahsatu perairan yang dapat digunakan untuk budidaya karamba bambu [sumber]
KONSTRUKSI KARAMBA
Rangka keramba sebaiknya dibuat dari kayu yang kuat dan tahan walau direndam dalam air dengan jangka waktu yang lama seperti kayu Ulin (biasa di gunukan di Kalimantan).

Rangka utama keramba sebaiknya di sambung/dirangkai dengan menggunakan Baut, bukan dengan Paku. hal ini untuk mempermudah dalam merangkai keramba di lokasi budidaya/disungai.berikut ini beberapa desain/ilustrasi konstruksi keramba. 

Konstruksi karamba bambu [sumber]

Konstruksi karamba bambu [sumber]

Konstruksi karamba bambu [sumber]

 1. Karamba di Dasar Perairan
Dalam prakteknya keramba di dasar perairan ini di bagi menjadi dua jenis yaitu keramba yang di letakan di dasar perairan dan keramba yang di tanam di dasar perairan keramba di dasar perairan ini umumnya di gunakan di daerah perairan yang sempit dan tidak terlalu dalam seperti pada sungai-sungai kecil atau saluran yang lebarnya tidak lebih dari dua meter.

Keramba ini lebih cocok di letakan di sungai yang aliranya deras sehingga tadak mudah terbawa arus air bila dasar perairanya keras pembangunan keramba tidak perlu di bangun dasar keramba lagi karena dasar tersebut dapat di jadikan alas.

Keramba tipe ini di bangun dengan cara menanamkan ujung-ujung kerangka keramba kedasar perairan maupun ketebing sungai matau saluran air. Oleh karena itu perlu di perhatikan bahwa ukuran kerangka keramba yang di buat harus lebih besar misalnya, ukuran keramba yang di inginkan adalah 3 m x 2 m x 1 m maka kerangka keambanya harus mempunyai ukuran 3 m x 2,40 m x 1,2.

Kerangka keramba yang tertanam di dalam adalah sepanjang 20 cm bidang permukaan keramba sebelah atas di usahakan berada 20 cm di bawah permukaan air untuk keramba yang seluruhnya di tanam di dasar perairan lebih tepat di gunakan pada sungai-sungai atau saluran air yang dangkal dengan dasar yang keras.

Bagi lingkungan sekitar penempatan keramba dengan cara di tanam secara keseluruhan sangat menguntungkan karena tidak mengganggu aliran air dan tidak menyebabkan terjaringanya samapah yang terbawa arus air.

2. Karamba di Bawah Permukaan Perairan
Keramba di bawah permukaan air sedikit berbeda dengan keramba yang di letakan di dasar perairan bagian atas keramba di bawah permukaan air tidak menonjol apalagi nongol ke permukaan air sebaliknya.

Bagian dasar tidak di tanam seperti keramba di dasar perairan keramba jenis ini lebih cocok di letakan di perairan yang agak dalam tetapi tidak bisa di letakan di perairan yang dasar sekali karena perairan yang seperti ini miskin oksigen agar lebih aman posisi di usahakan tetap berada 20 cm di bawah permukaan air.

Untuk memperhatikan posisi keramba agar tetap berada 20 cm di bawah permukaan air (tidak mengapung ke bagian atas) pada badan keramba perlu di tambahkan pemberat seperi batu, besi atau bahan lain yang mempunyai berat yang cukup. kalau arus perairan tersebut agak deras (misalnya di sungai) maka pada setiap sudut keramba di lengkapi dengan jangkar.

Hal ini untuk menjaga agar kekramba tidak hanyut cara lainya adalah mengikatkan keramba itu pada sebatang pohon yang kuat.


3. Karamba di Atas Permukaan Perairan
Keramba yang mengambang di permukaan air terutama di gunakan di danau atau waduk yang berair dalam perbedaan yang mencolok terletak pada posisi keramba terhadap permukaan air yaitu sepertiga bagian atasnya berada di atas permukaan air sedangkan dua pertiga lainya di dalam air.

Keramba jenis ini juga di lengkapai dengan pemberat dari batu atau besi jumblah pemberat itu harus di atur agar sepertiga bidang permukaan bagian atas dari keramba dapat timbul di permukaan air bila pemberat terlalu berat maka keramba akan tertarik kebawah hal ini tidak berpengaruh negatif namun sebaliknya bila pemberat itu terlalu ringan maka bagian yang muncul ke permukaan semakin tinggi keadaan seperti ini berbahaya bagi keselamatan ikan.

Keramba yang mengambang di permukaan air ini juga mempunyai resiko apabila keramba di letakan di sungi yang arusnya agak deras maka di khawatirkan akan terkena hantaman benda-benda yang hanyut bersama arus akibatnya ketenangan ikan akan terganggu dan dinding kerambapun cepat rusak.

Untuk mennnghindari hal ini keramba pada permukaan air sebaiknya di letakan di perairan yang relatif tanang dan bebas dari benturan benda yang terbawa arus air.

Agar keramba tidak mudah hanyut terbawa arus maka pada setiap sudut keramba perlu di ikatkan jangkar. lebih aman lagi bila keramba itu di ikatkan di pohon atau di buatkan semacam tambatan.


Semoga Bermanfaat...

Friday, January 18, 2019

Wadah Budidaya Perikanan : Kolam Parit

Usaha budidaya ikan di dengan sistem air deras merupakan metode budidaya ikan yang memberikan produksi ikan yang tinggi dalam masa pemeliharaan yang relatif singkat dan mampu memberikan keuntungan yang berlipat ganda bagi pembudidaya ikan.

Sesuai dengan namanya, kolam ini memanfaatkan aliran air yang relatif deras untuk mempercepat pertumbuhan ikan yang dipelihara. Hal ini tentu saja dapat dimengerti, sebab aliran air yang deras akan memberikan beberapa keuntungan, yaitu :

  1. Aliran air yang deras mampu menyediakan kandungan oksigen terlarut dalam air pada tingkat yang jenuh. Dengan demikian oksigen terlarut dalam air selalu tersedia.
  2. Dengan selalu tersedianya kandungan oksigen terlarut dalam air, kolam dapat dapat ditebari ikan dengan kepadatan yang tinggi.
  3. Aliran air yang deras akan mampu dengan segera membuang sisa makanan dan kotoran hasil metabolisme dari dalam kolam, sehingga kemungkinan terjadinya proses pembusukan yang akan memperlambat pertumbuhan ikan dapat dihindari.
Sistem air deras ternyata berkembang dengan pesat. Salah satu usaha budidaya dengan sistem air deras adalah KOLAM PARIT.

Kolam Parit [sumber]
Dibanding kolam air deras lainnya kolam air deras dengan menggunakan kolam parit relatif lebih murah dalam pembuatannya. Parit atau saluran air yang cocok untuk usaha budidaya ikan mempunyai debit air antara 100 – 125 liter setiap detiknya. Sedangkan kedalaman air tidak kurang dari 40 cm dan tidak lebih dari 1 meter. Akan tetapi, seandainya tidak ter-sedia parit ataupun saluran air yang memenuhi syarat seperti di atas, dapat juga dipergunakan parit atau saluran lain, dan tentu saja hasilnya akan sedikit berbeda.

TEKNIK PEMBUATAN KOLAM PARIT
Bahan utama yang dibutuhkan dalam usaha budidaya ikan dalam parit adalah kayu, bambu dan jaring kawat Kayu yang digunakan tidak periu mahal tetapi hams cukup tahan bila direndam di dalam air. Umumnya petani mempergunakan kayu albasia yang mempunyai ukuran panjang 3 meter, lebar 7 cm dan tebal 7 cm.

Bambu yang akan digunakan sebaiknya dipilih yang tua, lurus dan cukup panjang ruasnya. Setelah dibersihkan, bambu ini kemudian dipotong-potong dengan ukuran panjang 70 -100 cm, dan lebar S cm. Seandainya digunakan jaring kawat, maka pilihlah ukuran mata jaring yang sesuai dengan ukuran benih ikan yang akan dipelihara. Potonglah jaring tersebut dengan ukuran lebar 70 -100 cm dan panjang disesuaikan dengan lebar parit atau saluran air.
Konstruksi Kolam Parit [sumber]
Setelah diperoleh lokasi yang memenuhi syarat, maka pembuatan kolam dapat dilakukan dengan cara:
  1. Buatlah kerangka dari kayu dengan ukuran yang disesuaikan dengan lebar parit atau saluran air. Agar rangka ini tidak dapat hanyut karena arus air, sebaiknya ditanam sedalam 20 cm pada setiap tebing parit atau saluran air. Kerangka terdiri dari dua buah kayu yang dipasang melintang sesuai dengan lebar parit atau saluran air. Letak kayu ini sejajar satu sama lain, dan kayu yang satu berada di atas kayu yang lain dengan jarak 40 – 60 cm.
  2. Pasanglah potongan bambu yang telah disiapkan sebelumnya pada kerangka kayu. Ujung bambu harus tertanam ke dasar perairan sedalam 10cm dan ujung yang lain muncul di permuiraan air minimal setinggi 20 cm. Jarak antara setiap potongan bambu cukup 2-2,5 cm atau disesuaikan dengan ukuran ikan yang akan dipelihara.jika digunakan jaring kawat, maka bagian bawah juga harus ditanam ke dasar perairan sedalam 10 cm dan bagian atasnya juga muncul ke permukaan air setinggi minimal 20 cm.
  3. Sebaiknya panjang parit yang dipergunakan tidak terlalu besar. Perbanding-an antara panjang dan lebar kolam sebaiknya tidak lebih dari 2:1, artinya jika lebar parit atau saluran air 2 meter maka panjang kolam adalah 4 meter.
  4. Kerangka kolam harus dibuat duabuah dengan jarak satu sama lain ditentukan berdasarkan lebar parit atau saluran air. Kerangka ini berfungsi untuk mem-batasi ruang gerak ikan, sehingga akan memudahkan pada saat panenan.

Sumber : 1. Ir. Eddy Afrianto dan Ir. Evi Liviawaty. Berbagai Metode Budidaya Ikan. 
               2. Cara Budidaya Ikan dalam Parit Bermutu Tinggi

Semoga Bermanfaat...

Monday, January 14, 2019

Wadah Budidaya Perikanan : Kolam Drum

Budidaya dengan menggunakan kolam drum sudah cukup lama dikenal, tetapi baru mengalami perkembangan yang pesat pada akhir 70-an. Seperti juga budidaya air deras umumnya yang hanya memerlukan modal kecil budidaya kolam drum memanfaatkan aliran air untuk menyediakan kandungan oksigen bagi ikan yang dipelihara dan untuk mempermudah upaya pembuangan sisa pakan dan sisa metabolisme ikan. Budidaya ini menggunakan drum (biasanya terbuat dari plastik) yang disusun sedemikian rupa dan dilengkapi dengan saluran pembuangan dan pemasukan air, drum disusun secara seri.

Kolam Drum
Sumber : Modul Keteknikan Budidaya Perikana

Wednesday, January 9, 2019

Wadah Budidaya Perikanan : Akuarium

Akuarium merupakan salah satu wadah pemeliharaan ikan yang relatif sangat mudah dalam perawatannya. Akuarium dapat digunakan untuk budidaya ikan tawar dan air laut biasanya pada proses kegiatan pembenihan ikan atau untuk pemeliharaan ikan hias. Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari bahasa latin yaitu aqua yang berarti air dan area yang berarti ruang. Jadi akuarium ini adalah ruangan yang terbatas untuk tempat air yang berpenghuni, yang dapat diawasi dan dinikmati.

Akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri atau membeli langsung dari toko. Fungsi akuarium sebagai wadah untuk budidaya ikan juga dapat berfungsi sebagai penghias ruangan dimana akuarium tersebut dapat dinikmati keindahannya oleh penggemarnya. Berdasarkan fungsinya, akuarium dapat dibedakan antara lain adalah :

1. Akuarium Umum
Akuarium ini diisi dengan berbagai jenis ikan dan tanaman air yang bertujuan untuk penghias ruangan.

Akuarium umum
Syarat akuarium umum :
  • Akuarium akan diletakkan sesuai dan serasi dengan ruangan.
  • Alat perlengkapan akuarium meliputi aerator, kabel listrik, pipa pvc, dan lain-lain yang diletakkan tersembunyi supaya nampak alami.
  • Usahakan dasar akuarium tampak alami
  • Tanaman disusun dengan estetika
  • Jenis ikan yang dipelihara harus harmonis
  • Jenis akuarium ini biasanya digunakan sebagai hiasan bagi berbagai jenis ikan yang dapat dinikmati keindahan warna tubuh ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut dari jenis ikan hias maupun ikan konsumsi.


2. Akuarium Kelompok
Ikan-ikan yang dipelihara di dalam  akuarium kelompok harus ikan sejenis/sekeluarga serta ditanami oleh tanaman air yang  tanaman air yang diperlukan oleh kelompok ikan yang dipelihara.
Akuarium kelompok
Syarat akuarium kelompok :
  • Jenis ikan yang dipelihara harus  masih sekarabat
  • Susunan tanaman air  disesuaikan dengan ikan yang dipelihara.
  • Jenis akuarium ini biasanya digunakan untuk memelihara ikan dalam satu kelompok baik ikan hias maupun ikan konsumsi dari ikan air tawar dan laut.


3.  Akuarium Sejenis
Dalam akuarium ini, estetika dan dekorasi dikesampingkan, karena tujuan dari akuarium sejenis untuk mengembang-biakan ikan. Jenis akuarium ini yang biasa digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan laut.
Akuarum sebagai media pemijahan
4. Akuarium Tanaman
Dalam akuarium ini yang memegang peranan adalah tanaman air. Ikan dimasukan kedalam akuarium untuk penghias dan pemelihara tanaman.
Akuarium tanaman sering disebut juga aquascape

Sumber : Pustaka Materi

Semoga Bermanfaat...

Monday, January 7, 2019

Wadah Budidaya Perikanan : Kolam Air Deras

Usaha budidaya ikan air deras (running water system) belum begitu lama dimulai di Indonesia, sistem ini baru berkembang sekitar akhir 1970. Sistem air deras dewasa ini banyak diminati karena dapat memberikan hasil yang cukup tinggi dalam kurun waktu pemeliharaan yang relatif singkat sehingga akan memberikan keuntungan yang tinggi bagi pengelolanya.

Sesuai dengan namanya, budidaya sistem air deras memanfaatkan aliran air deras untuk mempercepat pertumbuhan ikan yang dipelihara. Budidaya dengan air deras dapat dibagi menjadi beberapa jenis meliputi kolam air deras, kolam drum dan kolam parit. Jenis ikan yang dipelihara harus merupakan jenis ikan yang bersifat reotaksis positif (menyenangi arus), dan bentuk tubuh ikan tidak pipih sehingga memudahkan untuk bergerak melawan arus, Sampai saat ini jenis ikan yang memenuhi kriteria di atas hanya ikan mas (Cyprinus carpio).

Selain fungsinya sebagai wadah pemeliharaan ikan, budidaya ikan dengan sistem air deras ini juga memberikan fungsi tambahan karena pagar/sekat yang di pasang di saluran air dapat digunakan sebagai penyaring sampah, sehingga saluran air lebih mudah dibersihkan.

Keuntungan lain yang diberikan oleh sistem air deras ini adalah:
  • Ketersediaan oksigen yang cukup bagi ikan akan selalu terjaga, karena aliran air deras mampu menyediakan oksigen terlarut pada tingkat jenuh,
  • Proses pemeliharaan kolam/wadah akan lebih mudah, karena aliran air akan mempermudah pembuangan sisa pakan ataupun sisa metabolisme ikan,
  • Tingkat kepadatan ikan yang dapat dipelihara dalam kolam air deras akan sangat tinggi karena jumlah oksigen terlarut dalam air selalu tinggi sehingga produktivitas wadah juga akan meningkat,
  • Biaya produksi dan biaya pemeliharaan relatif rendah dan cara pembuatan wadah juga cukup mudah,
  • Pembudidaya akan lebih mudah melakukan pengontrolan,
  • Proses panen akan menjadi lebih mudah, terutama untuk sistem kolam drum.

Budidaya kolam air deras merupakan salah satu usaha budidaya yang dapat dilakukan oleh semua kalangan petani, karena selain memerlukan modal yang relatif kecil, juga dapat dilakukan dengan skala kecil dengan keuntungan yang diberikan masih memadai sebagai penghasilan tambahan.

Kolam air deras dibuat dengan cara memasang sekat-sekat baik kayu maupun kawat pada saluran air yang berarus cukup deras misalnya pada sungai kecil. Ukuran dari kolam ini tidak terlalu besar umumnya hanya sekitar 50 m2, dan bentuknya bisa berbagai macam misalnya bujur sangkar, persegi panjang, bulat atau segitiga, tetapi bentuk yang lazim digunakan adalah persegi panjang.

BENTUK KOLAM AIR DERAS
1. Kolam Air Deras Bentuk Segi Empat
Sistem pengairan ada yang menggunakan seri, ada juga yang parallel. Konstruksi kolam pada saluran pemasukan dibuat miring kearah pintu pengeluaran, dengan tujuan kalau dikuras, kotoran dalam kolam dapat hanyut keluar kolam. Pada bagian terdalam dibuatkan saluran penguras berbentuk monik. Fungsi lain monik dari monik adalah dapat digunakan untuk menentukan tinggi rendahnya air dalam kolam, yaitu dengan mengatur susunan papan kayu yang ada setinggi yang diinginkan. Ukuran kolam selain tergantung pada letak dan kondisi tempat, juga tergantung dari kebutuhannya. Pada saluran pemasukan dipasang saringan air, sedangkan pada saluran pengeluaran dibuat pintu berbentuk monik.
Kolam air deras berbentuk segi empat
2. Kolam Air Deras Bentuk Segi Tiga
Konstruksi untuk kolam seperti ini dibuat sedemikian rupa, sehingga terdapat tempat yang dalam, miring dan melandai, tujuannya adalah apabila dikuras, kotoran dalam kolam dapat hanyut ke luar kolam.

Bentuk kolam sengaja dibuat siku-siku, dengan dasar kolam terdalam terdalam pada sudut siku-sikunya. Di dekat sudut siku-siku dibuat saluran penguras berbentuk monik. Dengan konstruksi tersebut diharapkan akan timbul pusaran (pengadukan) pada sisis siku-siku terpanjang sehingga kotoran maupun sisa pakan dapat hanyut keluar. Dengan demikian selain kolam selalu bersih, kandungan oksigennya pun cukup tinggi.

3. Kolam Air Deras Bentuk Oval
Konstruksi kolam dibuat sama seperti pada kolam bentuk segi empat, yang berbeda hanya bentuk sudutnya yang berbeda. Tujuannya membangun kolam seperti ini adalah dengan harapan akan lebih banyak lumpur, kotoran dan sisa-sisa pakan yang bisa dihanyutkan keluar kolam.
Kolam air deras berbentuk oval
Pada umumnya luas kolam kurang dari 50 M2, tetapi ada pula yang hanya berukuran luas 30 M2 dengan panjang 10 m dan lebar 3 m, kedalaman dekat saluran pemasukan 125 cm, kedalaman pada saluran pengeluaran 170-200 cm. pada saluran pengeluaran dibuat pintu berbentuk monik.

4. Kolam Air Deras Bentuk Tak Beraturan
Pada pembuatan kolam seperti ini, bangunan dan bentuknya disesuaikan dengan kondisi tempat (topografi, elevasi, luas tanah). Adapun luas dan dalamnya bervariasi, menurut selera pemilik. Tetapi prinsip pembuatan kolamnya tidak akan menyimpang dari persyaratan kolam air deras.
Kolam air deras berbentuk tidak beraturan
PEMBUATAN KOLAM
Sebelum membuat kolan air deras, kita harus menhetahui terlebuh dahulu bagian-bagian dari kolam air deras tersebut. Setiap KAD memiliki 6 bagian pokok, yaitu saluran pemasukan, lubang pemasukan, saringan, pematang, dasar kolam, lubang pembuangan, saringan, dan saluran pembuangan.

1. Saluran pemasukan
Bagian ini dibuat dekat dengan sungai, atau sumber air, yaitu setelah kolam pengendapan, atau filter. Ukuran panjang, lebar, dan tinggi saluran pemasukan tergantung dari debit air yang akan dialirkan, dan jumlah KAD yang akan dibangun.
Saluran pemasukan air kolam air deras
Untuk 10 buah KAD yang berukuran panjang 10 m, lebar 3 m, dan tinggi 2 m, cukup dibuat saluran pemasukan dengan panjang 40 m, lebar 1 m, dan tinggi 0,7 m. Tentu saja bagian ini harus dibuat dari beton, agar kuat dan kokoh, tidak mudah terkikis oleh aliran air.

2. Lubang pemasukan dan saringan

Bagian ini dibuat berhubungan langsung dengan saluran pemasukan. Ukuran lebar dan tinggi lubang pemasukan tergantung dari lebar KAD. Ini sangat berkaitan erat dengan debit air yang akan dimasukan ke KAD. Untuk KAD yang lebarnya 3 m, cukup dibuat saluran pemasukan dengan lebar 40 – 50 cm, dan tinggi 15 – 20 cm.
Lubang pemasukan air yang dilengkapi saringan pada kolam air deras
Pada bagian ini dibuat sekoneng, atau coakan secara vertikal dengan lebar 2 – 3 cm, dan dalam 1 – 2 cm. Coakan itu berfungsi sebagai tempat memasang saringan. Saringan sebaiknya dibuat dari besi, atau behel ukuran minimal 5 mm. Behel itu dilas secara vertikal pada besi segi empat dengan jarak 0,5 – 1 cm. Saringan berfunsi untuk menahan sampah, ranting dan kotoran lainnya.

3. Pematang
Pematang adalah bagian penting dari KAD. Pematang dibuat sekeliling kolam dengan posisi tegak lurus, tidak miring seperti kolam tanah. Tinggi pematang pada KAD umumnya antara 1,5 – 1,8 m. Pada lubang pemasukan 1,5 m, sedangkan pada lubang pengeluaran 1,8 m. Lebar pematang sebaiknya minimal 30 cm, semakin lebar semakin kuat. Bagian ini harus kuat dan kokoh. Karena selain harus dapat menahan aliran air, kikisan air, juga harus bisa menahan volume air yang sangat besar. Karena itu, bagian ini dibuat dari beton, atau campuran pasir, badu, kerikil dan pasir. Semennya lebih banyak. Seluruh permukaan pematang harus halus, agar ikan tidak terluka.
Pematang kolam air deras
4. Dasar kolam
Dasar kolam adalah bagian bawah KAD. Bagian ini dibuat melandai dari lubang pemasukan ke lubang pengeluaran. Tujuannya agar air dalam KAD mudah dikeluarkan dengan dasar kering. Selain melandai, bagian ini juga harus cekung. Tujuannya agar semua kotoran terkumpul di tengah, sehingga mudah terbawa arus air dengan mudah. Dasar kolam juga harus kuat, agar tidak bocor akibat tekanan air yang sangat besar, dan juga kikisan air. Karena itu bagian ini dibuat dari beton seperti halnya pematang. Tetapi betonya harus tebal. Agar tidak melukai ikan, terutama ketika panen, maka seluruh permukaan dasar kolam harus halus. Selain itu pada dasar kolam yang halus, kotoran lebih mudah terbawa arus.

5. Lubang pembuangan dan saringan
Lubang pembuangan adalah lubang untuk membuang air, pada saat penen, dan juga sehari-hari. Bagian ini dibuat pada dinding belakang dari lebar kolam. Letaknya di bagian bawah dengan lebar 30 – 40 cm, dan tinggi 20 – 30 cm. Untuk menetapkan ketinggian air kolam, maka pada bagian belakang lubang pengeluaran dibuat sekoneng dengan lebar 3 – 4 cm, dan dalam cm. Bagian itu digunakan sebagai tempat untuk memasang papan sebagai penehan ketinggian air KAD.

Pintu monic sering digunakan untuk pintu pembuangan kolam air deras
Saringan dipasang pada bagian itu dengan lebar dan tinggi sama dengan lebar dan tinggi lubang pembuangan. Saringan yang dibuat sama dengan saringan pada lubang pemasukan. Bagian ini berfungsi untuk menjaga agar ikan tidak keluar, tetapi kotoran, seperti lumpur, sisa pakan, dan kotoran ikan bisa keluar.

6. Saluran pembuangan
Saluran pembuangan adalah bagian untuk membuang seluruh air dari KAD. Bagian ini dibuat di belakang, dan berhubungan langsung dengan lubang pengeluaran. Letaknya harus lebih rendah dari dasar kolam. Tujuannya agar seluruh air kolam dapat kering. Saluran pembuangan harus lebih lebar dari saluran pemasukan. Demikian juga dengan tingginya. Karena harus bisa menampung air dari beberapa KAD yang telah dibuat. Selain itu juga harus lebih kuat dan kokoh karena tekanan airnya lebih besar dari saluran pemasukan.
Saluran pembuangan air kolam air deras
Sumber :
1. Modul Keteknikan Budidaya Perikanan

Semoga Bermanfaat...

Friday, January 4, 2019

Wadah Budidaya Perikanan

Manusia sudah sejak lama memanfaatkan perairan sebagai sumber makanan. Kegiatan menangkap ikan seperti memancing dan menjala sudah akrab dengan kehidupan manusia yang tinggal di sekitar lingkungan perairan. Sayangnya, pencarian ikan di perairan bebas dengan cara tradisional mempunyai banyak kendala karena manusia sebagai makhluk yang hidup di lingkungan terestrial tidak dapat melihat ikan sebagai sasarannya dengan jelas dan jumlah populasi sasaran belum bisa diperkirakan. Oleh sebab itulah dewasa ini banyak dikembangkan teknologi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan ikan di suatu perairan misalnya dengan menggunakan satelit, sonar ataupun peralatan canggih lainnya.

Sejalan dengan perkembangan manusia, masalah-masalah yang dihadapi pun menjadi lebih kompleks antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Pertambahan jumlah populasi manusia.
  2. Kurangnya sumber makanan terutama yang berharga murah tetapi mempunyai kandungan protein tinggi.
  3. Produksi perikanan laut sudah hampir mencapai kemampuan maksimumnya.
  4. Usaha pertanian yang tidak mengalami perkembangan secepat pertumbuhan populasi manusia.
  5. Adanya tuntutan untuk menciptakan suatu bentuk kehidupan yang lebih baik.
Untuk mendapatkan sumber penghasilan yang lebih baik tersebut, maka manusia berusaha untuk mengembangkan suatu proses yang diharapkan dapat menjaga kelangsungan tersedianya makanan dari lingkungan akuatik tanpa merusak lingkungannya, yang selanjutnya kita kenal sebagai proses budidaya perairan.

Dalam membudidayakan organisme perairan (misalnya ikan) pada perkembangannya dikenal berbagai macam wadah/cara budidaya. Mulai dari sistem yang paling sederhana dan paling banyak dilakukan seperti kolam sampai sistem budidaya yang dapat berpindah seperti karamba. Pemilihan wadah yang digunakan umumnya didasarkan pada jenis ikan yang akan dibudidayakan, lokasi budidaya (danau, sungai, perairan pantai atau lahan lainnya), dan juga didasarkan pada biaya/modal yang dimiliki oleh pengelola. Secara garis besarnya jenis-jenis wadah dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu sistem kolam, sistem air deras, sistem karamba dan sistem tambak.
Kolam merupakan salahsatu wadah budidaya ikan
Jenis-jenis wadah budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh sumber daya air di mana kegiatan akuakultur akan dilakukan. Kualitas dan kuantitas air dapat menentukan jenis wadah yang cocok untuk budidaya ikan. Perairan tawar dengan aliran yang kecil hingga sedang cocok untuk wadah sistem kolam. Perairan tawar dengan aliran deras sangat cocok untuk kolam air deras. Waduk, danau atau jenis reservoir lain yang memiliki badan air yang cukup, dapat dibangun wadah budidaya dengan sistem karamba jaring apung (KJA). Pasang surut laut yang memungkinkan tersedianya cukup air payau, dapat dibangun wadah budidaya dengan sistem tambak.

Budidaya ikan dewasa ini semakin dibutuhkan ekosistemnya agar dapat menghasilkan produksi ikan yang permintaannya semakin meningkat di tingkat nasional maupun internasional. Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, maka berbagai sarana budidaya telah mulai berkembang. Sarana budidaya ikan yang relatif sederhana dan telah banyak dilaksanakan oleh pembudidaya ikan adalah bentuk kolam-kolam tradisional. Seiring dengan perkembangan teknik budidaya ikan, maka sarana budidaya dalam bentuk karamba jaring apung (KJA) mulai berkembang pesat. Sarana budidaya ikan yang dipilih, pada umumnya berdasarkan jenis ikan yang akan dibudidayakan, lokasi budidaya, serta modal yang dimiliki oleh pihak pembudidaya ikan.

Jenis - Jenis Wadah Budidaya Perikanan, silahkan klik untuk penjelasan lebih detail :
  1. Kolam Tanah
  2. Kolam Air Deras
  3. Akuarium
  4. Kolam Drum
  5. Kolam Parit
  6. Karamba
  7. Karamba Tancap
  8. Karamba Jaring Apung
  9. Kolam Terpal
  10. Bak
  11. Tambak


Sumber : Modul Keteknikan Budidaya Perikanan.

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, January 2, 2019

Contoh Naskah Radio Dalam Penyuluhan Perikanan

Naskah siaran (script) adalah materi siaran yang akan disampaikan penyiar dalam siaran radio dengan teknik “membaca naskah” (script reading). Naskah siaran umumnya berisi “materi serius” seperti tips atau informasi ringan sebagai sisipan dalam siaran musik, dapat juga berupa naskah lengkap tentang sesuatu tema tertentu.

Penyuluhan merupakan kegiatan merubah perilaku masyarakat, menjadi tahu, mengerti, paham dan mau melaksanakan. Berbagai teori tentang metode penyuluhan memang telah banyak disajikan diberbagai buku dan media baik elektronik maupun cetak. Salahsatu media yang penting dalam kegiatan penyuluhan adalah Siaran Radio . Meskipun saat ini teknologi sudah sedemikian maju, namun di beberapa daerah masyarakat masih senang mendengarkan siara radio. dan berikut adalah contoh naskah siaran radio untuk penyuluhan.

Judul Acara
:
Etalase Seputar Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Topik
:
Pengolahan Hasil Perikanan Berbasis Ekonomi Biru
Naskah
:
Firman Pra Setia Nugraha
Editor
:
Sukino Subiyantoro
Narator
:
Penyiar Radio
Nara Sumber
:
1.    Bapak Munasor (WI Penangkapan Ikan


2.    Ratih Mahargiani (Penyuluh Perikanan


3.    Ibu Ellysa Budihartati (Instruktur Pengolahan
Hari & Tangal Siaran
:
Kamis, 14 April 2016
Jam Penyiaran
:
11.00 – 12.00 WIB
Tanggal Produksi
:
Jum’at, 15 April 2016
Jam Produksi
:
Sesuai jam siaran (langsung)
Operator
:
Operator Radio
FORMAT
:
Uraian

Contoh Naskah Radio

Contoh Naskah Radio

Silahkan download versi pdf nya disini

Semoga Bermanfaat...