Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Friday, May 29, 2020

Mekanisme Pencernaan Pada Ikan

Sebelum makanan disambar dan ditelan, terlebih dahulu telah timbul rangsangan berupa nafsu untuk makan. Nafsu untuk makan ini dapat dirangsang melalui penglihatan, bau, dan rabaan. Begitu ada nafsu
untuk makan, maka alat-alat pencernaanya segera bersiap-siap untuk menerima makanan dan selanjutnya mencerna makanan tersebut. Setelah makanan digigit, untuk menelannya diperlukan bahan pelicin yaitu air liur. Selain sebagai pelicin, air liur juga mengandung enzim ptialin yang merupakan enzim pemecah karbohidrat menjadi maltosa yang kemudian dilanjutkan menjadi glukosa. Tapi karena ikan tidak mengunyah makanan, padahal pemecahan karbohidrat membutuhkan waktu yang lama, maka
ptialinnya baru dapat bekerja aktif setelah makanan sampai di lambung.
Pencernaan ikan
Selain mengandung enzim ptialin, air liur juga mengandung senyawa penyangga derajat keasaman (bufer) yang berguna untuk memecah terjadinya penurunan pH agar proses pencernaan dapat berjalan normal. Apabila makanan telah masuk ke dalam saluran pencernaan, maka dinding saluran pencernaannya akan terangsang untuk menghasilkan hormon gastrin. Hormon ini akan memacu pengeluaran asam klorida (HCL) dan pepsinogen. HCL akan mengubah pepsinogen menjadi pepsin yang merupakan enzim pencernaan akif, yaitu sebagai pemecah protein menjadi pepton (polipeptida). Apabila makanannya banyak mengandung lemak, maka akan dihasilkan juga hormon entergastron.

Di dalam usus, makanan itu sendiri akan merangsang keluarnya hormon kolsistokinin. Hormon ini kemudian akan memacu keluarnya getah empedu dari hati. Getah empedu itu sebenarnya dibuat dari sel-sel darah merah yang telah rusak di dalam hati. Pengeluaran getah empedu tersebut melalui pembuluh hepatikus yang kemudian ditampung di dalam kantong empedu. Fungsi getah empedu tersebut adalah memeperhalus butiran-butiran lemak menjadi emulsi sehingga mudah larut dalam air dan diserap oleh usus.

Dinding usus juga mengeluarkan hormon sekretin dan pankreozinin. Sekretin akan memacu pengeluaran getah empedu dan pankreas. Getah penkreas ini mengandung enzim amilase, lipase dan protase. Sedangkan hormon pankreozinin menyebabkan rangsangan untuk mempertinggi produksi getah pankreas.

Enzim amilase akan memecah karbohidrat menjadi glukosa. Enzim lipase memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Sedangkan protase memecah protein menjadi asam amino. Ketiga enzim tersebut dapat mencapai puncak keaktifan apabila kadar protein dalam makanan antara 40-60%. Apabila kadar proteinnya berubah maka untuk mencapai puncak keaktifan, enzim-enzim tersebut membutuhkan waktu untuk menyseuaikan diri.

Sumber : Makalah Biokimia " Sistem Pencernaan Ikan"

Semoga Bermanfaat...

Thursday, May 28, 2020

Kelenjar Pencernaan Pada Ikan

Kelenjar pencernaan atau glandula digestoria berfungsi dalam proses pencernaan terdiri atas hati, pankreas dan kantong empedu.

Kelenjar pencernaan pada ikan
a) Hati
Hati adalah salah satu kelenjar pencernaan. Organ ini umumnya terletak di depan lambung di bawah kerongkongan memanjang sampai di belakang usus. Hati atau hepar besar, berwarna merah kecoklatan.
Hati termasuk organ yang besar pada ikan, bahkan pada ikan cucut dan ikan pari biasa mencapai 20 % bobot tubuhnya. Biasanya hati berjumlah dua buah, tetapi mungkin hanya satu seperti pada ikan salmon, atau tiga seperti pada mackerel. Pada hati terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Cairan empedu ini masuk ke dalam saluran pencernaan makanan pada daerah pylorus melalui ductus choledochus.

Fungsi hati yaitu sekresi empedu. Selain itu, hati juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen. Fungsi selanjutnya adalah dalam perusakan sel darah merah dan kimiawi darah seperti pembentukan urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen dan menetralkan racun serta menghasilkan panas.

b) Pankreas
Pankreas merupakan organ yang berperan penting dalam proses pencernaan. Pankreas mensekresikan beberapa enzim yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan yakni protease (tripsin) dan karbohidrase (amilase dan lipase). Sebenarnya pankreas merupakan organ yang memiliki fungsi ganda, sebagai organ eksokrin dan organ endokrin. Sebagai organ eksokrin, pankreas mengeluarkan enzim pencernaan; dan sebagai organ endokrin, pankreas memiliki kelompok sel (pulau-pulau Langerhans) yang mensekresikan hormon insulin.

c) Kantung Empedu
Kantung empedu berupa kantung tipis yang berisikan empedu. Kantung ini menempel pada bagian bawah hati. Kantung empedu atau vesica velea bila penuh bentuknya membulat dengan warna kehijau-hijauan. Fungsi dari kantong empedu ini untuk menampung atau menyimpan empedu (bilus) dan mencurahkannya ke dalam usus, bila diperlukan. Empedu yang berasal dari kantung empedu mengandung pigmen empedu (bilirubin dan biliverdin) yang berasal dari perombakan sel hemoglobin.

Selain itu, empedu juga berisikan garam empedu pengemulsi lemak yang membantu dalam pengubahan keasaman lambung menjadi netral dalam usus.

Sumber : Makalah Biokimia " Sistem Pencernaan Ikan"

Semoga Bermanfaat...

Tuesday, May 26, 2020

Saluran Pencernaan Pada Ikan

Bila diurut secara berurutan dari awal makanan masuk ke mulut sampai ke proses pencernaan dan selanjutnya sisa makanan yang tidak dicerna dibuang dalam bentuk feses melalui anus, maka organ yang termasuk saluran pencernaan terdiri atas mulut, rongga mulut, tekak, kerongkongan, lambung, pylorus, usus, dan anus.
Saluran pencernaan pada ikan

a) Mulut
Organ pertama yang berhubungan langsung dengan makanan adalah mulut. Organ ini merupakan bagian depan dari saluran pencernaan, berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya ditelan bulat-bulat tanpa ada perubahan. Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar dari epithel rongga mulut akan bercampur dengan makanan, memperlancar proses penelanan makanan yang dibantu oleh kontraksi otot dinding mulut. Ada berbagai tipe mulut dan gigi pada ikan sesuai dengan kebiasaan hidup dan makannya.
Berbagai jenis mulut ikan
b) Tekak
Tekak terletak antara mulut bagian belakang dan insang bagian belakang. Pada sisi kanan dan kiri tekak
terdapat insang. Pada dinding atas dan bawah tekak, biasanya terdapat gigi tekak.

c) Insang
Insang terletak tepat di belakang rongga mulut, di dalam pharynx. Umumnya terdapat empat pasang pada ikan bertulang sejati, sedangkan pada ikan Chodrichthyes mempunyai lima sampai tujuh pasang lengkung insang. Tapis insang melindungi filamen insang yang lembut dari kikisan material makanan yang dimakan keluar melalui insang.
Insang pada ikan
Ikan-ikan yang memakan mangsa besar, mempunyai tapis insang yang berukuran besar dan jumlahnya sedikit. Pada ikan-ikan pemakan plankton, tapis insangnya ramping, memanjang, dan jumlahnya banyak. Jari-jari tapis insang yang pendek dan besar didapatkan pada ikan omnivora. Tampak adanya kaitan yang erat antara jenis makanan dengan bentuk dan jumlah jari-jari tipis insang.

d) Kerongkongan
Esophagus ikan biasa disebut kerongkongan. Bentuknya pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung. Organ ini merupakan lanjutan pharinx, bentuknya seperti kerucut dan terdapat di belakang daerah insang. Kemampuan menggelembung organ ini tampak jelas pada ikan predator yang mampu menelan makanan yang relative besar ukurannya. Sedangkan ikan-ikan pemakan jasad kecil mempunyai kemampuan untuk menggelembung yang kurang dibanding dengan ikan predator. Karena adanya kemampuan menggelembung inilah, maka jarang terjadi seekor ikan sampai mati bila makan suatu makanan yang melalui mulutnya tetapi tidak dapat ditelan.
Kerongkongan pada ikan
Pinggiran esophagus terdiri dari epithelium yang berlapis-lapis dan columnar, dengan sejumlah sel atau
kelenjar lendir. Dinding esophageal delengkapi secara khusus dengan lapisan otot yang berhubungan dengan esophagus. Kantung esophageal berfungsi sebagai penghasil lendir, gudang makanan, dan penggilingan makanan. Pada ikan belut, Monopterus albus, esophageal dimodifikasi menjadi alat pernapasan tambahan.

e) Lambung
Lambung (ventriculus) atau perut besar adalah lanjutan dari esophagus. Lambung menunjukkan beberapa adaptasi, diantaranya adalah adaptasi dalam bentuknya. Pada ikan pemakan ikan, lambung semata-mata berbentuk memanjang seperti pada ikan gar (Lepisosteus), bowfi (Amia), pike (Esox), barracuda (Sphyraena ) dan striped bass (Horone saxatilis). Pada ikan omnivora, seringkali lambung terbentuk seperti kantung. Pada ikan belanak (Mugil), lambung bermodifikasi menjadi alat penggiling. Lambung tersebut berukuran kecil, tetapi dindingnya tebal dan berotot. Pada Saccopharyngidae dan Eupharyngidae, lambung mempunyai kemampuan menggelembung yang besar sehingga memungkinkan ikan-ikan ini memakan mangsa yang relative besar.
Lambung pada ikan
Sebagain besar ikan mempunyai lambung. Namun, lambung tidak terdapat pada lamprey, hagfish, chimaera dan beberapa ikan bertulang sejati (Cyprinidae, Scomberesocoidae , dan Scaridae). Pada ikan-ikan tersebut kelenjar lambung tidak ada, dan makanan dari esophagus langsung ke usus. Adanya lambung dapat dicirikan oleh rendahnya pH dan adanya pepsine di antara getah pencernaan. Pada beberapa ikan seringkali bagian depan ususnya membesar menyerupai lambung sehingga bagian ini dinamakan lambung palsu, misalnya pada ikan mas (Cyprinus carpio).

Pada beberapa spesies tertentu, pada akhir ventrikulus terdapat tonjolan-tonjolan sebagai kantong buntu disebut appendices pyloricae, yang berguna untuk memperluas permukaan dinding ventriculus agar pencernaan dan penyerapan makanan dapat lebih sempurna.

f) Pilorik
Di antara lambung dan usus terdapat pilorik yang merupakan penyempitan saluran pencernaan. Pada bagian ini terdapat penebalan otot licin melingkar. Pilorik berfungsi mengatur pengeluaran makanan dari lambung dan masuk ke usus. Pada beberapa jenis ikan, seperti Mugilidae, di bagian depan usus terdapat kantung menjari yang dinamakan pilorik kaeka. Struktur histologis organ ini sama dengan usus. Fungsi pilorik kaeka adalah sebagai tempat pencernaan dan penyerapan makanan terutama lemak.
Pilorik kaeka merupakan sumber lipase yang memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserin. Jumlah bentuk pilorik kaeka sangat bervariasi.

g) Usus
Usus berada di antara pilorik dan rektum. Usus terdiri atas beberapa lapisan yakni mukosa, submukosa, muskulus, dan serosa. Pada lapisan lukosa terdapat sel goblet (mucocyte) yang memiliki mikrovilli pada bagian permukaannya. Fungsi usus sebagai organ untuk mencerna makanan, juga sebagai tempat penyerapan makanan. Efektifitas penyerapan meningkat dengan semakin luasnya area penyerapan.

Usus merupakan suatu bagian dari saluran pencernaan mulai dari pylorus sampai di kloaka atau anus. Usus mempunyai banyak variasi pula, umumnya berbentuk seperti pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya, berakhir dan bermuara keluar, sebagai lubang anus. Usus diikat (difixer) oleh suatu alat penggantung, mesentrum yang merupakan derivat dari pembungkus rongga perut (peritonium).

h) Rektum dan Anus
Di belakang usus terdapat segmen rektum. Rektum ini terletak di antara katup rektum (rektal valveI) dan anus. Katup rektum yang merupakan penyempitan saluran pencernaan akibat penebalan otot licin melingkar, mengatur pengeluaran makanan yang tidak tercerna dari bagian usus ke bagian rektum. Rektum mempunyai struktur histologis yang serupa dengan usus, namun pada lapisan mukosanya banya terdapat sel mucus dan di bagian belakang dekat anus lapisan otonya terdiri atas otot bergaris. 

Fungsi utama rektum adalah menyerap air dan mineral, dan memproduksi lendir untuk mempermudah pengeluaran makanan tak tercerna. Bagian terakhir dari saluran pencernaan adalah anus, yang berfungsi untuk mengeluarkan tinja. Bagian ini terletak di belakang sirip ventral dan tepat di depan sirip anal.

Sumber : Makalah Biokimia " Sistem Pencernaan Ikan"

Semoga Bermanfaat...

Monday, May 18, 2020

Anatomi Mulut dan Gigi Pada Ikan

Organ pertama yang berhubungan langsung dengan makanan adalah mulut. Organ ini merupakan bagian depan dari saluran pencernaan, berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya ditelan bulat-bulat tanpa ada perubahan. Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar dari epithel rongga mulut akan bercampur dengan makanan, memperlancar proses penelanan makanan yang dibantu oleh kontraksi otot dinding mulut.

Pada umumnya mulut ikan terletak di ujung depan kepala, yang dinamakan tipe terminal. Pada ikan yang lain, mulut terletak pada bagian atas (tipe superior), di bagian bawah kepala (tipe inferior), dan ada pula dekat ujung bagian kepala (tipe subterminal). Selain letak yang berbedabeda, bentuk mulut pun bermacam-macam. Bentuk dan letak mulut ini sangat erat kaitannya dengan macam makanan yang menjadi kesukaan ikan. Mulut tipe superior mendapatkan makanan dari permukaan atau menunggu pada dasar perairan untuk menangkap mangsa yang lewat di atasnya.
Tipe - tipe mulut ikan : a) Terminal, b) Subterminal, c) Superior

Ukuran mulut ikan dapat memberikan petunjuk terhadap kebiasaan makan, terutama bila dikaitkan dengan ukuran dan tempat gigi berada. Ikan-ikan cucut dilengkapi dengan mulut yang lebar dan gigi tajam, yang menandakan mereka termasuk golongan predator terhadap mangsa yang berukuran agak besar yang mungkin bisa ditelan seutuhnya.

Beberapa ikan cucut mempunyai pengaturan gigi yang menjadikan mereka dapat menggigit gumpalan besar binatang yang terlalu besar untuk ditelan begitu saja. Demikian pula dengan ikan baraccuda (Sphyraena) dan piranha (Serrasalmus).

Ikan yang menelan sepotong kecil makanan biasanya mempunyai bibir yang relative kecil tanpa modifikasi. Pada ikan yang mendapatkan makanan dengan cara mengisap, mereka mempunyai mulut tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal. Bibir pengisap ikan perenang bebas berfungsi sebagai organ pencekram batu atau bendabenda lain pada sungai berarus deras misalnya, Glyptosternus, Gyrinocheilus, dan beberapa anggota family Loricariidae (Lagler et al., 1997). Pada ikan lamprey yang
parasitic, mulut pengisap tak berahang bertindak sebagai sebagai alat pencengkram agar menempel pada inangnya dan mengambil makanan dari inangnya.
Berbagai bentuk mulut ikan : A. Mulut yang dapat disembulkan, B. Mulut Gergaji, C. Mulut tabung

Mulut seringkali dilengkapi dengan sungut yang bentuk dan jumlahnya sangat bervariasi. Sungut ini
berfungsi sebagai alat peraba ketika ikan tersebut mencari makan. Sungut dilengkapi dengan saraf, untuk menemukan makanan di antara material yang ada. Adaptasi terhadap makanan juga terjadi pada gigi. Pada cyclostomata dan ostracodermata tidak mempunyai gigi sebenarnya, sebab hewan ini mempunyai gigi tanduk yang dihasilkan oleh epidermis. Gigi sebenarnya homolog dengan sisik placoid, yang mungkin timbul dari sisik yang menutupi bibir seperti pada ikan hiu muda (Squaliformes)
dimana sisik placoid menjadi gigi pada rahang.

Osteichtheys mempunyai tiga jenis gigi berdasarkan tempat tumbuhnya: rahang, rongga mulut, dan pharyngeal. Di daerah rahang gigi tumbuh pada premaxilla, maxilla, dan dentary. Pada langit-langit rongga mulut, gigi terdapat pada vover, palatine, pterygoid, dan parasphenoid. Gigi pharyngeal terdapat pada elemen lengkung insang pada banyak species ikan. Gigi pharyngeal family Cyprinidae dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: Cardiform, villiform, canine, incisor, comb-like teeth, dan molariform.
  • Gigi cardiform berbentuk pendek, tajam dan runcing. Bentuk ini didapatkan pada family Ichtaluridae dan Serranidae.
  • Gigi villiform mirip dengan gigi cardiform, hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai, misalnya pada Belone dan Pterois.
  • Gigi canine menyerupai gigi anjing, seringkali berbentuk taring; bentuknya panjang dan mengerucut, lurus atau melengkung dipergunakan untuk mencengkram.
  • Gigi incisor mempunyai pinggiran yang tajam yang disesuaikan untuk memotong. Bentuk gigi yang mempunyai permukaan rata digunakan untuk menumbuk dan menggerus, termasuk gigi molariform. Bentuk gigi ini misalnya dipunyai oleh Raja Holocephali dan Scianidae (Lagler et al, 1977).
Sumber : Makalah Biokimia " Sistem Pencernaan Ikan"

Semoga Bermanfaat...

Friday, May 15, 2020

Percernaan Pada Ikan

Ikan merupakan salah satu jenis hewan vertebrata yang bersifat poikilotermis (berdarah dingin), memiliki ciri khas pada tulang belakang, insang dan siripnya serta tergantung pada air sebagai medium untuk kehidupannya. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau
gerakan air yang disebabkan oleh arah angin.

Ikan membutuhkan materi (nutrien) dan energi untuk aktifitas kehidupannya. Nutrien yang dibutuhkan dalam hal ini berupa protein, lemak, dan karbohidrat. Selain itu, ikan juga membutuhkan vitamin dan mineral dalam jumlah yang memadai. Sumber protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral diperoleh ikan dari luar, yaitu dengan mengkonsumsi makanan (pakan). Untuk mengkonsumsi makanan maka ikan memerlukan sistem pencernaan agar bahan tersebut dapat diproses. Layaknya hewan pada umumnya ikan juga mepunyai sistem pencernaan sesuai dengan makanan dan lingkungannya.

Pencernaan adalah prosess penyederhanaan makanan melalui mekanisme fisik dan kimiawi sehingga makanan menjadi bahan yang mudah diserap dan diedarkan keseluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Pencernaan secara fisik atau mekanik dimulai dibagian rongga mulut yaitu dengan berperannya gigi dalam proses pemotongan dan penggerusan makanan. Pencernaan secara mekanik ini dilanjutkan ke segmen lambung dan usus yaitu dengan adanya gerakan kontraksi otot. Pencernaan mekanik pada segmen ini terjadi secara efektif karena adanya aktivasi cairan digestif.

Ikan ada yang tergolong dalam herbivora atau pemakan tumbuhan, ada pula yang karivora yaitu pemakan daging, bahkan ikan pula ada yang omnivora yang memakan keduanya. Tentu perbedaan tersebut menyebabkan sistem pencernaan yang berbeda di setiap ikan yang jenis makanannya berbeda.

Spesialisasi sistem pencernaan : 1). Ikan Herbivora mempunyai gigi dan kemampuan tapis insang yang lembut, dapat menyaring fitoplankton dari air. Ikan ini tak mempunyai lambung yang benar (yaitu bagian usus yang mempunyai jaringan otot, mengekskresikan asam, mudah mengembang, terdapat pada bagian muka alat pencernaan makanan. 2). Ikan Karnivora mempunyai gigi untuk menyerap, menahan, merobek mangsa. Dan jari tapis insangnya menyesuaikan untuk menahan, memegang, memarut, dan menggilas mangsa. Memiliki lambung yang sesungguhnya, palsu dan usus pendek yang tebal dan efatis. 3). Ikan Omnivora mempunyai sistem pencernaan antara bentuk Herbivor dan Karnivor.

Pencernaan pada ikan
Ikan membutuhkan materi (nutrien) dan energi untuk aktifitas kehidupannya. Nutrien yang dibutuhkan dalam hal ini berupa protein, lemak, dan karbohidrat. Selain itu, ikan juga memerlukan vitamin dan mineral dalam jumlah yang memadai. Sebagai organisme heterotrof, ikan membutuhkan semua itu yang berasal dari makanan. Mencari makanan bagi ikan merupakan kegiatan rutin keseharian, bahkan sebagian ikan menghabiskan waktu untuk kegiatan ini. Sebagian besar ikan mengembangkan organ agar dapat menemukan dan mendapatkan makanan.

Dalam sistem pencernaan, terdapat organ-organ yang terlibat dalam proses pencernaan makanan. Dilihat dari fungsinya, organ pencernaan ikan dapat dibedakan atas dua bagian, yaitu saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan adalah organorgan yang bekerja langsung dalam proses pencernaan dan penyerapan makanan, sedangkan kelenjar pencernaan adalah organ-organ yang berperan dalam menghasilkan cairan digestif yang digunakan dalam proses pencernaan, yakni hati dan pankreas.

Sumber : Makalah Biokimia "Sistem Pencernaan Ikan"

Semoga Bermanfaat...

Friday, May 8, 2020

Cara Mudah Kultur Pakan Alami Daphnia sp

Daphnia adalah jenis zooplankton yang hidup di air tawar, mendiami kolam atau danau. Daphnia dapat tumbuh optimum pada suhu perairan sekitar 21 °C dan pH antara 6,5 - 8,5. Jenis makanan yang baik untuk pertumbuhan Daphnia adalah bakteri, fitoplankton dan detritus.
Daphnia sp

Langkah kerja kultur dapnia :
Alat
  1. Bak kultur,
  2. Aerator,
  3. Saringan (100 mikron)
Bahan
  1. Media kultur (air tawar)
  2. Pupuk (kotoran ayam, bekatul)
Metode :
  1. Siapkan bak kultur dan medianya
  2. Tambahkan postal (3 kg/1000 liter) atau bekatul (1 kg/1000 liter)
  3. Media diaerasi kuat untuk mengaduk pupuk
  4. (biarkan 3 hari)
  5. Tambahkan bibit Daphnia sp
  6. Panen dapat dilakukan tergantung kepadatan Daphnia
  7. Panen dilakukan dengan menyaring Daphnia dengan saringan 100 mikron.
Sumber : BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Monday, May 4, 2020

Analisa Proksimat

Bahan makanan ternak akan selalu terdiri dari zat-zat makanan yang terutama diperlukan oleh ternak dan harus kita sediakan. Zat makanan utama antara lain protein, lemak dan karbohidrat perlu diketahui sebelum menyusun ransum. Untuk itu perlu dilakukan analisa laboratorium guna mengetahuinya.

Analisa proksimat merupakan metode analisa kimia untuk mengindentifikasi kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak dan serat pada suatu zat makanan dari bahan pakan atau pangan. Agroteknologi sendiri berhubungan dengan pengelolaan tanaman hingga menghasilkan produk (pangan) yang aman dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu analisa proksimat sangat erat hubungannya dengan produk hasil agroteknologi.

Henneberg dan Stohmann dari Weende Experiment Station di Jerman membagi pakan menjadi 6 (enam) fraksi, yaitu : kadar air, abu, protein, lemak kasar, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (Beta-N). Pembagian zat makanan ini kemudian dikenal sebagai Skema Proksimat. Untuk melakukan analisa proksimat bahan harus bentuk tepung dengan ukuran maksimum 1 mm. Bahan berkadar air tinggi misalnya rumput segar perlu diketahui dahulu berat awal (segar), berat setelah penjemuran/pengeringan oven 70oC agar dapat dihitung komposisi zat makanan dari rumput dalam keadaan segar dan kering matahari.