Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, March 23, 2015

Faktor Pemicu Ikan Sakit

Penyakit ikan merupakan salah satu faktor pembatas terpenting dalam budidaya ikan, yang juga bisa mengancam kelestarian sumberdaya perikanan. Kejadian penyakit ditentukan oleh kesehatan ikan, adanya patogen serta lingkungan.

Dalam budidaya ikan kita pasti banyak menemui hambatan penyakit yang menyerang ikan budidaya yang tentunya berbagai macam penyebabnya, hal tersebut perlu di perhatikan dan di amati darimana penyebab penyakit itu terjadi dan menyebar serta cara penangan yang tepat seperti apa. 

Penyakit ikan adalah suatu keadaan fisik, morfologi, dan atau fungsi yang mengalami perubahan dari kondisi normal karena berbagai penyebab, baik internal ataupun eksternal.
Salah satu contoh ikan yang terserang penyakit
Diagaram Hubungan Antara Inang , Patogen dan Lingkungan 
Penyakit terjadi apabila ketiga faktor diatas (inang, lingkungan, dan pathogen) tidak dalam keadaan seimbang.
Keterangan :
  • Inang : Ikan yang dibudidayakan
  • Lingkungan : Tanah, air, dan udara
  • Pathogen : Organisme penyebab penyakit


Mekanisme Terjadinya Penyakit
Urutan terjadinya ikan sakit
  • Timbulnya serangan penyakit itu merupakan hasil dari interaksi yang tidak serasi antara lingkungan, ikan, dan jasad/ organisme penyakit.
  • Interaksi yang tidak serasi ini menyebabkan stress pada ikan, sehingga mekanisme pertahanan diri yang dimilikinya menjadi lemah dan akhirnya mudah diserang penyakit.

Faktor yang memicu terjadinya penyakit ikan antara lain sebagai berikut :
  • Stress
  • Pemberian pakan yang berlebihan
  • Keracunan (Kualitas air buruk)
  • Lukan, memaratau iritasi pada tubuh ikan

Penularan Penyakit
  • Penularan secara Vertikal : Ditransfer oleh  induk ke anak melalui sperma atau telur.
  • Penularan secara Horizontal : Melalui air, pakan alami/pakan segar/pakan buatan, organisme lain yang terdapat dalam media pemeliharaan.

Penularan penyakit juga dibedakan menjadi penularan penyakit secara Infeksi dan Non Infeksi:
Bagan penularan penyakit ikan secara Infeksi dan Non infeksi
Bagaimana Cara Mendeteksi Ikan Yang Sakit ??
  • Ikan cenderung naik ke permukaan
  • Operculum (tutup insang) bergerak cepat
  • Berenang lamban
  • Cenderung memisahkan diri
  • Nafsu makan berkurang
  • Menggosok-gosokkan tubuh ke dinding kolam
  • Gerakan memutar: hilang keseimbangan

Gejala Klinis Ikan sakit
  • Warna tubuh abnormal
  • Mata menonjol, sisik terkuak
  • Tubuh kasap
  • Luka/borok di permukaan tubuh
  • Insang rusak
  • Sirip geripis
  • Organ dalam abnormal
  • Tubuh kurus, kepala besar
  • Perut kembung



























Monday, March 16, 2015

Perbedaan Makalah dan Paper

Terkadang kita salah mengartikan makalah, paper dan artikel. Padahal ketiga jenis karya tulis tersebut memiliki pengertian dan ciri - ciri yang berbeda. Berikut pengertian dan ciri Makalah, Paper dan Artikel.
Ilustrasi menulis
A. MAKALAH
1. Pengertian
Menurut Tanjung dan Ardial (2010:7) makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat ditarik sebuah pemahaman, bahwa yang dimaksud makalah adalah sebuah karya tulis yang membahas pokok persoalan tertentu dan ditulis secara sistematis serta melalui analisis yang logis dan objektif.

2. Ciri - Ciri
  • Logis. Artinya keterangan, uraian, pandangan dan pendapat dapat dikaji.
  • Objektif. Artinya mengemukakan keterangan dan penjelasan apa adanya.
  • Sistematis. Artinya apa yang disampaikan disusun secara runtut dan berkesinambungan.
  • Jelas. Artinya keterangan, pendapat dan pandangan yang dikemukakan jelas dan tidak membingungkan.
  • Kebenaran dapat diuji. Artinya pernyataan, pandangan, serta keterangan yang dipaparkan dapat diuji, berdasarkan pernyataan yang sesungguhnya.

3. Sistematika Penulisan Makalah
  • Judul Makalah : nama makalah, nama, nomor induk pemakalah, perguruan tinggi dan tahun pembuatan.
  • Bab I. Pendahuluan : terdiri dari latar belakang dan tujuan
  • Bab II. Pembahasan : berisi tentang inti dan pembahasan dari makalah.
  • Bab III. Kesimpulan dan Saran : berisi kesimpulan dan saran dari makalah.
  • Daftar Pustaka : referensi dari isi bahan makalah.

B. PAPER
1. Pengertian
Paper adalah tulisan yang memuat pembahasan dari sebuah topik tertentu dengan dukungan data dan argumen yang valid dan kuat. Paper lebih terfokus dalam pembahasan - pembahasan dan analisa dari topik/masalah yang bersangkutan.

2. Sistematika Penulisan Paper
  • Judul : judul paper yang ditulis, ada nama, NPM, nama universitas, fakultas dan tahun.
  • Pendahuluan : perkenalan pembaca terhadap pokok masalah dan lingkup pembicaraan.
  • Konstruksi Argumen : menguraikan informasi yangmendukung gagasan pokok.
  • Kesimpulan : menyimpulkan hasil  dan kesimpulan dari argumentasi yang telah dibuat.
  • Daftar Pustaka : referensi dari pembahasan topik dan argumen yang ada dalam paper tersebut.

C. PERBANDINGAN MAKALAH DAN PAPER


















Sumber : Materi diklat KTI

Semoga Bermanfaat...










Thursday, March 12, 2015

Berbagai Metode Dalam Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI)

Karya tulis ilmiah adalah karangan yang berisi gagasan ilmiah yang disajikan secara ilmiah serta menggunakan bentuk dan bahasa ilmiah. Karya tulis ilmiah mengusung permasalahan keilmuan. Materi yang dituangkan dalam tulisan ilmiah berupa gagasan-gagasan ilmiah, baik berupa hasil kajian ilmiah maupun hasil-hasil penelitian yang disajikan dalam karya tulis ilmiah. Gagasan-gagasan itu merupakan gambaran perkembangan ilmu pengetahuan yang terekam dalam tulisan ilmiah.
Ilustrasi Karya Tulis Ilmiah

Secara lebih singkat, karya tulis ilmiah merupakan karangan yang menyajikan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah dan ditulis dengan metodologi yang benar. Dalam Karya Tulis Ilmiah 

Metode penelitian adalah metode untuk membuat tulisan yang menggambarkan rancangan penelitian, meliputi prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, serta dengan cara apa data tersebut diperoleh dan diolah/dianalisis.


METODE PENELITIAN DALAM KARYA TULIS ILMIAH (KTI)

Secara garis besar metode dalam penelitian KTI terbagi menjadi metode penelitan Kuantitatif dan Metode Penelitian Kualitatif, lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :


A. Metode Penelitian Kuantitatif
Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan analisis data bersifat kuantitatif/statistik untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Biasanya metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu yang mana teknik pengambilan sampel tersebut dilakukan secara acak. Sedangkan cara untuk mengumpulkan data pada penelitian kuantitatif adalah dengan menggunakan instrumen penelitian.
Aksioma atau pandangan dasar pada penelitian kuantitatif meliputi sifat realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan variabel, kemungkinan generalisasi, dan peranan nilai. Sifat realitas pada penelitan kuantitatif harus dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, dan terukur. Hubungan peneliti dengan yang diteliti harus bersifat independen agar terbangun objektivitas yang tinggi. Kemudian hubungan variabel satu dengan variabel yang lainnya dalam penelitian yang menggunakan metode kuantitatif akan membentuk hubungan sebab akibat. Metode penelitain kuantitatif kemungkinan besar akan membentuk generalisasi dan cenderung bebas nilai karena data yang dihasilkan cenderung objektif.

A.1 Metode Kuantitatif Experiment: TRUE EXPERIMENT
Dikatakan true experiment (eksperimen yang sebenarnya/betul-betul) karena dalam desain ini peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari true experimental adalah bahwa, sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random (acak) dari populasi tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel yang dipilih secara random.

A.2 Metode Kuantitatif Experiment: QUASI EXPERIMENT
Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.

A.3 Metode Kuantitatif Experiment: SUBJEK TUNGGAL
Penelitian dengan subjek tunggal adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari suatu perlakuan (treatment) yang diberikan kepada subjek secara berulang-ulang dalam waktu tertentu.

Penelitian subjek tunggal adalah penelitian yang dilakukan untuk mengkaji perilaku individu secara mendalam dan berkelanjutan. Sehingga penelitian dengan subjek tunggal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari analisis tingkah laku. Strategi penelitian yang dikembangkan dalam penelitian subjek tunggal tersebut untuk mendokumentasikan  perubahan tingkah laku subjek secara individual.

Penelitian subjek tunggal dilakukan ketika ada kelainan perilaku dari individu di luar kebiasaan. Kelainan perilaku tersebut terjadi secara konsisten dan berakibat buruk, sehingga dilakukanlah penelitian untuk mengkaji perilaku subjek. Dalam penelitian subjek tunggal dikenal istilah target behavior yang merupakan target sasaran untuk diteliti perilakunya. Perilaku yang diteliti tersebut mencakup pikiran perasaan atau perbuatan yang dapat dicatat  dan diukur.

A.4 Metode Kuantitatif Non Experiment : DESKRIPTIF
Menurut Whitney (1960),  metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan kegiatan, sikap, pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena. Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya (Best, 1982:119).

A.4 Metode Kuantitatif Non Experiment : KOMPARATIF
Metode Komparatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua variable ada perbedaan dalam suatu aspek yang diteliti. Dalam penelitian ini tidak ada manipulasi dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alami, dengan mengumpulkan data dengan suatu instrument. Hasilnya dianalisis secara statistik untuk mencari perbedaan variable yang diteliti.

A.5 Metode Kuantitatif Non Experiment : KORELASI
Metode Korelasi adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti. Penelitian dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta tersebut berdasarkan kerangka pemikiran tertentu.

A.6 Metode Kuantitatif Non Experiment : SURVEI
Menurut Zikmund (1997) “metode penelitian survei adalah satu bentuk teknik penelitian di mana informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang, melalui pertanyaan-pertanyaan”, menurut Gay & Diehl (1992) “metode penelitian survei merupakan metode yang digunakan sebagai kategori umum penelitian yang menggunakan kuesioner dan wawancara”, sedangkan menurut Bailey (1982) “metode penelitian survei merupakan satu metode penelitian yang teknik pengambilan datanya dilakukan melalui pertanyaan – tertulis atau lisan”.

A.7 Metode Kuantitatif Non Experiment : Ex Post facto
Metode Ex post Facto adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang meneliti hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi oleh peneliti. Adanya hubungan sebab akibat didasarkan atas kajian teoritis, bahwa suatu variable tertentu mengakibatkan variable tertentu.

B. Metode Penelitian Kualitatif
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah dimana peneliti merupakan instrumen kunci. Pengambilan sampel untuk penelitian yang menggunakan metode kualitatif dilakukan secara purposive dan snowball. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi kemudian dianalisis secara induktif. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Aksioma atau pandangan dasar pada penelitian kualitatif terdiri dari hal yang sama dengan kuantitatif tetapi memiliki perbedaan sifat. Dalam metode kualitatif, sifat realitas dipandang memiliki makna ganda, menyeluruh, dinamis, dan merupakan hasil konstruksi dan pemahaman. Hubungan peneliti dengan yang diteliti terjalin secara interaktif, tujuannya adalah untuk memperoleh makna dari pengumpulan data. Hubungan antarvaribel dalam metode penelitian kualitatif adalah hubungan timbal balik atau interaktif. Dalam penelitian kualitatif, biasanya generalisasi hanya mungkin terbentuk dalam ikatan konteks dan waktu tertentu. Hasil penelitian biasanya terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data.

B1. Metode Kualitatif Interaktif : ETNOGRAFI
Menurut Miles & Hubberman seperti yang dikutip oleh Lodico, Spaulding & Voegtle dalam bukunya Methods in Educational Research From Theory to Practice, disebutkan bahwa etnografi berasal dari bahasa Yunani ethos dan graphos. Yang berarti tulisan mengenai kelompok budaya. Sedangkan Menurut Le Clompte dan Schensul etnografi adalah metode penelitian yang berguna untuk menemukan pengetahuan yang terdapat atau terkandung dalam suatu budaya atau komunitas tertentu.

B2. Metode Kualitatif Interaktif : FENOMENOLOGIS
Istilah fenomenologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu phainomenon (penampakkan diri) dan logos (akal). Ilmu tentang penampakan berarti ilmu tentang apa yang menampakkan diri pada pengalaman subjek. Donny Gahrial Adian dalam buku Pengantar Fenomenologi menyebutkan bahwa fenomenologis adalah sebuah studi tentang fenomena-fenomena atau apa saja yang tampak. Dengan kata lain fenomenologi merupakan mendapatkan penjelasan tentang realitas yang tampak.

B3. Metode Kualitatif Interaktif : STUDI KASUS
Menurut Bogdan dan Bikien (1982) studi kasus merupakan pengujian secara rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu. Surachrnad (1982) membatasi pendekatan studi kasus sebagai suatu pendekatan dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci.

B4. Metode Kualitatif Interaktif : TEORI DASAR
Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.

B5. Metode Kualitatif Interaktif : STUDI KRITIS
Metode Studi kritis adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang berkembang dari teori kritis, feminis, ras dan pascamodern yang bertolak dari asumsi bahwa pengetahuan bersifat subjektif. Peneliti kritis memandang bahwa masyarakat terbentuk oleh orientasi kelas, status, ras, suku bangsa, jenis kelamin dan lain-lain. Peneliti feminis biasanya memusatkan perhatiannya pada masalah jender, ras, sedangkan peneliti pascamodern memusatkan pada institusi sosial dan kemasyarakatan.

B6. Metode Kualitatif Non Interaktif : ANALISIS KONSEP
Menurut Peter Salim dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1990:61) analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (perbuatan, karangan dan sebagainya) untuk mendapatkan fakta yang tepat (asal-usul, sebab, penyebab, sebenarnya, dan sebagainya)”.

Sedangkan pengertian konsep menurut Woodruf  adalah suatu gagasan/ide yang relatif sempurna dan bermakna, suatu pengertian tentang suatu objek, produk subjektif yang berasal dari cara seseorang membuat pengertian terhadap objek-objek atau benda-benda melalui pengalamannya (setelah melakukan persepsi terhadap objek/benda).

Dari dua definisi tersebut dapat simpulkan bahwa definisi metode analisis konsep adalah penelitian yang memfokuskan kepada suatu konsep yang telah ada sebelumnya, agar dapat di fahami, digambarkan, dijelaskan dan implementasinya di lapangan.

B7. Metode Kualitatif Non Interaktif : ANALISIS SEJARAH
Metode analisis sejarah atau penelitian historis menurut Jack. R. Fraenkel & Norman E. Wallen, 1990 : 411 dalam Yatim Riyanto, 1996: 22 dalam Nurul Zuriah, 2005: 51 adalah penelitian yang secara eksklusif memfokuskan kepada masa lalu. Penelitian ini mencoba merenkonstruksi apa yang terjadi pada masa yang lalu selengkap dan seakurat mungkin, dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Dalam mencari data dilakukan secara sistematis agar mampu menggambarkan, menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu.


Sumber : Materi diklat KTI

Semoga bermanfaat...


Tuesday, February 17, 2015

Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan : Penangkapan Ikan Dengan Melukai Ikan

Jangkauan dan kapasitas manusia untuk meraih ikan yang hidup, baik yang sudah dilumpuhkan atau dengan cara lain dari kejauhan, dibatasi oleh panjang lengannya. Implementasi paling sederhana mencapai jangkauan yang lebih jauh dengan maksud memungut atau mengumpulkan hasil tangkapannya adalah dengan menggunakan tongkat (lance atau spear) dengan tujuan agar ikan atau hewan akuatik yang terletak jauh dari tangannya dapat dijangkau atau dikait.

Metoda penangkapan ini telah dikenal sejak jaman pra sejarah, namun metoda ini masih tetap digunakan pada perikanan konvensional (penangkapan ubur-ubur dengan menggunakan trisula) dan perikanan komersil modern sekarang (penangkapan ikan paus dengan menggunakan harpoon) (Brand, 1984).

1. JENIS SPEAR DAN LANCE
Alat penangkap ikan dengan bentuk yang sangat sederhana dan primitif ini telah dikenal sejak 10.000 tahun yang lalu. Alat ini lebih berkembang pada sport fishing, namun di beberapa Negara alat ini sudah tidak boleh dipergunakan. Long line menggunakan alat ini hanya sebagai perlengkapan bantu, yaitu digunakan untuk menangkap ikan yang agar tidak terlepas dari pancingnya.
Spear dan Lance
Alat Bantu Penangkapan Spear dan Lance
Alat tangkap Spears dan Lance tidak memiliki alat bantu khusus.

Daerah Operasi Spears dan Lance
Daerah operasi spear dan lance yakni di perairan yang sangat dangkal seperti pelataran atoll

Cara Pengoperasian Spears dan Lance
Metoda menangkap ikan dengan alat ini tidaklah mudah, karena adanya refraksi cahaya dari dua media yang berbeda, selain membutuhkan teknik juga pengalaman. Cara pengoperasian alat ini yaitu dengan cara dihujam langsung ke tubuh ikan.

Jenis Ikan Hasil Tangkapan

















2. JENIS FISH PLUMMETS
Di atas telah dijelaskan bahwa tombak hanya  mampu digunakan pada perairan yang sangat dangkal, maka untuk menangkap ikan di perairan yang lebih dalam lagi menggunakan fish plummet.
Fish Plummets
Alat Bantu Penangkapan Fish Plummets
Alat bantu yang digunakan adalah seutas tali.

Daerah Operasi Fish Plummets
Daerah pengoperasian biasa di wilayah yang lebih dalam dari pelataran atoll.

Cara Pengoperasian Fish Plummets
Metoda yang digunakan sama dengan metoda menombak bedanya tangkai tombak diganti dengan seutas tali dengan panjang disesuaikan dengan kedalaman perairan.

3. JENIS FISH COMB
Alat ini dianggap termasuk bentuk dari jenis penggaruk (rake), berbentuk datar, bercabang sejajar mirip dengan sisir rambut.
Fish Comb
Alat Bantu Penangkapan Fish Comb
Alat ini tidak memiliki alat bantu

Daerah Operasi Fish Comb
Alat ini sering digunakan oleh nelayan di wilayah perairan payau. Sangat efektif untuk menangkap belut

Cara Pengoperasian Fish Comb
Jaman dahulu sebelum alat dilarang digunakan, alat ini dijatuhkan ke dasar laut dari perahu layar kemudian ditarik sepanjang dasar perairan dengan menggunakan tenaga layar.

Jenis Ikan Hasil Tangkapan









4. JENIS PANAH DAN SEJENISNYA
Tombak dalam bentuknya yang kecil disebut panah yang dapat ditembakkan melalui sebuah busur panah. Busur dan tali busur berfungsi sebagai alat pemindah dan melipatgandakan tenaga tangan dan bahu manusia. Dengan menggunakan busur panah dapat melesat jauh dengan kecepatan yang sangat tinggi dibandingkan jika panah dilemparkan langsung dengan tangan. Panah untuk menangkap ikan digunakan hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia.


Panah dan Sejenisnya
Alat Bantu Penangkapan Panah dan Sejenisnya
Pada bentuknya yang modern panah diberi tali, sehingga entah mengenai atau tidak sasaran panah masih bisa ditarik kembali.

Daerah Operasi Panah dan Sejenisnya
Umumnya ikan yang tertangkap adalah ikan-ikan yang berenang lambat di permukaan. Karena itu daerah penangkapan ikan dengan memanfaatkan panah biasanya dilakukan di daerah yang tenang dan jernih.

Cara Pengoperasian Panah dan Sejenisnya
Memanah ikan dari jarak jauh sangatlah sulit, sering banyak melesetnya. Hal ini disebabkan adanya penetrasi cahaya, refraksi, pengaruh angin, dan gerakan itu sendiri, sehingga memanah memerlukan keterampilan khusus dan pengalaman. Untuk mengatasi hal ini banyak dibuat panah dengan mata jamak (2-3 mata).

Jenis Ikan Hasil Tangkapan

















5. HARPOON
Harpoon telah lama menggantikan tombak dan panah, tidak saja pada perikanan skala kecil tapi yang berskala besarpun banyak yang menggunakan harpoon, terutama pada sport fishing dan penangkapan ikan paus. Mata harpoon umumnya dapat dipisahkan dari tangkainya dengan jumlah mata 1 – 3 buah, tapi tetap dihubungkan dengan tali. Setelah harpoon mengenai sasaran mata harpoon tertinggal dalam tubuh sasaran sedangkan tangkainya akan terlepas. pada pengembangan selanjutnya harpoon dihubungkan dengan tali ke pelemparnya atau ke kapal. Harpoon modern yang ditembakkan dengan menggunakan senapan atau meriam, mata dan tangkainya menyatu (tidak dipisah) (Brand, 1984).

Dalam perikanan komersil sudah tidak digunakan lagi (kelestarian, terutama ikan paus) kecuali untuk penangkapan ikan - ikan tertentu yang memiliki nilai individual yang tinggi seperti ikan paus dan ikan layaran. Penangkapan ikan paus secara internasional sudah dilarang dengan alasan untuk menghindari kepunahan, kecuali Negara Jepang dengan berbagai alasan hingga sekarang masih melakukan penangkapan ikan paus. Hanya penangkapan ikan layaran dan hiu masih banyak dilakukan hampir di seluruh dunia dimulai dari Mediterranean, seluruh pantai Atlantic, sepanjang pantai California, Peru, Chili, Jepang, Taiwan, China, India hingga Afrika.

Harpoon


Model Harpoon
Alat Bantu Penangkapan Harpoon
Harpoon biasa menggunakan tali yang dikaitkan pada mata harpoon agar sasaran dapat dengan mudah ditarik ke atas kapal.

Daerah Operasi Harpoon
Harpoon dapat digunakan di perairan dangkal maupun perairan dalam.

Cara Pengoperasian Harpoon
Harpoon berbeda dengan tombak entah dilengkapi dengan tali atau tidak, namun keduanya dapat dilemparkan dengan tangan atau menggunakan busur.

Jenis Ikan Hasil Tangkapan
Ikan Paus












6. JENIS SUMPIT DAN BLOW GUN
Umumnya sumpit digunakan untuk berburu burung di hutan belantara. Hanya Thailand, India Selatan dan Filipina yang sering menggunakan alat ini untuk menangkap ikan. Sumpit terbuat dari batang bamboo atau pipa besi. Panjang sumpit sekitar 1,8 meter.


Sumpit dan Blow Gun
Alat Bantu Penangkapan
Pada jaman dahulu untuk berburu hewan besar mata sumpit diberi racun.

Daerah Operasi
Alat tangkap ini biasa digunakan oleh nelayan di pesisir dekat hilir sungai.

Cara Pengoperasian
Mata sumpit dipasang di ujung pipa. Mata sumpit ditembakkan dengan satu hembusan kuat.

Jenis Ikan Hasil Tangkapan





















Sumber

Semoga Bermanfaat...

Friday, February 6, 2015

Teknik Pemilihan Benur Udang

Benur merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam budidaya udang. Jika ada 100% yang mendorong keberhasilan dalam budidaya, maka benur memegang peranan sebanyak 50%. Sehingga di sini sangatlah penting jika kita bisa mengetahui ciri-ciri benur yang kualitasnya baik. Kualitas benur yang baik akan memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan panen lebih cepat, selain itu juga pemilihan benur yang baik dapat mengurangi resiko penyakit dan kegagalan. Kualitas benur yang baik dapat diamati dan diuji baik secara visual, mikroskopis, mikrobiologis hingga PCR.
Benur udang
Sejarah Pemilihan Benur
  • Sebelum tahun 1990 : Pengamatan visual saja
  • Tahun 1990 - 2000 : Pengamatan mikroskopis (Skoring), Tes MBV, Tes Vibrio
  • Tahun 2000 - sekarang : Tes PCR, Benur SPF
Pemeriksaan Kualitas Benur
Tingkat 1 : Pengamatan visual, Stress test, Formaline test
Pengamatan Visual
  • Benur windu PL-13 : 10 mm
  • Benur vaname PL-10 : 8 mm
  • Keseragaman: Coeff. Variation < 25% (ideal < 15%)
  • Warna : pigmen bening atau gelap (tidak merah, putih keruh atau kebiru-biruan).
  • Aktivitas : gerakan aktif dan tidak ada kematian.
  • Antena lurus (tidak membentuk huruf V), ekor membuka.
  • Tingkah laku : melompat ketika wadah diketuk, berenang melawan arus, menempel di dasar/dinding.
  • Hepatopancreas penuh berwarna gelap (kecoklatan / kehitaman tergantung makanan)
  • Usus penuh membentuk garis lurus.

CV (Coeffisien Variation)












Stress Test
  1. Air dari bak benur dicampur dengan air tawar dengan perbandingan 1 : 1.
  2. Masukkan benur 300 ekor tunggu 3 jam.
  3. Setelah 3 jam hitung benur yang masih aktif (bergerak ketika disentuh).

Penghitungan :
SR = (benur yang aktif/total sampel benur) x 100%
Dinyatakan lolos jika SR > 75%
Jelek jika SR < 75%

Formaline test
  1. Air dari bak benur diberi formaline dengan dosis 100 ppm (0,1 ml / liter).
  2. Masukkan benur 300 ekor tunggu 1 jam.
  3. Setelah 1 jam hitung benur yang masih aktif (bergerak ketika disentuh).

Penghitungan :
SR = (benur yang aktif/total sampel benur) x 100%
Dinyatakan lolos jika SR > 75% (>90% excelent)
Jelek jika SR < 75%

Tingkat 2 : Pengamatan mikroskopis
Fungsinya untuk mendapatkan informasi yang lebih detail tentang kondisi benur. Peralatan yang diperlukan :
  1. Mikroskop, beaker, slide / coverslip
  2. Malachyte green (pewarnaan MBV)
  3. Drop pipet, disecting set
  4. Random sampling: 100 ekor / bak; 15 – 25 untuk diperiksa
  5. Hasil secara kuantitatif - metode skoring.

Kriteria Pemeriksaan
1. Kondisi hepatopancreas : Menunjukkan kemampuan cerna, penyakit

2. Kondisi otot : Harus mulus/bersih. Kelainan otot menandakan stress













3. Muscle-gut ratio (MGR) : Perkembangan otot baik.













4. Fouling : Tidak ada penempelan





















5. Necrosis (deformity) : Perkembangan abnormal





















5. MBV Occlusion bodies : Indikasi stress















Tingkat 3 : Pengamatan mikrobiologi, Tes penyakit dengan PCR
Meliputi pemeriksaan mikrobiologis dan tes PCR.
1. Uji Mikrobiologis
  • Hancurkan sampel udang yang telah diambil secara random, kultur 1 loop sampel pada media TCBS.
  • Kriteria lolos tes: Vibrio kuning < 80 koloni; Vibrio hijau    < 60 koloni; Vibrio nyala (tidak ada)
  • Vibrio hijau lebih bersifat pathogen.









2. Uji PCR (Polymerase Change Reaction)
Uji PCR pada benur meliputi:
  • WSSV (white spot)
  • IHHNV
  • TSV
  • IMNV

Hasil uji keempat virus harus menunjukkan negative test
Bila salah satu positif, maka benur dinyatakan tidak lolos tes.


















KESIMPULAN
Kriteria benur yang baik :
  1. Uji PCR semua harus negatif
  2. Uji mikroskopis nilai tertinggi 60, bila total nilai 50 atau lebih berarti lolos dan bila kurang dari 50 berarti tidak lolos (jelek), bila ada 3 yang nilainya 0 berarti tidak lolos
  3. Pengamatan visual, stress test, tes vibrio harus baik. (lihat hasil tes)

sumber : Suprapto. Shrimp Club Indonesia.

Semoga Bermanfaat...