Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Wednesday, October 14, 2015

Mengenal Jangkar

Untuk membuat kapal atau perahu berhenti pada suatu tempat diperairan maka diperlukan sebuah jangkar.Sselain itu biasanya juga digunakan ketika kapal atau perahu berhenti di perairan untuk maksud-maksud tertentu dalam waktu yang relatif lama atau ketika kapal mengalami gangguan, rusak atau mogok.
Jangkar
Pengadaan jangkar tergantung:
  1. Ukuran kapal
  2. Tipe perairan
  3. Tujuan penggunaan jangkar

Multak harus ada di atas kapal, karena merupakan jaminan keselamatan bagi kapal untuk tiba ditempat tujuan dengan selamat memperkecil kemungkinan bahaya di laut syarat layak laut.

Clisold n Lynn membedakan jangkar menjadi 7 jenis yaitu :
  1. Admiralty pattern anchor
    Admiralty pattern anchor
  2. Stockless anchor, digunakan untuk dasar perairan berkarang dan berlumpur halus. Semakin besar ukuran jangkar akan semakin efisien
    Stockless anchor
  3. Plough anchor, digunakan pada kapal-kapal berukuran kecil
    Plough anchor
  4. Danforth anchor, digunakan untuk kapal-kapal besar dan kapal tanker
    Danforth anchor
  5. Light fold anchor. Digunakan untuk kapal/perahu yang berukuran kecil
    Light fold anchor
  6. Mushroom anchor. Digunakan pada kapal - kapal kecil dan untuk tujuan berlabuh (mooring) baik di laut maupun di pelabuhan.
    Mushroom anchor
  7. Grafwell anchor. Digunakan untuk dasar perairan berkarang dan berpasir

Secara umum jangkar dibedakan menjadi :

1. Jangkar Paten (Jangkar Tak Bertongkat)
  • Mempunyai 2 lengan, yaitu lengan tetap yang tidak dapat digerakkan dan lengan tidak tetap yang dapat digerakkan terbuat dari besi.
  • Ukurannya besar (untuk kapal-kapal tanker, kontainer, penumpang,kapal penangkap ikan skala besar.
  • Tali jangkar menggunakan rantai.
  • Penyimpanan pada sarang jangkar.
  • Perlu alat khusus untuk mengoperasikan jangkar.
2. Jangkar Bertongkat
  • Punya 2 lengan berupa lengan tetap
  • Terbuat dari besi
  • Umumnya berukuran kecil sampai sedang (untuk kapal-kapal barang, penumpang atau kapal penangkap ikan yang berukuran kecil)
  • Tali jangkat dapat terbuat dari rantai, tali besi/baja ataupun tali manila
  • Penyimpanannya harus dinaikkan keatas dek kapal dibagian haluan
3. Jangkar Luku
  • Mempunyai 1 lengan
  • Berukuran kecil (umumnya hanya digunakan pada kapal ikan berukuran kecil)
  • Penyimpanannya harus dinaikkan keatas dek
  • Tali jangkar terbuat dari tali besi/baja atau tali manila
4. Jangkar Sekoci
  • Mempunyai 4 lengan
  • Terbuat dari besi berdiameter 10 -15 meter
  • Dibuat dalam ukuran kecil (umumnya untuk kapal-kapal perikanan berukuran kecil sampai sedang)
  • Penyimpanannya dinaikkan keatas dek pada bagian haluan kapal
5. Jangkar “danforth”
  • Mempunyai 2 lengan
  • Mempunyai sebuah palang (besi) yang terletak dibawah tajuk jangkar untuk mempercepat tenggelamnya jangkar ke dasar perairan
  • Terbuat dari besi dan berukuran sedang sampai besar (umumnya digunakan pada kapal perang)
  • Penyimpananya digantung pada sarang jangkar
  • Lengan jangkat dapat bergerak kekanan atau kekiri

Sumber : Materi Pelatihan Penangkapan Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Thursday, October 8, 2015

Cara Pemeliharaan Alat Penangkap Ikan Dari Serat Alami

PELAPUKAN
Faktor-faktor yang menyebabkan pelapukan serat yang mengandung cellulose adalah:

  1. jenis serat
  2. suhu air
  3. daya pelapuk air
  4. durasi terendamnya
Perawatan alat penangkap ikan


PENCEGAHAN PELAPUKAN
Metode pengawetan, yang menunjukkan efektivitas tinggi adalah: metode testalin dan metode tannin plus potassium bichromate (Klust, 1973).


1. Metoda Testalin

Menurut Klust (1973) jaring yang terbuat dari serat alami direbus selama 30 menit dalam larutan yang terdiri dari agent tannin (2%) yang ditambah cuprous oxide (1%). Setelah jaring dikeringkan, perlakuan diulangi lagi dengan menambahkan 2% tannin tanpa testalin. Ada juga setelah perlakuan kedua selagi webbing masih basah dicelup dengan carbolineum.



2. Metode tannin plus potassium bichromate
Metoda tannin plus potassium bichromate (terbaik untuk bahan alat penangkap ikan), dilakukan dengan cara : Webbing  yang terbuat dari serat alami direbus selama 30 menit dalam larutan yang terdiri dari agent tannin (2%)  Setelah webbing dikeringkan, direndam selama satu jam dalam larutan potassium bichromate (3%), kemudian dicuci dengan air dan dikeringkan.

Proses ini diulangi dengan menambahkan tannin (2%).  Selanjutnya webbing dicelup dalam larutan carbolineum. Kedua metode ini menyebabkan seluruh permukaan serat terbungkus oleh anti bakteri, merembes ke kulit ari (cuticle) dan dinding-dinding cell.


PENGAWETAN
Tujuan pengawetan (preservation) untuk serat alami secara umum dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu :
1. Sterilisasi
Sterilisasi adalah sutau metode membunuh bakteri-bakteri pembusuk yang sudah ada dan hidup di dalam alat (diantara serat). Metode ini dapat dilakukan dengan cara merebus bahan di media air pada suhu dibawah titik leleh bahan dan dapat pula dilakukan dengan cara menjemurnya dibawah sinar matahari langsung. Kedua cara ini tidak menggunakan bahan pengawet.

2. Proteksi
Proteksi adalah suatu metode melindungi bahan  dari pengaruh dan aktifitas bakteri-bakteri pembusuk.Proteksi ini salah satunya dapat dilakukan dengan cara melapisi bahan dengan suatu lapisan tipis (film) dari larutan tembaga sulfat, larutan produk minyak, atau larutan nabati.

3. Gabungan sterilisasi dan proteksi.
Metode pengawetan ini adalah menggabungkan metode pengawetan sterilisasi dan metode pengawetan proteksi. Metode ini dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mensterilkan bahan kemudian memproteksinya.
























Thursday, September 24, 2015

Bahan Alat Penangkap Ikan Dari Serat Buatan

Serat buatan (man mad fiber) atau dikenal juga dengan serat sintetis. Sintetis adalah suatu teknologi untuk suatu proses kimia dimana elemen-elemen kimia atau subtansi dasar digabung melalui suatu proses yang rumit sehingga terbentuk produk akhir yang betul-betul baru dengan penggunaan yang baru pula.
Benang
Serat buatan secara sintetis terbuat dari subtansi dasar seperti phenol, benzene, acetylene, prussic acid, chlorine, oleh karenanya disebut “synthetic fiber”.

Tahapan Pembuatan Serat Sintetis
Klust (173) menjelaskan bahwa tahapan pembuatan serat di prabrik secara umum melalui lima tahapan, yaitu :
  1. Penyediaan bahan baku
  2. Pembentukan  macro-molecules yang diperoleh dari  suatu proses kimia
  3. Polymerisasi (polymerization atau polycondensation)
  4. Pengubahan substansi menjadi serat dengan memilin lelehannya
  5. pemintalan serat untuk membentuk benang, sekaligus meningkatkan kekuatan putusnya.
Skema   proses  pembuatan  tali  dari  serat  alami  (hemp) sampai menjadi produk tali (Taito Synthetic Rope).
Skema proses pembuatan tali dari serat alami sampai menjadi produk tali

Skema  proses  pembuatan  tali  dari  sintetis  sampai menjadi produk tali (Taito Synthetic Rope).


Istilah - istilah

  1. Hackling : Proses membuang serat-serat yang keluar dari benang
  2. Silvering : Proses mengubah warna dari coklat kusam menjadi keperak-perakan
  3. Spinning : Proses memilin serat menjadi yarn
  4. Stranding : Proses memintal yarn menjadi twine atau rope
  5. Closing : Proses menggulung rope menjadi coil
  6. Inpection : Proses pengujian kualitas mutu
  7. Product : Hasil akhir berupa rope
  8. Joining : Proses penggabungan sejumlah serat untuk dipilin menjadi yarn
  9. Twisting : Proses pemintalan yarn menjadi strand
  10. Finishing : Proses pemintalan strand menjadi twine untuk pembuatan rope, dan proses penyimpulan pada pembuatan webbing
  11. Heat setting : Proses pendinginan dan pengencangan pintalan pada rope
Mesin pemroses bahan baku dan Mesin pemintal benang

Mesin pembuat tali anyam dan Mesin pembuat webbing grascel

Mesin pembuat webbing yang disimpul dan Proses pengencangan webbing

Contoh kemasan benang jaring

Kemasan benang nilon

Kemasan benang cotton

Kemasan benang PE

Berbagai macam sifat bahan dalam pembuatan BAPI :
  1. Berat jenis yang sesuai
  2. Kecepatan tenggelam
  3. Daya tahan terhadap tarikan
  4. Daya tahan terhadap gesekan
  5. Daya tahan terhadap pembusukan
  6. Elastisitas/kekenyalan
  7. Daya tahan terhadap pengaruh air laut





Tuesday, September 15, 2015

Bahan Alat Penangkap Ikan Dari Serat Alami Mineral


Serat mineral terbentuk secara alami, baik sebagai serat maupun modifikasi dari mineral. Serat mineral dapat dikategorikan sebagai berikut :
  1. Asbestos : Satu-satunya serat mineral yang terbentuk secara alami.  Jenisnya adalah serpentine (chrysotile), amphiboles (amosite, crocidolite, tremolite, actinolite, dan anthophyllite)
  2. Serat keramik (Ceramic fibers) : Glass fibers (Glass wool dan Quartz), aluminum oxide, silicon carbide, dan boron carbide.
  3. Serat metal (Metal fibers): Aluminum fibers 






Sumber : Materi Bahan Alat Tangkap Ikan, Yusrizal

Semoga Bermanfaat...

Thursday, September 10, 2015

Bahan Alat Penangkap Ikan Dari Serat Alami Hewani

Serat hewani (Animalfiber) umumnya sebagian besar  terdiri  dari  protein, yang  secara   langsung dapat digunakan adalah sutra (silk), bulu (hair/fur) atau dikenal dengan nama wool. Serat hewani yang umum diggunakan adalah yang berasal dari bulu.

Ulat Sutera dan Proses Pemintalan
Benang Sutera




Sumber : Materi Bahan Alat Tangkap Ikan, Yusrizal

Semoga Bermanfaat...