Monday, February 11, 2013

Penetasan Artemia


Artemia merupakan pakan alami yang sangat penting dalam pembenihan ikan laut, krustacea, ikan konsumsi air tawar dan ikan hias air tawar karena ukurannya yang sangat kecil. Disamping ukurannya yang kecil, nilai giziArtemia juga sangat tinggi dan sesuai dengan kebutuhan gizi untuk larva ikan dan krustacea yang tumbuh dengan sangat cepat.

Sampai saat ini Artemia sebagai pakan alami belum dapat digantikan oleh pakan lainnya. Artemia biasanya diperjual belikan dalam bentuk kista/cyste, sehingga sebagai pakan alami Artemia merupakan pakan yang paling mudah dan praktis, karena hanya tinggal menetaskan kista saja.  Akan tetapi, menetaskan kista Artemia bukan suatu hal yang dengan begitu saja dapat dilakukan oleh setiap orang. Sebab membutuhkan suatu keterampilan dan pengetahuan tentang penetasan itu sendiri. Kegagalan dalam menetaskan kista Artemia berakibat fatal terhadap larva ikan yang sedang dipelihara.


PenetasanArtemia dapat dilakukan, baik pada skala kecil maupun skala besar. Penetasan Artemia dapat pula dikerjakan di daratan maupun di daerah pantai. Wadah penetasanArtemia dapat dilakukan dengan wadah kaca, poly etilen (ember plastik) atau fiber glass. Ukuran wadah dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari volume 1 l sampai dengan volume 1 ton bahkan 40 ton. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam penetasanArtemia adalah bentuk dari wadah. Bentuk wadah penetasan Artemia sebaiknya bulat. Hal ini dikarenakan jika diaerasi tidak ditemukan titik mati, yaitu suatu titik dimanaArtemia akan mengendap dan tidak teraduk secara merata. Artemia yang tidak teraduk pada umumnya kurang baik derajat penetasannya, atau walaupun menetas membutuhkan waktu yang lebih lama.   Sebelum diisi media penetasan, wadah Artemia dicuci terlebih dahulu dengan menggunakan sikat sampai bersih.  Agar sisa lemak atau lendir dapat dihilangkan, pada waktu mencuci gunakanlah deterjen.  Media untuk penetasanArtemia dapat menggunakan air laut yang telah difilter.  Hal ini ditujukan agar cyste dari jamur atau parasit tersaring. Penyaringan dapat dilakukan dengan menggunakan filter pasir atau filter yang dijual secara komersial seperti catridge filter misalnya.  Disamping dengan air laut, media penetasan Artemia juga dapat dilakukan dengan menggunakan air laut buatan.  Air laut ini dibuat dengan jalan menambahkan garam yang tidak beriodium ke air tawar.  Garam yang digunakan harus bebas dari kotoran.  Jumlah garam yang dibutuhkan berkisar antara 25-30 g per liter air tawar, sehingga memiliki kadar garam 25-30 ppt. Setelah garam dimasukkan maka media harus diaerasi secara kuat agar garam tercampur merata.

Wadah Penetasan Artemia

Wadah penetasan Artemia untuk skala besar. Volume 100 liter dan dapat digunakan untuk menetaskan 1–3 kaleng Artemia sekaligus.

Wadah  Penetasan Artemia Skala Menengah
Wadah penetasanArtemia yang dibuat dari galon air minum bekas. Volume 15 liter.

Wadah Penetasan Artemia Skala Kecil
Wadah penetasanArtemia yang dibuat dari botol plastik bekas air minum kemasan. Digunakan untuk menetaskan Artemia skala kecil (+ 1 liter). 

Wadah Penetasan Artemia Dengan Sistem Sipon

Wadah penetasanArtemia terbuat dari ember. Cara dengan panen menggunakan sistem sipon.

Selamat Mencoba........

Daftar Pustaka
 Jusadi, Dedi. 2003. Penetasan Artemia. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta




0 komentar:

Post a Comment