Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Monday, July 9, 2018

Penanganan Hama Ikan

Hama adalah organisme pengganggu yang dapat memangsa, membunuh dan mempengaruhi produktivitas ikan, baik secara langsung maupun secara bertahap.
Beberapa jenis hama ikan
Hama terdiri dari :
1. Predator (Pemangsa)
2. Kmpetitor (Pesaing)
3. Pengganggu

HAMA IKAN PREDATOR
1. Yuyu / Kepiting
Yuyu /Kepiting
Penanganan : Perencanaan kolam, menangkap dan membunuhnya, menaburkan sekam padi pada lubang yuyu.

2. Ikan Gabus
Ikan gabus
Penanganan : Pengeringan kolam, pemasangan saringan inlet, penangkapan langsung, meracun ikan gabus pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

3. Belut dan Ular
Belut
Penanganan : Menjaga kebersihan kolam, penembokan pematang, penangkapan langsung, meracun belut/ular pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

4. Burung
Burung
Penanganan : Pengawasan kolam, menutup area kolam dengan jaring, memberi penghalang dari pita kaset

5. Kini - Kini (Larva capung)
Larva capung
Penanganan : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air.

6. Ucrit (Larva cybister)
Ucrit
Penanganan : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air

7. Bebeasan (Notonecta)
Bebeasan
Penanganan : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air.

Berikut materi penanganan hama ikan dalam bentuk tertayang :


Semoga Bermanfaat...

Friday, July 6, 2018

Penyakit Ikan Non Infeksi (Lingkungan) Pada Budidaya Ikan

Penyakit ikan akibat lingkungan sering mngakibatkan kerugian yang serius, karena kematian yang terjadi secara singkat dan umumnya mematikan seluruh populasi ikan seperti umbalan diwaduk, blooming plankton, dan keracunan limbah.

Berikut beberapa penyakit ikan yang disebabkan oleh lingkungan :
1. Ikan tercekik (Kekurangan Oksigen)
Ikan yang kekurangan oksigen
Umum terjadi dikolam atau perairan umum (waduk) menjelang pagi akbibat populasi fitiplankton yang tinggi, dan kurang cahaya matahari yang lama.

PENGENDALIAN : Penggantian air, meningkatkan difusi oksigen (penggunaan kincir, aerasi), padat tebar disesuaikan dengan daya dukung kolam.

2. Keracunan Nitrit
Ikan yang mengalami keracunan nitrit (menyerang pada sistem pernafasan ikan)
Nitrit berasal dari metabolisme protein pakan, disebut juga penyakit darah coklat, ntrit bersifat toksik ≥ 0,5 ppm, nitrit masuk ke insang sehingga sel darah merah tidak mampu membawa oksigen, ikan lemas, loncat – loncat, berkumpul di dekat air masuk, insang berwarna kecoklatan.

PENGENDALIAN : Meningkatkan kelautan oksigen, penggantian air baru, penggunaan probiotik pereduksi N (Nitrobacter, Nitrosomonas)

3. Keracunan Amoniak
Ikan yang keracunan amoniak
 Daya racun amoniak tergantung pH dan suhu air, semakin tinggi pH air atau suhu, maka makin tinggi daya racun amoniak, gejalanya ikan terlihat lemas, meloncat, berkumpul disaluran masuk air. 

PENGENDALIAN : Meningkatkan kelautan oksigen, mengurangi jumlah pakan terbuang, penggantian air baru, penggunaan probiotik pereduksi N (Nitrobacter, Nitrosomonas).

4. Emboli gas (Gas Bubble Disease)
Ikan yang terserang emboli gas
Kondisi gas yang kelewat jenuh (N, O2, CO2) dalam tubuh ikan sehingga terjadi gelembung udara pada jaringan dan darah ikan, ikan sulit bernafas, mata menonjol. Terjadi karena kenaikan suhu yang berlangsung cepat, blooming algae, tekanan air.

PENGENDALIAN : Menghindari hal-hal pemicu kelautas gas berlebih, aerasi yang kuat, memindahkan ikan sakit ke air yang normal.

5. Fluktuasi Suhu Air Yang Ekstrem
Ilustrasi suhu yang ekstrem
Ikan tidak mampu beradaptasi pasa perubahan suhu yang cepat yang berakibat stres bahkan kematian mendadak.

PENGENDALIAN : Menjaga kestabilan suhu pada kisaran optimum (25 – 32 derajat Celcius).

6. Limbah Polutan
Limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai
Berasal dari pestisida, insektisida, polutan limbah industri, limbah rumah tangga, dapat memicu stress bahkan kematian massal.

PENGENDALIAN : Memasang filter air, memindahkan ikan ke kolam yang airnya normal.

7. Malnutrisi (Kekurangan Nutrisi)
Jarang menunjukkan gejala yang spesifik

PENGENDALIAN : Pemberian pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan yang dipelhara (karnivora, herbivora, omnivora), menambahkan vitamin/mineral.

8. Penyakit Dari Genetis
Ikan yang mengalami kecacatan pada tubuhnya
Akibat perkawinan sekerabat (in breeding) yang berlangsung terus menerus. Pertumbuhan lambat (kuntet), lebih mudah terserang penyakit, organ tubuh tidak sempurna.

PENGENDALIAN : Hindari perkawinan sekerabat



Semoga Bermanfaat...

Wednesday, July 4, 2018

Budidaya Azolla Mycrophyla

Azolla adalah nama tumbuhan paku-pakuan akuatik yang mengapung di permukaan air. Bentuk Azolla adalah sudut segitiga polygonal dan mengambang di permukaan air secara individu atau bergerombol. Diameter tanaman berkisar antara 0,3 – 1 inchi (1-2,5 cm) bagi spesies kecil seperti Azolla pinnata, sampai 6 inchi (15 cm) atau lebih bagi Azolla nilotica, Azolla filiculoides yang di kembangkan di Hawai awal abad ke-20. Lingkungan ideal bagi Azolla adalah kolam-kolam berisi air segar atau daerah berair/lembab berlumpur.


Selengkapnya dapat dilihat pada tayangan berikut :


Semoga Bermanfaat...

Tuesday, July 3, 2018

Manajemen Kelompok

Manajemen Kelompok diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku utama perikanan sebagai kader pelaksana dalam mengelola Kelompok KP diberbagai bidang kegiatan dan usaha agar mampu meningkatkan kapasitas pribadi maupun kelembagaan.

Dalam melakukan manajemen kelompok ada beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya :
1. Pembentukan kelompok
2. Kerjasama antar kelompok
3. Dinamika kelompok
4. Pengembangan kelompok
5. Administrasi kelompok

A. PEMBENTUKAN KELOMPOK
Adapun syarat-syarat dalam pembentukan kelompok tani adalah sebagai berikut :
  1. Adanya kepentingan dan tujuan bersama antara anggota
  2. Adanya pertemuan tentang pembentukan kelompok
  3. Pertemuan harus dihadiri dan diketahui oleh penyuluh, kepala desa serta tokoh masyarakat setempat
  4. Membuat ad/art serta peraturan-peraturan lain yang dianggap perlu
  5. Penumbuhan dan pengembangan kelompok tani didasari prinsip dari, oleh dan untuk petani
  6. Jumlah anggota minimal 20 orang petani atau disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat dan usahataninya
  7. Setiap anggota harus melampirkan e-ktp dan nik
  8. Kelompok harus didaftarkan pada dinas/instansi terkait agar dinas/instansi terkait dapat mengeluarkan sertifikat kelompok
  9. Sebaiknya kelompok tani berbadan hokum atau memiliki akta notaris
B. KERJASAMA KELOMPOK
  1. Komunikasi
  2. Paham Hak dan Kewajiban
  3. Berperan serta dalam kelompok
Manfaat kerjasama kelompok :
Kerjasama dapat menambah produktivitas dan meningkatkan moral pengurus. Apalagi jika dilengkapi dengan sikap yang lebih baik terhadap tugasnya tanpa pamrih.

Kerjasama menjadi efektif  jika :
  1. Pengurus perlu memahami segala ketentuan dan mekanisme kerja yang ditetapkan.
  2. Setiap pengurus diharapkan ikut memecahkan masalah
  3. Pengurus perlu menyadari kemungkinan saran yang diajukan oleh Bidang lain untuk Bidang mereka.
  4. Mengenali masalah dari Bidang lain, sehingga dapat membantu memberikan sumbangan bagi Bidang tersebut.
Pola dan perilaku yang tidak efektif bagi kelompok kerja, antara lain :
  1. Saling tidak menyetujui tindakan pengurus Bidang lain.
  2. Mempertahankan pendapat masing-masing secara kaku atau menolak gagasan pihak lain tanpa alasan yang jelas, atau menarik diri jika pendapatnya tidak disetujui
  3. Tidak mau membantu, masalah pengurus bidang lain
  4. Menjatuhkan kawan sesama Pengurus
  5. Memaksakan usulan tanpa kejelasan manfaatnya atau jika usulan dilaksanakan, maka akan meningkatkan biaya besar atau makin mempersulit proses kerja.

C. DINAMIKA KELOMPOK
Kelompok akan dinamis apabila memiliki :
  1. Tujuan bersama
  2. Kebersamaan
  3. Disiplin
  4. Jiwa Kepemimpinan
  5. Komunikasi
  6. Peran aktif
D. PENGEMBANGAN KELOMPOK
apabila kelompok sudah dinais serta adanya tujuan mengembangkan atau meningkatkan skala usaha maka usaha tersebut dapat ditingkatkan menjadi lebih besar seperti Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan), Asosiasi,maupun Korporasi.

E. ADMINISTRASI KELOMPOK
Bahwa kelompok yang baik dimulai dari lancarnya kegaitan administrasi di kelompok, dalam hal ini kelompok secara rutin mengisi buku - buku administrasi kelompok sesuai peruntukkannya.

Buku administrasi kelompok terdiri dari :
  1. Buku data anggota
  2. Buku tamu
  3. Buku absen rapat
  4. Buku inventaris kelompok
  5. Buku kas
  6. Buku rencana kelompok
  7. Buku notulen rapat
  8. Buku surat
Berikut materi yang disampaikan dalam bentuk bahan tayang :




Semoga bermanfaat...

Monday, July 2, 2018

Cara Membuat Probiotik Dengan Bahan Baku Murah

Probiotik merupakan kumpulan bakteri baik yang dapat membantu metabolisme ikan menjadi lebih baik serta dapat membantu menjaga kualitas air sebagai media hidup ikan. Saat ini dipasaran beredar berbagai probiotik dengan berbagai merk. Harga probiotik dipasaran bervariasi dari mulai dari harga puluhan ribu hingga ratusan ribu. 
Yakult, probiotik yang biasa dikonsumsi manusia [sumber]
Dimasyarakat pembudiaya ikan sendiri berkembang teknik - teknik membuat probiotik menggunakan bahan - bahan yang ada disekitar kita sehingga lebih murah.

Berikut salahsatu teknik membuat probiotik menggunakan bahan - bahan yang ada disekitar kita.

BAHAN
1. Yakult 2 botol
2. Nanas matang 1 buah (jika berukuran besar) atau 2 buah (jika berukuran kecil)
3. Air 15 liter
4. Gula merah 500 gr

ALAT
1. Panci besar
2. Blender
3. Kompor
4. Pengaduk dari kayu
5. Saringan
6. Jerigen kapasitas 25 liter

CARA PEMBUATAN
1. Blender nanas hingga hancur.
2. Saring menggunakan saringan sampai betul - betul terambil sarinya.
3. Campurkan sari buah nanas dengan air dan gula merah pada panci, kemudian aduk.
4. Panaskan campuran tadi sampai mendidih.
5. Angkat kemudian dinginkan campuran bahan sampai betul - betul dingin.
6. Campuran yakult 2 botol dengan larutan nanas aduk rata.
7. Masukkan kedalam jerigen, tutup rapat serta difermentasikan selama 4 - 5 hari.

CARA PENGGUNAAN
Larutan yang sudah jadi dapat digunakan pada pakan ikan (pelet) dengan dosis 50 ml/kg pakan, didiamkan selama 15 menit atau sampai probiotik meresap pada pakan kemudian dapat diberikan ke ikan.


Sumber : Pengalaman pribadi

Semoga bermanfaat...