Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, May 18, 2020

Anatomi Mulut dan Gigi Pada Ikan

Organ pertama yang berhubungan langsung dengan makanan adalah mulut. Organ ini merupakan bagian depan dari saluran pencernaan, berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya ditelan bulat-bulat tanpa ada perubahan. Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar dari epithel rongga mulut akan bercampur dengan makanan, memperlancar proses penelanan makanan yang dibantu oleh kontraksi otot dinding mulut.

Pada umumnya mulut ikan terletak di ujung depan kepala, yang dinamakan tipe terminal. Pada ikan yang lain, mulut terletak pada bagian atas (tipe superior), di bagian bawah kepala (tipe inferior), dan ada pula dekat ujung bagian kepala (tipe subterminal). Selain letak yang berbedabeda, bentuk mulut pun bermacam-macam. Bentuk dan letak mulut ini sangat erat kaitannya dengan macam makanan yang menjadi kesukaan ikan. Mulut tipe superior mendapatkan makanan dari permukaan atau menunggu pada dasar perairan untuk menangkap mangsa yang lewat di atasnya.
Tipe - tipe mulut ikan : a) Terminal, b) Subterminal, c) Superior

Ukuran mulut ikan dapat memberikan petunjuk terhadap kebiasaan makan, terutama bila dikaitkan dengan ukuran dan tempat gigi berada. Ikan-ikan cucut dilengkapi dengan mulut yang lebar dan gigi tajam, yang menandakan mereka termasuk golongan predator terhadap mangsa yang berukuran agak besar yang mungkin bisa ditelan seutuhnya.

Beberapa ikan cucut mempunyai pengaturan gigi yang menjadikan mereka dapat menggigit gumpalan besar binatang yang terlalu besar untuk ditelan begitu saja. Demikian pula dengan ikan baraccuda (Sphyraena) dan piranha (Serrasalmus).

Ikan yang menelan sepotong kecil makanan biasanya mempunyai bibir yang relative kecil tanpa modifikasi. Pada ikan yang mendapatkan makanan dengan cara mengisap, mereka mempunyai mulut tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal. Bibir pengisap ikan perenang bebas berfungsi sebagai organ pencekram batu atau bendabenda lain pada sungai berarus deras misalnya, Glyptosternus, Gyrinocheilus, dan beberapa anggota family Loricariidae (Lagler et al., 1997). Pada ikan lamprey yang
parasitic, mulut pengisap tak berahang bertindak sebagai sebagai alat pencengkram agar menempel pada inangnya dan mengambil makanan dari inangnya.
Berbagai bentuk mulut ikan : A. Mulut yang dapat disembulkan, B. Mulut Gergaji, C. Mulut tabung

Mulut seringkali dilengkapi dengan sungut yang bentuk dan jumlahnya sangat bervariasi. Sungut ini
berfungsi sebagai alat peraba ketika ikan tersebut mencari makan. Sungut dilengkapi dengan saraf, untuk menemukan makanan di antara material yang ada. Adaptasi terhadap makanan juga terjadi pada gigi. Pada cyclostomata dan ostracodermata tidak mempunyai gigi sebenarnya, sebab hewan ini mempunyai gigi tanduk yang dihasilkan oleh epidermis. Gigi sebenarnya homolog dengan sisik placoid, yang mungkin timbul dari sisik yang menutupi bibir seperti pada ikan hiu muda (Squaliformes)
dimana sisik placoid menjadi gigi pada rahang.

Osteichtheys mempunyai tiga jenis gigi berdasarkan tempat tumbuhnya: rahang, rongga mulut, dan pharyngeal. Di daerah rahang gigi tumbuh pada premaxilla, maxilla, dan dentary. Pada langit-langit rongga mulut, gigi terdapat pada vover, palatine, pterygoid, dan parasphenoid. Gigi pharyngeal terdapat pada elemen lengkung insang pada banyak species ikan. Gigi pharyngeal family Cyprinidae dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: Cardiform, villiform, canine, incisor, comb-like teeth, dan molariform.
  • Gigi cardiform berbentuk pendek, tajam dan runcing. Bentuk ini didapatkan pada family Ichtaluridae dan Serranidae.
  • Gigi villiform mirip dengan gigi cardiform, hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai, misalnya pada Belone dan Pterois.
  • Gigi canine menyerupai gigi anjing, seringkali berbentuk taring; bentuknya panjang dan mengerucut, lurus atau melengkung dipergunakan untuk mencengkram.
  • Gigi incisor mempunyai pinggiran yang tajam yang disesuaikan untuk memotong. Bentuk gigi yang mempunyai permukaan rata digunakan untuk menumbuk dan menggerus, termasuk gigi molariform. Bentuk gigi ini misalnya dipunyai oleh Raja Holocephali dan Scianidae (Lagler et al, 1977).
Sumber : Makalah Biokimia " Sistem Pencernaan Ikan"

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment