Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Monday, August 25, 2014

Mengenal Pesawat GPS (Global Positioning System)

Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistim navigasi berdasarkan satelit yang digunakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk mendapatkan posisi secara tepat dan akurat secara terus menerus. Pada awalnya GPS dipergunakan dalam kepentingan militer, akan tetapi sekarang sudah dipergunakan secara luas untuk kepentingan komersial maupun rekreasi. Tingkat keakuratnya posisi GPS mencapai 15 meter ( 49 feet ) (Garmin, 1994 ).

Merupakan salah satu alat navigasi yang berfungsi untuk menentukan posisi lintang dan bujur suatu benda (kapal) di permukaan bumi, serta dapat dipergunakan untuk mengetahui arah haluan kapal dan kecepatan kapal.
GPS
Hal ini  masih banyak dilakukan oleh para anak kapal perikanan dimana hanya mengandalkan alat bantu navigasi yang canggih tetapi mereka lupakan konvensional, akibatnya tidak tahu dimana posisi atau kedudukan sebenarnya sehingga melanggar koordinat yang ditentukan oleh Pemerintah dalam Ijin Usaha Penangkapan ( IUP ). Pada dasarnya penggunaan alat bantu pelayaran GPS adalah sangat simple dan sederhana dalam penggunaannya, di dalam memberikan alat tersebut sudah dilengkapi bahan petunjuk penggunaannya.

Masing-masing merek / pabrik dari pada GPS seperti Furono, Koden, Simpau, Garmin, JRC dan lain-lain cara pengoperasiannya hampir sama mungkin hanya beda letak tombol dan kode yang ada didalamnya serta kelengkapannya. 
                       
Navigasi GPS menggunakan jarak satelit untuk menentukan posisi kapal dalam dengan penempatan satelit yang mengorbit di bumi. Jumlah satelit yang beredar di orbit sebanyak 24 buah yang mengirim sinyal radio secara terus menerus yang berisi posisi-posisi dan informasi waktu dari setiap satelit di bumi.

Dengan mengetahui letak dari 3 atau 4 buah satelit dan dengan mengukur perbedaan waktu antara sinyal-sinyal yang dipancarkan, maka pesawat penerima ( receiver ) GPS dapat menampilkan posisi pada saat tersebut di permukaan bumi. Selain GPS menampilkan posisi yang terbaru juga menyajikan kecepatan dan arah baringan.
                                                                                                                                
Menurut Koden (1993), GPS adalah sistem navigasi dengan  menggunakan 24 satelit ( 21 buah satelit ditambah 3 buah satelit cadangan) yang mengorbit setiap 11 jam 58 menit. Bila seluruh satelit  berada diorbit, maka posisi kapal dapat diketahui secara akurat  dipermukaan bumi selama 24 jam sehari.

Menurut Koden (1993), bahwa dengan menghitung jarak dari 2 buah satelit ke kapal, jarak ditentukan berdasarkan waktu yang dipancarkan dari satelit ke receiver kapal. Waktu di kapal tidaklah sama persis dengan waktu satelit, untuk mencocokkan secara persis adalah kurang praktis, maka satelit ke 3 digunakan untuk menghilangkan faktor waktu tersebut.

Posisi kapal ditentukan sebagai titik temu dari 3 pancaran yang dibentuk  oleh 3 pancaran satelit. Posisi kapal dapat ditentukan secara tepat (lintang  bujur dan ketinggian satelit) dipermukaan bumi dengan ketepatan 30 – 100 meter, sedangkan ketepatan waktu berkisar 10­7 sampai dengan 3,3 x 10­7   detik.
                   
Menentukan posisi dapat juga berdasarkan ketinggian pemasangan antena pesawat penerima GPS yang dimasukkan (diprogram) secara manual di  dalam mode pemosisian 2 dimensi.  Jika sewaktu memasukkan data ketinggian antenna tidak sama dengan     kenyataannya, maka akan terdapat kesalahan posisi pada arah horizontal.

Demikian pula bila satelit posisinya mendekati horizontal/datar (ketinngian rendah), maka tidak dapat menerima sinyal GPS , yang disebabkan karena tertutup bangunan /gunung dll. Penerima sinyal tidak memungkinkan dalam ruangan, untuk itu letakkan antenna berada ditempat terbuka tidak terhalangi bangunan dan sebagainya. Data baringan yang diperoleh dari sistem navigasi GPS adalah mengacu  pada arah utara sejati.

PENGGUNAAN GPS PADA KAPAL PERIKANAN
A. Kapal Bubu Berangkai
Dengan kelebihan yang dimiliki oleh alat navigasi GPS dapat menentukan dan menyimpan data posisi, maka dalam pemasangan bubu berangkai tidak perlu diberi tanda yang dapat dilihat oleh orang lain dan beresiko hilangnya alat tangkap sangat kecil cukup data disimpan pada GPS . Apabila akan melakukan menaikkan / houling bubu berangkai cukup membuka data posisi yang disimpan dalam GPS.

B. Kapal Trawl Ganda / Double Rig Trawl
Di samping untuk menunjukan posisi kapal dan prakiraan daerah penangkapan  udang juga jalur yang dilalui pada waktu towing / tarik  jarring, karena biasanya pada waktu menarik kedua jarring utama diantara kedua jarring utama terpasang trial net / testo yang setiap setengah jam sekali di angkat apabila dalam testo banyak udangnya , maka kapal berputar menyusuri jalur yang telah dilalui / trak dengan harapan gerombolan udang masih berada pada jalur tersebut.

C. Kapal Purse Seine
Kebiasaannya para nelayan purse seine tidak membawa peta hanya berdasarkan naluri petunjuk kompas, dataran tinggi / gunung untuk sampai ke daerah penangkapan / fishing ground, walaupun terkadang tersesat. Dengan memasukkan data daerah penangkapan atau penempatan rumpon pada GPS kita dapat menemukan dengan cepat sehingga penghematan eksploitasi kapal.

BAGIAN - BAGIAN GPS
A. Pesawat GPS

B. Antena

C. Battery/Accu

FUNGSI TOMBOL - TOMBOL PADA GPS

CARA PENGOPERASIAN GPS
A. Menghidupkan

  1. Pastikan peralatan GPS sudah tersambung dengan instalasi listrik arus DC dan kabel antena sudah terpasang.
  2. Tekan tombol “POWER/DIMM” pada control panel GPS, sampai terdengar bunyi “beep”.
  3. Tunggu beberapa saat hingga tampilan display GPS muncul.
  4. GPS siap untuk dijalankan lebih lanjut.
B. Mematikan

  1. Selesai menjalankan GPS, sebaiknya kembalikan tampilan Display GPS ke posisi awal, seperti kita pertama kali menghidupkan GPS.
  2. Tekan tombol “POWER/DIMM” agak lama ( + 3 detik )
  3. Tekan tombol “POWER DC” IC Regulated Power Supply ke posisi “OFF”
  4. Tekan tombol saklar arus listrik ke posisi “OFF”.
C. Tampilan/Display GPS

D. Plotter Display

E. Tampilan Menu

F. Memsukkan Data Pada Waypoint

G. Memasukkan Data Routes

H. Menampilkan Garis Pada Routes

I. Kalkulasi



Semoga Bermanfaat...

Tuesday, August 19, 2014

Upaya Menciptakan Kelompok Produktif

Manusia  adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Sejak lahir manusia membutuhkan kasih sayang, persaudaraan dan kerjasama  dengan orang lain untuk dapat berkembang. Namun disisi lain, setiap orang ingin kebutuhan ekonominya terpenuhi. Manusia mengejar kepuasan dan kemakmuran bagi dirinya sendiri. 
Pertemuan Kelompok

Naluri untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya juga menjadi fitrah manusia yang normal. Secara utuh manusia memang harus diterima dalam fitrahnya sebagai insan sosial yang haus kasih sayang  dan persaudaraan, sekaligus juga mahluk ekonomi yang mengejar keuntungan bagi dirinya sendiri. Kelompok masyarakat merupakan gagasan rekayasa pengembangan yang menggabungkan kedua fitrah naluri itu secara serasi, tanpa harus mempertentangkannya.

Pengertian, Tujuan dan Manfaat Kelompok
A. Pengertian
Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang menyatukan diri dalam usaha-usaha di bidang sosial,ekonomi, yang tumbuh dan berkembang dari-oleh dan untuk anggota, dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup anggotanya serta masyarakat sekelilingnya.

B. Tujuan Kelompok
Untuk memperingan beban permasalan individual dalam mencapai tujuan serta mengembangkan sikap setia kawan, kerja sama, dan kebersamaan.

C. Manfaat Kelompok
  • Mengenal antar pribadi.
  • Saling tukar informasi.
  • Adanya wadah untuk memcahkan persoalan/masalah pribadi.
  • Dapat saling memberi dan menerima.
  • Saling dapat menyelesaikan pekerjaan secara lebih efisien.
  • Untuk memperoleh perlindungan dan dukungan dari teman.
  • Memperingan beban dan tanggung jawab individu
D. Prinsip-prinsip Kelompok
  • Keterbukaan; Keanggotaan Kelompok dapat diikuti oleh siapa saja.
  • Keadilan; Adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban bagi semua anggota.
  • Partisipatif; Adanya kesempatan yang sama dalam mengelola Kelompok.
  • Kesetaraan; Adanya persamaan kedudukan dalam memberikan pendapat, pengambilan keputusan dalam Kelompok.
  • Demokratis; Pengambilan keputusan dalam Kelompok didasarkan pada kesepakatan bersama.
  • Sukarela; Keanggotaannya tanpa paksaan.
  • Keberlanjutan; Adanya jaminan dan upaya
E. Kelengkapan Kelompok
Yang dimaksud dengan kelengkapan Kelompok adalah hal-hal yang dibutuhkan untuk menunjang berjalannya kegiatan Kelompok dalam mencapai tujuan. Pada tahap awal, kelengkapan Kelompok minimalnya terdiri dari :
  1. Pengurus Kelompok, Pengurus Kelompok adalah orang-orang yang diberi mandat oleh anggota untuk menjalankan kegiatan-kegiatan Kelompok.
  2. Aturan Dasar Kelompok, Aturan dasar Kelompok merupakan sesuatu yang harus ada di dalam Kelompok. Aturan aturan inilah yang kemudian menjadi rujukan atau pedoman dalam mengelola seluruh jalanya kegiatan Kelompok. Aturan  aturan dasar dalam Kelompok biasanya berupa Anggaran Dasar dan Anggaran rumah Tangga. Di samping aturan dasar, ada pula aturan-aturan yang sifatnya turunan. Contohnya adalah SOP, Surat Keputusan Pengurus, dan lain-lain.
  3. Kegiatan atau Program Kerja Kelompok Kegiatan Kelompok dapat dikategorikan menjadi dua. Kegiatan Kelompok yang bersifat rutin dan kegiatan yang bersifat temporal. Kegiatan yang bersifat rutin biasanya berkait dengan kegiatan kelembagaan. Contoh kegiatan rutin adalah Rapat Tahunan Anggota, Rapat Bulanan Anggota. Sedangkan kegiatan yang bersifat temporal biasanya berkait dengan program yang memiliki jangka waktu tertentu, serta tidak mesti melibatkan seluruh anggota.
  4. Administrasi Yang dimaksud adminitrasi Kelompok adalah kegiatan-kegiatan dalam lingkup pencatatan dan pendokumentasian berkait dengan operasional Kelompok. Perangkat organisasi Kelompok produktif : Rapat anggota, Ketua, Sekretaris, Bendahara, Pokja, Anggota. Susunan atau komposisi maupun jumlah perangkat organisasi Kelompok produktif dapat disesuaikan menurut kebutuhan dan perkembangan kegiatan Kelompok produktif dan perkembangan kegiatan Kelompok prodktif. Tidak menutup kemungkinan adanya pengangkatan karyawan karena beban perkerjaan yang makin banyak setelah melalui persetujuan rapat anggota.
Stuktur Organisasi Kelompok Produktif

Kelompok Produkti
Kelompok Profuktif adalah suatu kelompok yang terdiri atas petani yang berpartisipasi aktif dalam mengelola kebun bersama, dengan agro-input cukup dan diwarnai dengan kegiatan intensifikasi, aktif mengikuti pelatihan dan aktif dalam program cicilan kredit untuk mecapai optimalisasi produksi melalui sitem kebersamaan ekonomi.

Masyarakat yang terdiri dari petani pekebun, nelayan, peternak, pengurus, pengusaha kecil dan sebagainya pada dasarnya tidak begitu sulit dimotivasi dan difasilitasi untuk membentuk  Kelompok memlaui proses dinamika tertentu. Sesuai dengan pengalaman, setiap Kelompok dapat berfungsi efektif terdiri atas 20-25 orang anggota yang memuliki kepentingan , kebutuhan dan keinginan yang relatif sama. Melalui proses dinamika Kelompok tersebut, dilakukan seleksi keanggotaan berdasarkan derajad kesamaaannya, menurut mata pencaharian, sosial budaya, pendidikan , pengalaman dan lain-lain.

Seluruh anggota produktif ini kemudian dibina dan dikembangkan lebih lanjut, baik dari aspek organisasi maupun usahanya. Pembinaan dan pengembangan dilaksanakan melalui berbagai pelatihan,pendampingan dan asistensi sehingga mereka menjadi keompok produktif yang berfungsi lengkap dan dinamis.

Selain itu Kelompok produktif dapat dijadikan wahana peningkatan dan pembinaan suber daya manusia (SDM) bagi masing-masing anggotanya. Strategi pembinaan melalui Kelompok produktif ini jauh lebih efektif daripada penyuluhan kepada ratusan bahkan ribuan anggota warga masyarakat.

Dengan jumlah anggota yang tidak terlalu banyak (20-25 orang), maka kemunikasi dan interaksi (saling tegur sapa secara intersif dan penuh empati) diantara anggota pasti lebih efektif dibandingkan cara dan volume komunikasi antar anggota yang berjumlah ratusan atau ribuan. Dengan kata lain, kebersamaan di antara 25 orang anggota akan lebih mudah dan lebih cepat ditumbuhkan.

Melalui program pelatihan, pendampingan dan asistensi secara bertahap dan kontinu sesuai kebutuhan atau perkembangan kegiatan usahanya, maka diharapkan tercapai hasil optimal berupa : 
  • SDM pelaku utama menjadi pandai dan profesional.
  • Organisasi pelaku utama kokoh, matap dan mandiri.
  • Produksi dan berkualitas prima.
  • Sistem keuangan transparan, efisien, efektif dan aman dalam kondisi ekonomi stabil.
  • Hubungan kerjasama di antara semua pelaku kemitraan semakin harmonis.
Prinsip Dasar Kelompok Produktif
Membangun kebersamaan masyarakat haruslah didasarkan pada sikap, pandangan dan gagasan hakiki yang dijadikan pegangan untuk menghadapi, menjawab dan mengatasi segala persoalan/masalah yang menghadang.Sikap, pandangan dan gagasan hakiki tersebut adalah nilai-noilai persahabatan dan kesetaraan atau yang dikenal dengan istilah kemitraan. 

Kemitraan berasal dari kata “mitra”. Mitra berarti teman, sahabat atau kawan kerja, kawan senasib-sepenanggunan. Dengan dimikian kemitraan merupakan suatu jalinan hubungan persahabatan atau pertemanan dalam kerjasama yang berkesinambungan .

Kemitraan dapat diwujudkan bilamana individu-individu yang menjalin kerjasama menumbukan atau mengembangkan sikap dan rasa “saling terbuka, saling percaya dan saling membutuhkan”.Sikap saling terbuka, saling percaya dan saling membutuhkan dalam kebersamaan di antara individu – individu tersebut akan menumbuhkembangkan suatu Kelompok “homofilus”. Kelompok homofilus adalah Kelompok yang terdiri dari anggota-anggota yang memiliki banyak “kesamaan”, baik dalam hal status social, pendidikan, mata pencaharian, profesi, minat, kesenangan, keyakinan dan sebagainya.

Kemitraan pun diyakini sebagai salah satu upaya untuk menggerakkan potensi ekonomi. Kemitraaan merupakan hubungan antar pihak pelaku ekonomi yang didasarkan pada ikatan usaha yang saling menguntungkan, dan hubungan kerja yang sinergis. Kemitraan menjadi hubungan kerjasama yang mengedepankan prinsip saling menunjang, saling mendukung, saling menghidupi berdasarkan azas kekeluargaan, kebersamaan dan saling menguntungkan.

Konsep kemitraan dilakukan dengan  syarat-syarat keadilan, saling menguntungkan, saling ridho dan professional. Bila hubungan kemitraan tidak menghasilkan efisiensi dan efektivitas serta keuntungan bagi pihak-pihak yang bermitra, maka hubungan tersebut tidak dapat dilanjukan lagi. Sebaliknya kemitraan hendaknya mengarah kepada hubungan kerjasama 'win-win” atau sama-sama menang (saling menguntungkan).

Kelompok produktif dapat tumbuh dan berkembang apabila sesama anggota Kelompok telah menjalin kerjasama yang baik, adanay komunikasi, dan adanya rasa saling memahami kebutuhan anggota yang lain. Dalam kegiatan sehari-hari Kelompok produktif tidak dapat berdiri secara sendiri-sendiri, tertapi juga memerlukan bantuan dan kerjasama dengan Kelompok lain. Sehingga antar Kelompok sangat diperlukan adanya rasa kebersmaan dalam mewujudkan harapan bersama.

Ada sepuluh prinsif suatu Kelompok produktif untuk dapat tumbuh dan berkembang berdasar kebutuhannya:

  1. Kelompok adalah kumpulan orang, bukan kumpulan modal. Kelompok adalah kumpulan dari orang-orang yang mempunyai kegiatan dan tujuan yang sama. Titik terpenting dari Kelompok adalah keterlibatan orang-orangnya sebagai anggota bukan hanya merupakan sarana kumpulnya uang, barang atu yang lainnya sebagai modal.
  2. Kenggotaan bersifat terbuka dan sukarela. Kelompok Produktif beranggotakan orang-orang yang bersedia dengan sukarela dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Keanggotaan terbuka bagi umum, tidak ada batasan golongan tertentu yang dapat menjadi anggota Kelompok produktif. Siapapun dia, apapun jabatannya, berapapun umurnya, pekerjaannya, sukunya dapat menjadi anggota dengan syarat mau memenuhi hak dan kewajiban Kelompok tersebut.
  3. Tujuan Kelompok adalah untuk kesejahteraan anggota. Tujuan dibentuknya Kelompok produktif adalah untuk meningkatkan kesejahteraan/taraf kehidupan semua anggotanya, bukan hanya para pengurusnya atau orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan modal besar. Semua anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama di dalam menjalankan kegiatan Kelompok.
  4. Berprinsip dari, oleh dan untuk anggota. Dalam menjalankan kegiatan Kelompok produktif, ide/saran/usulan yang akan diterima adalah yang datanya dari anggota Kelompok itu sendiri, bekan dari pengurus maupun orang yang berkepentingan lain. Ide/usul/saran tersebut akan dijalankan oleh anggota dan hasil yang akan dirasakan juga oleh anggota itu sendiri.
  5. Mengadakan pertemuan secara rutin. Untuk berjalannya kegiatan Kelompok dengan lancar dan sesuai dengan tujuan, maka Kelompok perlu mengadakan pertemuan secara rutin. Pertemuan rutin ini merupakan sarana untuk saling memberikan masukan dari para anggota, menyampaikan hasil dan perkembangan yang telah diperoleh Kelompok dan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang sedang dialami. Dengan pertemuan ini, perkembangan Kelompok dapat dilihat, diketahui dan dirasakan oleh seluruh anggota Kelompok.
  6. Menciptakan usaha-usaha produktif bagi anggota. Selain pendidikan yang perlu dikembangkan, kegiatan yang bersifat produktif pun sangat perlu untuk dikembankan dalam suatu Kelompok produktif. Usaha produktif ditujukan untuk kelangsungan hidup Kelompok itu sendiri dan peningkatan pendapatan para anggota.
  7. Mengupayakan pendidikan secara terus-menerus. Setiap Kelompok produktif yang terbentuk diharapkan terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi guna mencapai tujuan meningkatkan kesejagteraan anggotanya. Oleh karena itu pendidikan bagi anggota Kelompok produktif sangat perlu dilakukan. Pendidikan dapat berupa kegiatn formal seperti pelatihan-pelatihan yang diadakan atas kerjasama dengan instansi lain atau pendidikan yang bersifat non formal seperti keterampilan yang diberikan oleh salah satu anggota yang mempunyai kelebihan di bidang tertentu misalnya menjahit, memasak, atau membuat kerajinan.
  8. Administrasi dan tatalaksana keuangan bersifat terbuka. Administrasi maupun tatalaksana keuangan suatu Kelompok produktif harus bersifat terbukan dan transparan bagi semua anggota Kelompok. Tidak hanya ketua atu pengurus yang berhak mengetahui tentang administrasi maupun kondisi keuangan Kelompok. Hal ini bertujuan agar setiap anggota Kelompok dapat merasa memiliki dan bertanggujawab terhadap Kelompoknya.
  9. Sebagai modal untuk berjalannlya kegiatan Kelompok produktif diusahakan adanya tabungan anggota dalam Kelompok. Tanungan ini dapatn dimanfaatkan untuk modal kerja kegiatan Kelompok yang menhasilkan, dan juga untuk membantu para anggota yang sedang dalam kesulitan. Selain itu juga sebagai sarana belajar bagi anggota untuk berhemat demi masa depannya.
  10. Kekuasaan tertinggi pada Rapat Anggota. Keputusan apapun yang akan diambil oleh Kelompok produktif harus berdasarkan kesepakatan dalam Rapat anggota, bukan hanya pengurus, berdasarkan kesepakatan dalam Rapat anggota, bukan hanya pengurus, pengawas atau orang-orang yang mempunyai kepentingan pribadi. Oleh karena itu setiap anggota wajib menhadiri rapat anggota, karena di sanalah tempat dan saat yang terbaik untuk mengemukakan aspirasi, ide, saran atau penyelesaian suatu masalah.
Sumber : Pengembangan Kelompok dan Sertifikasi, SCPP

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, August 6, 2014

Membuat Pakan Ikan Buatan : Teknik Pembuatan Pakan Ikan

Dalam pembuatan pakan ikan, bahan yang digunakan dibagi menjadi 2 bagian menurut kandungan protein yang dikandungnya yakni bahan suplemen dan bahan basal.

Bahan suplemen yaitu yaitu bahan untuk pembuatan pakan yang memiliki kandungan protein lebih dari 20%. Sedangkan bahan basal yaitu yaitu bahan baku untuk membuat pakan dengan kandungan protein kurang dari 20%.

Contoh bahan baku suplemen

Contoh bahan baku basal

Bahan tambahan
  • Vitamin
  • Mineral
  • Minyak Ikan

TEKNIK PEMBUATAN PAKAN IKAN
Secara umum pembuatan pakan ikan dibagi menjadi 8 tahap yakni :
  1. Menyusun formulasi bahan yang akan digunakan
  2. Penggilingan bahan baku
  3. Pengayakan bahan baku
  4. Penimbangan bahan baku
  5. Pemcampuran bahan baku
  6. Pencetakan
  7. Penjemuran
  8. Pengepakan
Hal pertama yang dilakukan dalam pembuatan pakan ikan yaitu menyusun bahan baku yang akan digunakan. dalam penyusunan ini diperlukan perhitungan yang tepat agar mendapatkan pakan/pelet dengan kandungan protein sesuai yang kita inginkan. Metode penghitungan bahan yang umum digunakan adalah dengan menggunakan metode person square atau lebih dikenal metode kotak. Metode ini digunakan untuk menentukan jumlah bahan baku yang akan digunakan. Hasil yang diperoleh diharapkan mendekati kandungan protein yang dikehendaki.

1. Menyusun Formulasi Bahan
Contoh penggunaan metode kotak dari dua jenis bahan baku :
Tersedian bahan baku dedak halus dengan kandungan protein 9,6% dan tepung ikan dengan kandungan protein 60%. Dari kedua jenis bahan baku tersebut ingin dibuat pelet sebanyak 20 kg dengan kandungan protein 30%.

Perhitungan prosentase bahan

  

Jadi kebutuhan baku untuk masing - masing bahan adalah sebagai berikut :
1. Dedak halus = 59,5% x 20 kg = 11,9 kg
2. Tepung ikan = 40,5% x 20 kg = 8,1 kg

Contoh penggunaan metode kotak dari lebih dari 2 jenis bahan baku :
Tersedian bahan berupa dedak halus protein 9,6%, bungkil kelapa protein 13,45%, tepung ikan protein 60%, dan tepung kedelai protein 44%.Dari bahan tersebut akan dibuat pakan buatan/pelet sebanyak 30 kg dengan kandungan protein 30%.

Perhitungan prosentase bahan :


Prosentase masing - masing bahan :


Jadi kebutuhan masing masing bahan adalah sebagai berikut :

2. Penggilingan Bahan Baku
Bahan pakan yang sudah kering digiling sampai menjadi partikel yang ukurannya halus dan seragam. Hal ini bertujuan supaya pakan ikan yang dihasilkan padat, kompak dan tidak mudah hancur.
Penggilingan bahan baku

3. Pengayakan Bahan Baku
Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan bahan baku yang halus, agar pada saat penggilingan pelet menjadi kompak dan tidak mudah pecah.
Pengayakan bahan baku
4. Penimbangan Bahan Baku
Apabila sudah dilakukan penghitungan maka akan didapat berat masing – masing dari setiap bahan yang akan digunakan. Langkah selanjutnya yakni melakukan penimbangan bahan sesuai dengan hasil perhitungan sebelumnya. Timbangan yang digunakan ada dua yaitu timbangan digital dan timbangan biasa.
Penimbangan bahan baku
5. Pencampuran Bahan Baku
Pencampuran bahan baku menggunakan mixer besar agar hasilnya merata. Dalam pencampuran jangan lupa menambahkan perekat bisa berupa tepung tapioka yang sudah dimasak dengan air sehingga menjadi bentuk seperti lem. Untuk 1 kg bahan membutuhkan 50 gram tepung tapioka. Selain perekat tambahkan juga bahan pelengkap seperti vitamin dan mineral sebanyak 2 gram untuk 1 kg bahan.
Pencampuran bahan
6. Pencetakan Bahan Baku
Bahan yang sudah tercampur merata dimasukkan kedalam mesin pencetak dan dicetak sampai habis. Pellet yang sudah dicetak ditampung pada tempat penjemur/tampah.
Pencetakan bahan baku
7. Penjemuran/Pengeringan
Sebelum dijemur dibawah matahari, pellet yang selesai dicetak dimatangkan terlebih dahulu. Pematangan dilakukan dengan cara memasukkan pellet kedalam mesin pengering dan dimasak selama ±30 detik. Hal ini bertujuan mematangkan pellet sehingga pellet menjadi tidak mudah hancur. Pellet yang sudah dimasak selanjutnya dijemur dibawah sinar matahari selama 2 – 3 hari.
Penjemuran
8. Pengepakan
Pelet yang sudah kering tidak langsung dipak, karena pellet masih panas dikhawatirkan apabila langsung dipak akan menimbulkan uap air didalam karung sehingga pellet menjadi basah dan dengan mudah akan menimbulkan jamur. Setelah dijemur pellet didiamkan terlebih dahulu sampai dingin ±30 – 60 menit kemudian dipak menggunakan karung yang didalamnya sudah diberi lapisan plastic. Tiap kantong diisi 30 kg, selanjutnya ditutup dengan cara menjahit karung  serapat mungkin.
Pengepakan pakan
9. Penyimpanan
Pelet yang sudah dipak harus disimpan dengan baik. Pellet yang sudah dikarungi kemudian disimpan kedalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lantai ruangan diberi kayu/falet agar tidak bersentuhan langsung dengan lantai.
Peyimpanan pakan digudang

Demikian proses pembuatan pakan buatan untuk ikan.

Semoga bermanfaat...

Tuesday, August 5, 2014

Membuat Pakan Ikan Buatan : Mengetahui Keunggulan dan Kebutuhan Nutrisi Ikan

Kandungan nutrisi dan pemberian pakan memegang peranan penting untuk kelangsungan usaha budidaya hewan akuatik.Penggunaan pakan yang efisien dalam suatu usaha budidaya sangat penting oleh karena pakan merupakan factor produksi yang paling mahal. Oleh karena itu, upaya perbaikan komposisi nutrisi dan perbaikan efisiensi penggunaan pakan perlu dilakukan guna meningkatkan produksi hasil budidaya dan menguangi biaya pengadaan pakan, serta meminimalkan produksi limbah pada media budidaya. Untuk mencapai sasaran tersebut diperlukan pemahaman tentang nutrisi dan kebutuhan nutrient dari kultivan, teknologi pembuatan pakan, serta kemampuan dalam pengelolaan pakan untuk setiap tipe budidaya dari kultivan tertentu.
Pakan ikan bentuk Pellet
Pakan ikan yang banyak digunakan dalam kegiatan budidaya salah satunya pelet. Pengadaan pelet saat ini masih mengandalkan pasokan dari pabrik pakan. Hal ini karena masih belum banyak yang mengetahui mengenai teknik pembuatan pakan ikan (Pelet).

Pakan buatan (Pellet adalah Pakan yang diramu dari beberapa jenis bahan yang diolah dan dicetak menjadi bentuk batangan kecil-kecil.

Keuntungan Menggunakan Pakan Buatan :
  1. Dapat meningkatkan produksi melalui padat penebaran tinggi dan waktu pemeliharaan yang pendek
  2. Dapat meningkatkan limbah industri pertanian
  3. Tidak perlu mendirikan jamban diatas kolam 
  4. Rasa daging ikan dapat diatur sesuai dgn selera
Keunggulan pakan ikan buatan (Pellet) dibanding ikan rucah :

Pakan buatan (Pellet) yang baik harus memenuhi kriteria berikut :
  1. Tidak berjamur
  2. Memiliki stabilitas yang baik ketika berada  dalam air sehingga tidak mudah hancur dalam air
  3. Kandungan gizi sesuai (tertera pada label)
  4. Tidak mengandung racun sehingga tidak berbahaya baik pada ikan ataupun lingkungan
  5. Bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama
  6. Baunya merangsang (khas bau pelet)
  7. Mudah untuk memperolehnya hal ini berkaitan dengan bahan-bahan pembentuk pakan tersebut
  8. Pakan tidak banyak debu halus/debu pakan.
Dalam pembuatan pakan buatan untuk ikan perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi bagi ikan yang kita pelihara. Nilai nutrisi (gizi) pakan pada umumnya dilihat dari komposisi zat gizinya. Beberapa komponen nutrisi yang penting dan harus tersedia dalam pakan ikan antara lain: Protein, Lemak, Karbohidrat, Vitamin dan Mineral.

Protein
Sebagai zat pembangun protein berfungsi  membangun/membentuk jaringan baru untuk pertumbuhan,pengganti jaringan yang rusak dan bereproduksi. Sebagai zat pengatur protein berperan dalam pembentukan enzim dan hormone penjaga dan pengatur metabolism dalam tubuh ikan. Sebagai zat pembakar yaitu sebagai sumber energy pada saat kebutuhan energy tidak terpenuhi oleh karbohidrat dan lemak.

Lemak
Fungsi lemak pada tubuh ikan yaitu: a). Sebagai sumber energy yang paling besar diantara protein dan karbohidrat, b). Membantu proses metabolisme , c). Menjaga keseimbangan daya apung ikan dalam air dan d). Memelihara bentuk dan fungsi membrane (fospolipid). Kelebihan lemak akan disimpan sebagai cadangan energy untuk melakukan aktifitas selama periode tanpa makanan. Pakan yang baik mempunyai kandungan lemak antara 4%-18%.

Karbohidrat
Karbohidrat pada  ikan berfungsi sebagai sumber energy. Sumber karbohidrat untuk pakan buatan bisa didapat dari : tepung jagung,bekatul,tepung terigu,beras,tepung tapioca,tepung sagu dll. Selain sebagai karbohidrat bahan-bahan diatas berfungsi sebagai perekat pada pembuatan pakan ikan.

Vitamin
Vitamin adalah zat  yang diperlukan tubuh ikan dalam jumlah sedikit. Fungsinya vitamin sangat penting yaitu: a). Untuk mempertahankan pertumbuhan dan pemeliharaan kondisi tubuh ikan, b). Mengatur proses metabolisme, c). Mempertahankan fungsi berbagai jaringan tubuh, d). Mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan sel-sel baru

Mineral
Fungsi utama mineral adalah : a). Sebagai komponen utama struktur gigi dan tulang, b). Menjaga keseimbangan asam dan basa, c). Menjaga keseimbangan tekanan osmosis dengan lingkungan perairan d). Sebagai komponen utama dari enzim,vitamin,hormon,pigmen dan sebagai enzim aktivator.