Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Monday, June 15, 2015

Penerangan Diatas Kapal

Menurut Convention on The International Regulation For Preventing Collisions At Sea, 1972. Penerangan diatas kapal berupa lampu - lampu operasi yang diletakkan sepanjang kapal sesuai dengan keperluan pada berbagai ruangan yang berada diatas kapal seperti di main deck, deck house, dan sebagainya. Lampu - lampu diatas kapal ada juga yang disebut lampu navigasi yaitu lampu - lampu kapal yang harus dipasang pada waktu kapal berlayar diantara matahari terbit dan terbenam, sedemikian rupa sehingga jenis kapal, letak dan arah kapal dapat diketahui.

Untuk kapal yang sedang melakukan aktivitas pada malam hari diharuskan menggunakan penerangan antara lain :
1. Penerangan Tiang
Menggunakan lampu warna putih yang diletakkan diatas sumbu tengah muka belakang kapal yang memperlihatkan cahaya tetap dengan busur cakrawala sebesar 225. Untuk kapal dengan panjang > 50 m harus mempunyai dua penerangan tiang, dimana letak lampu pada tiang belakang harus lebih tinggi dari tiang depan .
Lampu Penerangan Tiang
2. Penerangan Lambung
Menggunakan dua lampu dengan warna yang berbeda Merah untuk lambung kiri dan Hijau untuk lambung kanan. Keduanya harus memperlihatkan cahaya tetap/terus-menerus dengan busur cakrawala 112,5˚ dan dipasang sedemikian rupa sehingga memperlihatkan cahaya lurus ke depan sampai 22,5˚ di belakang arah melintang pada sisi yang bersangkutan. Untuk kapal yang berukuran < 20 m, penerangan lambung boleh dipadukan pada satu lentera yang dipasang diatas di muka belakang kapal.
Lampu Penerangan Lambung Kapal
3. Penerangan Buritan
Penerangan pada buritan dengan menggunakan lampu warna putih yang memperlihatkan warna tetap meliputi busur cakrawala 135˚. Dipasang sedemikian rupa sehingga memperlihatkan cahaya 67,5˚ lurus kebelakang pada masing-masing sisi kapal.

4. Penerangan Tunda
Penerangan ini menggunakan warna kuning yang mempunyai ciri yang sama dengan penerangan buritan dan dipasang di atas penerangan buritan.

5. Penerangan Keliling
Penerangan ini memperlihatkan penerangan tetap meliputi busur cakrawala sebesar 360˚ dan biasanya digunakan apabila kapal sedang melakukan kegiatan

6. Penerangan Cerlang
Penerangan dengan menggunakan cahaya yang berkedip-kedip dengan interval waktu 120 kedipan/menit. Penerangan-penerangan tersebut mempunyai intensitas atau daya tampak yang berbeda-beda sehingga mempunyai jarak jangkau minimal penerangan kapal yang berbeda-beda pula. Daya tampak penerangan sebesar x mil, artinya bahwa penerangan tersebut harus sudah kelihatan pada batas minimal x mil.

Sumber : Materi Pelatihan Penangkapan Ikan

Semoga Bermanfaat...

Tuesday, June 9, 2015

Alat - Alat Penolong Diatas Kapal (2)

4. Inflatable Life Craft
Merupakan rakit apung yang dapat ditiup secara otomatis dengan menggunakan zat asam arang di dalam satu tabung yang diletakkan dibagian luar dari lantainya. Banyaknya zat asam arang harus cukup untuk mengisi ruang bagian yang melintang dan bagian penyangganya. Penyangga tersebut bila terisi oleh asam arang secara otomatis akan menaikan tendanya. Berat sebuah rakit ini yang berkapasitas 20 orang bila disimpan dalam peti adalah sekitar 95 kg dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi adalah 1,50 x 0,60 x 0,45 meter dan dalam keadaan menggelembung ukurannya sekitar 4,90 x 3,05 x 1,40 meter.
Inflatable Life Craft
Persyaratan Inflatable Life Craft

  1. Peniupan harus secara otomatis dan cepat dengan pelaksanaan sederhana
  2. Dilengkapi dengan tali penahan melalui sisi luar dan diikat pada sambungan tali pengaman
  3. Dengan mudah dapat dibalik bila akan membalik bagian atas ke bawah
  4. Diberi warna pada bagian luar (jingga) yang tertutup ganda hingga yang berada didalam cukup terlindung 
  5. Pada keadaa mengelembung harus dalam keadaan tegak, dan mempunyai stabilitas yang cukup baik dalam segala posisi
  6. Mempunyai ruangan yang cukup untuk jumlah orang yang diijinkan. Jumlah orang yang diijinkan harus dituliskan pada rakit penolong (luas lantai untuk tiap orang paling sedikit 37,2 cm
  7. Diberi perlengkapan untuk dapat dipakai naik dari air kedalam rakit
  8. Daya apung, lantai, lengkung penyangga harus cukup menyangga jumlah orang yang diijinkan

5. Life Boat (Sekoci)
Konstruksi yang khusus sehingga pergerakannya bisa dengan dayung, layar maupun secara mekanik. Ukuran sekoci sebaiknya dicantumkan, bersama-sama dengan jumlah penumpang yang diijinkan, initial surveyor dan tanggal pemeriksaan
Sekoci
Peraturan Penyimpanan Sekoci

  1. Mampu diluncurkan secara aman dan cepat ke air meski dalam kondisi yang tidak menguntungkan
  2. Masing-masing harus mampu diluncurkan ke air tanpa mengikutsertakan penurunan alat-alat yang lain
  3. Memungkinkan untuk menaikkan penumpang-penumpang secara cepat.

Sekoci dibagi menjadi 2 bagian yakni :
1. Sekoci Penolong
Merupakan sekoci dengan bentuk terbuka yang dilengkapi dengan peti-peti udara untuk memperbesar daya apung.

Sekoci penolong dibagi menjadi :

  • Sekoci penolong berdayung : Jenis sekoci paling kecil dan sederhana, dilengkapi dayung 9 pasang (kanan-kiri); Hanya boleh diisi dengan penumpang sebanyak 60 orang.
Sekoci penolong berdayung
  • Sekoci bermotor klas A : Mesinnya harus cukup kuat untuk melarikan sekoci dengan penumpang penuh, dengan kecepatan 6 knot dalam air yang tenang; Bahan bakar cukup untuk berlayar terus menerus selama 24 jam; Harus mempunyai jarak tempuh paling sedikit 144 mil; Mampu membawa penumpang paling sedikit 100 orang dan paling banyak 150 orang.
  • Sekoci bermotor klas B : Mesinnya harus cukup kuat untuk melarikan sekoci dengan penumpang penuh, dengan kecepatan 4 knot dalam air yang tenang; Bahan bakar cukup untuk berlayar terus menerus selama 12 jam; Harus mempunyai jarak tempuh paling sedikit 48 mil; Mampu membawa penumpang paling sedikit 60 orang dan paling banyak 100 orang
Sekoci Bermotor Klas B
  • Sekoci penolong berbaling-baling dengan gerakan mekanis (flamming patent) : Punya cukup tenaga untuk dapat mengolah gerak dengan cepat dan bebas dari lambung kapal setelah diturunkan diair; Harus dapat mempertahankan haluannya, dalam keadaan cuaca laut buruk; Mempunyai kecepatan 4 knot dalam air tenang; Alat penggerak harus dapat ditanggani orang-orang yang tidak terlatih dan dapat segera digerakkan setelah berada dalam air (walaupun sekoci sudah kemasukan air); Harus diberi peralatan agar baling-baling dapat digerakkan mundur.

2. Sekoci Biasa/Pekerja
Merupakan sekoci terbuka dengan bentuk muka lancip serta belakang yang rata, tanpa dilengkapi alat untuk memperbesar daya apun


Sumber : Materi Pelatihan BST

Semoga Bermanfaat...

Monday, June 1, 2015

Alat - Alat Penolong Diatas Kapal (1)

Keselamatan awak kapal merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pelayaran. Oleh karena itu, perlengkapan keselamatan harus sudah tersedia pada tempat yang ditentukan ketika terjadi kecelakan.

Berikut beberapa peralatan penolong diatas kapal apabila terjadi kecelakaan :
1. Life Jackets
Life Jackets

Standar Life Jackets :
  1. Terbuat dari gabus sintetis yang biasanya dinamakan styrophom
  2. Pemakaiannya harus benar-benar aman melingkar ke badan dengan mengikatkan pitanya
  3. Sebaiknya dicap pada salah satu sisi dengan nama khusus yang tebal hurufnya (< 1 inchi) serta pada sisi lain dengan merek dagang dalam huruf yang lebih kecil harus mampu menyangga orang dewasa minimal 15 kg selama 24 jam dan untuk anak-anak seberat 7,5 kg
  4. Harus dibuat sedemikian rupa sehingga menghilangkan semua kemungkinan dalam pemakaian yang salah, kecuali dapat dipakai dari sisi luar maupun dalam
  5. Harus dapat menahan kepala, sehingga muka korban yang tidak sadar akan tetap berada di atas air
  6. Harus dapat digunakan untuk memutar tubuh dengan aman pada saat masuk ke air, dengan badan miring ke belakang (tidak tertelungkup)
  7. Kekuatan dan efisiensi pengoperasiannya tidak dapat dipengaruhi oleh pengaruh minyak atau bahan minyak lainnya
  8. Harus diberi warna yang dapat dilihat dengan jelas pada saat berada di air
  9. Harus dilengkapi dengan sebuah peluit yang disyahkan, yang diikat erat dengan sebuah tali

2. Life Bouy

Life Buoy
Umumnya digunakan untuk orang yang tercebur ke laut, jumlahnya tergantung pada tipe dan panjang kapal. Terbuat dari gabus padat dan dibungkus dengan terpal. Pada keempat tempat diberi ban kain yang menjadi ikatan bagi tali pegangan yang terbuat dari tali manila ataupun nylon.

Life Bouy tidak ada standart penandaan kecuali cap tanggal pemeriksaan. Di cat dalam dua warna, yaitu merah dan kuning atau putih

Bagian Life Buoy :
  1. Sebuah pelampung juga dilengkapi dengan tali pendek untuk mengikatkan lampu kalsium, baterai dan lampu elektrik.
  2. Lampu kalsium terdiri dari sebuah kaleng yang berisi karbit yang akan menyala sewaktu terkena air dengan sinar kuning serta mengeluarkan asap putih (untuk menunjukkan posisi pelampung saat malan hari).
    Lampu kalsium
  3. Lampu kalsium ini mampu menyala dengan terang selama 40 menit dan lampu elektrik mampu menyala selama 8 jam.

Persyaratan Life Buoy :
  1. Harus dibuat dari gabus yang padat atau bahan lain yang sama yang diakui oleh pemerintah
  2. Harus dapat menyangga beban besi paling sedikit seberat 14,5 kg dalam air tawar selama 24 jam
  3. Harus tahan terhadap minyak atau hasil-hasil minyak lainnya
  4. Harus mempunyai warna yang mudah diliat di laut
  5. Nama kapal dan pelabuhan induk pada pelampung tersebut harus ditulis dengan huruf kapital untuk menunjukkan bahwa pemiliknya adalah kapal yang tertulis tersebut
  6. Pelampung penolong yang diisi dengan rumput kering, sisa-sisa gabus atau yang daya apunya tergantung dari ruangan udara yang perlu ditiup, tidak boleh digunakan
  7. Harus dilengkapi dengan tali-tali pegangan yang diikat disekeliling pelampung dengan kuat, dan pada sebuah kapal paling sedikit terdapat sebuah pelampung penolong yang dilengkapi dengan tali buangan yang teraping dengan panjang minimal 27,5 m
  8. Dilengkapi lampu yang menyala secara otomatis
  9. Pelampung penolong boleh berbentuk lingkaran penuh atau tapak kuda (U). Untuk lingkaran dalam pelampung yang berbentuk lingkaran penuh paling sedikit 45 cm. pelampung yang berbentuk tapal kuda harus diberi penguat sedemikian rupa sehingga bagian yang terbuka akan tetap berukuran 35-40 cm 
3. Life Craft
Dibuat sedemikian rupa dengan bentuk atas dan bawah yang sama sehingga dalam keadaan darurat dapat dilemparkan kedalam air secara cepat dan aman. Rakit penolong merupakan peti - peti kayu yang kuat dan didalamnya ditempatkan tabung-tabung udara sebagai daya apungnya. Pada sisi rakit harus diberi tali pegangan serta tali penahan sepanjang paling sedikit 10 meter dan berat rakit tidak boleh lebih dari 160 kg. Biasanya ditandai dengan tanda departemen perbuhungan, inisial surveyor dan tanggal pemeriksaannya termasuk jumlah kapasitas penumpang yang bisa dimuat.
Life Craft

Rakit penolong disimpan di salah satu dek dengan posisi sebagai berikut :
  1. Menyebar sepanjang kapal, dekat tepi dek agar mudah diluncurkan
  2. Dapat dijangkau dengan mudah dan cepat
  3. Bebas dari daerah yang panas
  4. Bebas dari lalu lintas
  5. Bebas dari penyebab kebakaran dan tali temali
  6. Bebas dari gantungan-gantungan
  7. Bebas dari minyak atau bahan perusak lainnya

Bagian - Bagian dari Life Craft

Cara menggunakan Life Craft

Cara Membetulkan Life Craft yang terbalik