Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Tuesday, December 22, 2015

Membuat Ikan Asin

Ikan asin adalah bahan makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak garam. Dengan metode pengawetan ini daging ikan yang biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka waktu berbulan-bulan, walaupun biasanya harus ditutup rapat.Selain itu daging ikan yang diasinkan akan bertahan lebih lama dan terhindar dari kerusakan fisik akibat infestasi serangga, ulat lalat dan beberapa jasad renik perusak lainnya.
Ikan Asin
BAHAN BAKU
1. Ikan
Pilihlah ikan yang masih segar karena kesegaramn ikan sangat menentukan mutu produk akhir yang dihasilkan. Bahan baku untuk pembuatan ikan asin dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian :
  • Ikan berukuran besar, seperti tenggiri, tongkol, kakap, manyung, dll
    Ikan Manyung
  • Ikan berukuran sedang, seperti kembung, layang, tiga waja, dll
    Ikan Tiga Waja
  • Ikan berukuran kecil, seperti Petek, teri.
    Ikan Petek

Ikan yang berukuran besar dilakukan penyiangan yakni pembersihan dari sisik, insang, isi perut dan dilakukan pembelahan sepanjang garis punggung kearah perut (tetapi tidak sampai terbelah dua). Bagian yang masih tebal diayat miring bagian sampingnya. Jika digunakan ikan yang berukuran sedang dapat dilakukan pembelahan atau tanpa dibelah. Sedangkan ikan yang berukuran kecil cukup dicuci dengan air bersih tanpa perlu penyiangan.

2. Garam
Ikan yang mengalami proses penggaraman menjadi awet karena garam dapat menghambat atau membunuh bakteri penyebab pembusukan pada ikan. Oleh karena itu kemurnian garam sangat menentukan. Garam yang dipakai adalah garam dapur (Na Cl) murni, artinya garam yang sebanyak mungkin mengandung Na Cl dan sekecil mungkin elemen-elemen lainnya.
Garam
METODE PENGGARAMAN
Penggaraman dapat dilakukan dengan 3 cara :
  1. Penggaraman kering (dry salting) : Dapat digunakan baik untuk ikan ukuran besar maupun kecil. Penggaraman ini menggunakan garam berbentuk kristal. Ikan yang akan diolah ditaburi garam lalu disusun secara berlapis-lapis. Setiap lapisan ikan diselingi lapisan garam. 
  2. Penggaraman Basah (wet salting) : Proses penggaraman dengan metode ini menggunakan larutan garam sebagai media untuk merendam ikan.
  3. Kench Salting : Penggaraman ini hampir serupa dengan penggaraman kering. Bedanya  cara ini menggunakan kedap air. Ikan hanya ditumpuk dilantai atau menggunakan keranjang.
MEMBUAT IKAN ASIN DENGAN CARA PENGGARAMAN KERING
  • Lakukan penyiangan ikan yang akan diolah kemudian dicuci dengan agar bersih hingga bebas dari sisa-sisa kotoran.
  • Sediakan sejumlah garam kristal sesuai berat ikan. Untuk ikan berukuran besar, jumlah garam yang harus disediakan berkisar 20 – 30 % dari berat ikan, untuk ikan berukuran sedang 15 – 20 %; sedangkan ikan berukuran kecil 5%.
  • Taburkan garam ke dasar wadah / bak setebal 1 – 5 cm tergantung jumlah garam dan ikan yang akan diolah. Lapisan garam ini berfungsi sebagai alas pada saat proses penggaraman.
  • Susunlah ikan diatas lapisan garam tersebut dengan cara bagian perut ikan menghadap ke dasar bak. Selanjutnya taburkan kembali garam pada lapisan ikan tersebut. Lakukan penyusunan ikan dan garam ini secara berlapis-lapis hingga teratas adalah susunan dengan lapisan lebih banyak / tebal.
  • Tutuplah tumpukan ikan dan garam tersebut dengan keranjang / anyaman bambu dan beri pemberat diatasnya.
  • Biarkan selama beberapa hari untuk terjadinya proses penggaraman.  Bagi ikan berukuran besar 2 – 3 hari, ikan berukuran sedang 1 hari dan ukuran kecil 12 – 24 jam.
  • Selanjutnya cucilah dengan air bersih dan tiriskan. Susun ikan diatas para-para penjemuran.
  • Pada saat proses penjemuran / pengeringan, ikan sekali-kali dibalik agar ikan cepat mengering.

MEMBUAT IKAN ASIN DENGAN CARA PENGGARAMAN BASAH
  • Siapkan larutan garam jenuh dengan konsentrasi lauratan 30 – 50%.
  • Ikan yang telah disiangi disusun didalam wadah / bak kedap air, kemudian tambahkan larutan garam secukupnya hingga seluruh ikan tenggelkam dan beri pemberat agar tidak terapung.
  • Lamanya perendaman 1 – 2 hari, tergantung dari ukuran / tebal ikan dan derajat keasinan yang diinginkan
  • Setelah penggaraman, bongkar ikan dan cuci dengan air bersih. Susun ikan diatas para-para untuk proses pengeringan / penjemuran.
Sumber : Materi Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Friday, December 18, 2015

Membuat Ikan Peda

Ikan Peda adalah salah satu produk hasil pengawetan makanan yang diolah menggunakan teknik pengawetan secara fermentasi dan pengaraman. Ikan peda biasanya dibuat dari ikan kembung perempuan (Rasterliger neglectus). Dikenal dua macam ikan peda yaitu ikan peda merah (peda siam) dan ikan peda putih. Ikan peda merah (ikan peda Siam) dibuat dari ikan kembung ber­kadar lemak tinggi dan tidak disiangi dan ikan peda putih dibuat dan ikan kem­bung yang berkadar lemak rendah dan disiangi. lkan peda dibuat secara bertahap yaitu pertama melalui proses penggaraman dan dilanjutkan dengan proses fermentasi untuk pembentukan bau khas peda yang luar biasa.
Ikan Peda

BAHAN BAKU
1. Ikan
Kesegaran ikan sangat mempengaruhi mutu hasil akhir, maka ikan yang akan diolah menjadi peda harus segar karena ikan yang sudah busuk akan menghasilkan peda bermutu rendah dan akan membahayakan kesehatan.
Ikan Kembung
Pada dasarnya semua jenis ikan dapat diolah menjadi peda, akan tetapi umumnya ikan yang digunakan sebagai bahan baku peda adalah ikan kembung (Restrelliger spp). Dipasaran dikenal dua jenis peda yaitu peda merah, yang dibuat dari ikan kembung betina (Restrelliger Neglegtus) dan peda putih yang dibuat dari ikan kembung jantan (Restrelliger Kanagorta)

2. Garam
Garam yang digunakan harus mempunyai kemurnian tinggi, artinya mengandung garam NaCl tinggi minimal 98%. Bila garam yang digunakan mengandung garam-garam calsium dan magnesium lebihd ari 1% maka akan menghasilkan peda yang kurang baik.
Garam
3. Fermentasi
Peda merupakan salah satu produk olahan tradisional yang dibuat dengan cara fermentasi. Fermentasi adalah proses penguraian daging ikan oleh enzym, akan memberikan hasil yang menguntungkan. Proses feremntasi seupa dengan pembusukan tetapi fermentasi ini menghasilkan zat-zat yang memberikan rasa dan aroma yang spesifik. Terjadinya fermentasi diperlukan syarat-syarat sebagai berikut :
  • Suasana lembab
  • Adanya oksigen dalam jumlah terbatas / semi aerob)
  • Adanya garam
TEKNIK MEMBUAT PEDA
1. Bahan
  • Ikan kembung 10 Kg
  • Garam 2,5 Kg
2. Alat 
  • Bak / pan platik / ember
  • Pendil / peti
  • Timbangan
  • Rak penirisan
  • Merang / daun pisang kering
  • Pemberat (kayu, batu)
3. Cara Membuat
  • Cuci ikan ikan dan timbang beratnya untuk menentukan banyaknya garam yang digunakan. Umumnya garam yang digunakan 25 – 30 % dari berat ikan
  • Campurkan ikan dan garam kemudian susun ikan dalam bak / pan plastik selapis demi selapis dengan diselingi garam
  • Pada permukaan paling atas diberi lapisan garam lebih tebal (± 1 cm), tutup dengan penutup dari papan / tampah dan beri pemberat. Simpan di tempat yang bersih dan sejuk selama 3 – 6 hari.
  • Bongkar ikan, kemudian cuci dengan air bersih, dan tiriskan pada rak peniris.
  • Jemur / angin-anginkan sampai ikan kelihatan kesat / padat 
  • Lumuri ikan dengan garam dan susun berlapis dalam pendil / peti yang telah dialasi merang atau daun pisang kering.
  • Tutuplah bagian atas dengan merang / daun pisang kering dan diberi pemberat diatasnya.
  • Pada saat pengepakan harus rapat, jangan sampai oksigen masuk.
  • Simpan di tempat yang bersih selama 10 s/d 15 hari. Untuk proses fermentasi sampai tercium bau peda.
Sumber : Materi Pengolahan Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, December 9, 2015

Membuat Dendeng Ikan

Dendeng ikan adalah produk pangan semi basah yang berkadar air antara 20 sampai 40 %. Dendeng ikan termasuk olahan tradisional yang menggunakan rempah-rempah dalam proses produksinya, dan produknya cukup populer dikalangan masyarakat.
Dendeng Ikan
Dalam pembuatan dendeng, bumbu dan rempah-rempah berguna untuk menghasilkan aroma, rasa yang khas dan daya awet tertentu pada ikan. Bumbu ini juga berfungsi untuk menghambat pertumbuhan mikroba.

Jenis ikan sebagai bahan mentah dendeng ikan tidak selektif, bahkan hampir semua jenis ikan dapat dibuat dendeng.

Bumbu dan rempah-rempah yang digunakan adalah garam, gula (gula merah atau gula pasir), bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, jinten dan lengkuas/laos. Penggunaan rempah dapat dalam bentuk hasil gilingan atau tumbukan halus bersama ampasnya atau dalam bentuk ekstraknya. Ekstrak rempah-rempah dapat dibuat dengan cara membubuhkan air kepada hasil gilingannya kemudian diambil cairan yang mengandung sari rempah-rempah tersebut.

Di pasaran, dendeng ikan dikenal dalam kategori dendeng manis dan dendeng asin, hal ini cara pembuatannya sama, hanya penambahan gula yang berbeda.

PERSIAPAN
1. Bahan Baku Ikan
  • Ikan Kecil seperti tembang, japuh, lemuru udang dan lain-lain ; dibuang sisiknya jika bersisik, potong kepala dan buang isi perut, belah bagian perut hingga membentuk kupu-kupu, buang duri punggung sampai mendekati ekor.
    Ikan Lemuru
  • Ikan besar seperti tongkol, larak/remang, manyung, dll ; ikan diambil bagian dagingnya saja (difillet) kemudian diiris / disayat dengan ukuran sesuai yang dikehendaki.
    Ikan Tongkol
2. Pembuatan Larutan Garam
Larutan garam dibuat dengan konsentrasi 20 %, yaitu 10 liter air untuk melarutkan 2 kg garam. Banyaknya larutan yang digunakan disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan diolah, dengan catatan bahwa semua ikan yang akan diolah harus terendam dalam larutan garam.

3. Pembuatan Bumbu
  • Bumbu-bumbu yang akan digunakan dibersihkan, kemudian diambil dengan   Prosentase bumbu berdasarkan berat ikan setelah disiangi dan dicuci.
  • Kemudian bumbu dihaluskan, dan disesuaikan penggunaannya (untuk dendeng keropok/rempah atau dendeng ekstrak).
PROSES PENGOLAHAN
1. Penggaraman
Ikan hasil penyiangan dimasukkan ke dalam larutan garam (20 %) dan direndam selama 15 – 30 menit. Lama penggaraman sangat tergantung dari tingkat keasinan produk yang dikehendaki. Hasil penggaraman ditiriskan beberapa menit, dan ikan siap untuk dibacem.

2. Pembaceman
Lama pembaceman  8  –  16  jam
  • Dendeng bumbu/keropok : Ikan hasil penggaraman yang sudah ditiriskan, ditata dalam wadah dengan bagian kulit menghadap keatas. Kemudian taburi dengan bumbu, demikian seterusnya berlapis-lapis antara ikan dan bumbu. Bagian teratas diberi penutup dan pemberat.

  • Dendeng ekstrak : Cara pembaceman sama seperti di atas, tetapi bumbu yang digunakan berupa ekstrak bumbu yang mengandung gula dan penambahannya juga sama berlapis-lapis dengan ikan.
3. Pengeringan
  • Ikan hasil pembaceman ditata di atas para-para dengan bagian tidak berkulit mengahadap ke atas.
  • Untuk dendeng bumbu keropok, setelah pembaceman dan ditata di atas para-para ditaburi dengan ketumbar halus.
  • Lama penjemuran 12 jam,  jika panas terik ; 8 jam hari pertama dan 4 jam hari berikutnya.
  • Hasil penjemuran dibiarkan dingin sebelum dikemas.

Sumber : Materi Pengolahan Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Thursday, December 3, 2015

Fungsi Padang Lamun


FUNGSI PADANG LAMUN
Secara ekologi fungsi lamun sebagai berikut :

  1. Produsen detritus & zat hara (produsen primer).
  2. Membentuk lingkungan berupa padang lamun yang menjadi salah satu ekosistem terkaya & paling produktif.
  3. Pendaur unsur hara.
  4. Mengikat sedimen & menstabilkan substrat lunak dengan sistem perakaran yang padat & saling menyilang.
  5. Dapat menjaga & memelihara stabilitas pantai pesisir & lingkungan ekosistem estuaria.
  6. Sebagai tempat berlindung, mencari makan, tumbuh besar, & memijah bagi beberapa jenis biota laut, terutama yang melewati masa dewasanya di lingkungan ini.
  7. Merupaken tempat tinggal & tempat berlindung banyak jenis biata dari pemangsa.
  8. Merupakan komoditas yang banyak digunakan sebagai bahan dasar keranjang, pengisi kasur, atap rumbai, pupuk, penyaring limbah, bahan kertas & pakan ternak.
  9. Sebagai tudung pelindung bagi biota padang lamun dari sengatan matahari.

Pemanfaatan Padang Lamun

  1. Tempat kegiatan budidaya laut berbagai jenis ikan, kerang-kerangan & tiram.
  2. Tempat rekreasi atau pariwisata.
  3. Sumber pupuk hijau

BIOTA YANG HIDUP DI PADANG LAMUN

  1. Crustacea : Crustacea paling banyak ditemukan di padang lamun, terdiri atas: Amphipoda (terutama Gammaridae), udang (Macrura), kepiting (Brachyura), & kumang (Anomura); serta Stomatopoda.
  2. Echinodermata : Echinodermata yang sering hadir di padang lamun adalah Asteroidea (Protoreaster nodosus, Protoreaster lincki, Pentaceraster sp., Echinaster luzonicus, Linckia laevigata, Culcita novaeguineae, & Nardoa tuberculata)), Echinoidea (Tripneustes gratilla, Astropyga radiata, Temnopleurus toreumaticus, Echinothrix calamaris, Diadema setosum, & Mespilia globosus.), Holothuroidea, Ophiuroidea, & Crinoidea.
  3. Molusca : Mollusca penghuni padang lamun umunya Gastropoda, Pelecypoda, & Cephalopoda dan  hidup di karang mati, yang hidup di padang lamun hanya sedikit seperti Pyrene versicolor, Strombus labiatus, S. luhuanus, & Cymbiola verpestilio.
  4. Meiofauna : Taksa meiofauna yang umum dijumpai pada sedimen adalah Nematoda, Foraminifera, Copepoda, Ostracoda, Turbellaria, & Polychaeta.
  5. Ikan : Jenis-jenis ikan tipikal padang lamun di antaranya adalah Syngnathoides biaculeatus, Novaculichthys sp., Pervagor sp. & Centrogenys vaigiensis.
Biota yang hidup di padang lamun


Rantai makanan di padang lamun
Sumber : Materi Ekosistem Laut

Semoga Bermanfaat...