Friday, April 14, 2017

Rancang Bangun Alat Tangkap Bubu

Rancang bangun alat tangkap bubu dititik beratkan pada konstruksi yang dirancang agar menjadikan alat tangkap ini menjadi alat tangkap yang ramah lingkungan yaitu memberi kesempatan ikan atau rajungan yang berukuran kecil dapat melepaskan diri.

Pertimbangan penting dalam membuat rancang bangun (desain) bubu adalah :
  1. Bubu hendaknya mudah dibawa dalam jumlah banyak dan mudah dioperasikan termasuk mudah penataannya diatas geladak perahu;
  2. Ringan dan cukup kompak sehingga mudah ditenggelamkan dan mudah diangkat selama operasi penarikan;
  3. Stabilitas bubu agar posisinya benar-benar tegak pada saat dipasang di atas dasar perairan; konstruksi bubu yang tidak terlalu tinggi dengan nilai ratio tinggi dan panjang dasar bubu berkisar 0.35 – 0,4 dan berbentuk kubah merupakan salah satu penampilan yang stabil,;
  4. Ketahanan bubu agar dapat digunakan lebih lama sehingga diperlukan bahan jaring sintetis ;
  5. Konstruksi bubu yang sederhana, mudah dilipat dan murah biaya pembuatannya, disamping itu lebih ringan dan mudah sewaktu dilakukan pengangkatan untuk dipindahkan.

Adapun bubu ini terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :
1). Rangka (frame)
Bagian ini berfungsi untuk membentuk badan bubu sehingga dapat mempertahankan bentuk bubu ketika dioperasikan, terbuat dari besi atau kawat.
Kerangka Bubu
2). Bagian badan (rongga).
Pada bagian badan bubu, salah satu bagian badannya (bawah) tertutup rapat dengan jaring (webing), sedangkan bagian lainnya dapat dibuka (pintu bubu) yang berfungsi untuk memasang umpan dan mengambil hasil tangkapan dari dalam rongga bubu. Bahan jaring pada badan bubu ini Polyethylene (PE) berwarna hijau dengan ukuran benang 380/d6 dan ukuran mata jaring 1,25 inci.
Jaring yang menjadi bagian badan bubu
3). Bagian mulut (ijeb) 
Bagian mulut berjumlah 2 buah bagian sisi kiri dan kanan yang berbentuk pipih dan menjorok kedalam (mengerucut kedalam) sepanjang 20 cm. Bagian ini berfungsi sebagai jalur masuknya target tangkapan (ikan atau rajungan) ke dalam bubu, target tangkapan mudah masuk namun kesulitan untuk keluar.
Bagian mulut bubu
Pada bubu lipat bagian ini terlatak di bagian sisi kiri dan kanan, bentuknya seperti corong dengan lubang corong dari bibir dan lubang yang mengarah ke dalam semakin menyempit membentuk celah untuk menyulitkan ikan keluar dari bubu. Bagian mulut ini terbuat dari bahan Polyethylene (PE) berwarna hijau dengan ukuran benang 380/d6 dan ukuran mata jaring 1,25 inci, dengan rincian panjang bibir bawah 15 mata panjang 3 mata, bibir atas 15 mata dan lebar bibir atas 3 mata. 

4). Bagian pintu
Pintu terletak pada bagian tengah badan bubu agar mudah untuk mengeluarkan hasil tangkapa setelah bubu dibuka pada saat hauling. Bagian pintu terletak di bagian atas  bubu dan jaringnya dapat dibuka-tutup. Pada bubu lipat bagian ini digantikan dengan sayap depan dan sayap belakang yang dapat dibuka (dilipat) dan ditutup.
Bagian pintu bubu
5). Celah pelolosan
Celah pelolosan dibuat agar ikan-ikan yang belum layak tangkap dari segi ukuran dapat dapat keluar dari bubu dan hidup bebas untuk melanjutkan pertumbuhannya. Pada bubu lipat celah pelolosan ini terletak antara sayap depan dan sayap belakang yang dapat dibuka-tutup dan diantaranya terdapat celah (tidak tertutup rapat) .
Celah pelolosan bagi ikan yang berukuran lebih kecil
6). Tempat umpan (Bait Hook)
Bagian ini terbuat dari besi (kawat seng) Ø 4 mm ditekuk seperti leter U dan digantungkan ditengah-tengah rongga bubu yang diapit diantara ragangan bubu, berfungsi untuk mengaitkan umpan.
Tempat umpan
7). Tali Utama (main line)
Tali utama (main line) terbuat dari bahan PE Ø 6 - 8  mm  Panjang tali utama ini    disesuaikan dengan jumlah bubu yang dibutuhkan atau diturunkan sewaktu setting. Setiap jarak 10 meter pada tali utama ini terdapat tali cabang penghubung bubu dengan tali utama.
Tali utama pada pembuatan bubu
8). Tali cabang (Branch line) atau tali pengikat
Tali cabang (branch line) terbuat dari PE Ø 4 mm diikat kan pada bubu dengan panjang 200 cm dan dihubungkan dengan tali utama .
Tali pengikat pada pembuatan bubu
9). Tali guci (tali segitiga) yang terbuat dari PE Ø 4 mm diikat kan pada bubu dengan panjang 40 cm dan dihubungkan dengan tali cabang.
Tali segitiga
10). Pelampung tanda
Pelampung tanda berjumlah 2 buah berupa pelampung dari bahan sterafoam yang dilengkapi dengan tiang dan bendera.

Penempatan pelampung pada pemasangan bubu di perairan [sumber]
11). Pemberat
Pemberat dipasang pada bubu berfungsi untuk menahan bubu agar tidak hanyut (bergeser dari tempatnya) akibat pengaruh pasang surut, arus dan gelombang laut. Pemberat diperlukan terutama apabila bubu dianggap terlalu ringan sehingga mudah dihanyutkan arus atau gelombang.

Penempatan pemberat pada pemasangan bubu di perairan [sumber]

Sumber : Modul Pembuatan dan Pengoperasian Alat Tangkap Bubu. BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

0 komentar:

Post a Comment