Friday, July 6, 2018

Penyakit Ikan Non Infeksi (Lingkungan) Pada Budidaya Ikan

Penyakit ikan akibat lingkungan sering mngakibatkan kerugian yang serius, karena kematian yang terjadi secara singkat dan umumnya mematikan seluruh populasi ikan seperti umbalan diwaduk, blooming plankton, dan keracunan limbah.

Berikut beberapa penyakit ikan yang disebabkan oleh lingkungan :
1. Ikan tercekik (Kekurangan Oksigen)
Ikan yang kekurangan oksigen
Umum terjadi dikolam atau perairan umum (waduk) menjelang pagi akbibat populasi fitiplankton yang tinggi, dan kurang cahaya matahari yang lama.

PENGENDALIAN : Penggantian air, meningkatkan difusi oksigen (penggunaan kincir, aerasi), padat tebar disesuaikan dengan daya dukung kolam.

2. Keracunan Nitrit
Ikan yang mengalami keracunan nitrit (menyerang pada sistem pernafasan ikan)
Nitrit berasal dari metabolisme protein pakan, disebut juga penyakit darah coklat, ntrit bersifat toksik ≥ 0,5 ppm, nitrit masuk ke insang sehingga sel darah merah tidak mampu membawa oksigen, ikan lemas, loncat – loncat, berkumpul di dekat air masuk, insang berwarna kecoklatan.

PENGENDALIAN : Meningkatkan kelautan oksigen, penggantian air baru, penggunaan probiotik pereduksi N (Nitrobacter, Nitrosomonas)

3. Keracunan Amoniak
Ikan yang keracunan amoniak
 Daya racun amoniak tergantung pH dan suhu air, semakin tinggi pH air atau suhu, maka makin tinggi daya racun amoniak, gejalanya ikan terlihat lemas, meloncat, berkumpul disaluran masuk air. 

PENGENDALIAN : Meningkatkan kelautan oksigen, mengurangi jumlah pakan terbuang, penggantian air baru, penggunaan probiotik pereduksi N (Nitrobacter, Nitrosomonas).

4. Emboli gas (Gas Bubble Disease)
Ikan yang terserang emboli gas
Kondisi gas yang kelewat jenuh (N, O2, CO2) dalam tubuh ikan sehingga terjadi gelembung udara pada jaringan dan darah ikan, ikan sulit bernafas, mata menonjol. Terjadi karena kenaikan suhu yang berlangsung cepat, blooming algae, tekanan air.

PENGENDALIAN : Menghindari hal-hal pemicu kelautas gas berlebih, aerasi yang kuat, memindahkan ikan sakit ke air yang normal.

5. Fluktuasi Suhu Air Yang Ekstrem
Ilustrasi suhu yang ekstrem
Ikan tidak mampu beradaptasi pasa perubahan suhu yang cepat yang berakibat stres bahkan kematian mendadak.

PENGENDALIAN : Menjaga kestabilan suhu pada kisaran optimum (25 – 32 derajat Celcius).

6. Limbah Polutan
Limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai
Berasal dari pestisida, insektisida, polutan limbah industri, limbah rumah tangga, dapat memicu stress bahkan kematian massal.

PENGENDALIAN : Memasang filter air, memindahkan ikan ke kolam yang airnya normal.

7. Malnutrisi (Kekurangan Nutrisi)
Jarang menunjukkan gejala yang spesifik

PENGENDALIAN : Pemberian pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan yang dipelhara (karnivora, herbivora, omnivora), menambahkan vitamin/mineral.

8. Penyakit Dari Genetis
Ikan yang mengalami kecacatan pada tubuhnya
Akibat perkawinan sekerabat (in breeding) yang berlangsung terus menerus. Pertumbuhan lambat (kuntet), lebih mudah terserang penyakit, organ tubuh tidak sempurna.

PENGENDALIAN : Hindari perkawinan sekerabat



Semoga Bermanfaat...

0 komentar:

Post a Comment