Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Wednesday, April 17, 2019

Penyakit Ikan Golongan Bakteri : Pertumbuhan Bakteri

Pertumbuhan bakteri pada dasarnya sama seperti makhluk hidup yang lainnya, yaitu mengalami berbagai fase kehidupan, meskipun secara definisi pertumbuhan organisme uniseluler dan multiseluler berbeda. Pada organisme multiseluler, pertumbuhan diartikan sebagai peningkatan jumlah sel per organisme dimana ukuran sel juga menjadi lebih besar. Sedangkan pada organisme uniseluler, pertumbuhan merupakan pertambahan jumlah sel yang berarti juga pertambahan jumlah organisme. Pertumbuhan mikroorganisme dapat ditinjau dari dua sudut, yaitu pertumbuhan individu dan pertumbuhan koloni atau pertumbuhan populasi. Pertumbuhan individu diartikan sebagai bertambahnya ukuran tubuh, sedangkan pertumbuhan populasi diartikan sebagai bertambahnya kuantitas individu dalam suatu populasi atau bertambahnya ukuran koloni. Namun suatu pertumbuhan mikroorganisme unisel (bersel tunggal) sulit diukur dari segi pertambahan panjang, luas, volume, maupun berat karena pertambahannya sangat sedikit dan berlangsung sangat cepat sehingga pertumbuhan mikroorganisme dianggap sama dengan satuan perkembangannya. Secara umumnya, siklus pertumbuhan makhluk hidup mengalami empat fase, yaitu adaptasi, pertumbuhan cepat, pertumbuhan yang stagnan, dan kematian. Demikian juga kehidupan mikroorganisme, termasuk bakteri mengalami fase pertumbuhan sebagaimana digambarkan sebagai kurva pertumbuhan yang tertera pada Gambar berikut.

Fase Pertumbuhan Bakteri
a) Lag Phase atau Fase Adaptasi
Fase lag dapat dikatakan sebagai fase persiapan, permulaan, adaptasi, atau penyesuaian yang merupakan fase pengaturan suatu aktivitas dalam lingkungan baru fase adaptasi dan pertumbuhan lambat. Pada fase lag, bakteri belum tumbuh dengan cepat dikarenakan sel masih beradaptasi dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Pada fase ini juga, pertumbuhan sel berjalan lambat atau bahkan belum terjadi pembelahan dikarenakan beberapa enzim belum disintesis. Kecepatan setiap jenis sel bakteri beradaptasi dengan lingkungannya dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama ketersediaan nutrisi, sumber energi, pH, aktivitas air, senyawa penghambat, kompetitor, dan sebagainya. Semakin ideal faktor-faktor lingkungan, maka semakin cepat terjadinya fase adaptasi dan bakteri akan tumbuh dengan baik secara eksponensial.

b) Log Phase atau Fase Eksponensial
Pada fase log, sel membelah dengan cepat dimana pertambahan jumlahnya mengikuti kurva logaritmik. Keberadaan faktor-faktor pertumbuhan yang ideal mempercepat bakteri untuk tumbuh dan berkembang. Pada fase ini sel bakteri juga membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan dengan fase lainnya dan sel sangat sensitif dengan keadaan lingkungannya. Pada kondisi ini, metabolisme bakteri sudah aktif, termasuk menghasilkan enzim-enzim yang dibutuhkan oleh bakteri untuk beraktivitas seperti enzim proteolitik, lipolitik, selulolitik, dan sebagainya. Sampai pada batas waktu tertentu, maka produksi metabolik yang dihasilkan akan memberi dampak bagi kehidupan mikroorganisme tersebut. Hasil metabolisme yang diproduksi pada rentang waktu tertentu dapat mengganggu kehidupan bakteri sehingga pertumbuhan pada akhirnya akan berjalan melambat.

c) Stasionary Phase atau Fase Stagnan
Pada fase ini, pertumbuhan populasi melambat, stagnan, atau stasioner. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, antara lain zat nutrisi sudah berkurang, adanya hasil-hasil metabolisme yang mungkin beracun dan dapat menghambat pertumbuhan, adanya kompetitor, dan sebagainya. Meskipun masih menunjukkan peningkatan jumlah sel, tetapi sudah lambat dan bahkan dapat terjadi stagnasi pertumbuhan dimana jumlah sel yang tumbuh sama dengan jumlah sel yang mati. Oleh karena itu, pada fase ini membentuk kurva datar dan akan mengalami kecenderungan menuju fase kematian manakala kondisi tidak ideal terus dibiarkan. Apabila kondisi lingkungan didesain ideal, maka kehidupan bakteri akan berkembang kembali melalui siklus adaptasi atau logaritmik.

d) Death Phase atau Fase Kematian
Pada fase ini, populasi mikroorganisme mulai mengalami kematian yang dikarenakan oleh kehabisan nutrisi di dalam lingkungan dan energi cadangan di dalam sel juga sudah habis. Jumlah sel yang mati semakin lama akan semakin banyak dan kecepatan kematian ini sangat dipengaruhi oleh kondisi nutrisi, lingkungan, dan jenis mikroorganisme tersebut.

Kurva pertumbuhan bakteri memberikan gambaran tentang fase-fase kehidupan dan umur kultur bakteri tersebut. Kurva pertumbuhan dibuat dengan menggunakan dua metode, yaitu berdasarkan densitas optik (optical density-OD) yang menunjukkan jumlah sebaran cahaya oleh suatu populasi, perhitungan jumlah sel dengan haemocytometer yang menunjukkan perhitungan jumlah sel melalui pengamatan secara langsung, serta perhitungan koloni dengan menggunakan metode standard plate count (SPC) yang menunjukkan jumlah koloni bakteri hidup per ml sampel (colony form unit/ml). Gambaran kurva pertumbuhan bakteri yang diuji pada bakteri Micrococcus sp dengan metode yang
berbeda disajikan pada Gambar berikut.
Fase Pertumbuhan Bakteri Micrococcus sp Pada Berbagai Analisis
Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment