Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Showing posts with label bawal. Show all posts
Showing posts with label bawal. Show all posts

Monday, March 30, 2020

Teknik Pendederan Ikan Bawal

Pemeliharaan benih mempakan kegiatan memelihara benih yang berasal dari tempat pemeliharaan larva (dari akuarium atau kolam) yang berukuran sampai benih siap dipelihara di kolam pendederan. Tahapan kegiatan mulai dari persiapan kolam, penebaran benih sampai benih dipanen tidak jauh berbeda dengan tahapan pemeliharan larva di kolam. Perbedaannya terletak pada padat tebar benih, yaitu cukup 60 - 70 ekor/m2. Pemeliharaan benih cukup dilakukan selama 21 hari dan biasanya benih yang dihasilkan berukuran 1 - 1,5 inci dengan kelangsungan hidup dapat mencapai 90 %.

SELEKSI BENIH
Seleksi benih dilakukan untuk memisahkan antara benih yang berukuran besar dengan benih yang berukuran kecil. Masing-masing ukuran ditampung dalam bak yang berbeda. Pemisahkan benih berdasarkan ukuran tersebut mempunyai tujuan agar dalam satu kolam hanya berisi benih dengan ukuran seragam sehingga tidak ada persaingan dalam makanan dan bila dijual, akan mendapat harga yang layak karena  ukurannya seragam.
Benih ikan bawal
PENYUCIHAMAAN
Penyucihamaan merupakan usaha untuk menghilangkan dan mencegah adanya penyakit dalam tubuh benih. Hal ini dilakukan agar benih terbebas dari penyakit sehingga bila akan dipelihara lagi atau dijual ikan dalam keadaan sehat. Di samping itu, biasanya benih yang baru dipanen banyak yang terluka akibat goresan alat tangkap. Luka tersebut harus disembuhkan terlebih dahulu sebelum benih dipelihara lagi atau dijual.  Ada dua cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menyucihamaan benih, yaitu perendaman dan pencelupan.

1. Perendaman
Perendaman merupakan cara pengobatan dengan cara ikan direndam dalam obat berdosis rendah selama ½ - 6 jam. Ada beberapa jenis obat yang dipakai, seperti kalsium permanganat (PK) dosis 20 mg/1 selama 30 menit, GOLD 100 dosis 2 mg/1 selama 6 jam. 
Penyucihamaan ikan dengan cara direndam
2.  Pencelupan
Pencelupan merupakan pengobatan dengan cara ikan dicelupkan dalam waktu singkat dalam larutan obat bcrdosis tinggi, Ada beberapa obat yang biasa digunakan di antaranya malachitgreen (MG), methylin blue (MB), dan GOLD 100 dengan dosis 60 mg/1 dalam waktu 10 - 20 detik. Cara pengobatan ini yaitu ambil benih dengan sekup net, lalu celupkan ke dalam larutan obat selama waktu tersebut, kemudian angkat dan masukan ke dalam bak lain yang sudah berisi air bersih.  Demikian  cara  ini dilakukan berulang-ulang sampai benihnya habis.

Penyucihamaan ikan dengan cara dicelup
PENEBARAN BENIH
Penebaran benih dilakukan bila kolam sudah siap. Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam penebaran benih, yaitu waktu penebaran, ukuran benih, padat tebar, dan cara penebaran. Waktu penebaran sebaiknya pada pagi hari, saat suhu air masih rendah. Ukuran benih yang ditebar harus seragam agar perbedaan ukuran benih dalam pemeliharaan selanjutnya tidak berbeda jauh. Padat benih di kolam pendederan satu sekitar 40 - 60 ekor/m2.  Cara penebaran benih harus dilakukan hati-hati agar tidak banyak yang mati. Cara penebaran yang baik yaitu wadah pengangkut didekatkan dengan permukaan air, biarkan air kolam masuk dalam wadah pengangkut agar suhu air dalam wadah pengangkut sesuai dengan air kolam. Setelah suhu sama, tuangkan benih ke dalam kolam sedikit demi sedikit. Usahakan penebaran benih tidak dilakukan di satu tempat, tetapi di beberapa tempat agar benih tersebar merata.
Penebaran benih ikan bawal
PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN
Setelah 2 - 3 hari ditebar atau bila pakan alami sudah mulai berkurang, benih diberi pakan tambahan berupa tepung pelet atau pelet butiran. Tepung pellet dapat langsung ditebar ke kolam, sedangkan pellet butiran harus dihancurkan dulu sebelum ditebar. Pemberian pakan tambahan ini sebaiknya dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore hari. Tujuannya agar pakan yang diberikan dapat dimanfaatkan semua, Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3 % per hari dari berat benih. Benih yang berukuran ¼ - ½  inci rata-rata mempunyai berat 0,5 g/ekor. 
Pemberian pakan
PENGONTROLAN
Setiap hari sebaiknya dilakukan pengontrolan terhadap kolam, pengairan, dan kondisi ikan. Bila ada bocoran pada pematang segera diperbaiki agar ketinggian air dan kesuburan kolam dapat dipertahankan. Air yang masuk ke kolam harus kontinyu dengan debit air sekitar  0,25 - 0,50 1/dtk. Air ini uncuk mengganti air yang hilang akibat penguapan. Kondisi ikan juga harus selalu dikontrol agar bila ada yang sakit dapat segera ditangani,  baik dengan pencegahan maupun pengobatan.    

PEMANENAN
Masa pemeliharaan bawal di kolam pendederan ini sebaiknya tidak terlalu lama, maksimal 1 bulan, karena keadaan kolam sudah tidak cocok lagi, Oleh karenanya, bawal harus dipanen. Pemanenan bawal dilakukan dengan cara menyurutkan air secara perlahan-lahan sampai 10 - 20 cm. Benih ditangkap sedikit demi sedikit dengan menggunakan waring.
Panen benih ikan bawal
Benihnya dimasukkan ke dalam ember dan ditampung dalam hapa yang dipasang tidak jauh dari tempat panen. Bila sudah ditangkap semua, benih dipindahkan ke bak penampungan benih yang ada di hatchery untuk ditangani lebih lanjut. Bila kondisinya baik dan tidak ada kendala, benih yang di hasilkan dari pendederan satu dapat mencapai panjang 2 - 3 inci (5  g),  sedangkan benih  dari pendederan  dua  dapat  mencapai 4 - 5 inci dengan berat rata-rata 25 g/ekor.


Sumber : Aripudin, M.Tr.Pi. Teknik Pendederan Ikan Bawal

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, March 25, 2020

Penanganan Hama dan Penyakit Pada Ikan Bawal

Dalam budidaya ikan, adanya serangan hama dan penyakit merupakan salah satu kendala yang sering dihadapi. Kendala inilah yang paling ditakuti petani karena harapan untuk memperoleh keuntungan bisa pudar. Walaupun sama-sama merugikan, tetapi kerugian yang diakibatkan oleh serangan penyakit lebih besar dibanding kerugian karena hama.

PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN SECARA UMUM
Meski tidak begitu besar kerugian akibat hama, tetapi adanya hama tetap harus dicegah. Ada beberapa cara untuk mencegah hadirnya hama, di antaranya yaitu :
  1. Kolam dikeringkan sampai tanah dasarnya retak-retak,
  2. Dilakukan pengapuran saat persiapan kolam,
  3. Pada pintu pemasukan air dipasang saringan.

Adapun cara mencegah serangan penyakit dapat dengan beberapa cara, di antaranya yaitu
  1. Mengeringkan kolam untuk memotong siklus hidup penyakit,
  2. Melakukan pengapuran saat persiapan kolam agar penyebab penyakit bisa mati,
  3. Menjaga kondisi ikan agar tetap sehat dan tidak stress,
  4. Menjaga kondisi lingkungan hidup agar sesuai kebutuhan ikan
  5. Mengurangi kepadatan ikan untuk mencegah kontak langsung antar-ikan, menghindari terjadinya penurunan kadar oksigen dalam air, serta mengikatnya kadar NH3,
  6. Memberi pakan tambahan yang cukup, tetapi tidak berlebihan
  7. Mencegah terjadinya luka pada tubuh ikan dengan penanganan yang baik,
  8. Mencegah  masuknya binatang pembawa penyakit,  seperti burung, siput, dan lain-lain.

Walaupun usaha pencegahan sudah dilakukan, tetapi terkadang ikan yang dipelihara masih bisa terserang hama maupun penyakit Bila hal itu terjadi, jalan terakhirnya adalah dengan melakukan  pengobatan. Ada beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan di antaranya pengobatan melalui air kolam, perendaman, makanan dan langsung pada ikan.

PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN SECARA KHUSUS
HAMA
Kehadiran hama dapat berasal dari luar maupun dari dalam dalam kolam. Secara umum beberapa jenis hama biasa menyerang ikan bawal tersebut yaitu notonecta, ucrit, belut, dan ular.
a.  Notonecta
Notonecta bentuk binatang ini menyerupai beras dan mempunyai bintik putih. Notonecta memiliki lima pasang kaki. Tiga pasang kaki di bagian belakang digunakan untuk berenang, sedangkan dua pasang di bagian depan digunakan sebagai alat penyengat. Hama ini biasanya menyerang benih, terutama yang berukuran kecil. Serangannya dapat mematikan karena mangsanya dijepit.  Sampai saat ini pencegahan notonecta masih sulit dilakukan. Cara terbaik yang dilakukan yaitu dengan mengurangi jumlahnya. Caranya dengan mengurangi kandungan bahan organik di kolam dan membuang tanaman air yang ada. Jika populasi hama ini sangat banyak maka dilakukan pemberantasan dengan cara menyiram minyak tanah sebanyak 5 1/1000 m2 air kolam.
Notonecta
b.  Ucrit
Larva cybister sering menyerang ikan air tawart. Ucrit  memiliki badan seperti ulat, badannya kaku,  tetapi dapat bergerak dengan cepat. Tubuhnya berwarna agak kehijauan. Ciri khas binatang ini adalah di bagian kepala memiliki taring sebagai alat penjepit mangsa dan di bagian ekornya memiliki alat penyengat. Serangan binatang ini lebih berbahaya dibanding notonecta karena dalam sehari dapat menyerang beberapa ikan. Cara penyerangannya dengan menjepit perut benih sampai robek. kemudian benih dimangsanya.  Keberadaan ucrit dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti mengurangi kandungan bahan organik di kolam dan melakukan persiapan kolam yang baik. Adapun pemberantasannya dapat dilakuan dengan menggunakan obat Decis dengan dosis 2 mg/1.
Ucrit
c.  Ular sawah
Ular sawah merupakan sejenis ular yang biasa hidup di sawah. Selain di sawah. binatang ini sering juga ditemukan di saluran-saluran air. Ular sawah aktif pada malam hari, termasuk mencari makan, sedangkan pada siang hari bersembunyi di lubang-lubang. Makanan kesukaannya adalah binatang yang ukurannya lebih kecil dari mulutnya. seperti anak katak. ikan. dan binatang lainnya. Pencegahan ular sawah dapat dilakukan dengan memagar pematang dengan pagar bambu yang rapat. Sedangkan pemberantasan ular dilakukan dengan membunuh ular yang masuk ke kolam pemeliharan.
Ular sawah
PENYAKIT
Penyakit adalah organisme yang hidup dan berkembang dalam tubuh ikan sehingga organ tubuhnya terganggu. Dengan terganggunya salah satu bagian tubuh maka terganggu pula anggota tubuh lainya. Timbulnya penyakit pada ikan dapat disebabkan oleh tiga faktor, yaitu lingkungan,  kondisi ikan,  dan adanya bakteri patogen. Ketiga faktor tersebut saling berhubungan. Ada beberapa penyakit yang biasa menyerang ikan bawal yaitu jamur, bintik putih, dan trichodiniasis.

a.  Jamur
Penyakit jamur pada ikan bawal disebabkan oleh jamur Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Selain menyerang bawal, Saprolegnia juga menyerang hampir semua jenis ikan air tawar, termasuk telurnya. Saprolegnia memiliki bentuk tubuh seperti benang halus, berwarna putih atau kadang berwarna cokelat. Pada serangan yang parah, benang tersebut tampak lebih panjang, banyak, dan padat. Timbulnya penyakit jamur dapat disebabkan oleh penanganan ikan yang kurang baik. Di samping itu, kurangnya pakan, suhu air dan kandungan oksigen yang rendah, kualitas telur yang kurang baik, serta kepadatan telur yang terlalu tinggi juga dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit ini.  Penyakit jamur dapat dicegah dengan beberapa cara, di antaranya dengan menjaga kualitas air agar tetap baik, menangani ikan atau telur dengan baik, memberi pakan tambahan yang cukup, dan tidak menebarkan telur yang terlalu padat. Apabila telah terjadi serangan, pengobatan dapat dilakukan dengan cara merendam ikan atau telur dalam malachitgreen 1 mg/1 selama 1 jam atau larutan Nad 5 g/1 selama 15 menit.
Ikan yang terken jamur Saprolegnia

b.  Penyakit bintik putih
Penyakit bintik putih (white spot) pada ikan bawal dan ikan air tawar lainnya biasanya disebabkan oleh parasit Ichthyopthirius mulcifilus.  Parasit  ini  termasuk  protozoa yang  memiliki  bulu  getar. Penyakit ini bisa menyerang hampir semua jenis ikan air tawar, terutama benihnya. Ikan yang terserang penyakit ini ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada permukaan tubuh sehingga bagian tersebut akan berwarna pucat. Tanda lainya yaitu ikan sering menggosok-gosokan tubuhnya pada dasar dan dinding kolam, serta sering terlihat megap-megap dan selalu berkumpul di sekitar air masuk.
Ikan bawal yang terkena penyakit whitespot

Usaha pencegahan terhadap penyakit bintik putih yaitu dengan cara menjaga kualitas air tetap baik, mempertahankan suhu air 28° C, dan menggunakan alat yang bersih. Adapun pengobatan yang dilakukan bila ikan telah terserang yaitu dengan merendam ikan dalam larutan formalin 25 ml/m2 yang dicampur dengan malachitgreen oxalate 0,15 g/m2 air selama 24 jam. Cara lain yang lebih praktis dan murah adalah dengan menyurutkan air kolam sampai 10 cm agar suhu air naik di atas 28° C. Keadaan ini dibiarkan selama 2 - 4 hari.

c.  Trichodiniasis
Penyakit trichodiniasis disebabkan oleh parasit yang disebut Trichodina sp. Trichodina termasuk parasit. Cara menyerangnya dengan menempelkan tubuhnya pada organ tubuh yang menjadi sasarannya. Ikan yang terserang ditandai dengan adanya luka atau kerusakan pada organ yang diserang dan ditandai dengan infeksi sekunder. Tanda klinisnya tidak tampak karena ukuran tubuhnya sangat kecil sehingga cara mendiagnosisnya hanya dengan mikroskop.
Ikan yang terkena Trichodiniasis
Usaha pencegahan terhadap penyakit ini dengan memberi pakan tambahan yang cukup dan bergizi tinggi, filterisasi, dan menaikan suhu air (dengan menyurutkan air kolam sampai 10 - 15 cm). Adapun pemberantasan yang dapat dilakukan dengan merendam ikan yang terserang dalam larutan NaCI 500 - 1000 mg/1 selama 24 jam atau dalam larutan formalin 25 mg/1 selama 24 jam.

Sumber : Aripudin, M.Tr.Pi. Pengendalian hama dan penyakit ikan bawal.

Semoga Bermanfaat...