Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Thursday, September 24, 2015

Bahan Alat Penangkap Ikan Dari Serat Buatan

Serat buatan (man mad fiber) atau dikenal juga dengan serat sintetis. Sintetis adalah suatu teknologi untuk suatu proses kimia dimana elemen-elemen kimia atau subtansi dasar digabung melalui suatu proses yang rumit sehingga terbentuk produk akhir yang betul-betul baru dengan penggunaan yang baru pula.
Benang
Serat buatan secara sintetis terbuat dari subtansi dasar seperti phenol, benzene, acetylene, prussic acid, chlorine, oleh karenanya disebut “synthetic fiber”.

Tahapan Pembuatan Serat Sintetis
Klust (173) menjelaskan bahwa tahapan pembuatan serat di prabrik secara umum melalui lima tahapan, yaitu :
  1. Penyediaan bahan baku
  2. Pembentukan  macro-molecules yang diperoleh dari  suatu proses kimia
  3. Polymerisasi (polymerization atau polycondensation)
  4. Pengubahan substansi menjadi serat dengan memilin lelehannya
  5. pemintalan serat untuk membentuk benang, sekaligus meningkatkan kekuatan putusnya.
Skema   proses  pembuatan  tali  dari  serat  alami  (hemp) sampai menjadi produk tali (Taito Synthetic Rope).
Skema proses pembuatan tali dari serat alami sampai menjadi produk tali

Skema  proses  pembuatan  tali  dari  sintetis  sampai menjadi produk tali (Taito Synthetic Rope).


Istilah - istilah

  1. Hackling : Proses membuang serat-serat yang keluar dari benang
  2. Silvering : Proses mengubah warna dari coklat kusam menjadi keperak-perakan
  3. Spinning : Proses memilin serat menjadi yarn
  4. Stranding : Proses memintal yarn menjadi twine atau rope
  5. Closing : Proses menggulung rope menjadi coil
  6. Inpection : Proses pengujian kualitas mutu
  7. Product : Hasil akhir berupa rope
  8. Joining : Proses penggabungan sejumlah serat untuk dipilin menjadi yarn
  9. Twisting : Proses pemintalan yarn menjadi strand
  10. Finishing : Proses pemintalan strand menjadi twine untuk pembuatan rope, dan proses penyimpulan pada pembuatan webbing
  11. Heat setting : Proses pendinginan dan pengencangan pintalan pada rope
Mesin pemroses bahan baku dan Mesin pemintal benang

Mesin pembuat tali anyam dan Mesin pembuat webbing grascel

Mesin pembuat webbing yang disimpul dan Proses pengencangan webbing

Contoh kemasan benang jaring

Kemasan benang nilon

Kemasan benang cotton

Kemasan benang PE

Berbagai macam sifat bahan dalam pembuatan BAPI :
  1. Berat jenis yang sesuai
  2. Kecepatan tenggelam
  3. Daya tahan terhadap tarikan
  4. Daya tahan terhadap gesekan
  5. Daya tahan terhadap pembusukan
  6. Elastisitas/kekenyalan
  7. Daya tahan terhadap pengaruh air laut





Tuesday, September 15, 2015

Bahan Alat Penangkap Ikan Dari Serat Alami Mineral


Serat mineral terbentuk secara alami, baik sebagai serat maupun modifikasi dari mineral. Serat mineral dapat dikategorikan sebagai berikut :
  1. Asbestos : Satu-satunya serat mineral yang terbentuk secara alami.  Jenisnya adalah serpentine (chrysotile), amphiboles (amosite, crocidolite, tremolite, actinolite, dan anthophyllite)
  2. Serat keramik (Ceramic fibers) : Glass fibers (Glass wool dan Quartz), aluminum oxide, silicon carbide, dan boron carbide.
  3. Serat metal (Metal fibers): Aluminum fibers 






Sumber : Materi Bahan Alat Tangkap Ikan, Yusrizal

Semoga Bermanfaat...

Thursday, September 10, 2015

Bahan Alat Penangkap Ikan Dari Serat Alami Hewani

Serat hewani (Animalfiber) umumnya sebagian besar  terdiri  dari  protein, yang  secara   langsung dapat digunakan adalah sutra (silk), bulu (hair/fur) atau dikenal dengan nama wool. Serat hewani yang umum diggunakan adalah yang berasal dari bulu.

Ulat Sutera dan Proses Pemintalan
Benang Sutera




Sumber : Materi Bahan Alat Tangkap Ikan, Yusrizal

Semoga Bermanfaat...

Monday, August 24, 2015

Bahan Alat Penangkap Ikan Dari Serat Alami Tumbuhan

Serat tumbuhan (Vegetable fibers) umumnya terdiri dari selulosa (cellulose) Contoh serat yang tergolong dalam serat tumbuhan diantaranya adalah Katun (cotton), linen, jute, flax, ramie, sisal, dan hemp. Serat selulosa digunakan dalam pembuatan kertas dan pakaian.

Kategori Serat Tumbuhan
1. Serat Bijian
Serat bijian dikumpulkan dari pembungkus biji seperti : kapas(cotton) dan kapuk. Contoh serat bijian yang masih digunakan saat ini adalah serat yang berasal dari kapas dan kapuk. Serat ini memiliki kekuatan putus yang lebih besar dibanding dengan serat tumbuhan lainnya.
Kapas

Serat Katun

Benang dan Rope Katun
Kapuk

Serat Kapuk dan Benang Kapuk
2. Serat Daunan
Serat daunan (Leaffiber) adalah serat yang dikumpulkan dari serat daunan seperti pandan, sisal dan agave.

Pohon Sisal

Tanaman Agave


3. Serat Kulit Pohon
Serat kulit (Skinfiber) adalah serat yang dikumpulkan dari bagian kulit luar (bast) batang Contoh serat kulit ini adalah jute, kenaf, hemp, ramie, rattan, termasuk pohon pisang.
Jute Putih (Choorcorus capsularis)



Serat Kenaf, Benang Kenaf dan Jaring Kenaf

Pohon dan Batang Hemp



Pencari Rotan dan Bubu Rotan
4. Serat Pohonan
Serat pohonan adalah serat yang berasal dari kulit atau batang tumbuhan seperti jerami padi, Jerami gandum, ilalang, termasuk batang bambu.

Benang Dari Pohon Pisang

Jaring dari kulit waru
Sumber : Materi Bahan Alat Tangkap Ikan, Yusrizal

Semoga Bermanfaat...

Thursday, August 6, 2015

Bahan Alat Penangkap Ikan : Serat Alami dan Serat Buatan

Bahan alat penangkap ikan adalah mencakup semua bahan yang digunakan untuk membentuk sebuah alat penangkap ikan, baik yang terbuat dari serat alami, serat buatan, metal, maupun kompon, termasuk juga bahan yang digunakan sebagai sarana penunjang untuk mengumpulkan ikan sebelum ditangkap.

Bahan alat penangkap ikan berasal dari serat alami dan serat buatan.

Serat Alami
Serat alami adalah serat yang terbuat dari bahan alami tanpa melalui proses kimia atau transformasi. Bagian‐bagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan alat penangkap ikan adalah dari bijian, bast, daun, dan buah.

Perlakuan yang diberikan hanya ditujukan untuk membuang serat‐serat yang tidak berguna, atau dilakukan proses perebusan, perendaman, penyamakan dan pengawetan, baik untuk melemaskan sehingga bahan tersebut mudah untuk dianyam atau dipintal maupun memperpanjang usia pakainya.   Sebagai contoh bahan tali yang terbuat dari kulit pohon waru harus direndam di dalam lumpur selama 5 – 6 hari, baru seratnya dapat digunakan.
Skema Klasifikasi Serat Alami
Sifat Serat Alami
  • Mudah membusuk
  • Terdiri dari staple fibres
  • Tidak dipengaruhi oleh sinar ultra violet
  • Tidak seberapa kuat
  • Menyerap air
  • Tidak mencair
  • Harganya murah


Serat Buatan
Serat buatan (man mad fiber) atau dikenal juga dengan serat sintetis. Sintetis adalah suatu teknologi untuk suatu proses kimia dimana elemen-elemen kimia atau subtansi dasar digabung melalui suatu proses yang rumit sehingga terbentuk produk akhir yang betul-betul baru dengan penggunaan yang baru pula.

Serat buatan secara sintetis terbuat dari subtansi dasar seperti phenol, benzene, acetylene, prussic acid, chlorine, oleh karenanya disebut “synthetic fiber”.

Kelebihan serat sintetis dibandingkan dengan serat alami untuk bahan alat penangkapan ikan adalah sebagai berikut :
  • Tidak membusuk
  • Memiliki kekuatan putus yang jauh lebih besar
  • Sedikit menyerap air
  • Densitas (specific gravity) yang lebih rendah
  • Ukuran diameter serat dapat diatur
  • Lebih tahan terhadap gesekan
  • Tidak terpengaruh oleh asam, alkalis, garam atau produk minyak (bensin, minyak tanah, minyak pengencer cat)


Sumber : Bahan Ajar Bahan Alat Penangkap Ikan : Supardi Ardidja

Semoga Bermanfaat...