Thursday, June 26, 2014

20 Fakta Unik Moluska Bermantel (Part 2)

Berikut merupakan lanjutan dari 20 Fakta Unik Moluska Bermantel :


  1. "Enteroctopus dofleini" (read: Giant Pacific Octopus) adalah gurita terbesar dengan ukuran 9.1 m dan berat 272 kg, layaknya gurita yang lain mereka bergerak menggunakan hyponome yang sama prinsipnya dengan mesin jet serta mampu meregenerasi tentakelnya yang ilang dalam waktu 6 minggu. Sementara itu, Hapalochlaena fasciata (read: Blue-lined Octopus) termasuk spesies gurita yang beracun juga dari genus yang beracun, disamping itu mereka juga memiliki sel chromatophore yang berfungsi untuk berkamuflase mengubah warna apabila terprovokasi menjadi kuning menyala dengan cincin atau garis biru.
    Keterangan : a) Enteroctopus dofleini, b) Hapalochlaena fasciata
  2. "Arion rufus" (read: Red Slug), "Arion vulgaris" (read: Spanish Slug) dan "Arion Ater" (read: Black Slug) adalah tiga kawanan pemegang rekor keong darat terbesar tanpa cangkang dengan ukuran 7-14 cm, 8-12 cm dan 10-15 cm. Uniknya, keong ini bernafas dengan pneumostome yang berada pada bagian kanan mantelnya dan juga termasuk hewan hermaprodit serta mampu menghasilkan mucus yang mengandung enzim antiseptik lysozyme, immunoglobulins, garam inorganik, dan protein lactoferrin serta glycoproteins, meskipun begitu mampu menyebabkan penyakit terutamanya berhubungan dengan infeksi viral seperti flu, sinusitis dan demam. Uniknya lagi, meskipun terlihat kecil, mereka mampu mengangkat beban dengan berat 10x beratnya, jadi secara hitungan kasar, andaikan kita memiliki berat 65 kg maka mampu mengangkat beban 650 kg.
    Keterangan : a) Arion rufus, b) Arion vulgaris, c) Arion ater
  3. "Janthina janthina" (read: Bubble Raft) dapat ditemui hampir di semua lautan di dunia, uniknya siput ini memerangkap gelembung air dalam cangkangnya agar mempertahankan posisinya yang melayang dengan permukaan air, sehingga menyebabkannya dapat mengembara ribuan kilometer dengan memanfaatkan arus pasang dan gelombang tanpa sekalipun menyentuhkan badannya ke dasar laut. Uniknya, dari perilaku moluskan dengan tinggi sekitar 40 mm ini menyebabkan seumur hidupnya yang puluhan tahun, penuh dengan aktivitas berselancar atau berjalan di air sepanjang hidup.
    Janthina janthina
  4. Tidak perlu diragukan lagi bahwa "Achitina fulica" (read: Giant African Snail) adalah keong darat terbesar dengan tinggi 7 cm dan panjang 20 cm yang masuk daftar sebagai 100 hewan yang berbahaya karena wabahnya. Menurut penelitian, keong ini mengandung banyak sekali parasit seperti Aelurostrongylus abstrusus, Angiostrongylus cantonensis (menyebabkan eosinophilic meningoencephalitis), Angiostrongylus costaricensis (menyebabkan abdominal angiostrongyliasis), Schistosoma mansoni (menyebabkan schistosomiasis), Trichuris spp., Hymenolepis spp. dan Strongyloides spp. yang ditemukan di kotoran juga atau saat sekresi mucus. Keong ini juga dapat menyebabkan meningitis serius pada manusia.
    Achitina fulica
  5. Begitu sering kita mendengar tentang dogeng dimana siput mampu berlari dengan sangat kencangnya, bahkan pilem terbaru dari Dreamwork yaitu Turbo sedikit banyak menjelaskan fenomena tersebut. Adalah "Helix aspersa" (read: Garden Snail) sedikit banyak merealisasikan hal tersebut, siput ini adalah yang tercepat dari semuanya, mampu berjalan dengan kecepatan 60 cm dalam 3 menit (20 cm/menit), atau sekitar 2 km dalam waktu 5,5 hari. Mungkin terlihat sepele, tapi kalau kita sesuaikan dengan skala tubuh mereka yang tak lebih dari 20-35 mm dengan berat cangkang 25-40 g (40% berat cangkang) maka, manusia yang memiliki tinggi sekitar 160 cm (skala 1:80), dan berat 40 kg sambil merangkak, maka akan mampu berlari kencang sambil membawa beban 10 kg, memiliki kecepatan sekitar 16-18 m/menit atau 1 km/jam, sungguh rekor fantastis untuk seorang tentara katak. Uniknya, garam dan gula sangat berbahaya bagi keong yang dapat menyebabkan mereka keracunan, selain itu mereka menggunakan seni menyentuh untuk menarik pasangannya, meskipun mereka hermaprodit tetap memerlukan pasangan untuk melangsungkan perkawinan.
    Helix aspersa
  6. Sungguh luar biasa, "Dreissena polymorphs" (read: Zebra Mussel) 500 juta telur setiap tahunnya, dimana moluska ini berukuran 5,1 cm dan dapat bertahan selama 7 hari di luar air. Termasuk moluska yang berbahaya karena agresifitasnya yang parasit, karena memiliki potensi untuk merusak ekologi dan lingkungan, bukti berbahanya remis ini adalah kolonisasi mereka terhadap Great Lakes, Lake Erie dan Lake St. Claire di Amerika Serikat. Bahkan cangkangnya yang sangat tajam yang mengandung detritus mampu memotong kaki ataupun minimal melukainya. Kemudian, bayangkan saja apa jadinya kalau 500 juta telur tersebut berkembang biak dengan kelipatan yang sama dalam jangka waktu sepuluh tahun saja, maka akan ada total (secara hitungan kasar saja);
    sementara volume bumi sekitar 8.695.377.657.617 km3 kalau kita ubah ke cm3 maka menjadi 8,7 x 10e27 cm3 mengindikasikan bahwa siput ini bukan hanya menjadi parasite bagi makhluk hidup tapi bumi seluruhnya. Beruntungnya meskipun mereka memiliki banyak telur, namun persentase kelahirannya begitu sangat sangat kecil.
    Dreissena polymorphs
  7. "Protothaca staminea" (read: Pacific Littleneck Clam) memiliki keunikan yaitu bersembunyi dengan menggali tanah dengan kedalaman mencapai 10 cm sehingga warna kulit kerang tersebut akan banyak terpengaruhi oleh sedimen ataupun pasir tempat mereka bersembunyi. Kerang ini juga termasuk yang dapat dimakan. Selain itu, kerang ini memanfaatkan 2 sifonnya untuk makan, ketika air masuk melalui sifon yang pertama maka oksigen masuk ke dalam insang, namun makanan juga terperangkap melalui rambut kecil yaitu cilia terutamanya plankton. Sehingga tanpa perlu berusaha keras kerang mampu menikmati makanannya.
    Protothaca staminea
  8. "Tridacna squamosa" (read: Fluted Giant Clam) spesies kerang yang melakukan symbiosis dengan zooxanthellae dari jenis alga yang melakukan fotosinstesis sehingga segala nutrisi tercukupi untuk yang sangat lama berupa glukosa, glycerol dan asam amino. Sementara itu, keunikan lainnya adalah kerang ini selalunya hidup dengan menempel dengan substrat, batu ataupun permukaan yang solid, sehingga apabila dipaksa lepas maka akan kerang ini akan mengalami kerusakan yang sangat parah. Kerang ini juga memiliki kelebihan menyaring air menjadi partikel2 yang kecil dan murni.
    Tridacna squamosa
  9. Octopus vulgaris (read: Common Octopus) adalah spesies gurita dengan besar 25 cm namun tentakelnya mencapai 1 m, merupakan moluska yang paling sering digunakan untuk hal penelitian. Uniknya gurita berenang secara terbalik dengan kepala terlebih dahulu, selain itu mereka juga mampu mengeluarkan tinta yang pekat (mengandung melanin) untuk menghalau musuhnya bahkan melakukan autotomi yaitu memutuskan tentakelnya untuk menipu dan mengejutkan predator. Keunikan lainnya adalah mereka memanfaatkan statocyst (struktur yang mengandung mineral dan rambut sensitif) untuk mengeluarkan suara. Gurita ini dapat mendengar suara meskipun di air pada 400 Hz dan 1000 Hz, dan yang paling baik pada 600 Hz. Uniknya ada jenis gurita yang berjalan dengan tentakel mereka, seperti pada "Adopus aculeatus" (read: Algae Octopus) yang berukuran 25 cm ini melakukan kamuflase dengan alga sekitarnya sehingga menyerupai cangkang gastropoda.
    Keterangan : a) Octopus vulgaris, b) Adopus aculeatus
  10. Dunia kesehatan sedang giat meneliti mengenai hilang ingatan dan juga sistem saraf, uniknya sel neuron dari "Aplysia dactylomela" (read: Spotted Sea Hare) sangat membantu dalam bidang Electrophysiology dan Neurological yang berkaitan dengan jaringan. Moluska ini memiliki ukuran yang mencecah 410 mm dengan rata2 berada pada kedalaman 3-40 m pada perairan dangkal, dan juga mengeluarkan tinta dan opaline layaknya gurita namun mengandung toksin yang berbahaya.
    Aplysia dactylomela
Sumber : kaskus.co.id

Semoga Bermanfaat...

1 komentar:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete