Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Tuesday, May 12, 2015

Bubu : Alat Tangkap Ikan Yang Ramah Lingkungan

Bubu adalah alat tangkap yang umum dikenal dikalangan nelayan, yang berupa jebakan, dan bersifat pasif. Bubu sering juga disebut perangkap “ traps “ dan penghadang “ guiding barriers “.
Beberapa bubu yang digunakan di Indonesia
Jenis - Jenis Bubu :
  1. Bubu Dasar (Ground Fish Pots).: Bubu yang daerah operasionalnya berada di dasar perairan.
    Bubu yang dipasang didasar laut
  2. Bubu Apung (Floating Fish Pots): Bubu yang dalam operasional penangkapannya diapungkan.
  3. Bubu Hanyut (Drifting Fish Pots) : Bubu yang dalam operasional penangkapannya dihanyutkan. 
Disamping ketiga bubu yang disebutkan di atas, terdapat beberapa jenis bubu yang lain seperti : 
  1. Bubu Jermal : Termasuk jermal besar yang merupakan perangkap pasang surut (tidal trap). 
  2. Bubu Ambai.: Disebut juga ambai benar, bubu tiang, termasuk pasang surut ukuran kecil. 
  3. Bubu Apolo.:Hampir sama dengan bubu ambai, bedanya ia mempunyai 2 kantong, khusus menangkap udang rebon.
Konstruksi Bubu
  • Badan (body): Berupa rongga, tempat dimana ikan-ikan terkurung. 
  • Mulut (funnel): Berbentuk seperti corong, merupakan pintu dimana ikan dapat masuk tidak dapat keluar. 
  • Pintu: Bagian tempat pengambilan hasil tangkapan
Hasil Tangkapan Bubu 
Hasil tangkapan bubu tergantung pada jenis alat  tangkap bubu itu sendiri. Adapun jenisnya yaitu udang kualitas baik, seperti Kwe (Caranx spp), Baronang (Siganus spp), Kerapu (Epinephelus spp), Kakap ( Lutjanus spp), kakatua (Scarus spp), Ekor kuning (Caeslo spp), Ikan Kaji (Diagramma spp), Lencam (Lethrinus spp), udang penaeld, udang barong, kepiting, rajungan, tembang, japuh, julung-julung, torani, kembung, selar, ikan torani, ikan terbang (flying fish).

Alat Bantu Penangkapan Yang Digunakan Pada Bubu
  1. Umpan: Umpan diletakkan di dalam bubu yang akan dioperasikan. Umpan yang dibuat disesuaikan dengan jenis ikan ataupun udang yg menjadi tujuan penangkapan. 
  2. Rumpon: Pemasangan rumpon berguna dalam pengumpulan ikan. 
  3. Pelampung: Penggunaan pelampung membantu dalam pemasangan bubu, dengan tujuan agar memudahkan mengetahui tempat-tempat dimana bubu dipasang. 
  4. Perahu: Perahu digunakan sebagai alat transportasi dari darat ke laut (daerah tempat pemasangan bubu). 
  5. Katrol: Membantu dalam pengangkatan bubu. Biasanya penggunaan katrol pada pengoperasian bubu jermal.
Sumber : Materi Pelatihan Penangkapan Ikan

Semoga Bermanfaat...











Friday, May 8, 2015

Pencegahan Penyebaran Penyakit Ikan

Dalam usaha budidaya ikan air tawar, menjaga ikan agar tetap sehat adalah salah satu kunci sukses budidaya. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kekebalan dan daya tahan tubuh ikan, namun pada prinsipnya pencegahan dapat ditinjau berbagai pendekatan lingkungan, inang dan pathogen.
Ikan yang sehat
Upaya pencegahan penyakit ikan dapat dimulai dari induk ikan tersebut dengan cara Membuat program peningkatan kualitas induk melalui seleksi/breeding/transgenik dalam rangka memproduksi induk unggul dan tahan penyakit, serta pemberian suplemen seperti vaksin, imunostimulan, probiotik dan pakan sehat (Vit C, mikronutrien).

Pada benih ikan upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan cara pemberian Vaksin, Suplemen serta penaganan/handling yang tepat pada saat pengangkutan, penebaran, pemberian pakan maupun pada saat panen.

Dalam upaya pengendalian penyakit terdapat 2 cara takni secara eksternal/Ofensif dan internal/defensif.

1. Secara Eksternal/Ofensif: Menekan resiko infeksi pathogen
  • Desinfektan
  • Garam krosok
  • Abate
  • Fitofarmaka (daun pepaya, badotan,…)
  • Probiotik (menekan bakteri merugikan): utk lingkungan
2. Secara Internal/Defensif: bertahan (meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh)

  • Vaksin: hydrovac utk Aeromonas hydrophila
  • Vitamin C atau multi vitamin dan mineral
  • Immunostimulan: ragi, chromium yeast, fitofarmaka (bawang putih, meniran, mengkudu)
  • Rekayasa Genetik: gen MHC (Major Histocompatibility Complex) materi genetik spesifik untuk daya tahan terhadap penyakit)
Bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan dan kesehatan ikan :

  1. Vaksin : Memberikan kekebalan tubuh melalui pembentukan antibodi spesifik
  2. Imunostimulan : Merangsang kekebalan non-spesifik, misal: aktivitas fagositosis (sel pembunuh kuman)
  3. Vitamin C untuk ikan : Mencegah kelainan tulang pd benih, Meningkatkan ketahanan thd penyakit, Mengurangi pengaruh stress, Mempercepat penyembuhan luka, Mempercepat pertumbuhan.
  4. Probiotik : Meningkatkan kecernaan (daya cerna)

Sumber : Materi Pelatihan Budidaya Perikanan

Semoga Bermanfaat...






Monday, May 4, 2015

Penyakit Jamur Saprolegnia Pada Ikan

Infeksi jamur pada ikan dalam akuarium biasanya disebabkan oleh jamur dari genus Spaprolegnia dan Achyla. Jamur biasanya hanya akan menyerang jaringan luar tubuh ikan yang rusak sebagai akibat luka atau penyakit lain. Jamur dapat pula menyerang telur ikan. Selain karena luka, kehadiran jamur dapat pula disebabkan atau dipicu oleh kondisi air akuarium yang buruk, baik secara fisik maupun kimia. Ikan-ikan berusia tua diketahui sangat rentan terhadap infeksi jamur. Pada saat ini, dengan banyaknya fungisida (obat anti jamur), maka serangan jamur sedikit banyak akan dapat ditangani dengan lebih mudah.
Saprolegnia
Ikan yang terserang jamur Saprolegnia

Deskripsi umum :
Achlya sp. dan Saprolegnia sp. dapat menginfeksi telur dan ikan.

Gejala Klinis :
  • Adanya hypha (benang-benang putih/coklat seperti kapas)
  • Terjadi pada ikan yang terluka atau telur

Sumber : Materi pelatihan budidaya perikanan

Semoga bermanfaat...