Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Thursday, June 30, 2016

Mengenal Mangrove : Avicennia officinalis L.

Nama setempat : Api-api, api-api daun lebar, api-api ludat, sia-sia putih, papi, api-api kacang, merahu, marahuf.

Deskripsi umum : Pohon, biasanya memiliki ketinggian sampai 12 m, bahkan kadang-kadang sampai 20 m. Pada umumnya memiliki akar tunjang dan akar nafas yang tipis, berbentuk jari dan ditutupi oleh sejumlah lentisel. Kulit kayu bagian luar memiliki permukaan yang halus berwarna hijau-keabu-abuan sampai abu-abu-kecoklatan serta memiliki lentisel.
Pohon Avicennia officinalis L.
Daun : Berwarna hijau tua pada permukaan atas dan hijau-kekuningan atau abu-abukehijauan di bagian bawah. Permukaan atas daun ditutupi oleh sejumlah bintikbintik kelenjar berbentuk cekung. Unit & Letak: sederhana & berlawanan. Bentuk: bulat telur terbalik, bulat memanjang-bulat telur terbalik atau elipsbulat memanjang. Ujung: membundar, menyempit ke arah gagang. Ukuran: 12,5 x 6 cm.
Daun Avicennia officinalis L.
Bunga : Susunan seperti trisula dengan bunga bergerombol muncul di ujung tandan, bau menyengat. Daun mahkota bunga terbuka tidak beraturan, semakin tua warnanya semakin hitam, seringkali tertutup oleh rambut halus dan pendek pada kedua permukaannya. Letak: di ujung atau ketiak tangkai/tandan bunga. Formasi: bulir (2-10 bunga per tandan). Daun Mahkota: 4; kuning-jingga, 10- 15 mm. Kelopak Bunga: 5. Benang sari: 4; lebih panjang dari daun mahkota bunga.
Bunga Avicennia officinalis L.
Buah : Bentuk seperti hati, ujungnya berparuh pendek, warna kuning kehijauan. Permukaan buah agak keriput dan ditutupi rapat oleh rambut-rambaut halus yang pendek. Ukuran: Sekitar 2x3 cm.
Buah Avicennia officinalis L.
Ekologi : Tumbuh di bagian pinggir daratan rawa mangrove, khususnya di sepanjang sungai yang dipengaruhi pasang surut dan mulut sungai. Berbunga sepanjang tahun.

Penyebaran : Tersebar di seluruh Indonesia. Juga tersebar dari India selatan sampai Malaysia dan Indonesia hingga PNG dan Australia timur.

Kelimpahan : Umum.

Manfaat : Buah dapat dimakan. Kayunya dapat digunakan sebagai kayu bakar. Getah kayu dapat digunakan sebagai bahan alat kontrasepsi.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, June 29, 2016

Mengenal Mangrove : Avicennia marina (Forsk.) Vierh.

Nama setempat : Api-api putih, api-api abang, sia-sia putih, sie-sie, pejapi, nyapi, hajusia, pai.

Deskripsi umum : Belukar atau pohon yang tumbuh tegak atau menyebar, ketinggian pohon mencapai 30 meter. Memiliki sistem perakaran horizontal yang rumit dan berbentuk pensil (atau berbentuk asparagus), akar nafas tegak dengan sejumlah lentisel. Kulit kayu halus dengan burik-burik hijau-abu dan terkelupas dalam bagian-bagian kecil. Ranting muda dan tangkai daun berwarna kuning, tidak berbulu.

Pohon Avicennia marina (Forsk.) Vierh.
Daun : Bagian atas permukaan daun ditutupi bintik-bintik kelenjar berbentuk cekung. Bagian bawah daun putih- abu-abu muda. Unit & Letak: sederhana & berlawanan. Bentuk: elips, bulat memanjang, bulat telur terbalik. Ujung: meruncing hingga membundar. Ukuran: 9 x 4,5 cm.
Daun Avicennia marina (Forsk.) Vierh.
Bunga : Seperti trisula dengan bunga bergerombol muncul di ujung tandan, bau menyengat, nektar banyak. Letak: di ujung atau ketiak tangkai/tandan bunga. Formasi: bulir (2-12 bunga per tandan). Daun Mahkota: 4, kuning pucat-jingga tua, 5-8 mm. Kelopak Bunga: 5. Benang sari: 4.
Bunga Avicennia marina (Forsk.) Vierh.
Buah : Buah agak membulat, berwarna hijau agak keabu-abuan. Permukaan buah berambut halus (seperti ada tepungnya) dan ujung buah agak tajam seperti paruh. Ukuran: sekitar 1,5x2,5 cm.
Buah Avicennia marina (Forsk.) Vierh.
Ekologi : Merupakan tumbuhan pionir pada lahan pantai yang terlindung, memiliki kemampuan menempati dan tumbuh pada berbagai habitat pasang-surut, bahkan di tempat asin sekalipun. Jenis ini merupakan salah satu jenis tumbuhan yang paling umum ditemukan di habitat pasang-surut. Akarnya sering dilaporkan membantu pengikatan sedimen dan mempercepat proses pembentukan tanah timbul. Jenis ini dapat juga bergerombol membentuk suatu kelompok pada habitat tertentu. Berbuah sepanjang tahun, kadang-kadang bersifat vivipar. Buah membuka pada saat telah matang, melalui lapisan dorsal. Buah dapat juga terbuka karena dimakan semut atau setelah terjadi penyerapan air.

Penyebaran : Tumbuh di Afrika, Asia, Amerika Selatan, Australia, Polynesia dan Selandia Baru. Ditemukan di seluruh Indonesia.

Kelimpahan : Melimpah.

Manfaat : Daun digunakan untuk mengatasi kulit yang terbakar. Resin yang keluar dari kulit kayu digunakan sebagai alat kontrasepsi. Buah dapat dimakan. Kayu menghasilkan bahan kertas berkualitas tinggi. Daun digunakan sebagai makanan ternak.

Catatan : Sedang dilakukan revisi taksonomi. Backer & Bakhuizen van den Brink (1963-8) hanya menyebutkan varietas A. intermedia (Griff.) Bakh.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Tuesday, June 28, 2016

Mengenal Mangrove : Avicennia lanata (Ridley)

Nama setempat : Api-api, sia-sia

Deskripsi umum : Belukar atau pohon yang tumbuh tegak atau menyebar, dapat mencapai ketinggian hingga 8 meter. Memiliki akar nafas dan berbentuk pensil. Kulit kayu seperti kulit ikan hiu berwarna gelap, coklat hingga hitam.
Pohon Avicennia lanata (Ridley)
Daun : Memiliki kelenjar garam, bagian bawah daun putih kekuningan dan ada rambut halus. Unit & Letak: sederhana & berlawanan. Bentuk: elips. Ujung: membundar – agak meruncing. Ukuran: 9 x 5 cm.
Daun Avicennia lanata (Ridley)
Bunga : Bergerombol muncul di ujung tandan, bau menyengat. Letak: di ujung atau ketiak tangkai/ tandan bunga. Formasi: bulir (8-14 bunga). Daun Mahkota: 4, kuning pucat-jingga tua, 4-5 mm. Kelopak Bunga: 5. Benang sari: 4.
Bunga Avicennia lanata (Ridley)
Buah : Buah seperti hati, ujungnya berparuh pendek dan jelas, warna hijau-agak kekuningan. Permukaan buah berambut halus (seperti ada tepungnya). Ukuran: sekitar 1,5 x 2,5 cm.
Buah Avicennia lanata (Ridley)
Ekologi : Tumbuh pada dataran lumpur, tepi sungai, daerah yang kering dan toleran terhadap kadar garam yang tinggi. Diketahui (di Bali dan Lombok) berbunga pada bulan Juli - Februari dan berbuah antara bulan November hingga Maret.

Penyebaran : Kalimantan, Bali, Lombok, Semenanjung Malaysia, Singapura.

Kelimpahan : Tidak diketahui.

Manfaat : Kayu bakar dan bahan bangunan.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Monday, June 27, 2016

Mengenal Mangrove : Avicennia eucalyptifolia

Nama Setempat : Tidak diketahui.

Deskripsi Umum : Semak atau pohon dengan ketinggian mencapai 17 meter. Kulit kayu luar halus bercoreng-coreng, berwarna coklat kekuningan atau hijau, mengelupas pada bagian-bagiannya yang tipis. Kulit kayu bagian dalam berwarna seperti jerami padi sampai coklat pucat. Kayu berwarna putih sampai seperti jerami.

Pohon Avicennia eucalyptifolia
Daun : Permukaan bagian atas hijau muda sampai hijau tua atau hijau kecoklatan dan kuning kehijauan pada bagian bawah. Unit & Letak: sederhana, berlawanan. Bentuk: bulat memanjang. Ujung: meruncing. Ukuran: 4-16 cm x 1-4 cm.
Daun Avicennia eucalyptifolia
Bunga : Tandan bunga membesar di ujung dengan panjang sampai 2,5 cm. Bunga berdiameter 3-4 mm. Letak: di ujung. Formasi: bulir. Daun Mahkota: warna putih, kuning atau merah muda. Kelopak Bunga: hijau pucat, panjang 2-5 mm, bagian luar berambut pendek. Benang sari: berwarna ungu tua hingga coklat.

Buah : Setengah bagian atas dari bakal buah memiliki bulu. Buah berwarna kuning kehijauan, tidak memiliki mulut buah yang nyata. Ukuran: Panjang kurang dari 3 cm.

Ekologi : Tumbuh di pulau-pulau lepas pantai yang berkarang, dan juga pada bagian pinggir atau tengah daratan dari rawa mangrove. Seperti jenis lain pada genus ini, mereka seringkali bersifat vivipar.

Penyebaran : Tercatat di Irian Jaya dan PNG.

Kelimpahan : Umum.

Manfaat : Digunakan sebagai kayu bangunan dan kayu bakar.

Catatan : Bunganya mirip bunga Avicennia marina.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Friday, June 24, 2016

Mengenal Mangrove : Avicennia alba Bl.

Nama setempat : Api-api, mangi-mangi putih, boak, koak, sia-sia

Deskripsi umum : Belukar atau pohon yang tumbuh menyebar dengan ketinggian mencapai 25 m. Kumpulan pohon membentuk sistem perakaran horizontal dan akar nafas yang rumit. Akar nafas biasanya tipis, berbentuk jari (atau seperti asparagus) yang ditutupi oleh lentisel. Kulit kayu luar berwarna keabu-abuan atau gelap kecoklatan, beberapa ditumbuhi tonjolan kecil, sementara yang lain kadangkadang memiliki permukaan yang halus. Pada bagian batang yang tua, kadangkadang ditemukan serbuk tipis.
Pohon Avicennia alba Bl.
Daun : Permukaan halus, bagian atas hijau mengkilat, bawahnya pucat. Unit & Letak: sederhana & berlawanan. Bentuk: lanset (seperti daun akasia) kadang elips. Ujung: meruncing. Ukuran: 16 x 5 cm.
Daun Avicennia alba Bl.
Bunga : Seperti trisula dengan gerombolan bunga (kuning) hampir di sepanjang ruas tandan. Letak: di ujung/pada tangkai bunga. Formasi: bulir (ada 10-30 bunga per tandan). Daun Mahkota: 4, kuning cerah, 3-4 mm. Kelopak Bunga: 5. Benang sari: 4.
Bunga Avicennia alba Bl.
Buah : Seperti kerucut/cabe/mente. Hijau muda kekuningan. Ukuran: 4 x 2 cm.
Buah Avicennia alba BL.
Ekologi : Merupakan jenis pionir pada habitat rawa mangrove di lokasi pantai yang terlindung, juga di bagian yang lebih asin di sepanjang pinggiran sungai yang dipengaruhi pasang surut, serta di sepanjang garis pantai. Mereka umumnya menyukai bagian muka teluk. Akarnya dilaporkan dapat membantu pengikatan sedimen dan mempercepat proses pembentukan daratan. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Genus ini kadang-kadang bersifat vivipar, dimana sebagian buah berbiak ketika masih menempel di pohon.

Penyebaran : Ditemukan di seluruh Indonesia. Dari India sampai Indo Cina, melalui Malaysia dan Indonesia hingga ke Filipina, PNG dan Australia tropis.

Kelimpahan : Melimpah.

Manfaat : Kayu bakar dan bahan bangunan bermutu rendah. Getah dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Buah dapat dimakan.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Thursday, June 23, 2016

Mengenal Mangrove : Amyema mackayense (Blake.) Dans.

Nama setempat : Tidak tahu.

Deskripsi umum : Parasit epifit dengan batang halus yang membesar pada bagian buku serta memiliki banyak cabang.

Daun : Daun berbentuk seperti sendok lebar dengan gagang daun sepanjang 6-15 cm. Unit & Letak: sederhana & bersilangan. Bentuk: bulat telur. Ujung: membundar. Ukuran: 2,5-4 x 1,5-2,5 cm.
Pohon dan Daun Amyema mackayense (Blake.) Dans.
Bunga : Kepala sari panjangnya 1,5 mm. Tangkai benang sari yang menopang kepala sari berukuran 3-5 mm.
Bunga Amyema mackayense (Blake.) Dans.
Buah : Buah elips, dikelilingi oleh daun kelopak bunga yang berurutan.
Buah Amyema mackayense (Blake.) Dans.
Ekologi : Parasit eksklusif pada mangrove.

Distribusi : Australia Utara, Papua New Guinea dan dekat Merauke (Irian Jaya).

Kelimpahan : Melimpah setempat.

Manfaat : Belum diketahui.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, June 22, 2016

Mengenal Mangrove : Amyema gravis Dans.

Nama setempat : Tidak tahu.

Deskripsi umum : Hemi-parasit, biasanya menggantung, panjangnya 0,5-1 m.

Daun : Memiliki daun yang tebal. Unit & Letak: sederhana dan berlawanan. Bentuk: bulat telur terbalik. Ujung: membundar. Ukuran: panjang hingga 5 cm.

Daun Amyema gravis Dans.
Bunga : Tandan bunga tumbuh soliter pada ketiak daun. Setiap tandan memiliki 2-3 gagang yang berisi bunga. Daun mahkota bunga berwarna merah serta pangkal berwarna kuning-kehijauan.
Bunga Amyema gravis Dans.
Buah : Tidak diketahui.
Buah Amyema gravis Dans.
Ekologi : Hemi-parasit pada Avicennia, Rhizophora dan Sonneratia. Perbungaan sepanjang tahun.

Distribusi : Malaysia, Kalimantan, Kepulauan Kangean dan Jawa Timur.

Kelimpahan : Melimpah setempat.

Manfaat : Tidak tahu.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Tuesday, June 21, 2016

Mengenal Mangrove : Amyema anisomeres Dans.

Nama setempat : Tidak tahu.

Deskripsi umum : Epifit parasit, halus, memiliki percabangan bulat. Daun : Daun tersebar, pangkal daun menyempit pada gagang yang panjangnya 8 - 10 mm. Unit & Letak: sederhana & bersilangan. Bentuk: bulat memanjang hingga lanset. Ujung: meruncing. Ukuran: 5,5-8,5 x 1,5-3 cm.
Pohon Amyema anisomeres Dans.
Bunga : Tandan bunga terdapat secara tunggal atau berpasangan. Gagang bunga bulat, panjang 4-7 mm. Letak: di ketiak daun. Formasi: payung (3 bunga). Daun Mahkota: merah muda, hampir silindris, panjang 19-20 mm, dengan 4 atau 5 daun mahkota tumpul berukuran 3,5 mm. Kelopak Bunga: berbentuk corong, panjang 2,5 mm. Benang sari: panjangnya 1,5 mm; kepala sari bulat panjang.
Bunga Amyema anisomeres Dans.
Buah : Tidak diketahui
Buah Amyema anisomeres Dans.
Ekologi : Hanya terkoleksi satu kali pada pohon Rhizophora.

Distribusi : Mungkin sangat terbatas, karena hanya terkolesi satu kali di Kampung Lato-u dekat Malili, Sulawesi Selatan. Mungkin endemik di Sulawesi.

Kelimpahan : Mungkin sangat langka.

Manfaat : Tidak diketahui.

Catatan : Satu dari sedikit tumbuhan mangrove endemik di Indonesia.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Monday, June 20, 2016

Mengenal Mangrove : Aegiceras floridum R.& S.

Nama Setempat : Mange-kasihan

Deskripsi umum : Semak atau pohon kecil yang selalu hijau dan tumbuh lurus dengan ketinggian mencapai 4 m. Akar menjalar di permukaan tanah. Kulit kayu bagian luar berwarna abu-abu hingga coklat, bercelah dan memiliki sejumlah lentisel.
Pohon Aegiceras floridum R.& S.
Daun : Berkulit, bagian atas terang dan hijau mengkilat; bagian bawah hijau pucat kadang kemerahan. Kelenjar pembuangan garam terletak pada permukaan daun dan gagangnya. Unit & Letak: sederhana & bersilangan. Bentuk: bulat telur terbalik. Ujung: membundar. Ukuran: 3-6 cm.

Bunga : Dalam satu tandan terdapat banyak bunga yang bergantungan seperti lampion masing-masing tangkai/gagang bunga panjangnya 4-6 mm. Letak: di ujung tandan/tangkai bunga. Formasi: payung. Daun Mahkota: 5; putih, ditutupi rambut pendek halus; 4 mm. Kelopak bunga: 5; putih- hijau.
Bunga Aegiceras floridum R.& S.
Buah : Buah berwarna hijau hingga merah, bentuk agak lurus. Buah berisi satu biji memanjang dan cepat rontok. Ukuran: panjang 3 cm dan diameter 0,7 cm.
Buah Aegiceras floridum R.& S.
Ekologi : Tumbuh di daerah mangrove, pada tepi pantai berpasir hingga tepi sungai, tercatat pula tumbuh pada substrat berkarang. Toleran terhadap salinitas yang tinggi. Pengetahuan tentang jenis ini sangat terbatas. Perbungaan terjadi sepanjang tahun.

Penyebaran : Kalimantan Utara, Jawa Timur, Bali, Maluku, Sulawesi, seluruh Filipina hingga Indo Cina.

Kelimpahan : Jarang dan tersebar.

Manfaat : Belum diketahui.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Friday, June 17, 2016

Mengenal Mangrove : Aegiceras corniculatum (L.) Blanco

Nama setempat : Teruntun, gigi gajah, perepat tudung, perpat kecil, tudung laut, duduk agung, teruntung, kayu sila, kacangan, klungkum, gedangan, kacang-kacangan.

Deskripsi umum : Semak atau pohon kecil yang selalu hijau dan tumbuh lurus dengan ketinggian pohon mencapai 6 m. Akar menjalar di permukaan tanah. Kulit kayu bagian luar abu-abu hingga coklat kemerahan, bercelah, serta memiliki sejumlah lentisel.
Pohon Aeiceras corniculatum (L.) Blanco
Daun : Daun berkulit, terang, berwarna hijau mengkilat pada bagian atas dan hijau pucat di bagian bawah, seringkali bercampur warna agak kemerahan. Kelenjar pembuangan garam terletak pada permukaan daun dan gagangnya. Unit & Letak: sederhana & bersilangan. Bentuk: bulat telur terbalik hingga elips. Ujung: membundar. Ukuran: 11 x 7,5 cm.
Daun Aegiceras corniculatum (L.) Blanco
Bunga : Dalam satu tandan terdapat banyak bunga yang bergantungan seperti lampion, dengan masing-masing tangkai/gagang bunga panjangnya 8-12 mm. Letak: diujung tandan/tangkai bunga. Formasi: payung. Daun Mahkota: 5; putih, ditutupi rambut pendek halus; 5-6 mm. Kelopak Bunga: 5; putih - hijau.
Bunga Aegiceras corniculatum (L.) Blanco
Buah : Buah berwarna hijau hingga merah jambon (jika sudah matang), permukaan halus, membengkok seperti sabit,. Dalam buah terdapat satu biji yang membesar dan cepat rontok. Ukuran: panjang 5-7,5 cm dan diameter 0,7 cm.
Buah Aegiceras corniculatum (L.) Blanco
Ekologi : Memiliki toleransi yang tinggi terhadap salinitas, tanah dan cahaya yang beragam. Mereka umum tumbuh di tepi daratan daerah mangrove yang tergenang oleh pasang naik yang normal, serta di bagian tepi dari jalur air yang bersifat payau secara musiman. Perbungaan terjadi sepanjang tahun, dan kemungkinan diserbuki oleh serangga. Biji tumbuh secara semi-vivipar, dimana embrio muncul melalui kulit buah ketika buah yang membesar rontok. Biasanya segera tumbuh sekelompok anakan di bawah pohon dewasa. Buah dan biji telah teradaptasi dengan baik terhadap penyebaran melalui air.

Penyebaran : Sri Lanka, Malaysia, seluruh Indonesia, Papua New Guinea, Cina selatan, Australia dan Kepulauan Solomon.

Kelimpahan : Umum, di beberapa daerah agak melimpah, seringkali tumbuh dalam kelompok besar.

Manfaat : Kulit kayu yang berisi saponin digunakan untuk racun ikan. Bunga digunakan sebagai hiasan karena wanginya. Kayu untuk arang. Daun muda dapat dimakan.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Thursday, June 16, 2016

Mengenal Mangrove : Aegialitis annulata R.Br.

Nama setempat : Tidak tahu.

Deskripsi umum : Semak kecil, umumnya memiliki ketinggian 1,5-3 meter, kadang-kadang dijumpai sebagai pohon sampai 7 meter tingginya. Biasanya memiliki akar yang menjalar pada permukaan tanah, dan ranting dengan goresan berbentuk cincin. Kadang-kadang memiliki akar tunjang. Kulit kayu bagian luar berwarna hitam, halus dan kemudian bercelah sejalan dengan bertambahnya umur. Diameter batang sampai 20 cm, bengkak pada bagian pangkal dan memiliki tekstur seperti busa.
Pohon Aegialitis annulata R.Br
Daun : Terdapat lobang longitudinal dan kelenjar garam. Gagang daun panjangnya 8 cm. Unit & Letak: sederhana & bersilangan. Bentuk: lanset seperti pedang. Ujung: meruncing. Ukuran: 6-9 x 2-5 cm.
Daun Aegialitis annulata R.Br
Bunga : Tandan bunga yang asimetris memiliki banyak bunga. Letak: di ujung tandan/tangkai bunga. Formasi: payung (ada banyak bunga). Daun Mahkota: 5; putih kadang abu-abu pucat, tumpang tindih; 5-8 mm. Kelopak Bunga: 5; bentuk tabung; 7-8 mm.
Bunga Aegialitis annulata R.Br
Buah : Buah berbentuk kapsul melengkung, memiliki 5 sudut, berwarna kemerahan ketika telah matang. Ukuran: 3-4 x 4-5 cm.
Buah Aegialitis annulata R.Br
Ekologi : Tumbuh pada daerah mangrove terbuka sebagai individu yang terpisah atau dalam kelompok kecil. Juga tumbuh pada daerah yang lebih berpasir dan berkarang serta tergenang oleh air dengan salinitas yang sama dengan air laut (pada akhir musim kering). Penyerbukan dilaporkan dibantu oleh semut. Di Australia, perbungaan terjadi pada bulan September - November, sedangkan buah yang matang tumbuh pada bulan Januari - Maret.

Penyebaran : Kepulauan Sunda kecil, Maluku, PNG dan Australia Utara.

Kelimpahan : Umum.

Manfaat : Memiliki kandungan tanin yang sangat tinggi, akan tetapi penggunaannya belum pernah dilaporkan.

Catatan : A. annulata dan A. rotundifolia memiliki daerah penyebaran yang tidak bersambung. A. rotundifolia terdapat di Bangladesh, Burma, Thailand dan Kepulauan Andaman, pada mangrove yang rendah dengan substrat lumpur. Bunga dari kedua jenis tumbuhan ini memiliki perbedaan karakteristik yang tidak terlalu penting.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, June 15, 2016

Mengenal Mangrove : Acrostichum speciosum Willd.

Nama Setempat : Piai Lasa.

Deskripsi Umum : Ferna tanah, membentuk tandan yang kasar dengan ketinggian hingga 1,5 m. Sisik pada akar rimpang panjangnya hingga 8 mm.
Pohon Acrostichum speciosum Wild.
Daun : Sangat mencolok, pada umumnya panjangnya kurang dari 1 m dan memiliki pinak daun fertil berwarna karat pada bagian ujungnya, tertutup secara seragam oleh sporangia besar. Pinak daun berukuran kira-kira 28 x 10 cm. Pinak daun yang steril memiliki ujung lebih kecil dan menyempit. Jenis ini berbeda dengan A.aureum dalam hal ukuran pinak daunnya yang lebih kecil dan ujungnya meruncing, permukaan bagian bawah pinak daun yang fertil berwarna coklat tua dan ditutupi oleh sporangia, serta daun mudanya berwarna hijau-kecoklatan. Peruratan daun berbentuk jaring. Sisik luas, panjang hingga 1 cm, hanya terdapat di bagian pangkal daun. Sisik menebal di bagian tengah. Spora besar dan berbentuk tetrahedral.
Daun Acrostichum speciosum Wild.
Ujung Pinak Daun Acrostichum speciosum Wild.
Ekologi : Ferna tahunan. Tumbuh pada areal mangrove yang lebih sering tergenang oleh pasang surut. Khususnya tumbuh pada gundukan lumpur yang “dibangun” oleh udang dan kepiting. Biasanya menyukai areal yang terlindung. Daun yang fertil dihasilkan pada bulan Agustus hingga April. “Kecambah” (sebenarnya “bibit spora”) berlimpah pada bulan Januari hingga April (di Jawa).
Spora Acrostichum speciosum Wild.
Penyebaran : Asia dan Australia tropis. Di seluruh Indonesia.

Kelimpahan : Melimpah setempat.

Manfaat : Daun digunakan sebagai alas kandang ternak.


Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Tuesday, June 14, 2016

Mengenal Mangrove : Acrostichum aureum Linn.

Nama Setempat : Piai raya, mangrove varen, hata diuk, paku cai, kala keok, wikakas, krakas, wrekas, paku laut.

Deskripsi Umum : Ferna berbentuk tandan di tanah, besar, tinggi hingga 4 m. Batang timbul dan lurus, ditutupi oleh urat besar. Menebal di bagian pangkal, coklat tua dengan peruratan yang luas, pucat, tipis ujungnya,bercampur dengan urat yang sempit dan tipis.
Pohon Acrostichum aureum Linn
Daun : Panjang 1-3 m, memiliki tidak lebih dari 30 pinak daun. Pinak daun letaknya berjauhan dan tidak teratur. Pinak daun terbawah selalu terletak jauh dari yang lain dan memiliki gagang yang panjangnya 3 cm. Ujung daun fertil berwarna coklat seperti karat. Bagian bawah dari pinak daun tertutup secara seragam oleh sporangia yang besar. Ujung pinak daun yang steril dan lebih panjang membulat atau tumpul dengan ujung yang pendek. Duri banyak, berwarna hitam. Peruratan daun menyerupai jaring. Sisik yang luas, panjang hingga 1 cm, hanya terdapat di bagian pangkal dari gagang, menebal di bagian tengah. Spora besar dan berbentuk tetrahedral.
Daun Acrostichum aureum Linn

Ujung pinak daun Acrostichum aureum Linn
Spora Acrostichum aureum Linn
Ekologi : Ferna tahunan yang tumbuh di mangrove dan pematang tambak, sepanjang kali dan sungai payau serta saluran. Tingkat toleransi terhadap genangan air laut tidak setinggi A.speciosum. Ditemukan di bagian daratan dari mangrove. Biasa terdapat pada habitat yang sudah rusak, seperti areal mangrove yang telah ditebangi yang kemudian akan menghambat tumbuhan mangrove untuk beregenerasi. Tidak seperti A.speciosum, jenis ini menyukai areal yang terbuka terang dan disinari matahari.

Penyebaran : Pan-tropis. Terdapat di seluruh Indonesia.

Kelimpahan : Sangat melimpah setempat.

Manfaat : Akar rimpang dan daun tua digunakan sebagai obat. Daun digunakan sebagai dan alas ternak. Daun mudanya dilaporkan dimakan di Timor dan Sulawesi Utara.

Catatan : Seringkali keliru dengan A.speciosum. Secara umum, A.aureum lebih tinggi, dan individu mudanya lebih kemerahan dibandingkan dengan A.speciosum yang kecoklatan. Pengenalan yang paling mudah adalah dengan melihat ujung daunnya. A.aureum pada umumnya agak tumpul, tetapi dengan titik yang kecil, sementara pada A.speciosum runcing-memanjang.


Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Monday, June 13, 2016

Mengenal Mangrove : Acanthus ilicifolius L.

Nama Setempat : Jeruju hitam, daruyu, darulu.

Deskripsi Umum : Herba rendah, terjurai di permukaan tanah, kuat, agak berkayu, ketinggian hingga 2 m. Cabang umumnya tegak tapi cenderung kurus sesuai dengan umurnya. Percabangan tidak banyak dan umumnya muncul dari bagian-bagian yang lebih tua. Akar udara muncul dari permukaan bawah batang horizontal.

Daun : Dua sayap gagang daun yang berduri terletak pada tangkai. Permukaan daun halus, tepi daun bervariasi: zigzag/bergerigi besar-besar seperti gergaji atau agak rata dan secara gradual menyempit menuju pangkal. Unit & letak: sederhana, berlawanan. Bentuk: lanset lebar. Ujung: meruncing dan berduri tajam. Ukuran: 9-30 x 4-12 cm.
Daun A. ilicifolius L
Bunga : Mahkota bunga berwarna biru muda hingga ungu lembayung, kadang agak putih. Panjang tandan bunga 10-20 cm, sedangkan bunganya sendiri 5-4 cm. Bunga memiliki satu pinak daun penutup utama dan dua sekunder. Pinak daun tersebut tetap menempel seumur hidup pohon. Letak: di ujung. Formasi: bulir.
Bunga A. ilicifolius L
Buah : Warna buah saat masih muda hijau cerah dan permukaannya licin mengkilat. Bentuk buah bulat lonjong seperti buah melinjo. Ukuran: buah panjang 2,5-3 cm, biji 10 mm.
Buah A. ilicifolius L
Ekologi : Biasanya pada atau dekat mangrove, sangat jarang di daratan. Memiliki kekhasan sebagai herba yang tumbuh rendah dan kuat, yang memiliki kemampuan untuk menyebar secara vegetatif karena perakarannya yang berasal dari batang horizontal, sehingga membentuk bagian yang besar dan kukuh. Bunga kemungkinan diserbuki oleh burung dan serangga. Biji tertiup angin, sampai sejauh 2 m. Di Bali berbuah sekitar Agustus.

Distribusi : Dari India hingga Australia tropis, Filipina dan Kepulauan Pasifik barat. Terdapat di seluruh Indonesia.

Kelimpahan : Umum.

Manfaat : Buah ditumbuk dan digunakan untuk “pembersih” darah serta mengatasi kulit terbakar. Daun mengobati reumatik. Perasan buah atau akar kadang-kadang digunakan untuk mengatasi racun gigitan ular atau terkena panah beracun. Biji konon bisa mengatasi serangan cacing dalam pencernaan. Pohon juga dapat digunakan sebagai makanan ternak.

Catatan : Terdapat kecenderungan untuk memperlakukan A. ebracteatus, A. ilicifolius dan A. volubilis sebagai satu jenis.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...

Friday, June 10, 2016

Mengenal Mangrove : Acanthus ebracteatus Vahl

Nama setempat : Jeruju Putih

Deskripsi Umum : A. ebracteatus hampir sama dengan A. ilicifolius , tetapi seluruh bagiannya lebih kecil.

Daun : Pinggiran daun umumya rata kadang bergerigi seperti A. ilicifolius. Unit & Letak: Sederhana, berlawanan. Bentuk: lanset. Ujung: meruncing. Ukuran: 7-20 x 4 -10 cm.
Daun A. ebracteatus
Bunga : Mahkota bunga berwarna biru muda hingga ungu lembayung cerah, kadang agak putih di bagian ujungnya. Panjang tandan bunga lebih pendek dari A. ilicifolius, sedangkan bunganya sendiri 2-2,5 cm. Bunga hanya mempunyai satu pinak daun utama, karena yang sekunder biasanya cepat rontok. Letak: di ujung. Formasi: bulir.
Bunga A. ebracteatus
Buah : Warna buah saat masih muda hijau cerah dan permukaannya licin mengkilat. Bentuk buah bulat lonjong seperti buah melinjo. Ukuran: Buah panjang 2,5 - 3 cm, biji 5-7 mm.
Buah A. ebracteatus
Ekologi : Ketika tumbuh bersamaan dengan A. ilicifolius keduanya memperlihatkan adanya karakter yang berbeda sebagaimana diuraikan dalam deskripsi, akan tetapi sering sekali membingungkan. Berbunga pada bulan Juni.

Distribusi : Dari India sampai Australia Tropis, Filipina, dan Kepulauan Pasifik Barat. Terdapat di seluruh Indonesia.

Kelimpahan : Umum.

Manfaat : Buah digunakan sebagai “pembersih” darah serta untuk mengatasi kulit terbakar. Daun mengobati reumatik. Perasan buah atau akar kadang-kadang digunakan untuk mengatasi racun gigitan ular atau terkena panah beracun. Biji konon bisa mengatasi serangan cacing dalam pencernaan.

Catatan : Terdapat kecenderungan untuk memperlakukan A.ebracteatus, A.ilicifolius dan A.volubilis sebagai satu jenis.

Sumber : Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.2006.

Semoga Bermanfaat...