Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Monday, May 22, 2017

Hama Ikan : Pengganggu

Hama ikan penganggu adalah adalah organisme atau aktivitas lain diluar ikan budidaya yang keberadaannya dapat mengganggu ikan budidaya. Hewan tersebut dapat merusak pematang (menjadi bocor atau lubang), merobek saringan pada pintu pemasukan,serta merusak atau melubangi bahan-bahan kayu atau jaring. Kebocoran kolam menyebabkan surutnya air kolam, dan banyak benih ikan yang keluar/lolos. Perlakuan manusia yang kurang baik dalam mengelola ikan dapat dikategorikan sebagai pengganggu, seperti saat sampling yang tidak sesuai aturan atau cara panen yang kurang baik.

Selain hewan yang bisa menjadi pengganggu dalam kegiatan budidaya ikan, aktifitas manusia juga bisa menjadi pengganggu kegiatan budidaya bahkan dampaknya bisa lebih parah dari yang diakibatkan hama lain yakni pencuri ikan.
Ilustrasi pencuri [sumber]

Penanganannya : Pengawasan, pemagaran, pemberian ranting di kolam.

Sumber : Materi Pelatihan Penanganan Hama Penyakit Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Friday, May 19, 2017

Hama Ikan : Kompetitor

PENGERTIAN
Hama ikan kompetitor adalah organisme yang menimbulkan persaingan dalammendapatkan oksigen, pakan dan ruang gerak. Kompetitor yang sering menyebabkan terjadinya persaingan dalam memperoleh pakan adalah ikan mujair (Tilapia mossambica).

Spesies ikan mujair ini selain rakus juga mudah berkembangbiak, sehingga populasinya di dalam kolam akan meningkat dengan cepat, sehingga ikan budidaya menjadi terganggu, lambat pertumbuhannya dan dapat menyebabkan kematian.

Masuknya hama ikan kompetitor selain dapat menyebabkan terjadinya persaingan untuk mendapatkan pakan juga akan menyebabkan terjadinya kompetisi untuk memperoleh oksigen dan ruang gerak, sehingga kompetisi yang terjadi adalah kompetisi biological requirement, yakni ruang dan makanan. Contoh hama kompetitor lainnya adalah jenis katak (pada fase berudu), keong, dan sebagainya.

PENANGANAN HAMA IKAN KOMPETITOR
1. Keong Mas
Keong mas [sumber]

















Penanganannya : Pengeringan kolam, pemasangan saringan inlet, penangkapan langsung, meracun ikan gabus pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

2. Berudu / Kecebong
Berudu / Kecebong [sumber]















Penanganannya : Pengeringan kolam, pemasangan saringan inlet, penangkapan langsung, meracun ikan gabus pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

Sumber : Materi Pelatihan Penanganan Hama Penyakit Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, May 17, 2017

Hama Ikan : Predator

PENGERTIAN
Hama ikan yang bersifat predator secara harfiah dirtikan sebagai pemangsa. Pada dasarnya predator adalah binatang yang sifatnya karnivora (pemakan daging) dengan cara memangsaatau menyantap targetnya. Predator sejatinya selalu memiliki ukuran tubuhyanglebih besar dari mangsanya atau jika predatornya berukuran kecil, biasanya memiliki “senjata” yang mematikan seperti bisa, racun dan sejenisnya.

Predator yang berukuran jauh lebih besar dari mangsanya, biasanya memangsa santapan dalam jumlah banyak dan biasanya dilakukan berkali-kali. Predator ini hidup menetap di kolam atau di lingkungan sekitar areal budidaya walaupun ada juga yang sekedar mampir di areal budidaya tersebut dalam rangka mencari makan atau bermigrasi (berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya). Jenisnya dapat berupa ikan yang lebih besar, hewan air jenis lain, hewan darat dan beberapa jenis serangga/insekta air. Contohnya ikan tagih ( Mystus nemurus ), lele (Clarias batrachus), kakap ( Lates calcarifer), bulan-bulan (Megalops cyprinides), ikan gabus atau pemangsa lainnya seperti linsang, ular atau burung (seperti bangau, kuntul, blekok, ibis, burung raja udang, dan sebagainya, anjing, katak pada fase dewasa dan lain-lain.

PENANGANAN HAMA IKAN

1. Yuyu / Kepiting
Yuyu / Kepiting Sawah [sumber]













Penanganannya : Perencanaan kolam, menangkap dan membunuhnya, menaburkan sekam padi pada lubang yuyu.

2. Ikan Gabus
Ikan Gabus [sumber]



















Penanganannya : Pengeringan kolam, pemasangan saringan inlet, penangkapan langsung, meracun ikan gabus pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

3. Belut dan Ular
Belut Sawah [sumber]



















Penanganannya : Menjaga kebersihan kolam, penembokan pematang, penangkapan langsung, meracun belut/ular pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

4. Burung Udang
Burung Udang [sumber]



















Penanganannya : Pengawasan kolam, menutup area kolam dengan jaring, memberi penghalang dari pita kaset.

5. Kini - Kini (Larva Capung)
Kini - Kini (Larva Capung) [sumber]



















Penanganannya : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air

6. Ucrit (Larva Cybister)
Ucrit (Larva Cybister) [sumber]

















Penanganannya : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air

7. Bebeasan (Notonecta)
Bebeasan [sumber]
















Penanganannya : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air

Sumber : Materi Pelatihan Penanganan Hama dan Penyakit Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Monday, May 15, 2017

Hama Ikan dan Penanganannya

Sumber penyakit yang sering menyerang ikan di kolam dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  1. Hama,
  2. Parasiter, dan
  3. Non-parasiter.
Hama adalah hewan yang berukuran lebih besar dan mampu menimbulkan gangguan pada ikan, yangterdiri dari predator, kompetitor, dan pencuri. Parasiter adlaah penyakit yangdisebabkan oleh aktifitas organisme parasit, seperti virus, bakteri, jamur, protozoa,dan udang renik. Non-parasiter adalah penyakit yang disebabkan oleh lingkungan,pakan, dan keturunan (Suwarsito dan Mustafidah, 2011).

Parasit adalah organisme yang hodup pada organisme lain dan mendapat keuntungan dari hasil simbiosenya sedangkan inang dirugikan. Parasit memiliki dua siklus hidup yakni suklus hidup langsung (hanya satu inang dan tidak membutuhkan inang antara) dan siklus hidup tidak langsung (memerlukan lebih dari satu inang) kemudian parasit menginvasi dengan cara kontak langsung, infeksi melalui pencernaan, phoresis, penetrasi parasit melalui kulit.

Hama dan penyakit ikan adalah semua mikroorganisme yang secara langsung maupun tidak langsungdapat menginfeksi tubuh ikan sekaligus dapat menimbulkan gangguan kehidupanikan normal sampai dapat menimbulkan kematian (Anshary, 2006).

Dalam pembahasan blog kali ini akan membahas secara khusus mengenai HAMA IKAN.

PENGERTIAN HAMA
Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme,dalam praktik istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan.

Suatu hewan juga dapat disebut hama jika menyebabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran penyakit dalam habitat manusia. Contohnya adalah organisme yang menjadi vektor penyakit bagi manusia, seperti tikus dan lalat yang membawa berbagai wabah, atau nyamuk yang menjadi vektor malaria (Aulia, 1991).

Hama ikan merupakan masalah yang sering dihadapi peternak ikan. Kerugian yang ditimbulkan akibat serangan itu sangat besar. Berdasarkan pengamatan dan penelitian, munculnya hama karena faktor lingkungan seperti air, tanah dan cuaca yang tidak mendukung pertumbuhan dan kesehatan ikan (Leonardo, 2010).
Hama yang sering menyerang ikan

SIFAT - SIFAT HAMA IKAN
  1. Predator adalah Hama adalah organisme pengganggu yang dapat memangsa, membunuh dan mempengaruhi produktivitas ikan, baik secara langsung maupun secara bertahap. Selengkapnya silahkan baca disini : 
  2. Kompetitor adalah organisme yang menimbulkan persaingan dalam mendapatkan oksigen, pakan dan ruang gerak. Selengkapnya silahkan baca disini :
  3. Pengganggu adalah organisme atau aktivitas lain diluar ikan budidaya yang keberadaannya dapat mengganggu ikan budidaya. Selengkapnya silahkan baca disini :
PENANGANAN HAMA IKAN SECARA UMUM
Menurut Gusrina (2008) ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama terhadap ikan :
  1. Pengeringan dan pengapuran kolam sebelum digunakan. Dalam pengapuran sebaiknya dosis pemakaiannya diperhatikan atau dipatuhi.
  2. Pada pintu pemasukan air dipasang saringan agar hama tidak masuk ke dalamkolam. Saringan air pemasukan ini berguna untuk menghindari masuknya kotoran dan hama ke dalam kolam budidaya.
  3. Secara rutin melakukan pembersihan disekitar kolam pemeliharaan agar hama seperti siput atau trisipan tidak dapat berkembang biak disekitar kolam budidaya. Untuk menghindari adanya hama ikan, dilakukan pemberantasan hama dengan menggunakan bahan kimia. Akan tetapi penggunaan bahan kimia ini harus hati-hati hal ini mengingat pengaruhnya terhadap lingkungan sekitarnya. Bahan kimia sintetis umumnya sulit mengalami penguraian secara alami, sehingga pengaruhnya (daya racunnya) akan lama dan dapat membunuh ikan yang sedang dipelihara. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan bahan pemberantas hama yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti ekstrak akar tuba, biji teh, daun tembakau,dan lain-lain. Bahan ini efektif untuk membunuh hama yang ada dalam kolam dan cepat terurai kembali menjadi netral (Gusrina, 2008).

Sumber : Lathifah. 2015. Hama Ikan dan Pengendaliannya. Universitas Jenderal Soedirman

Semoga Bermanfaat...

Friday, May 12, 2017

Pemliharaan Alat Tangkap Ikan


Dalam melakukan perawatan alat tangkap merupakan hal yang harus dilakukan oleh nelayan karena perawatan alat yang baik dapat memperpanjang umur alat tangkap sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktifitas alat tangkap ikan.
Perawatan Alat Tangkap Ikan [sumber]
Kerusakan atau penurunan kekuatan alat penangkap ikan disebabkan oleh :
  1. Pengaruh mekanis
  2. Perubahan sifat-sifat bahan karena reaksi kimia
  3. Pengerusakan oleh jasad-jasad renik
  4. Pengaruh alam
Kerusakan tidak dapat dicegah, tetapi hanya dapat menghambat yaitu memelihara dengan jalan mengawetkan agar tahan lama.

PEMELIHARAAN ALAT TANGKAP IKAN
  1. Menyimpan dalam tempat yang aman. Disimpan pada tempat yang bebas dari binatang mengerat dan bebas atau jauh dari sumber api. Perlu disimpan dalam gudang yang baik dan bersih serta jauh dari kemungkinan bahaya kebakaran.
  2. Menghindarkan dari sinar matahari terik. Bahan jaring hendaknya jangan dijemur dari sinar matahari langsung. Bila kena sinar matahari langsung akan menjadi lapuk.
  3. Alat yang baru dipakai hendaknya dicuci dengan air tawar, kemudian ditiriskan di tempat yang sejuk sampai kering. Kemudian baru diangkat dan dimasukkan dalam gudang.
  4. Tempat penyimpanan hendaknya bersih dari bekas minyak, bekas kotoran ikan dll. Hal ini untuk menghindari kerusakan secara kimia maupun jasad renik.
  5. Pemakaian alat dengan hati-hati.
  6. Terutama pada saat setting maupun hauling. Pastikan fishing ground aman dari batu karang, tonggak-tonggak dll.
  7. Bersihkan alat penangkap ikan dari sampah atau kotoran lain yang menempel, terutama gill net dan trawl.
  8. Memperbaiki kerusakan kecil sedini mungkin
Kerusakan awal kebanyakan disebabkan oleh :
  1. Pergesekan alat dengan benda lain (badan kapal dsb).
  2. Tersangkut oleh benda lain (karang, tonggak dll)
  3. Digigit atau kena sirip ikan atau gerakan ikan yang akan melepaskan diri.
  4. Sengaja disobek oleh nelayan (kerusuhan)Kerusakan tersebut biasanya disebut kerusakan mekanis. Hal ini harus segera diperbaiki. Kalau tidak akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah sehingga akan menurunkan hasil tangkapan
CARA PENGAWETAN ALAT TANGKAP IKAN
Tujuan umum pengawetan
1. Untuk mempertahankan agar alat dapat tahan lama
2. Penghematan biaya dan tenaga
3. Memperlancar operasional
Tujuan khusus pengawetan, yaitu menjaga dan mencegah kerusakan dari kerusakan mekanis, proses kimia, jasad renik dan pengaruh alam (terutama sinar matahari).

Cara pengawetan ada 2, yaitu :
  1. Secara tidak langsung, yaitu dengan jalan pemeliharaan.
  2. Secara langsung, yaitu : a). dengan cara mencegah kontaminasi;  b). dengan cara sterilisasi; c). dengan cara kombinasi.
1. Cara mencegah kontaminasi
Dilakukan dengan cara menyamak alat penangkap ikan dengan bahan penyamak. Tujuan penyamakan, yaitu bahan dapat terlindung oleh bahan penyamak dari kontaminasi bakteri atau jasad renik lainnya. Ada 3 bahan penyamak yang biasa digunakan oleh nelayan :
a. Bahan penyamak nabati : tingi, turi dsb
b. Bahan penyamak hewani : putih telur dan darah
c. Bahan penyamak kimia : ter, coffer dan napthenase

2. Cara sterilisasi
  1. Pengawetan secara ini hampir tidak pernah dilakukan oleh nelayan.
  2. Tujuannya adalah untuk membunuh mikroorganisme yang melekat pada alat penangkap ikan, agar tidak merusak
  3. Cara sterilisasi :
  • Menjemur alat pada panas matahari. Bahan jaring dari serat alam harus dijemur dengan sinar matahari terik, tetapi bahan dari serat sintetis tidak boleh dijemur dengan sinar matahari terik. Penjemuran pada serta alam untuk membunuh atau mencegah aktifitas miokroorganisme yang menempel pada alat jaring.
  • Perebusan. Alat direbus atau dimasukkan pada air yang mendidih, agar mikroorganisme yang menempel akan mati. Setelah direbus, lalu dijemur pada matahari sampai kering

3. Cara kombinasi. Secara tidak sadar cara ini paling banyak dilakukan oleh nelayan

Anda dapat mendownload materi penyuluhan perikanan dalam bentuk folder pada link berikut :

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, May 10, 2017

Manfaat Terumbu Karang Bagi Perikanan dan Manusia

Sebagai Negara kepulaun, Indonesia sudah dapat dipastikan mempunyai kekayaan yang beragam baik itu organisme yang ada diperairan maupun di daratan. Sebagai salah satu contoh yang berada di perairan adalah terumbu karang. Ekosistem terumbu karang merupaka bagian yang mempunyai arti penting dari keseluruhan sumberdaya perikanan Indonesia. Sebagai salah satu ekosistem yang hidup di dasar perairan laut dangkal terutama di daerah tropis. Ekosistem terumbu karang ini mempunyai produkstivitas organis yang sangat tinggi dibandingkan ekosistem lainnya, demikian juga keanekaragaman biota yang ada di dalamnya. Disamping itu sangat banyak jenis biota lainnya yang hidupnya mempunyai kaitan erat dengan karang. Kesemuanya terjalin dalam hubungan fungsional yang harmonis dalam satu ekosistem yang dikenal dengan ekosistem terumbu karang (Nontji, 1987).
Terumbu Karang [sumber]
Ekosistem terumbu karang yang masih utuh atau yang masih baik mempunyai nilai estetika yang sangat tinggi sehingga dapat menampilkan pemandangan yang sangat indah, jarang dapat ditandingi oleh ekosistem lainnya. (Nontji, 1987). 

KARAKTERISTIK TERUMBU KARANG
Terumbu karang merupakan ekosisten yang khas terdapat di tropis. Meskipun terumbu karang ditemukan di perairan dunia, tetapi hanya di daerah tropis terumbu karang dapat berkembang baik. Terumbu terbentuk dari endapan-endapan masif terutama kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organisme karang (filum Scnedaria, klas Anthozoa, ordo Maderporaria scleractinia), alga dan organisme-organisme lain yang mengeluarkan kalsium karbonat (Nybakken, 1982). 

Berdasarkan geomorfologinya, ekosistem terumbu karang dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu :
1. Terumbu karang tepi atau pantai (Fringing reef)
Terumbu karang tepi atau pantai berkembang disepanjang pantai, pada kedalam lebih kurang 40 m. Arah pertumbuhannya mendekati permukaan dan ke laut terbuka. Tingkat pertumbuhan terbaik di daerah yang cukup ombak. Namun diatara tepi luar dan tepi daratan karang batu cenderung menurun karena adanya perubahan suhu dan sedimentasi serta endapan-endapan ( Ikawati et al.,2001)
Karang Tepi

2. Terumbu karang penghalang (Barrier reef) 
Terumbu karang penghalang berada relatif jauh dari pantai yang dipisahkan oleh laguna yang dalamnya berkisar 4 – 75 m dan lebarnya puluhan kilometer. Walaupun karang penghalang terdapat di luar pantai, tetapi lebih banyak dijumpai sekitar pulau bergunung berapi. ( Ikawati et al.,2001)
Karang Penghalang
3. Terumbu karang cincin (Atol)
Atol merupakan terumbu karang yang bentuknya melingkar seperti cincin, mengitari globa yang didalamnya berkisar 40 -100 m. Atol ini bertumpuk pada dasar yang berada di luar batas karang batu dapat tumbuh. Karang cincin yang terkenal adalah terumbu karang cincin Cocos Keeling di Samudera Indonesia dan pulau-pulau Takabonerate (Nontji, 1987).
Karang Cincin
PARAMETER LINGKUNGAN UTAMA TERUMBU KARANG 
Nontji (1987) dalam  Dahuri et al., (2001) mengatakan bahwa distribusi dan stabilitas ekosistem terumbu karang bergantung pada beberapa parameter kualitas air , yaitu : 
1. Kecerahan
Radiasi sinar matahari memegang peranan penting dalm pembentukan karang. Penetrasi sinar menentukan kedalaman dimana proses fotosintsis terjadi pada organisme alga bentik dan zooxanthellae dari jaringan terumbu.  Sehingga distribusi vertikal terumbu karang hanya mencapaikedalam efektif sekitar 10 m dari permukaan laut. Hal ini disebabkan kebutuhan sinar matahari masih dapat terpenuhi pada kedalam tersebut.
2. Temperatur
Pada umumnya, terumbu karang secara optimal pada kisaran suhu antara 25 – 30oC, namun suhu diluar kisaran tersebut masih bisa di tolerir oleh spesies tertentu dari terumbu karang untuk dapat berkembang dengan baik. 

3. Salinitas 
Banyak spesies terumbu karang yang peka terhadap perubahan salinitas (naik turun) yang besar. Umumnya, terumbu karang tumbuh dengan baik disekitar areal pesisir pada slinitas 30 -35 o/oo. 

4. Kecepatan arus air, sirkulasi dan sedimentas
Adanya kondisi sedimentasi yang tinggi, akan menyebabkan turunya kualitas terumbu karang. Hal ini dapat diterangkan dengan adanya suspensi dan sedimentasi yang mengganggu respirasi dari terumbu karang. Salain itu dapat mengganggu kebiasaan makan terumbu karang. 


PEMANFAATAN TERUMBU KARANG
Manfaat-manfaat ekosistem terumbu karang, lebih lanjut antara lain : 
1. Sebagai penahan ombak.
Adanya tutupan karang yang sangat bermanfaat untuk penahan hempasan ombak ke pantai sehingga pengikisan pantai dapat dihindari. Dalam kondisi normal. Gelombang air dan energi akan dipecah dan diredam oleh karang. Apabila karang terkikis terus menerus, abrasi pantai tidak dapat dielakkan lagi. Akibat lebih jauh dari abrasi adalh berubahnya garis pantai. Oleh karena itu bila ada pantai yang sudah terkikis alangkah baiknya segera dilakukan pencegahan dengan membuat pecag ombak dari batu beton yang dicor. 

2. Sumber makanan.
Ikan karang, penyu, udang, baronang, oktopus, conches, kerang, oyster, dan rumput laut merupakan sumber makanan bagi manusia yang banyak terdapat di ekosistem terumbu karang, dan banyak dimanfaatkan oleh para nelayan, baik untuk dikonsumsi maupun di jual (supriharyono, 2000). 
3. Sebagai obat-obatan
Berbagai jenis alga atau ganggang tumbuh di daerah paparan (reef falt). Pertama kali, ganggang di kenal oleh bangsa cina pada tahun 2700 SM, di zaman kekaisaran Shen Nung. Mereka mempergunakan sebagai bahan maka dan obat-obatan. Diperairan indonesia , menurut Nontji (1987) ditemukan 782 spesies rumput laut diperairan Indonesia, yang terdiri dari 179 alga hijau, 134 alga coklat, dan 452 alga merah. Rumput laut ini selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan.

4. Wisata bahari
Di sektor wisata, laut merupakan salah satu pemikat wisatawan asing maupun domestik. Seperti diketahui, dengan luas laut 2/3 dibanding daratan, indonesia mempunyai potensi untuk mengembangkan sektor wisata bahari dengan memanfaatkan keindahan laut yang dimilikinya. ;emerintah melakukan program pengembangan pelayaran pesisir, wisata selam dan sejenisnya yang menyuguhkan keindahan bawah laut. Namun tidak boleh diabaikan, secara logis, sumber wisata bahari sangat peka dan rentan terhadap kerusakan. Laut dengan segala potensinya, termasuk terumbu karang dan ekosistemnya yang hidup perlu mendapat perlindungan.


Anda dapat mendownload materi penyuluhan perikanan dalam bentuk folder pada link berikut :

Semoga Bermanfaat...

Monday, May 8, 2017

Download Materi Penyuluhan Perikanan : Folder

Berikut contoh media penyuluhan perikanan yang berbentuk folder yang dapat anda download :



No
Materi
Download
1.
Manfaat Terumbu Karang Bagi Indonesia
2.
Cara Membuat Pellet Ikan
3.
Cara Pemeliharaan Alat Tangkap Ikan
4.
Cara Pembuatan Kecap Ikan
5.
Cara Pembuatan Media Kultur Probiotik
6.
Cara Memilih Bibit Ikan Lele yang Baik
7.
Mengenal Multitester
8.
Sanitasi dan Higienis Produk Perikanan
9.
Wadah Produk Perikanan
10.
Analisa Usaha Pembesaran Ikan Patin
11.
Budidaya Bekicot
12.
Pemijahan Ikan Mas Koki
13.
Prinsip Memulai Usaha
14.
Cara Pembuatan Nugget Ikan Lele
15.
Cara Pemberian Pakan Ikan
16.
Budidaya Belut
17.
Budidaya Cacing Tanah
18.
Cara Pembuatan Kerupuk Ikan
19.
Budidaya Lobster Air Tawar
20.
Cara Pembuatan Bandeng Tanpa Duri
21.
Teknik Kultur Kutu Air
22.
Budidaya Ikan Gurame
23.
Budidaya Ikan Lele
24.
Budidaya Ikan Patin
25.
Budidaya Udang Galah
26.
Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok
27.
Pembenihan Ikan Lele
28.
Pengelolaan Kolam
29.
Budidaya Udang Bersama Padi
30.
Fungsi Gizi Dalam Pakan Ikan
31.
Cara Membuat Kastangel Ikan
32.
Budidaya Pakan Alami
33.
Bahan Alat Penangkap Ikan
34.
Klasifikasi Alat Penangkap Ikan
35.
Mengenal Mesin Kapal Perikanan
36.
Pentingnya Merawat Mesin Kapal Perikanan
37.
Cara Pembuatan Bandeng Crispy
38.
Cara Pembuatan Bandeng Isi
39.
Manfaat Mangrove
40.
Manfaat Padang Lamun

*file akan diupdate apabila ada materi penyuluhan perikanan dalam bentuk folder yang terbaru

Semoga Bermanfaat...