Wednesday, May 17, 2017

Hama Ikan : Predator

PENGERTIAN
Hama ikan yang bersifat predator secara harfiah dirtikan sebagai pemangsa. Pada dasarnya predator adalah binatang yang sifatnya karnivora (pemakan daging) dengan cara memangsaatau menyantap targetnya. Predator sejatinya selalu memiliki ukuran tubuhyanglebih besar dari mangsanya atau jika predatornya berukuran kecil, biasanya memiliki “senjata” yang mematikan seperti bisa, racun dan sejenisnya.

Predator yang berukuran jauh lebih besar dari mangsanya, biasanya memangsa santapan dalam jumlah banyak dan biasanya dilakukan berkali-kali. Predator ini hidup menetap di kolam atau di lingkungan sekitar areal budidaya walaupun ada juga yang sekedar mampir di areal budidaya tersebut dalam rangka mencari makan atau bermigrasi (berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya). Jenisnya dapat berupa ikan yang lebih besar, hewan air jenis lain, hewan darat dan beberapa jenis serangga/insekta air. Contohnya ikan tagih ( Mystus nemurus ), lele (Clarias batrachus), kakap ( Lates calcarifer), bulan-bulan (Megalops cyprinides), ikan gabus atau pemangsa lainnya seperti linsang, ular atau burung (seperti bangau, kuntul, blekok, ibis, burung raja udang, dan sebagainya, anjing, katak pada fase dewasa dan lain-lain.

PENANGANAN HAMA IKAN

1. Yuyu / Kepiting
Yuyu / Kepiting Sawah [sumber]













Penanganannya : Perencanaan kolam, menangkap dan membunuhnya, menaburkan sekam padi pada lubang yuyu.

2. Ikan Gabus
Ikan Gabus [sumber]



















Penanganannya : Pengeringan kolam, pemasangan saringan inlet, penangkapan langsung, meracun ikan gabus pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

3. Belut dan Ular
Belut Sawah [sumber]



















Penanganannya : Menjaga kebersihan kolam, penembokan pematang, penangkapan langsung, meracun belut/ular pada saat persiapan kolam : akar tuba (rotenone) 10 kg/ha, biji teh (saponin) 150-200 kg/ha, tembakau (nikotin) 200 – 400 kg/ha.

4. Burung Udang
Burung Udang [sumber]



















Penanganannya : Pengawasan kolam, menutup area kolam dengan jaring, memberi penghalang dari pita kaset.

5. Kini - Kini (Larva Capung)
Kini - Kini (Larva Capung) [sumber]



















Penanganannya : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air

6. Ucrit (Larva Cybister)
Ucrit (Larva Cybister) [sumber]

















Penanganannya : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air

7. Bebeasan (Notonecta)
Bebeasan [sumber]
















Penanganannya : Hindari penggunaan pupuk kandang berlebih, memasang saringan pada inlet, penangkapan langsung pada malam (fototaksis positif),  kurangi padat tebar benih, penyemprotan minyak tanah diatas permukaan air

Sumber : Materi Pelatihan Penanganan Hama dan Penyakit Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

0 komentar:

Post a Comment