Wednesday, May 10, 2017

Manfaat Terumbu Karang Bagi Perikanan dan Manusia

Sebagai Negara kepulaun, Indonesia sudah dapat dipastikan mempunyai kekayaan yang beragam baik itu organisme yang ada diperairan maupun di daratan. Sebagai salah satu contoh yang berada di perairan adalah terumbu karang. Ekosistem terumbu karang merupaka bagian yang mempunyai arti penting dari keseluruhan sumberdaya perikanan Indonesia. Sebagai salah satu ekosistem yang hidup di dasar perairan laut dangkal terutama di daerah tropis. Ekosistem terumbu karang ini mempunyai produkstivitas organis yang sangat tinggi dibandingkan ekosistem lainnya, demikian juga keanekaragaman biota yang ada di dalamnya. Disamping itu sangat banyak jenis biota lainnya yang hidupnya mempunyai kaitan erat dengan karang. Kesemuanya terjalin dalam hubungan fungsional yang harmonis dalam satu ekosistem yang dikenal dengan ekosistem terumbu karang (Nontji, 1987).
Terumbu Karang [sumber]
Ekosistem terumbu karang yang masih utuh atau yang masih baik mempunyai nilai estetika yang sangat tinggi sehingga dapat menampilkan pemandangan yang sangat indah, jarang dapat ditandingi oleh ekosistem lainnya. (Nontji, 1987). 

KARAKTERISTIK TERUMBU KARANG
Terumbu karang merupakan ekosisten yang khas terdapat di tropis. Meskipun terumbu karang ditemukan di perairan dunia, tetapi hanya di daerah tropis terumbu karang dapat berkembang baik. Terumbu terbentuk dari endapan-endapan masif terutama kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organisme karang (filum Scnedaria, klas Anthozoa, ordo Maderporaria scleractinia), alga dan organisme-organisme lain yang mengeluarkan kalsium karbonat (Nybakken, 1982). 

Berdasarkan geomorfologinya, ekosistem terumbu karang dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu :
1. Terumbu karang tepi atau pantai (Fringing reef)
Terumbu karang tepi atau pantai berkembang disepanjang pantai, pada kedalam lebih kurang 40 m. Arah pertumbuhannya mendekati permukaan dan ke laut terbuka. Tingkat pertumbuhan terbaik di daerah yang cukup ombak. Namun diatara tepi luar dan tepi daratan karang batu cenderung menurun karena adanya perubahan suhu dan sedimentasi serta endapan-endapan ( Ikawati et al.,2001)
Karang Tepi

2. Terumbu karang penghalang (Barrier reef) 
Terumbu karang penghalang berada relatif jauh dari pantai yang dipisahkan oleh laguna yang dalamnya berkisar 4 – 75 m dan lebarnya puluhan kilometer. Walaupun karang penghalang terdapat di luar pantai, tetapi lebih banyak dijumpai sekitar pulau bergunung berapi. ( Ikawati et al.,2001)
Karang Penghalang
3. Terumbu karang cincin (Atol)
Atol merupakan terumbu karang yang bentuknya melingkar seperti cincin, mengitari globa yang didalamnya berkisar 40 -100 m. Atol ini bertumpuk pada dasar yang berada di luar batas karang batu dapat tumbuh. Karang cincin yang terkenal adalah terumbu karang cincin Cocos Keeling di Samudera Indonesia dan pulau-pulau Takabonerate (Nontji, 1987).
Karang Cincin
PARAMETER LINGKUNGAN UTAMA TERUMBU KARANG 
Nontji (1987) dalam  Dahuri et al., (2001) mengatakan bahwa distribusi dan stabilitas ekosistem terumbu karang bergantung pada beberapa parameter kualitas air , yaitu : 
1. Kecerahan
Radiasi sinar matahari memegang peranan penting dalm pembentukan karang. Penetrasi sinar menentukan kedalaman dimana proses fotosintsis terjadi pada organisme alga bentik dan zooxanthellae dari jaringan terumbu.  Sehingga distribusi vertikal terumbu karang hanya mencapaikedalam efektif sekitar 10 m dari permukaan laut. Hal ini disebabkan kebutuhan sinar matahari masih dapat terpenuhi pada kedalam tersebut.
2. Temperatur
Pada umumnya, terumbu karang secara optimal pada kisaran suhu antara 25 – 30oC, namun suhu diluar kisaran tersebut masih bisa di tolerir oleh spesies tertentu dari terumbu karang untuk dapat berkembang dengan baik. 

3. Salinitas 
Banyak spesies terumbu karang yang peka terhadap perubahan salinitas (naik turun) yang besar. Umumnya, terumbu karang tumbuh dengan baik disekitar areal pesisir pada slinitas 30 -35 o/oo. 

4. Kecepatan arus air, sirkulasi dan sedimentas
Adanya kondisi sedimentasi yang tinggi, akan menyebabkan turunya kualitas terumbu karang. Hal ini dapat diterangkan dengan adanya suspensi dan sedimentasi yang mengganggu respirasi dari terumbu karang. Salain itu dapat mengganggu kebiasaan makan terumbu karang. 


PEMANFAATAN TERUMBU KARANG
Manfaat-manfaat ekosistem terumbu karang, lebih lanjut antara lain : 
1. Sebagai penahan ombak.
Adanya tutupan karang yang sangat bermanfaat untuk penahan hempasan ombak ke pantai sehingga pengikisan pantai dapat dihindari. Dalam kondisi normal. Gelombang air dan energi akan dipecah dan diredam oleh karang. Apabila karang terkikis terus menerus, abrasi pantai tidak dapat dielakkan lagi. Akibat lebih jauh dari abrasi adalh berubahnya garis pantai. Oleh karena itu bila ada pantai yang sudah terkikis alangkah baiknya segera dilakukan pencegahan dengan membuat pecag ombak dari batu beton yang dicor. 

2. Sumber makanan.
Ikan karang, penyu, udang, baronang, oktopus, conches, kerang, oyster, dan rumput laut merupakan sumber makanan bagi manusia yang banyak terdapat di ekosistem terumbu karang, dan banyak dimanfaatkan oleh para nelayan, baik untuk dikonsumsi maupun di jual (supriharyono, 2000). 
3. Sebagai obat-obatan
Berbagai jenis alga atau ganggang tumbuh di daerah paparan (reef falt). Pertama kali, ganggang di kenal oleh bangsa cina pada tahun 2700 SM, di zaman kekaisaran Shen Nung. Mereka mempergunakan sebagai bahan maka dan obat-obatan. Diperairan indonesia , menurut Nontji (1987) ditemukan 782 spesies rumput laut diperairan Indonesia, yang terdiri dari 179 alga hijau, 134 alga coklat, dan 452 alga merah. Rumput laut ini selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan.

4. Wisata bahari
Di sektor wisata, laut merupakan salah satu pemikat wisatawan asing maupun domestik. Seperti diketahui, dengan luas laut 2/3 dibanding daratan, indonesia mempunyai potensi untuk mengembangkan sektor wisata bahari dengan memanfaatkan keindahan laut yang dimilikinya. ;emerintah melakukan program pengembangan pelayaran pesisir, wisata selam dan sejenisnya yang menyuguhkan keindahan bawah laut. Namun tidak boleh diabaikan, secara logis, sumber wisata bahari sangat peka dan rentan terhadap kerusakan. Laut dengan segala potensinya, termasuk terumbu karang dan ekosistemnya yang hidup perlu mendapat perlindungan.


Anda dapat mendownload materi penyuluhan perikanan dalam bentuk folder pada link berikut :

Semoga Bermanfaat...

0 komentar:

Post a Comment