Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Tuesday, September 25, 2018

Penyakit Argulosis (Kutu Ikan)

Argulus sp adalah salah satu parasit eksternal yang paling popular dan banyak ditemukan menyerang ikan. Argulus sp merupakan kutu ikan penyebab penyakit argulosis atau juga dikenal dengan istilah penyakit kutu ikan (fish louse).
Argulus (Kutu ikan)
Parasit Argulus sp mempunyai tubuh berbentuk pipih dan pada bagian dorsalnya dilindungi oleh karapas yang menutupi hampir seluruh tubuhnya dimana bagian karapas sedikit dapat digerakkan ke bawah menyerupai sayap. Argulus sp melakukan penempelan pada bagian luar tubuh ikan (ektoparasit) dan dapat menyesuaikan cengkeramannya dengan kecepatan gerak ikan sehingga tidak mudah lepas.

Beberapa spesies Argulus sp yang terkenal yang menginfeksi komoditas perikanan antara lain A. indicus, A. siamensis, dan A. foliaceus. Gejala klinis serangan Argulus sp antara lain iritasi akibat gigitan dan racun yang diinjeksikan, kehilangan keseimbangan dan melompat-lompat keluar air, ikan sangat kurus karena disengat dan dihisap darahnya, produksi mucus berlebihan, sisik terkuak dan kadang-kadang terlepas, muncul titik darah di bekas gigitan, rongga tubuh berisi cairan kekuningan, kulit pecah dan borok, serta ikan menggosok-gosokkan tubuhnya pada daerah pinggiran atau dasar wadah dan benda-benda keras di sekelilingnya.

KLASIFIKASI











BIO-EKOLOGI
  1. Parasit ini dikenal sebagai “kutu ikan” dan penghisap darah, berbentuk datar, dan lebih nampak seperti piring.
  2. Melukai tubuh ikan dengan bantuan enzim cytolytic, selain pada kulit, kutu ini juga sering dijumpai di bawah tutup insang ikan.
  3. Hampir semua jenis ikan air tawar rentan terhadap infeksi parasit ini.
  4. Pada intensitas serangan yang tinggi, ikan dewasapun dapat mengalami kematian karena kekurangan darah.
Ikan yang terkena Argulus


GEJALA KLINIS
  1. Secara visual parasit ini tampak seperti kutu yang menempel pada tubuh ikan, disertai dengan pendarahan di sekitar tempat gigitannya.
  2. Iritasi kulit, hilang keseimbangan, berenang zig-zag, melompat ke permukaan air dan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras yang ada di sekitarnya.
Siklus hidup argulus
PENGENDALIAN

  1. Pengeringan dasar kolam yang diikuti dengan pengapuran.
  2. Perendaman dapat dilakukan dengan :
  • Larutan Dylox pada dosis 0,25 ppm selama 24 jam atau lebih di kolam.
  • Larutan Amonium Klorida (NH4Cl) pada dosis 1,0 - 1,5% selama 15 menit, atau garam dapur pada dosis 1,25% selama 15 menit.
  • Larutan Dichlorvos 0,2 mg/L selama 24 jam atau lebih, setiap minggu selama 4 minggu berturut-turut.
  • Garam dapur 500 – 1000 ppm selama 24 jam atau lebih, diulang setiap minggu selama 4 kali pemberian.
  • Potassium permanganate (PK) 2-5 mg/L selama 24 jam atau lebih.

Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB KKP

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment