Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Wednesday, September 12, 2018

Penyakit Ikan Lernea (Cacing Jangkar)

Parasit ini merupakan penyebab penyakit lerneasis. Penyakit lerneasis disebabkan oleh Lernea sp yang lebih dikenal dengan nama cacing jangkar (anchor worm). Sebenarnya, Lernea sp tidak termasuk golongan cacing, akan tetapi jenis udang renik yang berbentuk bulat panjang seperti cacing dan memiliki cengkeraman seperti jangkar sehingga disebut cacing jangkar. Jenis Lernea banyak ditemukan menyerang ikan air tawar, yaitu dari spesies Lernea cyprinacea. Lernea sp biasanya melekat di insang, tubuh, ataupun sirip dan merupakan parasit eksternal yang sering dijumpai pada ikan mas hias dan ikan air tawar lainnya. Selain Lernea sp, terdapat Crustacea lainnya seperti Ergasilus sp dan Argulus sp yang juga menyerang ikan air tawar ataupun laut.

KLASIFIKASI
Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Classis: Maxillopoda
Ordo: Cyclopoida
Familia: Lernaeidae
Genus: Lernaea
Spesies: Lernaea sp

Parasit Lernea

BIO-EKOLOGI
Parasit ini dikenal sebagai cacing jangkar (anchor worm) :
Siklus hidup lernea
  1. Menempel ke tubuh ikan dengan “jangkar” yang menusuk dan berkembang di bawah kulit.
  2. Badan parasit dilengkapi dengan dua buah kantung telur akan terlihat menggantung di luar tubuh ikan.
  3. Hampir semua jenis ikan air tawar rentan terhadap infeksi parasit ini, terutama yang berukuran benih.
  4. Pada tingkat infeksi yang tinggi dapat mengakibatkan kasus kematian yang serius.


GEJALA KLINIS
Gejala klinis serangan Lernea sp antara lain ikan yang terserang mengalami luka pada tubuhnya dan terlihat jelas cacing jangkar yang menempel dengan kuat pada bagian badan, sirip, insang, dan mata, pembengkakan, sisik terkelupas, dan necrosis, penurunan berat tubuh, perkembangan gonad terhambat, terdapat ulcer (borok), mengalami kesulitan bernafas, dan sangat memungkinkan serangan
sekunder dari bakteri atau jamur infeksius lainnya.
Ikan yang terserang lernea
PENGENDALIAN
  1. Pengendapan dan penyaringan air masuk.
  2. Pemusnahan ikan yang terinfeksi dan pengeringan dasar
  3. kolam yang diikuti dengan pengapuran.
  4. Perendaman dengan :
  • Larutan formalin pada 250 ppm selama 15 menit.
  • Larutan Abate pada dosis 1 ppm (akuarium) dan 1,5 ppm (kolam)
  • Larutan Dichlorvos 0,2 mg/L selama 24 jam atau lebih, setiap minggu selama 4 minggu berturut-turut

Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB KKP

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment