Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, June 24, 2019

Penyakit Virus Pada Ikan : Koi Herves Virus (KHV)

Sebuah virus yang menyerupai serangan virus herpes telah ditemukan dan disolasi di Amerika Serikat pada tahun 1998 seiring serangan ikan koi dan jenis ikan Carp lainnya di Israel dan Amerika Serikat. Virus ini diisolasi dari sejumlah jaringan tisu ikan yang menunjukkan gejala-gejala serangan KHV, termasuk hati, ginjal, insang, dan saluran pencernaan. Pertumbuhan optimal bagi KHV terjadi pada suhu 15oC sampai 20oC, sedangkan pada suhu di atas 30oC atau 37oC tidak ditemukan aktivitas pertumbuhan KHV. Virus KHV adalah Herpesvirus dsDNA yang terdiri atas 31 polipeptida virion, sedikitnya 8 glycosylated proteins yang memiliki kapsid dalam dengan bentuk simetris icosahedral berdiameter sekitar 100–110 nm. Komponen utama dari envelope adalah lipoprotein lapis ganda.

Morfologi dan ukuran sangat memiliki kemiripan dengan virus dari Keluarga Herpesviridae yang memiliki estimasi ukuran genom 277 kbp. Pada penelitian lainnya dijelaskan bahwa genom KHV memiliki kemiripan sebagaimana virus yang ditemukan pada kelompok catfish, yaitu channel catfish virus (CCV) dan herpesvirus cyprinid (CHV) dimana sebanyak 12 polipeptida virion memiliki kesamaan berat molekul dengan CHV dan 10 polipeptida mirip dengan CCV.

Infeksi yang disebabkan oleh koi herpes virus merupakan penyakit menular dengan gejala serangan seperti hancurnya jaringan dan organ internal, luka pada kulit, lepasnya sisik, pucat, perubahan warna, hingga kematian massif pada ikan mas koi (Cyprinus carpio koi) dan common carp (Cyprinus carpio carpio) sebagaimana disajikan pada Gambar berikut.
Bentuk infeksi dan morfologi KHV
Pada tahun 1999, referensi pertama terkait kematian massal dari ikan jenis koi dan Carp lainnya disampaikan pada 9th International Conference of European Association of Fish Pathologists (EAFP). Berdasarkan konferensi tersebut diperoleh informasi bahwa KHV merupakan penyakit menular yang belum terlaporkan serta banyak menyerang pada ikan koi dan jenis Carp lainnya. Oleh
karenanya dilakukan kajian terkait infeksi yang menyebabkan kerugian pada budidaya ikan jenis Carp di beberapa negara mulai dari Eropa Barat; Belgia, United Kingdom, Belanda, Jerman, Itali, Austria, Switzerland, dan Luxemburg hingga Afrika Selatan, Israel, Indonesia, dan Japan. Beberapa laporan kejadian serangan KHV pada sektor budidaya tertera pada Tabel berikut.

Beberapa kejadian infeksi KHV diseluruh dunia
Bio-Ekologi Patogen :
  1. Hanya menginfeksi ikan mas dan koi. Jenis ikan lain tidak terinfeksi, termasuk dari family cyprinidae.
  2. Tidak menular ke manusia yang menkonsumsi atau kontak dengan ikan terinfeksi KHV (tidak zoonosis).
  3. Sangat virulen, masa inkubasi 1 - 7 hari dengan kematian mencapai 100%
  4. Keganasan dipicu oleh kondisi lingkungan, terutama suhu air < 26 oC dan kualitas air yang buruk.
  5. Penularan melalui kontak antar ikan, air/lumpur & peralatan perikanan yang terkontaminasi, serta media lain: sarana transportasi, manusia, dll.
  6. Ikan yang bertahan hidup (survivors) dapat berlaku sebagai pembawa (carriers) atau menjadi kebal, namun tetap berpotensi sebagai carriers.
Gejala Klinis :
  1. Nafsu makan menurun, gelisah (nervous).
  2. Megap-megap, lemah dan ekses mukus Insang pucat, terdapat bercak putih (white patch), akhirnya rusak dan membusuk.
  3. Kulit melepuh (umumnya pada ikan koi).
  4. Sering diikuti infeksi sekunder oleh parasit, bakteri dan/atau jamur.
  5. Kematian massal bisa terjadi dalam waktu 24 – 48 jam
Diagnosa :
  1. Diagnosa berbasis molekuler/serologis : Polymerase Chain reaction (PCR), Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA), Immunohistochemistry.
  2. Isolasi virus pada kultur jaringan yang sesuai
Pengendalian :
  1. Desinfeksi sebelum/selama proses produksi.
  2. Manajemen kesehatan ikan yang terintegrasi.
  3. Penggunaa ikan bebas KHV & karantina (biosecurity).
  4. Vaksinasi anti-KHV dan/atau pemberian unsur imunostimulan selama masa pemeliharaan.
  5. Mengurangi padat tebar dan hindari stress.
  6. Budidaya ikan sistem polikultur.
  7. Pengobatan terhadap penginfeksi sekunder (bila diperlukan).
Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

1 comment:

  1. ASS..WR.WB.SAYA pak resky TKI BRUNAY DARUSALAM INGIN BERTERIMA KASIH BANYAK KEPADA EYANG WORO MANGGOLO,YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,BERKAT BANTUAN EYANG SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA,DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DI GADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN EYANG WORO MANGGOLO MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DI SANGKA SANGKA TERNYATA BERHASIL,BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA SEPERTI KAMI SILAHKAN HUBUNGI NO HP EYANG WORO MANGGOLO (082-391-772-208) JANGAN ANDA RAGU ANGKA RITUAL EYANG WORO MANGGOLO SELALU TEPAT DAN TERBUKTI INI BUKAN REKAYASA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN NYA TERIMAH KASIH
    NO HP EYANG WORO MANGGOLO (082-391-772-208)
    BUTUH ANGKA GHOIB HASIL RTUAL EYANG WORO MANGGOLO
    DIJAMIN TIDAK MENGECEWAKAN ANDA APAPUN ANDA MINTA INSYA ALLAH PASTI DIKABULKAN BERGAUNLAH SECEPATNYA BERSAMA KAMI JANGAN SAMPAI ANDA MENYESAL

    ReplyDelete