Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Friday, July 26, 2019

Penyakit Virus Pada Ikan : Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV)

Penyakit infeksi lainnya yang banyak ditemukan menyerang komoditas perikanan, khususnya udang Penaeid adalah infectious hypodermal and hematopoietic necrosis virus (IHHNV). Virus IHHNV merupakan virus dengan tipe single stranded DNA yang pertama kali dideteksi menyerang Penaeus stylirostris pada awal tahun 1980s. Virus ini memiliki diameter sebesar 22 nm, berbentuk icosahedron tanpa envelope dengan densitas sebesar 1.40 g/ml, memiliki genom linear single-stranded DNA dengan panjang 4.1 kb, dan kapsidnya mengandung empat polypeptide dengan berat molekul 74, 47, 39, serta 37.5 kD. Berdasarkan karakteristik yang dimilikinya, IHHNV dikelompokkan ke dalam anggota Parvoviridae dan Genus Brevidensovirus. Infeksi IHHNV banyak ditemukan pada spesies-spesies Penaeid yang dibudidayakan, seperti P. monodon (black tiger), P. vannamei (pacific white shrimp), dan P. stylirostris (pacific blue shrimp). Pada beberapa kasus yang menyerang P. stylirostris, virus dapat menyebabkan akut epizootic dan kematian massal (>90%). Beberapa inang lainnya yang dapat menjadi perantara virus IHHNV adalah grooved tiger prawn (Penaeus semisulcatus), kuruma prawn (Penaeus japonicus), western white shrimp (Penaeus occidentalis), yellow-leg shrimp (Penaeus californiensis), chinese white shrimp (Penaeus chinensis), gulf banana prawn (Penaeus merguiensis), indian banana prawn (Penaeus indicus), northern brown shrimp (Penaeus aztecus), northern pink shrimp (Penaeus duorarum), dan northern white shrimp (Penaeus setiferus).

Transmisi virus IHHNV dapat terjadi secara horizontal dan vertikal dimana infeksi horizontal terjadi melalui aktivitas kanibalisme atau kontaminasi air, sedangkan infeksi vertikal terjadi melalui telur. Infeksi pada telur dapat mengakibatkan kegagalan penetasan. Pada fase inang dewasa, virus ini mengakibatkan kerusakan karapas, deformitas (perubahan bentuk), serta menyerang organ-organ target seperti insang, epitelium kutikula (hypodermis), semua jaringan penghubung, jaringan haematopoietic, organ lymphoid, kelenjar antennal, serta syaraf ventral nerve dan ganglianya. Selain itu, organ internal yang juga dirusak adalah usus, otot, dan lain sebagainya. Bentuk infeksi dan morfologi IHHNV disajikan pada Gambar berikut.

Bentuk infeksi dan morfologi IHHNV

Penyebab : Parvovirus

Bio – Ekologi Patogen :

  1. Penularan dapat terjadi secara horizontal dan vertikal. Transmisi IHHNV relatif cepat dan efisien melalui luka akibat kanibalisme udang terutama pada periode lemah uang (terutama selama molting); ko-habitasi melalui transfer dalam air.
  2. Transmisi vertikal dari induk ke larva umumnya berasal dari ovari induk betina terinfeksi (sperma jantan terinfeksi umumnya bebas virus)
  3. Larva yang terinfeksi IHHNV secara vertikal tidak tampak sakit, namun setelah berumur diatas 35 hari mulai muncul gejala klinis yang diikuti dengan kematian masal.
  4. Individu udang yang pernah terinfeksi dan resisten terhadap IHHNV akan berlaku sebagai pembawa (carrier).
  5. Infeksi IHHNV pada udang vannamei akan mengakibatkan pertumbuhan yang sangat beragam (mblantik), rostrum bengkok dan kutikula kasar.

Gejala Klinis :

  1. Nafsu makan menurun, pertumbuhan lambat, perubahan warna kulit/karapas dan perubahan tingkah laku
  2. Berenang di permukaan secara perlahan, hilang keseimbangan dan bergerak berputar dan selanjutnya tenggelam perlahan dalam posisi terbalik
  3. Bercak-bercak putih terutama antara segmen eksoskeleton dan karapas
  4. Udang yang sekarat umumnya berwarna merah kecoklatan atau pink
  5. Populasi udang dengan gejala-gejala tersebut umumnya akan mengalami laju kematian yang tinggi dalam tempo 3-10 hari.

Diagnosa :

Polymerase Chain Reaction (PCR)

Udang vannamei yang terinfeksi Infectious Hypodermal &
Haematopoietic Necrosis (IHHN) sejak awal (vertical transmission),
pertumbuhannya tidak seragam (mblantik)
Udang vannamei yang terinfeksi Infectious Hypodermal &
Haematopoietic Necrosis (IHHN) pada saat pemeliharaan di tambak (horizontal
transmission), pertumbuhannya tidak seragam (mblantik)
Udang vannamei yang terinfeksi Infectious Hypodermal &
Haematopoietic Necrosis (IHHN), mengalami deformitis pada rostrum (bengkok)

Pengendalian :

  1. Belum ada teknik pengobatan yang efektif, oleh karena itu penerapan biosecurity total selama proses produksi (a.l penggunaan benur bebas IHHNV, pemberian pakan yang tepat jumlah dan mutu, stabilitas kuialitas lingkungan) sangat dianjurkan.
  2. Menjaga kualitas lingkungan budidaya agar tidak menimbulkan stress bagi udang (misalnya aplikasi mikroba esensial: probiotik, bacterial flock, dll.).
  3. Sanitasi pada semua peralatan dan pekerja dalam semua tahap proses produksi.
  4. Desinfeksi suplai air dan pencucian dan/atau desinfeksi telur dan nauplius juga dapat mencegah transmisi vertikal
  5. Pemberian unsur imunostimulan (misalnya suplementasi vitamin C pada pakan) selama proses pemeliharaan udang

Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment