Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Friday, August 9, 2019

Penyakit Virus Pada Ikan : Infectious Myonecrosis (IMNV) atau “Penyakit udang rebus”


Penyebab : Toti-like virus (Totiviridae)

Bio-Ekologi Patogen :
  1. Pola serangan penyakit bersifat akut, ditandai munculnya gejala klinis secara tiba-tiba dan tingkat kematian yang semakin meningkat hingga mencapai antara 60-85%.
  2. Sering merupakan kompleks infeksi yang melibatkan lebih dari satu jenis virus (misalnya TSV bersama IMNV, atau IMNV bersama WSSV). Kondisi tersebut yang sering mengakibatkan tingkat kematian yang sporadis.
  3. Pola serangan dapat pula bersifat kronis dengan tingkat kematian yang rendah namun persisten.
  4. Mekanisme penularan penyakit ini dapat berlangsung secara vertical (dari induk ke keturunannya) atau horizontal (dari udang yang telah terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi).
  5. Jenis udang vannamei rentan terhadap infeksi Infectious Myonecrosis Virus (IMNV).
  6. Penyakit IMN tidak sama dengan penyakit ekor putih pada udang penaeid. Meskipun penyakit ekor putih memiliki gejala klinis dan kerusakan jaringan yang mirip dengan penyakit IMNV

Gejala Klinis
  1. Kerusakan (nekrosa) berwarna putih keruh pada otot/daging menyerupai guratan, terutama pada otot perut bagian atas (abdomen) dan ekor.
  2. Pada beberapa kasus, kerusakan daging putih keruh ini berubah menjadi kemerahan sehingga menyerupai warna udang rebus.

Diagnosa
Polymerase Chain Reaction (PCR)

Gejala klinis udang vannamei yang terinfeksi Infectious Myonecrosis
Virus (IMNV)
Kerusakan otot/daging udang vannamei akibat infeksi Infectious
Myonecrosis Virus (IMNV)
Pengendalian
  1. Zonasi melalui pengaturan daerah bebas dan daerah terinfeksi yang didasarkan pada kegiatan monitoring & surveillance yang dilakukan secara longitudinal dan integratif.
  2. Penggunaan benur yang bebas infeksi IMNV
  3. Penerapan sistem budidaya yang dapat menjamin bebas dari masuknya media pembawa IMNV (biosecurity)
  4. Menghindari stress (fisik, biologi dan kimia)
  5. Menjaga status kesehatan udang agar selalu dalam kondisi prima, kualitas lingkungan budidaya yang nyaman serta kualitas dan kuantitas pakan yang sesuai.
  6. Pemberian unsur imunostimulan (vitamin C), serta penggunaan materi bioremediasi/probiotik untuk mengurangi stressor biologis dan kimiawi sangat disarankan.

Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment