Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, August 12, 2019

Penyakit Virus Pada Ikan : Monodon Baculo Virus (MBV) atau Spherical baculovirosis

Penyebab : Penaeus monodon-type Baculovirus

Bio - Ekologi Patogen :
  1. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit virus yang pertama kali dikenal pada budidaya udang penaeid di Indonesia, pada awalnya sangat ganas dan dapat mengakibatkan kematian PL dan juvenil udang windu hingga mencapai 90%.
  2. Penularan terjadi secara horizontal melalui air atau kanibalisme terhadap udang yang sedang sakit. Ada keyakinan bahwa trasmisi juga terjadi secara vertikal melalui induk yang sudah terinfeksi, meskipun belum terbukti secara ilmiah.
  3. Krustase yang diketahui sensitif terhadap infeksi jenis virus ini antara lain: Penaeus monodon, P. merguensis, P. semisulcatus, Metapenaeus ensis, dll. Beberapa jenis udang penaeid yang terekspose oleh virus tersebut juga berpotensi sebagai pembawa (carrier).

Gejala Klinis :
  1. Lemah, dan kurang nafsu makan
  2. Infeksi sekendur oleh organisme penempel (ekto parasit) pada organ insang ataupun permukaan tubuh lainnya.
  3. Terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga berlanjut pada terjadinya kerusakan alat tubuh udang.
  4. Hepatopankreas dan saluran pencernaan berwarna keputihan.

Diagnosa :
  1. Secara mikroskopis (preparat basah)
  2. Polymerase Chain Reaction (PCR)

Juvenil udang windu yang terinfeksi Monodon Baculo Virus (MBV)
dengan intensitas tinggi, terlihat warna garis keputihan pada saluran pencernaan
Preparat basah dari isi saluran pencernaan udang windu dewasa
yang terinfeksi oleh Monodon Baculo Virus (MBV) dengan intensitas tinggi,
tampak adanya kluster spherical occlusion bodies (tanda panah)

Pengendalian :
  1. Zonasi melalui pengaturan daerah bebas dan daerah terinfeksi yang didasarkan pada kegiatan monitoring & surveillance yang dilakukan secara longitudinal dan integratif.
  2. Penggunaan induk dan benur yang bebas infeksi MBV
  3. Penerapan sistem budidaya yang dapat menjamin bebas dari masuknya media pembawa MBV (biosecurity)
  4. Menghindari stress (fisik, biologi dan kimia)
  5. Menjaga status kesehatan udang agar selalu dalam kondisi prima, kualitas lingkungan budidaya yang nyaman serta kualitas dan kuantitas pakan yang sesuai.
  6. Pemberian unsur imunostimulan (vitamin C), serta penggunaan materi bioremediasi/probiotik untuk mengurangi stressor biologis dan kimiawi sangat disarankan.


Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment