Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, April 27, 2020

Mengenal Istilah Dalam Ilmu Makanan Ikan/ Ternak

Beberapa istilah yang sering dijumpai dalam pengetahuan bahan makanan ternak diantaranya :
Bahan Baku Pakan Ikan / Ternak

  1. Ampas : Residu limbah industri pangan yang telah diambil sarinya melalui proses pengolahan secara basah (ampas kelapa, ampas kecap, ampas tahu, ampas bir, ampas ubi kayu/onggok).
  2. Abu / ash / mineral : Sisa pembakaran pakan dalam tungku/tanur 500 – 600 derajat C sehingga semua bahan organik terbakar habis.
  3. Analisis proksimat (Proximate analysis ) : Analisa kimiawi pada pakan/bahan yang berlandaskan cara Weende yang akan menghasilkan air, abu, protein kasar, lemak dan serat kasar dalam satuan persen.
  4. Analisis Van Soest : Metoda analisa berdasarkan kelarutannya dalam larutan detergen asam dan detergen netral..
  5. BETN (Bahan Ekstrak Tanpa N) / NFE (Nitrogen Free Extract) : Karbohidrat bukan serat kasar. Dihitung sebagai selisih kandungan kerbohidrat dengan serat kasar. Merupakan tolak ukur secara kasar kandungan karbohidrat pada suatu pakan/ransum.
  6. Bahan kering (Dry Matter) : Pakan bebas air. Dihitung dengan cara 100 – kadar air, di mana kadar air diukur merupakan persen bobot yang hilang setelah pemanasan pada suhu 105 0C sampai beratnya tetap.
  7. Bahan makanan ternak / pakan (Feeds, Feedstuff) : Semua bahan yang dapat dimakan ternak.
  8. Bahan organik (Organik matter) : Selisih bahan kering dan abu yang secara kasar merupakan kandungan karbohidrat, lemak dan protein.
  9. Bahan organik tanpa nitrogen (BOTN) / Non nitrogenous organik matter : Selisih bahan organik dengan protein kasar yang merupakan gambaran kasar kandungan karbohidrat dan lemak suatu bahan/pakan.
  10. Dedak (Bran) : Limbah industri penggilingan bijian yang terdiri dari kulit luar dan sebagian endosperm seperti dedak padi, dedak gandum (pollard), serta dedak jagung.
  11. Energi bruto / Gross energy (GE) : Jumlah kalori (panas) hasil pembakaran pakan dalam bom kalorimeter.
  12. Fodder : Hijauan dari kelompok rumput bertekstur kasar seperti jagung dan sorghum beserta bijinya yang dikeringkan untuk pakan.
  13. Hijauan makanan ternak (Forage) : Pakan yang berasal dari bagian vegetatif tumbuhan/tanaman dengan kadar serat kasar > 18 % dan mengandung energi tinggi.
  14. Hijauan kering (Hay) : Hijauan makan ternak (HMT) yang dikeringkan dengan kadar air biasanya < 10 %.
  15. Jerami (Straw) : Hijauan limbah pertanian setelah biji dipanen dengan kadar serat kasar umumnya tinggi, bisa berasal dari gramineae maupun leguminoceae.
  16. Karbohidrat : Senyawa C, H dan O bukan lemak. Merupakan selisih BOTN dan lemak.
  17. Bungkil : Bahan limbah industri minyak seperti bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, bungkil kedele, dll.
  18. Lemak kasar (Ether extract) : Semua senyawa pakan/ransum yang dapat larut dalam pelarut organik.
  19. Lignin : Bagian serat detergen asam yang tidak larut dalam H2SO4 72 % dan terbakar habis pada tanur 500– 600 0C pada metoda analisis Van Soest.
  20. Pakan imbuhan / Feed additive : Zat yang ditambahkan dalam ransum untuk memperbaiki daya guna ransum yang bersifat bukan zat makanan.
  21. Protein kasar (PK) / Crude protein : Kandungan nitrogen pakan/ransum dikalikan faktor protein rata-rata (6,25) karena rata-rata nitrogen dalam protein adalah 16 %, sehingga faktor perkalian protein 100/16 = 6,25. Terdiri dari asam-asam amino yang saling berikatan (ikatan peptida), amida, amina dan semua bahan organik yang mengandung Nitrogen.
  22. Ransum (Ration, Diet) : Sejumlah pakan/campuran pakan yang dijatahkan untuk ternak dalam sehari.
  23. Ransum konsentrat : Campuran pakan yang mengandung serat kasar < 18 % dan tinggi protein.
  24. Selulosa : Rangkaian molekul glukosa dengan ikatan kimia b - 1,4 glukosida dan terdapat dalam tanaman.
  25. Serat detergen asam (SDA, ADF) : Bagian dinding sel tanaman yang tidak larut dalam detergen asam pada metoda analisis Van Soest.
  26. Serat kasar (SK) / Crude fiber (CF) : Bagian karbohidrat yang tidak larut setelah pemasakan berturut-turut, masing-masing 30 menit pada H2SO4 1,25 % (0,255 N) dan NaOH 1,25 % (0,312 N).
  27. Setara protein telur (Chemical score) : Kadar asam amino esensial pembatas protein suatu bahan dibandingkan dengan asam amino protein telur sebagai standar.
  28. Silase / Silage : Hasil pengawetan hijauan dalam bentuk segar dengan cara menurunkan pH selama penyimpanan.
  29. Silika (SiO2) / Insoluble ash : Bagian serat detergen asam yang tidak larut dalam H2SO4 72 % dan tersisa sebagai abu pada pembakaran 500 – 600 0C pada metoda analisis Van Soest.
  30. Zat makanan (Nutrient) : Zat organik dan inorganik dalam pakan yang dibutuhkan ternak untuk mempertahankan hidup, memelihara keutuhan tubuhnya dan mencapai prestasi produksinya.
  31. Pakan tambahan (Feed supplement) : Pakan/campuran pakan yang sangat tinggi kandungan salah satu zat makanannya, seperti protein suplemen, mineral suplemen, vitamin suplemen, dll.
  32. Total digestible nutrient (TDN) : Total energi zat makanan pada ternak yang disetarakan dengan energi dari karbohidrat. Dapat diperoleh secara uji biologis ataupun perhitungan menggunakan data hasil analisis proksimat.
  33. Asam amino esensial (EAA) : Asam amino yang kerangka karbonnya tidak cukup/tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus cukup tersedia dalam protein makanan/ransum sehari-hari.
  34. Asam amino pembatas (Limiting amino acid) : Asam amino esensial yang paling kurang dalam protein suatu pakan dibandingkan dengan asam amino tersebut dalam protein telur. Erat kaitannya dengan kualitas protein.
  35. Probiotik : Kultur mikroorganisme yang dapat merangsang/meningkatkan pertumbuhan dari mikroorganisme saluran pencernaan yang diinginkan.
Sumber : Pengetahuan Bahan Makanan Ternak. Tim Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment