Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, April 20, 2020

Parasit Pisciola Sp "Lintah Ikan"

Piscicola sp merupakan penyebab penyakit piscicolasis. Piscicola sp adalah parasit Annelida dari jenis lintah (Hirudinea). Annelida ini memiliki tubuh terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit. Pada umumnya, jenis Piscicola sp ini menyerang ikan air tawar dan juga ikan air laut, serta menyerang benih-benih ikan yang kondisi tubuhnya kurang kuat. Parasit Piscicola sp memiliki dua cakram penghisap pada bagian anterior dan posterior, serta memiliki kemampuan melekat di insang dan kulit ikan dengan tingkat kerusakan tergantung banyak sedikitnya parasit yang menyerang dan lama pelekatannya pada inang.

Lintah Piciola sp
EPIZOOTIOLOGI
Lintah air tawar paling banyak ditemukan di perairan dangkal di danau dan  sungai dimana tanaman, batu, dan berbagai material lainnya cocok untuk melekat. Lintah berkumpul di area yang terdapat banyak makanan seperti di inlet dan outlet juga di tepian dimana terdapat banyak organisme lainnya. Lintah umunya ditemukan pada perairan umum atau kolam tanah.

SIKLUS HIDUP
Cukup sederhana hanya telur, juvenil, dan dewasa hermafrodit yang menghasilkan telur. Setelah mencerna darah, lintah melekat pada ikan lain untuk melanjutkan siklus selanjutnya yakni memproduksi telur. Telur yang diselubungi “coccon” oval melekat di substrat di dasar sungai atau danau. Lintah juvenil menetas dari telur dan masuk ke kolom air untuk mencari hospes.Lintah juvenil biasanya membutuhkan sejumlah darah untuk menjadi dewasa. Lintah dari genus Piscicola  ini dapat menjadi vector IHNV. Tak hanya IHNV, lintah juga menjadi vektor berbagai parasit ikan.
Siklus hidup lintah air tawar
GEJALA KLINIS
Lintah biasanya tidak menyebabkan kerusakan yang serius pada hospesnya. Kelukaan biasanya terlokalisir di tempat melekat saja. Namun bila lintah ada dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang meluas hingga menyebabkan erosi epidermis, ulcerasi, hemoragi, nekrosis, dan anemia. Lokasi yang mengalami luka ini dapat menjadi portal bagi masuknya bakteri dan fungi. Pada ikan dewasa, lintah baru akan menimbulkan gejala klinis anemia apabila menyerang dalam jumlah banyak. Lintah jenis Piscicola melekat di tubuh ikan hanya untuk beberapa hari saja kemudian melepaskan diri dan tenggelam ke dasar untuk mencerna makanan. Lintah ini dapat terlihat dengan kasat mata di tubuh, operculum, mulut, rahang, dan di pangkal insang.

PERUBAHAN PATOLOGI
Lintah yang melekat di area mulut dan tepian dapat menimbulkan perubahan patologi. Ikan yang terinfestasi akan mengalami anemia dan terdapat ulcerasi di kulit. Perubahan patologi ini hanya terbatas pada jaringan yang tergigit dan bersifat ringan (kecuali infestasi mencapai lebih dari 100). Kerusakan yang lebih parah adalah apabila lintah menginfeksi bagian dalam kulit (palatum/ langit-langit mulut dan sudut rahang). Lokasi yang paling disukai oleh lintah adalah anterior langit-langit mulut dan area lipatan persendian seperti antara rahang atas dan bawah. Pada kulit kerusakan berupa gigitan, hemoragi, erosi dari membrana mukosa. Pada hiperinfeksi lintah dapat menginduksi hiperplasia epitel dengan respon keradangan dan hemoragi pada dermis. Pada Myzobdella urguayensis yang menginfestasi Hoplias alabaricus dan Rhamdia quelen di tempat melekatnya lintah teramati hemoragi dengan pembentukan klot dan deposit fibrin. Filamen insang mengalami peradangan dengan oedema dan infiltrasi leukosit mononuklear.

METODE DIAGNOSA
Diagnosa dapat dilakukan dengan mengamati parasit di bawah mikroskop. Secara makroskopis linta h mudah diamati. Pengamatan mikroskopis ditujukan untuk pengamatan morfologi dan karakteristik termasuk warna dan pola pigmentasi, jumlah eye spot, sucker dan bentukan lainnya untuk menentukan genus. Infestasi lintah juga dapat diamati secara histopatologi. Lintah dapat dibedakan dengan monogenea dengan melihat segmen pada tubuh dan ukurannya yang lebih besar.

DIAGNOSA DIFERENSIAL
Lintah sulit dibedakan antar spesiesnya. Dibutuhkan pengalaman untuk itu. Lintah mirip dengan trematoda digenea namun memiliki saluran pencernaan yang lengkap dan terdapat mulut di sucker anterior dan anus di sucker posterior.

PROGNOSIS
Parasit ini dalam jumlah sedikit tidak menimbulkan permasalahan. Namun jika dalam jumlah banyak, peradangan akan makin banyak terjadi dan prognosis menjadi moderat.

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
Lintah dalam jumlah sedikit dapat ditangani dengan mengambil secara manual. Namun dalam jumlah banyak harus dilakukan pengeringan untuk memusnahkan stadium telur dan dewasa. Parasit ini peka terhadap pengeringan dan pembekuan. Coccon dapat dimusnahkan melalui pengeringan. Sedangkan lintah dewasa sensitif terhadap klorin. Bahan ini dapat digunakan untuk mengatasi lintah. Lintah juga dapat diatasi dengan menggunakan organofosfat. Organofosfat yang bisa digunakan antara lain dipterex (0,25-0,8ppm), malathion. Dosis lebih tinggi direkomendasikan pada aplikasi di cuaca terik. Namun bahan ini sangat berbahaya dan dibatasi penggunaannya.  Bahan lain yang dapat digunakan untuk menghilangkan lintah dari ikan antara lain :

Berbagai bahan yang dapat digunakan untuk penanganan lintah air tawar pada ikan

Setelah penggunaan obat untuk penanganan, sebaiknya ikan dipindahkan ke wadah lain yang bersih dari lintah. Media dan wadah budidaya yang menjadi tempat hidup lintah harus dikosongkan dan disetrilkan sebelum dapat digunakan kembali.  Hindarkan menambah ikan baru dari luar. Jebakan untuk lintah dapat dilakukan untuk penanganan secara sederhana. Cara ini tidak membutuhkan bahan kimia. Tehniknya adalah dengan meletakkan sepotong daging atau hati di sebuah plastik yang telah dilubangi. Kemudian plastik berisi daging atau hati diberi pemberat agar tenggelam dan tali untuk mengangkat. Letakkan di beberapa sisi di kolam. Lintah akan tertarik pada “jebakan” tersebut dan dapat dibuang secara rutin.. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan membuang semua tanaman, batu, batang tanaman, dan segala sesuatu yang dapat menjadi tempat melekatnya coccon dengan telur.

Sumber : http://www.catatandokterikan.com/2017/09/lintah-pada-ikan-air-tawar.html?m=1

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment