Thursday, July 25, 2013

Teknik Pengumpulan Data

Identifikasi Potensi Wilayah
adalah kegiatan penggalian data dan informasi potensi wilayah (data sekunder dan data primer) yang dilakukan secara partisipatif.

Tujuannya
Identifikasi potensi dan peluang  yang dapat dimanfaatkan, serta kendala yang harus diantisipasi dalam kegiatan Pembangunan Perikanan. 

Manfaat/Kegunaan

Untuk menyusun rencana kegiatan penyuluhan yang benar-benar sesuai dengan potensi dan peluang yang ada di tiap wilayah, serta menetapkan metode penyuluhan.

Identifikasi Potensi Secara Partisipatif
Dalam menjalankan kegiatan penyuluhan seorang penyuluh perikanan membutuhkan data dan informasi yang akurat baik data potensi wilayah maupun data kependudukan dan permasalahan yang ada di pelaku utama (nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan) serta pelaku usaha perikanan. Data tersebut dapat diperoleh dari data primer dan data sekunder.

Penyuluhan Partisipatif

Programa Penyuluhan Perikanan
Hasil kegiatan identifikasi dituangkan dalam bentuk programa penyuluhan perikanan. Programa adalah suatu pernyataan tertulis tentang keadaan, masalah, tujuan dan cara mencapai tujuan yang disusun secara sistematis dan teratur.

Penetapan Keadaan
Keadaan pada programa penyuluhan perikanan adalah data, fakta dan keterangan - keterangan yang diperoleh, dihimpun atau dikumpulkan pada saat akan disusun suatu programa yang terdiri dari data aktual dan data potensial.

Data Aktual
Adalah data, fakta dan keterangan yang telah dapat dicapai oleh sebagian masyarakat setempat dengan pola dan teknik yang umum dipraktekkan.

Data Potensial
Adalah data, fakta dan keterangan yang telah dapat dicapai dalam skala kecil (dempond) dan dapat dicapai dengan potensi yang ada diwilayah setempat.

Contoh Data Aktual dan Potensial



PERUMUSAN DATA AKTUAL
Keadaan Sumberdaya Alam
  • Luas lahan potensial untuk budidaya ikan dan luas lahan aktual yang baru dimanfaatkan.
  • Produksi potensial yang dapat dicapai baik kegiatan budidaya, penangkapan, maupun pengolahan dan produksi aktual yang baru dicapai pelaku utama baik untuk kegiatan budidaya , penangkapan maupun pengolahan.
  • Data potensial penggunaan perahu /alat tangkap untuk penangkapan, dan data aktual yang baru dimanfaatkan nelayan.
Keadaan Sumberdaya Manusia
Jumlah penduduk potensial  yang dapat melakukan usaha (budidaya, pengolah dan nelayan) dan data aktual yang baru berusaha.

Keadaan Pendukung Usaha
  • Keberadaan instansi (Dinas, Badan, Kantor dll) dan pemanfaatan riil dari pelaku utama;
  • Potensi penyuluh perikanan dan data riil yang dilakukan;
  • Keadaan sarana/prasarana pendukung usaha (kios dll) dan pemanfaatan yang baru dapat dilakukan oleh pelaku utama.
PEROLEHAN DATA PRIMER
  1. Kunjungan singkat/Survei Kilat : dapat dilakukan secara lebih cepat, lebih murah, secara akademis sulit dipertanggung jawabkan, dan belum tentu disetujui masyarakat.
  2. Rapid Rural Appraisal (RRA) : Relatif cepat, relatif murah, multi disiplin, secara akademis dapat dipertanggung jawabkan.
  3. Participatory Rural Appraisal (PRA)Relatif cepat, relatif murah, multi disiplin, secara akademis dapat dipertanggung jawabkan, secara sosial dapat diterima.
sumber : BPSDMKP, 2010

0 komentar:

Post a Comment