Wednesday, July 24, 2013

KKP Latih Blue Economy di Bantul

Peran Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal sangat diperlukan bagi pembangunan kelautan dan perikanan. Apalagi banyak potensi sumberdaya kelautan dan perikanan  yang tinggi dan beranekaragam, sehingga perlu kesiapan SDM yang memadai. Oleh karenanya, peningkatan kapasitas SDM khususnya pelaku utama bidang kelautan dan perikanan adalah mutlak dilakukan, baik melalui pendidikan, pelatihan maupun penyuluhan. Pada kesempatan ini,Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) melatih 150 orang masyarakat kelautan dan perikanan di seluruh Kabupaten/Kota di DIY, di antaranya untuk pemberdayaan keluarga melalui program Posdaya. "Pelatihan ini berbasis Blue Economy." Demikian ditegaskan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, pada kegiatan Safari Ramadhan di kawasan Budidaya Air Tawar Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (22/7).
 
Menteri Kelautan dan Perikanan mengunjungi Stand Pameran hasil kegiatan pelatihan di Kabupaten Bantul
Menteri Kelautan dan Perikanan menjelaskan, pelatihan berbasis Blue Economy dilaksanakan untuk pengembangan bisnis inovatif dan kreatif berdasarkan prinsip zero waste (tidak ada limbah yang terbuang), efisien, pro kelestarian lingkungan, menciptakan kesempatan wirausaha dan lapangan kerja serta memperbaiki modal sosial dengan inovasi dan kreativitas. Karenanya pada pelatihan kali ini, dicontohkan bagaimana ikan pari dimanfaatkan keseluruhannya tanpa ada yang terbuang. Dagingnya untuk konsumsi, kulitnya untuk dijadikan tas dan sepatu, serta ekornya untuk dijadikan ikat pinggang. “Sebagai khalifatullah, kita harus selalu melakukan upaya pengelolaan secara bijak terhadap alam ini, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan alam semesta secara umum,” tandasnya.
  
Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Haryono Suyono berinteraksi dengan peserta pelatihan
Dalam hal menjalankan fungsi pendidikan, lanjutnya, KKP memiliki lembaga pendidikan tinggi dan menengah yang bertujuan menyiapkan SDM terdidik dan kompeten bidang kelautan dan perikanan. Setiap tahunnya, lembaga pendidikan KKP meluluskan sedikitnya 1.400 orang yang siap diserap para pelaku usaha/bisnis di dunia usaha dan dunia industri. Di bidang pelatihan, sasarannya adalah peningkatan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikanan. KKP juga telah menyiapkan SDM penyuluh yang siap mendampingi pelaku utama dan pelaku usaha dalam menjalankan usahanya agar efektif dan efisien. Pada kegiatan Safari Ramadhan ini, para pelaku utama tersebut melakukan asah terampil, salah satunya melalui Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Kelautan dan Perikanan (GEMPITA). Fokus utama Gempita adalah pemberdayaan masyarakat perdesaan, keberpihakan kepada nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan, serta petambak garam skala kecil. “Kegiatan Gempita terangkum dalam kelompok pelaku utama dan pelaku usaha. Kelompok terbaik setiap provinsi ditampilkan dalam lomba Kelompencapir yang menyajikan pelestarian warisan budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.

0 komentar:

Post a Comment