Tuesday, August 27, 2013

Tipe - Tipe Wadah dan Kemasan Olahan Ikan

WADAH

Wadah dapat dibagi secara garis besar menjadi dua macam tergantung pada penggunaannya, yaitu wadah bagian luar atau wadah pengangkutan dan wadah untuk konsumen atau wadah penjualan. Tujuan utama dari wadah pengangkutan adalah sebagai tempat dan juga untuk melindungi isinya selama pengangkutan dari pabrik ke konsumen. Fungsi dari wadah untuk konsumen atau wadah penjualan yaitu memberikan sejumlah tertentu barang dalam satu unit yang akan dibeli oleh konsumen terakhir.

Ada enam tipe utama wadah bagian luar atau wadah pengangkutan Peti-peti atau krat (crates) dari kayu atau plywood.
  1. Kotak-kotak kayu atau baja (kegs) polywood
  2. Drum-drum baja dan alumunium.
  3. Drum dari fibre board.
  4. Peti-peti dari fibre board yang padat dan bergelombang.
  5. Kantung dari tekstil (yute, katun, linen) 
  6. Karung (bales)

Disamping keenam tipe utama tersebut, ada beberapa tipe yang tersusun dari wadah plastik yang diperkuat dengan dengan fibre glass. Wadah plastik seringkali juga digunakan untuk pengangkutan bahan-bahan cair.

Kelompok utama dari wadah-wadah untuk konsumen atau penjualan adalah :
  1. Kaleng-kaleng logam dan wadah yang bagian tutupnya diperkuat dengan logam.
  2. Botol-botol dan stoples gelas.
  3. Wadah-wadah plastik dengan bermacam-macam bentuk yang kaku atau agak kaku.
  4. Tabung-tabung yang tahan rusak kalau jatuh, baik terbuat dari logam maupun plastik.
  5. Kotak yang dibuat dari kertas tebal dan karton yang kaku dan dapat dilipat.
  6. Wadah dari paper-pulp dengan bermacam-macam bentuk.
  7. Pengemasan yang fleksibel terbuat dari kertas, paper board, plastik tipis, foil, laminats yang digunakan untuk membungkus, kantung, amplop, sachet, pelapis luas dan lain-lain.
Disamping ketujuh tipe utama tersebut, ada beberapa tipe yang tersusun dari wadah plastik yang diperkuat dengan dengan fibre glass. Wadah plastik seringkali juga digunakan untuk pengangkutan bahan-bahan cair.
Kelompok utama dari wadah-wadah untuk konsumen atau penjualan adalah :
  1. Kaleng-kaleng logam dan wadah yang bagian tutupnya diperkuat dengan logam.
  2. Botol-botol dan stoples gelas.
  3. Wadah-wadah plastik dengan bermacam-macam bentuk yang kaku atau agak kaku.
  4. Tabung-tabung yang tahan rusak kalau jatuh, baik terbuat dari logam maupun plastik.
  5. Kotak yang dibuat dari kertas tebal dan karton yang kaku dan dapat dilipat.
  6. Wadah dari paper-pulp dengan bermacam-macam bentuk.
  7. Pengemasan yang fleksibel terbuat dari kertas, paper board, plastik tipis, foil, laminats yang digunakan untuk membungkus, kantung, amplop, sachet, pelapis luas dan lain-lain.
Bahan-bahan Kemasan
Pengelompokan dasar bahan-bahan pengemas yang digunakan untuk bahan pangan termasuk hasil perikanan adalah:
  1. Logam seperti lempeng timah, baja bebas timah, alumunium
  2. Gelas
  3. Plastik, termasuk beraneka ragam plastik tipis, yang berlapis laminates dengan plastik lainnya, kertas atau logam (alumunium)
  4. Kertas, paperboard, fibreboard.
  5. Lapisan (laminate) dari satu atau lebih bahan-bahan di atas
PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG TERJADI TERHADAP BAHAN YANG DIKEMAS

Penyimpangan mutu bahan pangan termasuk komoditas perikanan dan produk-produk olahannya adalah penyusutan kualitatif dimana bahan tersebut mengalami penurunan mutu sehingga menjadi tidak layak lagi untuk dikonsumsi manusia. Bahan pangan dikatakan rusak apabila telah mengalami perubahan cita rasa, penurunan nilai gizi, atau tidak aman lagi untuk dikonsumsi karena dapat mengganggu kesehatan. Makanan rusak adalah makanan yang sudah kadaluarsa atau melampaui masa simpan (shelf-life). Makanan kadaluarsa barangkali masih tampak bagus akan tetapi mutunya sudah menurun, demikian pula nilai gizinya.
Selain penyusutan kualitatif dikenal pula penyusutan kuantitatif, yaitu kehilangan jumlah atau bobot, karena penanganan yang kurang baik maupun gangguan biologi (serangan serangga dan tikus). Susut kualitatif dan kuantitatif sangat penting dalam proses pengemasan. Apabila dibandingkan antara kedua jenis susut tersebut, maka susut kuantitatif lebih berperan dalam pengemasan.
Pengemasan sebagai bagian integral dari proses pengolahan dan pengawetan komoditas perikanan dapat pula mempengaruhi mutu, yang disebabkan oleh perubahan-perubahan :
  1. Perubahan fisik dan kimia karena migrasi zat-zat kimia dari bahan kemas (monomer plastik, timah putih, korosi).
  2. Perubahan aroma (flavor), warna, tekstur yang dipengaruhi oleh perpindahan uap air dan oksigen.
DESAIN PENGEMASAN

Untuk menambah daya tarik suatu produk, salah satu rangkaian/bagian pengemasan yang penting untuk diperhatikan adalah desain kemasan. Desain kemasan harus dibuat semenarik dan secantik mungkin untuk menambah nilai jual suatu produk. 
Ketika mendesain kemasan, beberapa unsur yang harus tercantum dalam kemasan antara lain: 
o Nama produk
o Nomor pendaftaran produk
o Komposisi bahan penyusun produk
o Kode produksi
o Berat/volume produk
o Aturan pemakaiannya,
o Tanggal kadaluarsa
o Peringatan akan bahaya samping
o Cara penyimpanan
o Nama pabrik pembuatnya
o Merek dagang
o Kualitas produk

Suatu desain bisa saja menjadi trade mark pada masa tertentu namun kita juga harus mempertimbangkan seberapa lama produk tersebut akan bertahan pada posisinya. Oleh karena itu perlu dipikirkan untuk memperbaharui konsep desain yang telah ada. Inovasi pada kemasan produk memang perlu dilakukan asalkan kemasan baru tersebut tetap mempertahankan beberapa unsur lama.

Hal yang perlu diperhatikan ketika ingin mengubah suatu desain adalah respon dari konsumen. Jangan sampai suatu perubahan dilakukan secara drastis dengan mengubah semua sisi. Hal ini akan berdampak buruk dengan hilangnya citra produk yang kita pasarkan. Ada baiknya kita mengubah sedikit demi sedikit sambil mengenalkan perubahan baru tersebut kepada konsumen. Karena tanpa komunikasi maka kemungkinan kecil perubahan baru tersebut dapat diterima dengan cepat.

Desain kemasan kemudian diwujudkan dalam bentuk label kemasan. Teknik pelabelan bisa dicetak, bisa juga secara sederhana yaitu dengan sablon.

Sumber : Modul TOT Pengembangan Produk Berbasis Ikan Pelagis, 2009

0 komentar:

Post a Comment