Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Wednesday, November 13, 2013

MENGENAL PROBIOTIK

Probiotik adalah istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain/inangnya. (wikipedia.com).

Probiotik adalah bakteri hidup yang diberikan sebagai suplemen makanan yang mempunyai pengaruh menguntungkan pada kesehatan pada manusia dan binatang, dengan memperbaiki keseimbangan mikroflora intestinal. Mikroflora yang digolongkan sebagai probiotik adalah yang memproduksi asam laktat terutama dari golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria.

Istilah probiotik pertama kali dicetuskan untuk mendeskripsikan senyawa yang dihasilkan mikroorganisme yang dapat menstimulir pertumbuhan mikroorganisme lain. Definisi probiotik digunakan pada pemberian pakan ternak yang disuplementasi dengan mikroba pada tahun 1960 untuk membantu hewan ternak khususnya dalam saluran pencernaannya. Fuller (1999) menyatakan bahwa probiotik  adalah mikroorganisme yang bila dikonsumsi, baik dalam bentuk sel kering maupun produk fermentasi memberikan efek menguntungkan dengan memperbaiki sifat mikroflora indigenous. Selanjutnya definisi probiotik berkembang menjadi makanan suplemen berupa mikroba hidup yang memiliki keuntungan kepada manusia khususnya dalam keseimbangan mikroflora usus (Shortt, 1999). 

Definisi tersebut diperluas oleh paraahli dari Eropa dengan mempertimbangkan mekanisme probiotik selain yang diperantarai mikroflora usus. Probiotik adalah bahan pangan berupa mikroorganisme hidup yang mempunyai pengaruh menguntungkan terhadap kesehatan manusia. 

Definisi lain tentang probiotik adalah sediaan sel mikroba hidup atau komponen dari sel mikroba yang memiliki pengaruh menguntungkan terhadap kesehatan dan kehidupan inangnya (Salminen et al.,1999). Definisi tersebut memiliki implikasi bahwa probiotik tidak selalu harus berupa sel hidup karena telah terbukti bahwa probiotik dalam bentuk sel yang tidak hidup juga menunjukkan pengaruh positif terhadap kesehatan inang (Ouwehand dan Salminen, 1998). 

Probiotik sangat penting bagi tubuh karena menunjukkan peranan fisiologis yang penting dalam menjaga keseimbangan mikroflora saluran pencernaan sehingga terbentuk suatu ekosistem yang unik, yaitu terjadi interaksi yang kompleks yang bekerja secara sinergis dan antagonistis tergantung dari strain yang terlibat, jumlah dan aktivitas metaboliknya (Mattila-Sandholm et al., 1999) 

Sejumlah peneliti juga mengungkapkan beberapa pengaruh positif bagi kesehatan dari probiotik yaitu :

  1. Meningkatkan ketahanan terhadap penyakit infeksi terutama infeksi usus dan diare,
  2. Menurunkan tekanan darah/ antihipertensi,
  3. Menurunkan konsentrasi kolesterol serum darah,
  4. Mengurangi resiko lactose intolerance,
  5. Mempengaruhi respon imun,
  6. Memudahkan pencernaan,
  7. Menurunkan resiko terjadinya tumor dan kanker kolon dan
  8. Bersifat antimutagenik serta bersifat anti karsinogenik (Kusumawati, 2002). 

Beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan produk probiotik dengan pengaruh positif optimal bagi inangnya, diantaranya adalah :

  1. Spesies bakteri probiotik sebaiknya tidak bersifat patogen,
  2. Toleran terhadap asam dan garam empedu,
  3. Memiliki kemampuan menempel dan mengkolonisasi usus,
  4. Memiliki kemampuan untuk bertahan selama proses pengolahan dan selama waktu penyimpanan,
  5. Memiliki karakteristik sensor yang baik,
  6. Memiliki sifat antagonistik terhadap mikroba patogen enterik,
  7. Terbukti memiliki pengaruh menguntungkan bagi kesehatan inang,
  8. Produk probiotik diharapkan memiliki jumlah sel hidup yang besar 

Dalam kehidupan manusia sehari - hari probiotik berguna dalah :

  1. Membantu penyerapan nutrisi
  2. Dapat memproduksi vitamin
  3. melawan pertumbuhan bakteri jahat
  4. Berperan dalam ekosistem usus
Secara umum bakteri yang sering digunakan adalah Bifidobacterium, Bacillus  dan Lactobacillus.

Semoga Bermanfaat...


Sumber : www.wikipedia.com

Friday, November 8, 2013

PEMBUATAN EKADO IKAN

Ekado ikan adalah produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan cincang dengan penambahan tepung tapioka, telur dan bumbu-bumbu. Spesfikasi dari produk ini adalah adonan daging   ikan dibungkus dengan kulit pangsit dan dibentuk seperti kantong yang diikat bagian atasnya dengan daun kucai. Ekado Ikan merupakan produk beku yang siap untuk dihidangkan.

BAHAN BAKU DAN TAMBAHAN
Pada umumnya, bahan baku yang digunakan adalah ikan kembung atau ikan ekor kuning. Persyaratan bahan baku yang terpenting adalah kesegaran ikan tersebut. Bahan tambahan yang digunakan yaitu tepung tapioka, telur dan bumbu-bumbu serta kulit pangsit sebagai pembungkus. 

KOMPOSISI
Komposisi bahan bahan tambahan berdasarkan dari berat daging ikan (500 gram) sebagai berikut :
Bahan - bahan yang digunakan untuk membuat Ekado
CARA MEMBUAT
1. Buatlah fillet ikan dan buang kulitnya
Tahapan dalam membuat Fillet Ikan
2. Rendam fillet ikan dalam air es yang dibubuhi garam 2% (air : es : ikan = 2:1:1)
Fillet Ikan Direndam Dalam Air Es
3. Peraslah daging ikan dengan menggunakan kain saring / alat pengepres
4. Cincang kasar fillet ikan, kemudian ditimbang untuk menentukan bumbu.
Cincangan Kasar Daging Ikan
5. Potong-potong halus daun bawang, bawang bombay / bawang putih 
Bawang merah dicincang halus
6. Campurkan daging ikan dengan bumbu-bumbu : garam, gula, bumbu masak, merica, minyak wijen, tepung tapioka, dan telur 
Pencampuran Daging Ikan Dengan Bumbu
7. Tambahkan bawang putih / bawang bombay cincang dan daun bawang aduk sampai merata 
8. Ambil adonan setengah sendok makan, kemudian bentuk bulatan dan direbus dalam air mendidih. Setelah matang, tiriskan.

9. Bungkus dengan kulit pangsit, dan bentuklah seperti kantong ;
Pembungkusan Ekado
10. Ikatlah bagian atasnya dengan daun kocai
11. Bekukan secara I Q F (Individual Quick Freezing) usahakan tidak saling menempel, atau dapat langsung digoreng dalam keadaan beku dengan minyak panas, tetapi api jangan terlalu besar, sampai warna kuning kecoklatan.
Ekado yang siap santap

Semoga Bermanfaat...

Sumber: 1. Modul Pengolahan Hasil Perikanan BPPP Tegal
                2. Gambar diolah dari berbagai sumber

PENANGANAN IKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN ( TPI )

PEMBONGKARAN IKAN DIKAPAL/TEMPAT PENDARATAN
Setelah kapal sampai di pelabuhan, sebaiknya ikan segera dibongkar dan dinaikkan ke darat. Pembongkaran dilakukan sepagi mungkin, untuk menghindari panas matahari yang dapat mempercepat proses pembusukan. Pembongkaran dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai mengakibatkan luka-luka pada ikan. Ikan besar diangkat satu persatu di masukkan keranjang / peti dan diangkut ke atas dengan derek. Ikan-ikan kecil disekop dengan hati-hati dimasukkan keranjang/peti, selanjutnya dinaikkan ke atas dek dan diangkut ke darat. Pengangkutan dari kapal ke darat  sebaiknya menggunakan sarana yang kokoh, dan aman, sehingga ikan tidak tertumpah ke laut.
Proses Bongkar Ikan Dari Kapal Nelayan
PENANGANAN IKAN DITEMPAT PELELANGAN IKAN
Tempat pelelangan ikan sebaiknya dekat dengan tempat pendaratan. Di tempat ini harus tersedia air bersih yang cukup untuk mencuci ikan, membersihkan lantai tempat pelelangan, mencuci peti/keranjang dan sarana lainnya. Jika ikan menunggu lama dalam pelelangan, sebaiknya ditutup dengan es atau terpal basah. Konstruksi lantai TPI dibuat miring sehingga air tidak tergenang dan lantai mudah dibersihkan. Saluran-saluran pembuangan air dan sistem drainase harus dibuat sebaik mungkin. 
Pada umumnya di lokasi TPI juga disediakan fasilitas untuk usaha peng-esan dan pengepakan ikan segar yang akan di kirim ke luar daerah. Dengan demikian diharapkan ikan segar dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak terjadi proses kemunduran mutu. 
Ikan Yang Siap Lelang
Lokasi TPI sebaiknya dekat dengan jalan raya sehingga memudahkan transportasi dan memperlancar usaha distribusi ikan segar ke seluruh daerah.

Semoga Bermanfaat...

UNSUR - UNSUR DINAMIKA KELOMPOK

Kelompok  harus  bisa  produktif,  harus  bisa  menghasilkan  sesuatu, bermanfaat bagi anggotanya.  Agar kelompok  produktif,  kelompok  harus dinamis.  Untuk  bisa dinamis,  unsur-unsur  dinamika  sebagai kekuatan kelompok tersebut harus terpenuhi. Unsur-unsur dinamika kelompok tersebut adalah :

TUJUAN KELOMPOK
Tujuan  kelompok  dapat  diartikan  sebagai  gambaran  yang  diharapkan anggota yang akan dicapai oleh kelompok. Tujuan kelompok harus jelas dan  diketahui  oleh seluruh  anggota. Untuk  mencapai  tujuan kelompok tersebut  diperlukan  aktivitas bersama  oleh  para  anggota. Hubungan antara  tujuan  kelompok dengan  tujuan anggota  bisa  :
a)  sepenuhnya bertentangan,
b)  sebagian  bertentangan,
c)  netral,
d) searah  dan
e) identik.  
Dengan  demikian  bentuk  hubungan  ”a”  tidak  menguntungkan dan bentuk ”d” adalah yang paling baik.

STRUKTUR KELOMPOK
Struktur  kelompok  adalah  bentuk  hubungan  antara  individu-individu dalam kelompok  sesuai posisi dan peranan  masing-masing.  Struktur kelompok  harus sesuai/mendukung  tercapainya tujuan  kelompok. Yang berhubungan dengan struktur kelompok yaitu :
1. Struktur Komunikasi
Sistem komunikasi dalam kelompok harus lancar agar pesan sampai kepada seluruh anggota, komunikasi yang  tidak  lancar  akan menimbulkan ketidakpuasan  anggota, pada  gilirannya kelompok menjadi tidak kompak.
2. Struktur Tugas Atau Pengambilan Keputusan
Pembagian tugas harus merata dengan memperhatikan kemampuan, peranan,  dan posisi masing-masing anggota.  Dengan  demikian seluruh  anggota  kelompok ikut  berpartisipasi dan  terlibat,  sehingga dinamika kelompok harus semakin kuat.
3. Struktur Kekuasaan atau Pengambilan Keputusan
Kedinamisan  kelompok  sangat  erat  dengan  kecepatan  pengambilan keputusan selain harus  jelas  siapa yang  mengambil  keputusan  dan ketidak  cepatan (kelambatan) pengambilan  keputusan  menunjukkan lemahnya struktur kelompok.
4. Sarana Terjadinya Interaksi
Interaksi  di  dalam  kelompok  sangat  diperlukan  sedangkan  dalam struktur kelompok harus  menjamin kelancaran  interaksi,  kelancaran interaksi memerlukan  sarana  (contoh ketersediaan  ruang  pertemuan kelompok) dapat menjamin kelancaran interaksi antar anggota.

FUNGSI TUGAS
Fungsi  tugas  adalah  segala  kegiatan  yang  harus  dilakukan  kelompok dalam rangka mencapai tujuan. Secara keseluruhan fungsi ini sebaiknya  dilakukan  dengan  kondisi  menyenangkan,  dengan  kondisi  yang menyenangkan dapat menjamin fungsi tugas ini dapat terpenuhi.  Kriteria yang  dipergunakan  pada  fungsi  tugas  ini  terpenuhi  atau  tidak  adalah  terdapatnya:
  1. Fungsi memberi informasi, Dengan  kondisi  yang  menyenangkan  gagasan  yang  muncul  dan penyebarannya kepada anggota lainnya akan berjalan dengan baik
  2. Fungsi koordinasi, Dalam  kelompok  fungsi  koordinasi  ini  sangat  diperlukan  untuk mengatur  berbagai pola-pola  pemikiran/tindakan  agar  terjadi kesepakatan tindakan.
  3. Fungsi memuaskan anggota, Semakin  anggota  merasa  senang  dan  puas,  semakin  baik kekompakan kelompok.
  4. Fungsi berinisiatif, Kelompok  perlu  merangsang  dari  semua  anggota  untuk  bisa memunculkan  banyak inisiatif,  makin  banyak  muncul  inisiatif  makin kuat dinamika kelompok
  5. Fungsi mengajak untuk berpartisipasi
  6. Fungsi menyelaraskan

MENGEMBANGKAN DAN MEMBINA KELOMPOK
Mengembangkan  dan  membina  kelompok  dimaksudkan  sebagai  usaha mempertahankan  kehidupan  kelompok,  kehidupan  berkelompok  dapat dilihat dari adanya kegiatan.
  1. Mengusahakan/mendorong  agar  semua  anggota  kelompok  ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan kelompok. Dengan demikian rasa memiliki kelompok dari para anggotanya akan tinggi.
  2. Tersedianya fasilitas
  3. Mengusahakan/mendorong  menumbuhkan  kegiatan,  agar  para anggota bisa ikut aktif berperan.
  4. Menciptakan  norma  kelompok.  Norma  kelompok  ini  digunakan sebagai acuan anggota kelompok bertindak.
  5. Mengusahakan  adanya  kesempatan  anggota  baru,  baik  untuk menambah jumlah maupun mengganti anggota yang keluar.
  6. Berjalannya  proses  sosialisasi.  Untuk  mensosialisasikan  adanya anggota  baru  adanya  norma  kelompok  adanya  kesepakatan,  dan sebagainya.

KEKOMPAKKAN KELOMPOK
Kekompakan  kelompok  menunjukkan  tingkat  rasa  untuk  tetap  tinggal dalam  kelompok,  hal  ini  dapat berupa  :  loyalitas,  rasa  memiliki,  rasa keterlibatan, dan keterikatan. Terdapat enam faktor yang mempengaruhi kekompakan kelompok yaitu:
  1. Kepemimpinan Kelompok, Kepemimpinan kelompok yang melindungi, menimbulkan rasa aman, dapat menetralisir setiap perbedaan.
  2. Keanggotaan Kelompok, Anggota yang loyal dan tinggi rasa memiliki kelompok.
  3. Nilai Tujuan Kelompok, Makin  tinggi  apresiai  anggota  terhadap  tujuan  kelompok,  kelompok semakin kompak.
  4. Homogenitas Angota Kelompok, Setiap anggota tidak menonjolkan perbedaan masing-masing, bahkan harus merasa sama, merasa satu.
  5. Keterpaduan Kegiatan Kelompok, Keterpaduan anggota kelompok di dalam mencapai tujuan sangatlah penting. 
  6. Jumlah Anggota Kelompok, Pada umumnya, bila jumlah anggota kelompok relatif kecil cenderung lebih mudah kompak, dibandingkan dengan kelompok dengan jumlah anggota besar.

SUASANA KELOMPOK
Suasana  kelompok  adalah  keadaan  moral,  sikap  dan  perasaan bersemangat atau apatis yang ada dalam kelompok, suasana kelompok yang baik bila anggotanya merasa saling menerima, saling menghargai, saling mempercayai dan bersahabat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi suasana kelompok adalah
  1. hubungan  antar  anggota.  Hubungan  yang  mendukung  adalah hubungan yang rukun, bersahabat, persaudaraan;
  2. kebebasan berpartisipasi. Adanya kebebasan berpartisipasi, berkreasi akan menimbulkan semangat kerja yang tinggi; dan
  3. lingkungan fisik yang mendukung.

TEKANANAN PADA KELOMPOK
Tekanan pada kelompok dimaksudkan adalah adanya tekanan-tekanan dalam kelompok yang dapat menimbulkan ketegangan, dengan adanya ketegangan  akan  timbul  dorongan  untuk  mempertahankan tujuan kelompok.  Tekanan  kelompok  yan  cermat,  dan  terukur  akan  dapat mendinamiskan kelompok, bila tidak justru akan berakibat sebaliknya.

EFEKTIFITAS KELOMPOK
Efektifitas  kelompok  adalah  keberhasilan  dalam  melaksanakan  tugastugas  kelompok  dalam mencapai tujuan.  Semakin  banyak  tujuan  yang dapat  dicapai,  semakin  banyak  keberhasilan,  anggota  kelompok akan semakin  puas.  Bila  anggota  kelompok  merasa  puas  kekompakan  dan kedinamisan kelompok akan semakin kuat.

Semoga Bermanfaat...

Sumber : Razi, Fahrur.2011. Modul  Kunjungan  Pembinaan Kepada  Pelaku  Utama  dan  Pelaku  Usaha  Oleh Penyuluh  Kepada  Sasaran Perseorangan/Anjangsana  dan  Kelompok. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Thursday, November 7, 2013

PENANGANAN IKAN DI KAPAL

Produk perikanan merupakan salah satu jenis pangan yang perlu mendapat perhatian terkait dengan keamanan pangan. Mengingat di satu sisi, Indonesia merupakan negara maritim terbesar di Asia Tenggara sehingga sektor perikanan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Terutama dalam penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan nelayan dan sumber devisa negara. Selain itu, produk perikanan juga merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh manusia. Namun di sisi lain, produk perikanan dapat menjadi media perantara bagi bakteri patogen dan parasit yang dapat menginfeksi manusia.

Penanganan ikan di atas kapal adalah segala upaya terhadap hasil tangkapan di kapal mulai dari tindakan awal sampai dengan penyimpanan yang bertujuan menjaga mutu ikan sesuai dengan standar yang diinginkan. Mutu ikan tidak dapat diperbaiki tetapi hanya dapat dipertahankan. Kerusakan atau penurunan mutu ikan dapat terjadi segera setelah ikan mengalami kematian, peristiwa ini terjadi karena mekanisme pertahanan normal ikan terhenti setelah ikan mengalami kematian. Adapun penyebab kerusakan ikan adalah bakteri, ensim dan reaksi kimia yang terdapat didalam tubuh ikan maupun lingkungan dimana ikan berada. Untuk menjaga mutu ikan hasil tangkapan, maka perlu penanganan yang baik sejak ikan diangkat dari alat tangkap, selama penyimpanan, dan pembongkarannya, sehingga ikan dapat sampai dikonsumen dengan mutu yang baik dan aman untuk dikonsumsi.

PENANGANAN IKAN DIATAS DEK
Lantai geladak dan setiap alat yang  di pakai dalam penanganan ikan segar harus di bersihkan sebelum di pakai. Setelah dinaikkan ke kapal, jika keadaan memungkinkan ikan segera disiangi (dikeluarkan isi perut dan insangnya) kemudian dicuci bersih dengan air laut. Umumnya penyiangan hanya di lakukan terhadap ikan-ikan yang berukuran besar; ikan-ikan kecil seperti lemuru dan kembung tidak praktis untuk di siangi di kapal.
Pencucian dilakukan dengan menggunakan air laut. Sisa-sisa darah dan sisa-sisa isi perut dihilangkan, demikian pula lendir-lendir yang ada. Selanjutnya jika keadaan memungkinkan, ikan disortir menurut jenis dan ukurannya dan masing-masing disimpan  di palka secara terpisah, baik didalam peti-peti maupun menggunakan rak yang terpisah. 
Pencucian Ikan Hasil Tangkapan
Selama bekerja di geladak, ikan perlu di lindungi dari sinar matahari dan hujan, misalnya dengan memasang tenda. Ikan yang bertumpuk banyak karena menunggu disiangi dapat di tutup dengan terpal basah. Geladak harus di cuci bersih setelah pekerjaan pencucican ikan selesai sebelum hasil tangkapan yang lain dinaikkan ke kapal.

PENYIMPANAN DI PALKA
Palkah untuk menyimpan ikan segar harus dibersihkan sebelum dimasuki ikan. Pekerjaan mengangkut ikan ke dalam palka harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai ikan; melemparkan atau menuangkan ikan kedalam palkah atau menginjak ikan adalah praktek yang tidak baik.
Penyusunan ikan di palka dapat dilakukan dengan 4 cara, yaitu dengan menimbun (bulking), dengan bersusun lapis menggunakan rak / sekat datar (shelfving), dengan menggunakan peti-peti (boxing), dan dengan merendam ikan di dalam air dingin.
Penampang Palka Pada Kapal Ikan

A. Menimbun Ikan di Palka (Bulking)
Yang dimaksud dengan menimbun ialah menumpuk ikan di lantai palka tanpa menggunakan penyekat datar atau peti. Cara ini pada umumnya dilakukan dikapal ikan yang kecil dan palkanya rendah. Dasar palka terlebih dahulu dilapisi es setebal +15 cm (atau lebih tebal jika dinding palka tidak diisolasi). Ikan ditumpuk di atas lapisan es itu setebal 10-12 cm; di atasnya diberi lapisan es lagi, kemudian lapisan ikan; demikian seterusnya sampai tingginya cukup; lapisan paling atas adalah lapisan es.
Tinggi timbunan ikan sebaiknya tidak melebihi 60 cm. Penimbuanan yang lebih tinggi lagi dapat merusak ikan pada lapisan yang di bawah, karena menerima tekanan yang cukup besar. Biasanya setiap 1 ton ikan yang disimpan di palka dengan cara penimbunan memerlukan ruang palka yang bervolume  2- 2,5 m3

Penyimpanan Ikan Dalam Palka Dengan Cara Menimbun
B. Menyimpan Bersusun Lapis (Shelfing)
Cara penyimpanan ini umumnya di lakukan di kapal ikan yang palkanya cukup besar dengan tinggi palka >140 cm. Palka disiapkan dengan konstruksi khusus: di lengkapi dengan rak-rak vertikal dan horisontal yang hidup (dapat di lepas). Sekat-sekat vertikal berjarak 1 meter atau kurang, sedangkan sekat-sekat horisontal berjarak 20-35 cm. Biasanya rak-rak itu disusun membujur, di sisi kiri dan kanan, sedang ditengah-tengahnya dipakai sebagai lorong. Ikan disusun di atas rak-rak horisontal dengan diselimuti es. Ikan yang besar di susun membujur. 

Pemakaian rak-rak di palka ini dapat menghasilkan ikan yang lebih baik karena ikan tidak terlalu banyak menerima tekanan, tetapi diperlukan penanganan yang lebih banyak dan di perlukan ruangan yang lebih besar. Tiap 1 ton ikan memerlukan ruang palkah 3-4,5 m3  tergantung dari ukuran ikan.

C. Menyimpan Ikan Di Palka Dengan Peti (Boxing)
Peti untuk menyimpan ikan di kapal umumnya dibuat dari kayu atau plastik yang dirancang dengan ukuran yang disesuaikan dengan kemampuan manusia setempat, yaitu 20-30 kg. Ukuran yang labih besar dirancang untuk diangkut oleh 2 orang. Peti dari plastik lebih mudah dibersihkan. Peti kayu hendaknya dibuat dari papan yang diserut halus dan dengan sudut-sudut yang mudah di bersihkan. 
Cool Box Yang Ditempatkan di Kapal
Ikan di susun di dalam peti dengan di campur dan di selimuti es. Karena peti-peti itu akan di tumpuk di palka, maka pengisian ikan /es tidak boleh melebihi permukaan peti agar ikan tidak tertekan peti diatasnya. Dengan cara penyimpanan ini, tiap 1 ton ikan memerlukan ruang palka 2,5 - 3 m3.

D. Merendam Ikan Dalam Air Dingin
Palka ikan dibangun berupa tangki-tangki khusus untuk menampung air laut yang di dinginkan. Ikan direndam di dalam tangki-tangki tersebut sampai saat dibongkar di pelabuhan. Jika dilakukan dengan baik, cara ini menghasilkan ikan dengan mutu yang lebih baik; pendinginan berlangsung lebih cepat, ikan tidak menerima tekanan. Ikan-ikan besar seperti tuna dan ikan-ikan kecil seperti lemuru dan kembung dapat diperlakukan dengan cara ini. 

Air laut didinginkan dengan mesin pendingin yang sudah mulai dijalankan sejak kapal meninggalkan pelabuhan menuju daerah penangkapan, dengan maksud agar air sudah cukup dingin pada waktu hasil tangkapan pertama dinaikkan. Sering kali tangki-tangki diisi dengan sejumlah es sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.

Sumber : Modul Penanganan Hasil Perikanan, BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

KIMBIS Latih Pembenihan Ikan Lele Bagi Pembudidaya Ikan Lele Kota Tegal

Klinik IPTEK Mina Bisnis (KIMBIS) merupakan bentuk kelembagaan  pemberdayaan masyarakat  di pedesaan. Klinik IPTEK ini dapat dimanfaatkan untuk mengimplementasikan  berbagai program seperti: Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN), dukungan terhadap Program Industrialisasi Perikanan, Program peningkatan produksi perikanan, PUMP, PUGAR, dan berbagai program lainya untuk mendorong kehidupan ekonomi masyarakat di pedesaan. Klinik IPTEK Mina Bisnis memfasilitasi program-program tersebut melalui kegiatan asistensi dan pengawalan.

Untuk meingkatkan pengetahuan dan keterampilan para pembudidaya ikan lele di Kota Tegal, KIMBIS Kota Tegal bekerjasama dengan P2MKP Pandawa Fish Farm melaksanakan pelatihan pembenihan ikan lele secara tradisional dan intensif. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2013 bertempat di P2MKP Pandawa Fish Farm, Desa Pendawa Kec. Lebaksiu Kab. Tegal.
Peserta sedang melaksanakan praktek penyuntikan ikan
Pada kesempatan pelatihan ini hadir perwakilan dari Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP), Penyuluh perikanan Kota Tegal dan Pengurus KIMBIS Kota Tegal.

Saat ini junlah pembenih ikan lele di Kota Tegal sangat sedikit sehingga untuk kebutuhan benih lebih banyak disuplai dari luar daerah. Sehingga diharapkan dengan dilaksanakannya pelatihan ini bisa menumbuhkan pembenih ikan lele di Kota Tegal.


Wednesday, November 6, 2013

PEMBUATAN SIOMAY IKAN

Siomai atau siomay adalah salah satu jenis dim sum. Dalam bahasa Mandarin, makanan ini disebut shaomai, sementara dalam bahasa Kanton disebut siu maai. Dalam dialek Beijing, makanan ini juga ditulis sebagai 燒麥, dan juga dibaca shaomai. Kulit siomai adalah serupa dengan kulit pangsit. Makanan ini konon berasal dari Mongolia Dalam.
Dalam masakan Indonesia terdapat berbagai jenis variasi siomai berdasarkan daging untuk isi, mulai dari siomai ikan tenggiri, ayam, udang, kepiting, atau campuran daging ayam dan udang. Bahan untuk isi dicampur dengan sagu atau tapioka. Di beberapa daerah, siomai tidak selalu dibungkus dengan kulit dari tepung terigu (kulit Pangsit).
Siomai biasanya disajikan dengan beberapa jenis bahan pelengkap. Pelengkap siomai yang biasa disajikan antara lain telur ayam rebus dan sayuran seperti kentang, peria dan kubis. Sebelum dihidangkan, biasanya siomai dan bahan pelengkapnya dikukus agar dapat disajikan dalam kondisi hangat.

Beikut resep pembuatan siomay ikan :

MEMILIH BAHAN BAKU
Untuk mendapatkan hasil olahan yang baik, dibutuhkan bahan baku / daging ikan yang masih segar.
Jenis ikan ( hasil perikanan ) yang baik untuk bahan baku antara lain :
- Udang
- Cumi – cumi
- Ikan tengiri
- Jenis ikan laut yang mempunyai tekstur lembut ( mudah dilumatkan )
Cumi-cumi, Ikan dan Udang
Ciri – ciri ikan ( hasil perikanan ) yang segar :
  1. Ciri – ciri udang segar : Badan utuh, Warna cermerlang, Bau segar merangsang
  2. Ciri – ciri cumi segar : Badan utuh, Warna cermerlang, Bau segar merangsang
  3. Ciri – ciri ikan segar : Badan utuh, Warna cerlang, Bau segar merangsang, Daging kenyal dan Insang berwarna merah segar
Ikan Segar
MEMBUAT PASTA IKAN
Yangdimaksud dengan pasta ikan adalah gaging ikan yang sudah dipisahkan dari duri, kulit kemudian dilumatkan shingga berbentuk seperti pasta.
1. Membuat pasta ikan dari udang :
  • Udang dipotong kepalnya, kemudian dikupas kulitnya.
  • Daging udang dicuci bersih kemudian dilumatkan dengan penggiling daging.
  • Hasil penggilingan daging udang disebut dengan “ Pasta “ yang merupakan bahan baku pembuatan “ Somay “.
2. Membuat pasta ikan dari cumi – cumi :
  • Daging badan cumi –cumi yang sudah dipisahkan dari kepala dan isi perut dipotong – potong.
  • Potongan daging badan cumi – cumi dicuci bersih kemudian dilumatkan dengan penggilingan daging.
  • Hasil penggilingan daging badan cumi – cumi disebut “ Pasta “ yang merupakan bahan baku pembuatan “ Somay “.
3. Membuat pasta ikan dari ikan :
Pasta Ikan
  • Ambil daging ikan dengan cara difillet.
  • Bersihkan daging ikan dari duri, daging merah dan sisa kotoran dicuci bersih.
  • Daging yang seudah bersih dilumatkan dengan penggilingan daging.
  • Hasil penggilingan daging ikan disebut “ pasta “ yang merupakan bahan baku pembuatan “ Somay “.
MEMBUAT ADONAN DAN MEMASAK SIOMAY
A. Bahan yang diperlukan untuk 1 (satu) resep adonan :
Bahan yang digunakan untuk membuat siomay
B. Memasak adonan somay :
  • Bumbu ( bawang putih, garam )dihaluskan
  • Campurkan pasta ikan, telor diaduk sampai merata, tambah tepung tapioka dan tepung terigu. Bila diperlukan tambahkan air panas seikit demi sedikit secukupnya sehingga adonan tidak terlalu lembek dan todak terlalu kering.
  • Adonan dibentuk menjadi bola – bola kecil sebesar bola ping pong ( sesuai selera ).
  • Bola – bola adonan dimasak dengan cara dikukus sampai matang ( + 30 menit ).
Langkah - langkah pembuatan siomay
C. Membuat Kuah Siomay, Bahan yang diperlukan untuk kuah siomay diantaranya :
Bahan - Bahan Kuah Siomay
D. Cara membuat :
  • Kacang tanah digoreng kemudian dihaluskan.
  • Cabe merah, bawang putih, bawang merah dihaluskan, kemudian ditumis.
  • Masukan kacang yang sudah dihaluskan, tambahkan air gula merah dan garam secukupnya
  • Kuah siap disajikan.
Bumbu kacang siomay
PENYAJIAN
  • Somay yang sudah dimasak ditata dalam piring, dapat ditambah ketang rebus, tahu rebus dan kol rebus.
  • Tatanan somay dalam piring disiram dengan kuah somay.
  • Untuk penyedap ditambah bawang goreng.
Siomay yang siap saji

Semoga Bermanfaat...

Tuesday, November 5, 2013

ADMINISTRASI KELOMPOK

Kesan  pertama  yang  terlihat  pada  suatu   kelompok  pelaku  utama yang  baik,  adalah  pengelolaan administrasi  yang  baik.  Sehingga kemampuan  melaksanakan  administrasi  dengan  baik  perlu  dibina terus sampai mereka terbiasa melakukannya.

Untuk  dapat  mengetahui  keberadaan  kelompok  dan  tingkat  maju mundurnya kelompok, dokumentasi kelompok yang berupa pembukuan atau administrasi  kelompok  perlu  disusun.  Beberapa  buku  yang harus  dibuat adalah :

  1. Buku Data Anggota;
  2. Buku Kas;
  3. Buku Inventaris Barang;
  4. Buku  Notulen;
  5. Buku  Kehadiran  Peserta  Rapat;
  6. Buku  Agenda Surat;
  7. Buku  Tamu;
  8. Buku  Rencana  Kegiatan;
  9. Buku  Kegiatan Usaha;
  10. Buku  Pola  Tanam/Tebar.
Contoh  format  buku-buku  diatas seperti pada tabel d.ibawah ini :

BUKU DATA ANGGOTA
A. Format Buku Data Anggota Kelompok Pembudidaya Ikan
 Contoh Buku data anggota kelompok pembudidaya ikan
B. Format Buku Data Anggota Kelompok Penangkapan Ikan
Contoh Buku data anggota kelompok penangkapan ikan/nelayan
C. Format Buku Data Anggota Kelompok Pengolahan Ikan
Contoh Buku data anggota kelompok pengolah ikan
D. Format Buku Data Anggota Kelompok Gabungan
Contoh Buku data anggota kelompok gabungan (KUB)
BUKU KAS
A. Format Buku Kas Harian
Contoh Buku Kas Harian
B. Format Buku Kas Bulanan
Contoh Buku kas bulanan
BUKU INVENTARIS BARANG
Contoh buku inventaris barang
BUKU NOTULEN
Contoh Buku notulen
BUKU KEHADIRAN PESERTA RAPAT
Contoh Buku kehadiran peserta rapat/kegiatan/pertemuan
BUKU ANGENDA SURAT
Contoh Buku agenda surat
BUKU TAMU
Contoh Buku tamu
BUKU RENCANA KEGIATAN
Contoh Buku rencana kegiatan
BUKU KEGIATAN USAHA
Contoh Buku kegiatan usaha
BUKU POLA TANAM/TEBAR
Contoh Buku Pola Tanam/Tebar

Semoga Bermanfaat... 

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERIKANAN DAN ANGKA KREDITNYA

Petunjuk  Teknis  Jabatan  Fungsional  Penyuluh  Perikanan  dan  Angka Kreditnya dimaksudkan agar  para Pejabat Fungsional  Penyuluh Perikanan, Tim Penilai  Penyuluh  Perikanan,  Pejabat  Pengelola  Jabatan Fungsional  Penyuluh Perikanan, dan para Pejabat Struktural terkait mempunyai pedoman baku dalam hal pelaksanaan  kegiatan  dan  pengelolaan  Jabatan  Fungsional  Penyuluh Perikanan.

Petunjuk  Teknis  Jabatan  Fungsional  Penyuluh  Perikanan  dan  Angka Kreditnya  bertujuan  untuk tercapainya  keseragaman  pemahaman  dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan penyuluhan perikanan, tata kerja dan  tata  cara  penilaian  bagi  Tim  Penilai  Penyuluh  Perikanan,  sehingga pengelolaan pembinaan  bagi  Pejabat  Fungsional  Penyuluh  Perikanan mempunyai standar yang sama baik di Pusat maupun Daerah.

Untuk yang memerlukan Petunjuk  Teknis  Jabatan  Fungsional  Penyuluh  Perikanan  dan  Angka Kreditnya bisa diunduh disini

Semoga bermanfaat...

Monday, November 4, 2013

Pembuatan Bandeng Duri Lunak (Presto)

Pada umumnya ikan bandeng diolah secara tradisional antara lain dengan cara pengasapan, penggaraman dan pemindangan. Cara pengolahan tersebut hanya merubah komposisi daging, rasa serta tekstur ikan, tetapi tidak dapat melunakkan tulang yang banyak terdapat dalam daging ikan bandeng. Untuk mengatasi gangguan tulang – tulang ini, ada suatu cara pengolahan khusus yang produknya disebut bandeng duri lunak.

Proses pengolahan bandeng duri lunak dengan uap air panas bertekanan tinggi menyebabkan tulang dan duri menjadi lunak. Selain itu uap air panas yang bertekanan tinggi ini sekaligus berfungsi menghentikan aktifitas mikroorganisme pembusuk ikan, kerasnya tulang ikan disebabkan adanya bahan organik dan anorganik pada tulang. Bahan anorganik meliputi unsur-unsur kalsium, phosphor, magnesium, khlor dan flour sedangkan bahan organik adalah serabut-serabut kolagen. Tulang menjadi rapuh dan mudah hancur bila bahan organik yang terkandung di dalamnya larut.

Berikut bahan dan alat yang digunakan pada pembuatanbandeng duri lunak :
BAHAN
Komposisi bahan yang digunakan pada pembuatan bandeng duri lunak
ALAT
Alat - alat yang digunakan pada pembuatan bandeng duri lunak
PROSES PEMBUATAN
1. Bahan Baku
Ikan bandeng dari tambak ditempatkan di keranjang-keranjang plastik kapasitas 10 kg dengan pemberian es secara selang-seling agarkesegaran ikan tetap terjaga. Perbandingan banyaknya es curai dengan ikan yang digunakan adalah 3:2 agar ikan terjaga kesegarannya.
Ikan bandeng
2. Penyiangan
Proses penyiangan dapat dilakukan dengan cara dibelah dan dibuang isi perut dan insangnya. Ikan dibelah dari punggung kemudian diteruskan sampai insang dan kepala tetapi jangan sampai putus, seperti pembelahan bentuk “butterfly”. disiangi dengan cara menyobek bagian perut ikan dalam posisi membujur di bagian bawah sisi luar perut mulai dari atas sirip dubur ke arah depan sebelum sirip dada. Kemudian isi perut diambil dengan jari tangan. Insang tidak dibuang tetapi cukup dicuci sampai bersih. Hal ini dilakukan agar kepala tidak kempes setelah direbus. Isi perut dan kotoran-kotoran lainnya ditampung dalam ember kecil. Penyiangan dilakukan agar proses pembusukan dapat diperlambat karena isi perut merupakan sumber kontaminasi bakteri patogen.
Fillet Bandeng Butterfly


3. Pencucian
Ikan yang sudah disiangi, langsung dicuci dengan air bersih (air PAM yang telah diendapkan atau air sumur) yang mengalir sebanyak 4-5 kali sampai kotoran yang menempel pada tubuh ikan hilang. Ikan yang sudah dicuci bersih ditempatkan dalam ember untuk persiapan proses pelumuran bumbu. Pencucian pada ikan bandeng bertujuan agar kotoran, darah, dan lendir yang menempel pada permukaan tubuh ikan hilang.
Pencucian Ikan
4. Pelumuran Bumbu
Pada pengolahan bandeng duri lunak secara modern dilakukan proses pelumuran bumbu. Pelumuran bumbu dilakukan apabila ikan sudah dicuci dan bersih. Bumbu-bumbu yang digunakan untuk bagian dalam ikan bandeng hampir sama, yaitu bawang putih, jahe, kunyit dan garam. Sisa garam digunakan persiapan bumbu untuk dioleskan bagian luar tubuh ikan.

5. Penyusunan Ikan
Sebelum ikan disusun dalam autoclave, air bersih dimasukkan ke dalam autoclavesebanyak 1-2 liter. Ikan yang telah dibumbui dibungkus daun pisang sebanyak satu lembar satu persatu kemudian dimasukkan ke dalam autoclave. 

Autoclave (Panci presto)

Ikan disusun berlapis-lapis. Lapisan pada penyusunan ikan terdiri dari 4 - 5 lapisan. Jika lapisan dasar posisi kepala ikan berada dalam satu sisi, maka lapisan diatasnya harus di sisi yang berlawanan. Demikian seterusnya sampai panci penuh dan padat. Perlakuan seperti itu dimaksudkan agar ikan teratur rapi sehingga autoclave dapat menampung ikan lebih banyak dan mengurangi kerusakan fisik ikan.
Penyusunan Ikan Bandeng dalam autoclave/panci presto

6. Pemasakan
Proses pemasakan dengan autoclave(secara modern) setelah ikan tersusun rapi, autoclaveditutup rapat. Cara menutup autoclaveadalah pengunci diputar searah jarum jam dengan tang dan pengunci yang berlawanan arahnya juga ikut diputar bersamaan sampai terasa berat atau tidak dapat diputar lagi kemudian stick penyangga dirapatkan dengan tangkai penutup dan dikunci dengan cara ditekan sampai berbunyi klik.
Bandeng duri lunak yang sudah matang

Agar mempercepat proses pemasakan bandeng duri lunak dapat dilakukan dengan memanfaatkan suhu tinggi untuk meningkatkan tekanan. Untuk memaksimalkan panas yang dihasilkan oleh kompor gas, ditambah beberapa saluran gas untuk menyemprotkan api lebih besar sehingga tekanan dapat meningkat sesuai yang diinginkan dengan waktu yang singkat. Jika tekanan sudah mencapai 1,5 atm, saluran gas tambahan dimatikan agar tekanan stabil. Selama pemasakan api kompor gas harus terus dikontrol jangan sampai api menjadi kecil maupun membesar. Nyala api yang digunakan adalah sedang, dijaga agar tidak terlalu besar tetapi juga tidak terlalu kecil, apabila nyala api terlalu besar kemungkinan penguapan air terlalu cepat sehingga air habis sebelum waktunya sedangkan ikan belum lunak.

7. Pendinginan
Proses pendinginan dengan menggunakan autoclave(secara modern) pada proses pemasakannya dilakukan dengan cara autoclavedidiamkan selama setengah jam sampai tidak mengeluarkan suara mendesis agar uap yang ada di dalam panci keluar semua dan tekanan dalam panci turun. Hal ini dilakukan untuk mencegah rusaknya karet katup pengaman panas. Setelah dingin ikan diangkat satu persatu dengan hati-hati kemudian di letakkan berjajar di atas rak besi untuk diangin-anginkan pada suhu ruangan.

8. Pengemasan
Daya awet ikan bandeng tergantung dari proses pengemasan bandeng duri lunak. Ada pengolah yang hanya menggunakan palstik ada juga yang menggunakan plastic dan juga kertas karton. Bahkan untuk memperlama daya awet ikan dilakukan dengan cara proses pemvakuman pada kemasan ikan. Bandeng duri lunak yang dikemas tanpa divakum dapat bertahan selama 2 hari apabila disimpan di ruangan dan dapat bertahan hingga 5 hari apabila disimpan di suhu dingin. Tetapi apabila bandeng duri lunak disimpan dengan cara vakum 
dapat bertahan hingga 1 bulan. 

Kantong palstik yang digunakan adalah jenis kantong plastic polyethylene. Sedangkan kertas yang digunakan adalah kertas karton dengan berbgai macam ukuran tergantung satuan produk yang akan dikemas. Pada kemasan bandeng duri lunak sebaiknya memuat komposisi bumbu, alamat tempat pengolahan, nomor Depkes, dan namadagang produk, karton pengemasan selain untuk memberikan informasi bagi konsumen tetapi juga dapat menarik konsumen. Penggunaan plastik polyethylene  sudah benar karena polyethylenebersifat tahan panas, penahan air yang baik selain juga murah.
Contoh pengemasan
MUTU PRODUK
Mutu produk bandeng duri lunak mempengaruhi terhadap tingakt pemenuhan gizi bagi konsumen maupun dalam harga jual produk bandeng duri lunak. Berikut adalah beberapa parameter mutu bandeng duri lunak :
Kriteria mutu bandeng duri lunak


Sumber : Seri materi penyuluhan bagi masyarakat pesisir, Pengolahan Bandeng Duri Lunak.