Friday, November 1, 2013

Dekapsulasi Artemia

Dekapsulasi artemia adalah Pemisahan secara sempurna nauplius artemia dari cangkang selalu tidak memungkinkan dan cangkang mengandung banyak bakteri. Oleh karena itu jika dimakan oleh larva ikan akan menyebabkan pengaruh yang buruk. Selain itu, sekitar 30% energy embrio digunakan hanya untuk proses penetasan cangkang yang keras. Chorion kista artemia bisa dihilangkan tanpa mempengaruhi kelangsungan hidup embrio dengan penggunaan larutan hipoklorit terhadap kista yang terhidrasi.
Artemia sebagai pakan benih ikan

Teknik dekapsulasi akan mensuci hamakan kista dan kista hasil dekapsulasi akan digunakan langsung sebagai makanan larva.

ALAT :
1. Corong plastic
2. Refraktometer
3. Thermometer
4. Saringan 120 mikron
5. Aerator 

BAHAN :
1. Air Tawar
2. Air Larut
3. Kaporit
4. Soda kue
5. Kapur tohor
6. Larutan NaOH 40%
7. HCI 0,1%
8. Es batu
9. NaOCl (Natrium hipoklorit) atau Ca (OCl)2 (Kalsium hipoklorit)
10. Kista artemia

PROSEDUR APLIKASI :
Untuk lebih jelasnya, beberapa alternatif larutan pendekapsulasi pada jumlah kista 100 g adalah sebagai berikut :
Berbagai Macam Larutan Alternatif Yang Digunakan Pada Dekapsulasi Artemia


LANGKAH KERJA :
  1. Masukkan kista kering dalam wadah berbentuk kerucut dan hidrasi selama 1 – 2 jam dalam air tawar atau air laut (maksimal 35 ppt). Pengaerasian diberikan untuk menjamin hidrasi secara sempurna.
  2. Siapkan larutan dekapsulasi yaitu NaOCl, NaOH 40% dan air laut 35 ppt. untuk tiap gram kista dibutuhkan 0,5 gram bahan aktif, 14 ml larutan dekapsulasi dan 0,33 ml NaOH 40%.
  3. Pindahkan kista kedalam larutan dekapsulasi segera setelah semuanya terhidrasi.
  4. Aduk kista dalam larutan dekapsulasi dengan menggunakan aerasi kuat atau secara manual.
  5. Catat peningkatan temperature.
  6. Pertahankan temperature jangan sampai meningkat melebihi 400C (jika perlu tambahkan es batu).
  7. Secara periodic periksa kondisi telur dengan mengamati perubahan warna dibawah mikroskop (perubahan warna dari cokelat gelap menjadi abu – abu kemudian orange).
  8. Jangan mempertahankan kista dalam larutan dekapsulasi lebih dari 15 menit.
  9. Saring kista dari larutan dekapsulasi dengan saringan 120 mikron dan cuci kista sepenuhnya dengan air sampai tidak tercium lagi bau khlorin dan tidak ada lagi busa.
  10. Celupkan kista sebanyak dua kali dalam larutan HCl 0,1 N.
  11. Selanjutnya cuci kista dengan air bersih.
  12. Jika diperlukan, kista hasil dekapsulasi dapat diberikan kepada larva dengan menggunakan aerasi besar.
  13. Untuk penyimpanan kista dekapsulasi, dehidrasi kista dalam larutan garam minimal selama 3 jam.
  14. Ganti larutan garam yang lama dengan yang baru dan simpan dalam wadah polythene dan ditempatkan dalam refrigerator 0 – 4 derajat C.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.....

<div class="fb-comments" data-href="http://lalaukan.blogspot.com" data-numposts="5"></div>

1 komentar: