Wednesday, June 11, 2014

Gynogenesis Ikan Mas, Cara Efektif Dapat Turunan Murni

Kualitas benih ikan yang di hasilkan selalu di tentukan oleh kualitas induknya. Oleh karena itu faktor yang perlu di perhatikan dalam memperoleh keturunan yang baik adalah faktor yang berasal dari induk itu sendiri yang akan di gunakan dalam proses pembenihan. Guna memperbaiki kualitas induk tersebut, perlu di lakukan pemurnian induk-induk ikan mas yang ada, sehingga di harapkan di peroleh galur murni dari stiap ras tersebut. Salah satu cara yang dapat di gunakan untuk mendapatkan galur murni terhadap ras-ras induk ikan mastersebut adalah pemurnian dengan cara ginogenesis. Ginogenesis adalah suatu bentuk pembiakan dimana spermatozoa hanya merangsang perkembangan telur menjadi embrio dan tidak ikut berperan dalam sifat-sifat genetiknya, sehingga sifat genetik keturunannya (filial) hanya berasal dari induk betinanya saja. Metode ini dilakukan dengan cara melemahkan sperma melalui proses radiasi. Rangkaian kegiatan metode ginogenesis adalah hypofisasi, radiasi sperma,kejutan panas dan penetasan.
Ikan Mas
Adapun tujuan menggunakan metode ginogenesis adalah untuk memperoleh induk ikan mas yang murni, dimana sifat induk betina dominan serta memperpendek waktu dalam mencapai turunan fillialnya (dapat diperoleh benih yang berkualitas baik pada keturunan kedua).

BAHAN DAN ALAT
Berikut bahan dan alat yang digunakan pada kegiatan Gynogenesis pada ikan mas :

CARA KERJA
Untuk mempercepat ovulasi, induk betina di suntuik dengan mempergunakan hormon perangsang ovaprim untuk mempercepat terjadinya ovulasi. Perbandingan induk 1:1 dihitung dari berat induk betina. Adapun dosis yang di gunakan adalah 0,25 ml/ kg berat induk ikan mas, penyuntikan di lakukan 1 kali hanya pada induk betina sedangkan pada induk jantan tidak di suntik.. Setelah penyuntikan induk jantan dan betina di simpan dalam satu bak, dan ditunggu sampai ovulasi. Ovulasi terjadi setelah 10-12 jam sejak penyuntikan pertama pada suhu 25-270C.
Penyuntikan ikan mas
Radiasi Sperma
Bila induk telah ovulasi, maka pada saat yang sama di tempat terpisah di lakukan pengambilan sperma induk jantan yang di hisap dari lubang urogenitalnya dengan menggunakan spluit tanpa jarum sebanyak 0,5 ml. Sperma kemudian di encerkan 100 kali dengan menambahkan larutan infus sebanyak 49,5 ml. dan di aduk sampai rata. Sperma tersebut kemudian diambil dengan menggunakan spluit (pakai jarum) sebanyak 3 ml., kemudian diratakan didasar petri dish sebanyak 3 buah sehingga terbentuklah lapisan tipis. Selanjutnya cawan petri dish yang berisi sperma tersebut dimasukkan kedalam kotak radiasi tepat dibawah lampu ultra violet dengan jarak penyinaran ± 15 cm, untuk radiasi selama 10 menit.
Cara Kerja Radiasi Sperma
Fertilisasi Telur
Setengah menit sebelum proses radiasi sperma selesai, lakukan pengambilan telur dari induk betina dengan cara striping dan ditampung dalam baki plastik yang telah dipersiapkan. Bila radiasitelah mencapai 10 menit, dilakukan pembuahan telur (fertilisasi) cara kering yaitu dengan mencampurkan sperma yang telah diradiasi kedalam baki berisi telur dan diaduk secara merata dengan mempergunakan bulu ayam. Pembuahan dilakukan selama ± 15 menit. Telur yang telah terbuahi kemudian ditebar secara merata didalam baki penetasan yang telah dipersiapkan dalam akuarium. Penebaran telur dilakuakn secara hati-hati, jaga jangan sampai menggumpal didasar baki penetasan.
Pengurutan telur pada induk ikan mas
Kejutan Panas
Kejutan panas dilakukan 2 – 5 menit setelah pembuahan dengan cara memindahkan trayyang berisi telur yang telah terbuahi ke dalam air atau water bathyang bersuhu 400C, perlakuan tersebut berlangsung selama 2 – 3 menit. Setelah perlakuan kejutan panas selesai, penghitungan jumlah telur yang ada ditray untuk mengetahui prosentase daya tetas telur. Setelah di hitung, tray yang berisi telur dipindahkan ke akuarium penetasan dengan suhu 25 – 28 0C, selanjutnya dibiarkan sampai menetas.

Penetasa Telur
Selama proses penetasan berlangsung, air diakuarium tetap dijaga kualitasnya, dengan themostat pada suhu 280C dan memisahkan telur-telur yang tidak menetas secara manual. Aerasi tetap dilakukan secara terus-menerus, dan mempertahankan suhu dengan water heater.

Semoga bermanfaat...

1 komentar:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete