Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Wednesday, September 24, 2014

Permesinan Perikanan

Dalam pengertian yang sederhana, permesinan perikanan dapat diartikan sebagai alat/mesin yang digunakan untuk mendukung usaha penangkapan ikan/udang maupun usaha budidaya ikan/udang di kolam/tambak serta usaha pengolahan hasil perikanan.

Untuk itu permesinan perikanan dapat dikelompokan dalam :
1. Mesin Penggerak Mula (Prime Mover). Yang termasuk mesin penggerak mula adalah :
  • Motor bakar, dimana energi hasil pembakaran BBM didalam silinder motor itu sendiri diubah menjadi tenaga mekanik berujud putaran oleh poros engkol.
    Motor bakar
  • Motor listrik, dimana energi listrik diubah menjadi tenaga mekanik (berujud putaran).
    Motor Listrik
  • Turbin uap, dimana uap dari air yang dipanaskan oleh api menggunakan bahan bakar padat (kayu atau batubara) digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin, sehingga menghasilkan tenaga mekanik berujud putaran pada poros turbin.
    Turbin Uap
  • Turbin gas, dimana gas dari hasil pembakaran BBM digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin, sehingga menghasilkan tenaga mekanik berujud putaran pada poros turbin gas.
    Turbin Gas
  • Mesin uap bertorak, dimana uap dari air yang dipanaskan oleh api menggunakan bahan bakar padat (kayu atau batubara) digunakan untuk menggerakkan torak dalam silinder mesin uap, gerak maju mundur dari torak ini kemudian diubah menjadi gerak putar oleh poros mesin uap.
    Penampang mesin uap torak
Dari beberapa jenis mesin penggerak mula ini, yang paling banyak digunakan dalam dunia perikanan adalah motor bakar dan motor listrik, mengingat :
  • Kebutuhan tenaga yang diperlukan masih relatif sangat kecil.
  • Bentuk motor bakar maupun motor listrik yang kompak, dan bobotnya yang relatif ringan.
  • Mudah untuk mengoperasikan.
  • Biaya perawatan maupun pengoperasiannya murah.
2. Kelistrikan Perikanan, yang terdiri dari :
    a. Listrik Arus Kuat atau AC = Alternating Curent, perlengkapannya meliputi :
  • Mesin pembangkit tenaga listrik, yang umumnya disebut generator set atau genset, yang terdiri generator atau alternator dan mesin penggeraknya motor bakar.
  • Instalasi listrik untuk penerangan.
  • Instalasi listrik tenaga, instalasi listrik yang berkaitan dengan motor listrik.
    b. Listrik Arus Lemah atau DC = Direct Curent, dikapal penangkap ikan digunakan sebagai catu daya (power supply) :
  • Peralatan komunikasi.
  • Peralatan kontrol, umumnya engine control.
  • Peralatan navigasi (misalnya radar).
  • Peralatan bantu penangkapan (fish finder, sonar)
3. Mesin Pendingin
Digunakan untuk mempertahankan mutu hasil perikanan, mesin pendingin yang umum digunakan adalah :
  • Cold Storage adalah suatu fasilitas yang sering digunakan dalam penyimpanan bahan-bahan hasil pertanian, perikanan, peternakan dan industry. Dengan mendinginkan suhu suatu bahan atau produk, maka aktifitas enzim atau mikroba yang berada didalamnya akan berkurang. Sehingga kerusakan atau penurunan mutu dapat dihambat. 
    Cold storage
  • Cool Room adalah gudang berpendingin ( Tidak untuk menurunkan suhu produk )
    Cool room

4. Pesawat Bantu, yang terdiri dari :
  • Pompa-pompa cairan, berguna untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain, diantaranya adalah : air, bahan bakar minyak, dan minyak pelumas.
    Pompa air
  • Mesin jangkar, yang berguna menurunkan dan mengangkat jangkar.
    Mesin Jangkar
  • Mesin kemudi, yang berfungsi untuk mengemudikan kapal pada waktu berlayar.
  • Power block adalah peralatan untuk menarik jaring purse seine.
    Power block pada kapal purse seine
  • Line houler adalah peralatan untuk menarik tali utama dalam kegiatan penangkapan ikan dengan long line.
    Line houler
  • Winch trawl adalah untuk menarik jaring pukat harimau.
    Winch trawl
5. Mesin-mesin pengolah hasil perikanan, yang terdiri dari :
  • Mesin pemisah daging dengan tulang/duri ikan.
    Meat bone separator
  • Mesin untuk pengalengan ikan.
    Mesin pengalengan ikan
  • Mesin pengasapan ikan.
    Mesin pengasapan ikan
  • Boiler, untuk mengolah ikan dengan hasil ikan duri lunak.
    Panci presto/boiler
Semoga bermanfaat...

Monday, September 22, 2014

Standar Nasional Indonesia (SNI) Perikanan Budidaya

Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh BSN.

Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu:  

  1. Openess (keterbukaan), Terbuka bagi agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI;
  2. Transparency (transparansi), Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya . Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan dengan pengembangan SNI;
  3. Consensus and impartiality (konsensus dan tidak memihak), Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil;    
  4. Effectiveness and relevance, Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  5. Coherence, Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional; dan 
  6. Development dimension (berdimensi pembangunan), Berdimensi pembangunan agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional. (sumber Strategi BSN 2006-2009)

Berikut Standar Nasional Indonesia pada bidang perikanan :
1. SNI Ikan Bandeng
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01- 6148 - 1999
1999
Induk Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskal)
kelas induk pokok (Parent Stock)

2.
01- 6149 - 1999
1999
Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskal) kelas benih sebar

3.
01- 6150 - 1999
1999
Produksi Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskal)
kelas benih sebar


2. SNI Rumput Laut Eucheuma Cottonii
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
7672:2011
2011
Bibit Rumput Laut Kotoni (Eucheuma cottonii)

2.
7673.1:2011
2011
Produksi Bibit Rumput Laut Kotoni (Eucheuma cottonii) - Bagian 1 Metode Lepas Dasar

3.
7673.2:2011
2011
Produksi Bibit Rumput Laut Kotoni (Eucheuma cottonii) - Bagian 2 Metode Longline

4.
7673.3:2011
2011
Produksi Bibit Rumput Laut Kotoni (Eucheuma cottonii) - Bagian 3 Metode Rakit Bambu Apung


3. SNI Ikan Gurame
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01- 6485.1 - 2000
2000
Induk ikan gurame (Osphronemus goramy, Lac) kelas induk pokok (Parent Stock)

2.
01- 6485.2 - 2000
2000
Benih ikan gurame (Osphronemus goramy, Lac) kelas benih sebar

3.
01- 6485.3 - 2000
2000
Produksi benih ikan gurame (Osphronemus goramy, Lac) kelas benih sebar


4. SNI Ikan Kakap Putih
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01- 6145 - 1999
1999
Induk Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch) kelas induk pokok (Parent Stock)

2.
01- 6146 - 1999
1999
Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch)
kelas benih sebar

3.
01- 6147 - 1999
1999
Produksi Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch)
kelas benih sebar


5. SNI Ikan Kerapu Bebek
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
6487.1.2011
2011
Ikan Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis Valienciences) – Bagian 1 : Induk

2.
6487.2.2011
2011
Ikan Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis Valienciences) – Bagian 2 : Benih

3.
6487.3.2011
2011
Ikan Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis Valienciences) – Bagian 3 : Produksi Benih


6. SNI Ikan Kerapu Macan
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
6488.1:2011
2011
Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fucoguttatus Forskal) – Bagian 1 : Induk

2.
6488.2:2011
2011
Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fucoguttatus Forskal) – Bagian 2 : Benih

3.
6488.3:2011
2011
Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fucoguttatus Forskal) – Bagian 3 : Produksi Benih


7. SNI Katak Lembu
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
02- 6730.1 - 2002
2002
Benih Kodok Lembu (Rana catesbeiana Shaw) kelas benih sebar

2.
02- 6730.2 - 2002
2002
Induk Kodok Lembu (Rana catesbeiana Shaw) kelas induk pokok (Parent stock)

3.
02- 6730.3 - 2002
2002
Produksi Benih Kodok Lembu (Rana catesbeiana Shaw) kelas benih sebar

4.
02- 6730.4 - 2002
2002
Produksi Induk Kodok Lembu (bull frog) (Rana catesbeiana Shaw) kelas induk pokok (Parent Stock)


8. SNI Ikan Lele Dumbo
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01- 6484.1 - 2000
2000
Induk ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas induk pokok (Parent Stock)

2.
01- 6484.2 - 2000
2000
Benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas benih sebar

3.
01- 6484.3 - 2000
2000
Produksi Induk ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas induk pokok (Parent Stock)

4.
01- 6484.4 - 2000
2000
Produksi Benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas benih sebar


9. SNI Ikan Mas Majalaya
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01- 6130 - 1999
1999
Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas induk Pokok (Parent Stock)

2.
01- 6131 - 1999
1999
Produksi Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas induk Pokok (Parent Stock)

3.
01- 6132 - 1999
1999
Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas benih sebar

4.
01- 6133 - 1999
1999
Produksi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas benih sebar


10. SNI Ikan Mas Si Nyoya
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01- 6134 - 1999
1999
Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Sinyonya kelas induk pokok (Parent Stock)

2.
01- 6135 - 1999
1999
Produksi Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Sinyonya kelas induk pokok (Parent Stock)

3.
01- 6136 - 1999
1999
Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus)
strain Sinyonya kelas benih sebar

4.
01- 6137 - 1999
1999
Produksi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus)
strain Sinyonya kelas benih sebar


11. SNI Ikan Nila Hitam
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
6138:2009
2009
Induk Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas induk pokok

2.
6139:2009
2009
Produksi Induk Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas induk pokok

3.
6140:2009
2009
Benih Induk Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas benih sebar

4.
6141:2009
2009
Produksi Induk Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) kelas benih sebar


12. SNI Ikan Patin Jambal
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01-7256-2006
2006
Produksi Benih Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) Kelas Benih sebar

2.
7471.1:2009
2009
Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) – Bagian 1: Kelas Induk Pokok (Parent stock)

3.
7471.2:2009
2009
Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) – Bagian 2: Produksi Induk Kelas Induk Pokok (Parent stock)

4.
7471.3:2009
2009
Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) – Bagian 3 : Benih Ikan Patin Kelas Benih Sebar


13. SNI Ikan Patin Siam
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01- 6483.1 - 2000
2000
Induk ikan patin siam (Pangasius hyphthalmus)
kelas induk pokok (Parent Stock)

2.
01- 6483.2 - 2000
2000
Benih ikan patin siam (Pangasius hyphthalmus)
kelas benih sebar

3.
01- 6483.3 - 2000
2000
Produksi induk ikan patin siam (Pangasius hyphthalmus)
kelas induk pokok (Parent Stock)


14. SNI Udang Galah
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01- 6486.1 - 2000
2000
Induk udang galah (Macrobranchium rosenbergii de Man)
kelas induk pokok (Parent Stock)

2.
01- 6486.2 - 2000
2000
Benih udang galah (Macrobranchium rosenbergii de Man) kelas benih sebar

3.
01- 6486.3 - 2000
2000
Produksi benih udang galah (Macrobranchium rosenbergii de Man) kelas benih sebar

4.
02- 6486.2 - 2002
2002
Produksi Induk Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii de Man) kelas induk pokok (Parent Stock)

15. SNI Udang Rostris
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01-7257-2006
2006
Induk udang rostris (Litopenaeus stylirostris) kelas induk pokok)


16. SNI Udang Vaname
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01-7252-2006
2006
Benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas benih sebar

2.
01-7253-2006
2006
Induk udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas induk pokok
3.
7311:2009
2009
Produksi benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas benih sebar

17. SNI Udang Windu
No
Nomor SNI
Tahun
Judul SNI
1.
01-6142-2006
2006
Induk udang windu (Penaeus monodon) Fabricius, 1798

2.
01-6143-2006
2006
Benih udang windu (Penaeus monodon) Fabricius, 1798 kelas benih sebar
3.
01-6144-2006
2006
Produksi benih udang windu (Penaeus monodon) Fabricius, 1798 kelas benih sebar
4.
01-7258-2006
2006
Penanganan induk udang windu (Penaeus monodon) Fabricius, 1798 di penampungan

Semoga Bermanfaat...