Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Wednesday, May 8, 2019

Penyakit Bakterial Ikan : Vibrio sp

Bakteri Vibrio sp merupakan bakteri gram negatif, berbentuk batang, sebagian besar hidup di perairan laut dan payau, penyebab penyakit pada ikan air payau dan laut. Bakteri ini penyebab penyakit vibriosis atau dikenal juga dengan red pest, salt water furunculosis, red boil, atau pike pest

Gejala klinis serangan Vibrio anguillarum ditandai dengan gerakan latergik, kehilangan nafsu makan, kulit mengalami pemucatan (discolor), terjadi peradangan dan nekrotik, dilanjutkan dengan kulit melepur dan borok, di sekitar mulut dan insang terjadi bercak darah (erythema), jika infeksi berlanjut ke tingkat sistemik, terjadi exopthalmia serta pendarahan pada saluran pernafasan dan muara pengeluaran, necrosis pada jaringan otot, dan beberapa lainnya mirip seperti infeksi bakteri A. salmonicida dan A. hydrophila.

Jenis ikan yang terinfeksi antara lain kerapu (Epinephelus sp), beronang (Siganus sp), bandeng (Chanos chanos), kakap putih (Lates calcarifer). Vibriosis pada umumnya timbul seiring dengan tingginya padat penebaran, salinitas, dan bahan organik. Ikan stres akan lebih mudah terserang oleh Vibrio sp. Pada saat wabah terjadi, pada ikan muda tingkat kematian dapat mencapai 50% atau lebih. Ikan yang terinfeksi nafsu makannya menurun sehingga akan mengakibatkan hambatan pertumbuhan. 

Bentuk infeksi bakteri Vibrio sp pada ikan Sea Bass Dicentrarchus labrax dan mofologi Vibrio sp tertera pada Gambar berikut.
Bentuk Infeksi dan Morfologi Vibrio sp
Pengendalian
  1. Desinfeksi sarana budidaya sebelum dan selama proses pemeliharaan ikan.
  2. Pemberian unsur immunostimulan (misalnya penambahan vitamin C pada pakan) secara rutin selama pemeliharaan.
  3. Menghindari terjadinya stress (fisik, kimia, biologi).
  4. Pengelolaan kesehatan ikan secara terpadu (ikan, lingkungan dan patogen).
  5. Membatasi dan/atau mengatur pemberian pakan dan mencampur pakan dengan obat-obatan (medicated feed and feed restriction).
  6. Melakukan vaksinasi anti vibriosis.

Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment