Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, June 3, 2019

Penyakit Virus Pada Ikan :Karakteristik Penyakit Virus

Pengetahuan dunia mikroorganisme semakin berkembang seiring dengan penemuan piranti-piranti yang mampu digunakan untuk menggali informasi terkait mikroorganisme yang dipelajari. Salah satu informasi yang dewasa ini juga menjadi perhatian adalah berhubungan dengan keberadaan virus pada suatu organisme hayati. Virus merupakan organisme mikroskopis selain bakteri, jamur, dan sejumlah parasit lainnya. Virus memiliki keistimewaan dan berkarakteristik ganda, yaitu mampu menyerupai makhluk hidup dan makhluk tidak hidup (mati).

Di dalam aktivitasnya, virus hanya mengandalkan materi genetik untuk hidup melalui proses infeksi pada inang yang spesifik dan kemudian ikut memperbanyak diri bersamaan dengan perkembangan atau pembelahan sel yang terjadi. Akan tetapi apabila virus tidak menemukan inang yang sesuai untuk perkembangannya, virus hanya melakukan proses dormanisasi dan tidak terjadi aktivitas kehidupan virus. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa virus adalah parasit obligat yang hanya mampu bereproduksi sebagai makhluk hidup melalui transfer materi genetik kepada makhluk hidup inangnya (host) karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri.

Secara umum virus merupakan partikel tersusun atas elemen genetik, yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA). Virus bertindak sebagai agen penyakit melalui pewarisan sifat pada rangkaian proses penetrasi, replikasi, dan sintesis asam nukleat kepada inangnya. Secara morfologi, ukuran virus lebih kecil dibandingkan dengan sel bakteri, yaitu 0,02-0,3 µm dimana 1 µm
setara dengan 1/1000 mm yang terdiri atas materi genetik (DNA atau RNA) dan tiga komponen lainnya, yaitu kepala, seludang, dan serabut ekor. Meskipun demikian, ada sejumlah virus yang tidak memiliki komponen-komponen tersebut dengan lengkap dan bahkan terkadang virus hanya memiliki materi genetik saja.

Berdasarkan materi genetik yang dimiliki, virus dikelompokkan menjadi virus DNA dan virus RNA. Sedangkan berdasarkan alur genomnya, maka virus diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok, yaitu virus DNA utas ganda, DNA utas tunggal, RNA utas ganda, RNA utas tunggal (+), RNA utas tunggal (-), RNA utas tunggal (+) dengan DNA perantara, serta DNA utas ganda dengan RNA perantara. Apabila ditinjau dari proses perubahan materi genetik menjadi protein, maka materi genetik RNA akan lebih cepat dipetakan menjadi protein dibandingkan materi genentik DNA. Virus bermateri genetik DNA untuk dapat dibaca menjadi protein antigen diperlukan proses transkripsi menjadi RNA dan translasi dari RNA menjadi protein. Sedangkan virus bermateri genetik RNA hanya perlu satu proses translasi saja untuk dibaca sebagai protein antigen yang mampu memberi pengaruh bagi sel inang yang ditempelinya. Oleh karenanya, virus bermateri genetik RNA dianggap lebih berbahaya dan memiliki penyebaran yang lebih cepat dibandingkan dengan virus bermateri genetik DNA.

Selain berdasarkan materi genetik dan alur genom, virus juga dapat digolongkan menjadi virus berselubung dan virus tidak berselubung dengan berbagai bentuk. Beberapa contoh bentuk virus disajikan pada Gambar berikut.

Gambaran dan Morfologi Virus
Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment