Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, June 10, 2019

Penyakit Bakterial Ikan : Mycobacteriosis/Fish Tuberculosis (TB)

Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium marinum (air laut) dan M. fortuitum (air tawar)

Bio – Ekologi Pathogen :
  • Bakteri gram positif, berbentuk batang pendek dan non-motil.
  • Kolam tadah hujan dan pekarangan dengan sumber air terbatas lebih rentan terhadap infeksi jenis penyakit ini.
  • Menunjukkan gejala yang variatif, namun sering pula tidak menunjukkan gejala klinis sama sekali.
  • Pola serangan mycobacteriosis bersifat kronik - sub akut, baik pada ikan air tawar, payau maupun ikan air laut.
  • Suhu optimum berkisar 25–35 °C, tetapi masih dapat tumbuh baik pada suhu 18-20 °C.

Gejala Klinis :
  • Hilang nasfu makan, lemah, kurus, mata melotot (exopthalmia) serta pembengkakan tubuh.
  • Apabila menginfeksi kulit, timbul bercak-bercak merah dan berkembang menjadi luka, sirip dan ekor geripis.
  • Pada fase infeksi lanjut, secara internal telah terjadi pembengkakan empedu, ginjal dan hati; serta sering ditemukan adanya tubercle/nodule yang berwarna putih kecoklatan.
  • Pertumbuhan lambat, warna pucat dan tidak indah terutama untuk ikan hias.
  • Lordosis, skoliosis, ulser dan rusaknya sirip (patah-patah) dapat terjadi pada beberapa ekor ikan yang terserang.

Diagnosa :
• Isolasi dengan menggunakan media selektif, dan diidentifikasi melalui uji bio-kimia.
• Deteksi gen bakteri melalui teknik polymerase chain reaction (PCR)

Ikan gurame yang menderita mycobacteriosis, bercak - bercak merah dikulit
(menyerupai cacar) dan selanjutnya berkembang menjadi luka
Ikan gurame yang menderita mycobacteriosis, tampak dipenuhi tubercle/nodule
yang berwarna putih kecokelatan pada organ dalam dan daging ikan
Pengendalian :
  • Ikan yang terinfeksi segera diambil dan dimusnahkan.
  • Hindari penggunaan air dari kolam yang sedang terinfeksi bakteri tersebut.
  • Memperbaiki kualitas air secara keseluruhan, terutama mengurangi kadar bahan organik terlarut dan/atau meningkatkan frekuensi penggantian air baru.
  • Pengelolaan kesehatan ikan secara terpadu (ikan, lingkungan dan patogen)
  • Perendaman Chloramine B atau T 10 ppm selama 24 jam dan setelah itu dilakukan pergantian air baru.
Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment