Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, July 8, 2019

Penyakit Virus Pada Ikan : Yellow Head Virus (YHV)

Penyakit yellow head virus disease awalnya ditemukan di Thailand sekitar tahun 1990 dan kemudian menyebar ke China, Taiwan, Indonesia, Malaysia, dan Philippines sejak tahun 1986. Yellow head virus (YHV) adalah salah satu patogen virulen yang menyerang udang black tiger (Penaeus monodon). Yellow head virus disease disebabkan oleh virus dengan tipe genom single stranded RNA dari Genus Okavirus pada Keluarga Ronaviridae yang menyerang udang L. vannamei, P. monodon, P. stylirostris, P. setiferus, P. aztecus, dan P. duorarum.

Virus YHCD termasuk ke dalam virus (+) ssRNA yang memiliki kemiripan dengan gill-associated virus (GAV) dari Australia, memiliki virion berbentuk batang (bacilliform) dengan envelope yang berukuran sekitar 11 nm dari permukaan, memiliki ukuran panjang antara 150 nm hingga 200 nm dan diameter 40 nm hingga 50 nm, berat molekul virus 16,325.5 Da, memiliki filamentus nucleocapsid berbentuk simetri helilal dengan diameter 20-30 nm, serta terletak di dalam sitoplasma sel yang terinfeksi dan ruang-ruang intersellular.

Bentuk serangan YHVD adalah tampak perubahan warna pada tubuh insang, dan hepatopankreas, yaitu menjadi putih pucat dan kekuningan yang mulai tampak antara 50 sampai 70 hari setelah penebaran udang di tambak. Selain itu, cephalothorax tampak kuning dan warna tubuh menjadi agak putih, pencernaan melunak, serta nafsu makan udang meningkat pada beberapa hari dan kemudian berhenti pada hari-hari selanjutnya. Transmisi penyakit terjadi secara horizontal dan vertikal melalui organisme yang terinfeksi, seperti udang dan jenis crustacea lainnya. Lokus yang ditargetkan oleh virus ini adalah jaringan ektodermal dan mesodermal, meliputi organ lymphoid, haemocyte, jaringan haematopoietic, lamellae insang, usus, kelenjar antennal, gonad, dan syaraf. Bentuk infeksi dan morfologi YHVD disajikan pada Gambar berikut.

Bentuk infeksi dan morfologi YHVD

Penyebab : Yellow Head Virus (YHD), corona-like RNA virus (genus Okavirus, family Ronaviridae dan ordo Nidovirales)

Bio – Ekoloi Patogen :

  1. Krustase yang sensitif terhadap infeksi virus ini antara lain: Penaeus monodon, P. merguensis, P. semisulcatus, Metapenaeus ensis, Litopenaeus vannamei, dll. Udang windu merupakan jenis udang yang sangat sensitif, pada kasus akut dapat mengakibatkan kematian hingga 100% dalam tempo 3-5 hari sejak pertama kali gejala klinis muncul.
  2. Penularan terjadi secara horizontal melalui air atau kanibalisme terhadap udang yang sedang sakit atau pakan yang terinfeksi virus.
  3. Post larvae (PL) udang windu berumur < 15 hari relatif resisten terhadap infeksi virus ini dibandingkan dengan PL yang berumur 20-25 hari atau juvenil.
  4. Secara molekuler (sequencing DNA) dari produk reversetranscription polymerase chain reaction (RT-PCR) virus yellow head memiliki kemiripan dengan gill-associated virus (GAV), meskipun berbeda jenis atau strain.

Gejala Klinis :

  1. Juvenil udang berukuran antara 5-15 gram memiliki nafsu makan yang tinggi (abnormal) selama beberapa hari, untuk selanjutnya berhenti (menolak) makan secara tiba-tiba.
  2. Sekitar 3 hari setelah menolak makan, mulai terjadi kematian massal
  3. Udang yang sekarat berkumpul di dekat permukaan air atau ke sisi pematang kolam/tambak
  4. Insang berwarna putih, kuning atau coklat
  5. Cephalothorax berwarna kekuningan, sedangkan bagian tubuh lain berwarna pucat.
  6. Penyakit ini dapat menimbulkan kematian massal dalam waktu 2-4 hari
Diagnosa :
Polymerase Chain Reaction (PCR)


Pengendalian :

  1. Gunakan benur yang benar-benar bebas YHV/SPF
  2. Menjaga status kesehatan udang agar selalu prima melalui pemberian pakan yang tepat jumlah dan mutu.
  3. Menjaga kualitas lingkungan budidaya agar tidak menimbulkan stress bagi udang Lakukan pemanenan di tambak/kolam pada saat terjadinya serangan penyakit, pemanenan dini tidak dapat mengurangi tetapi hanya mengeliminasi kerugian ekonomi.


Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment