Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, September 23, 2019

Penyakit Parasitik (Parasites Disease) Pada Ikan

Parasitisme merupakan suatu bentuk hubungan antara dua jenis organisme atau dimana parasit hidup pada atau di dalam dan merugikan inangnya. Konteks hubungan parasitik ini adalah sekelompok organisme memperoleh keuntungan dari hubungan tersebut, khususnya dapat mengambil nutrisi makanan dari organisme inang untuk mempertahankan eksistensi parasit tersebut. Parasit merupakan sekelompok makhluk hidup yang menggantungkan sebagian atau seluruh siklus hidupnya kepada organisme inang (host) untuk mendapatkan makanan, mempertahankan kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang biak.
Ikan lele tang terkena parasit Ichtyopthirius multifiliis
Di dalam perkembangbiakannya, parasit dikelompokkan berdasarkan :
  1. Tingkat ketergantungan parasit terhadap inang,
  2. Lama hubungan parasitismeyang ditimbulkan,
  3. Kemampuan suatu parasit menyerang spesies-spesies yang menjadi inangnya,
  4. Kemampuan parasit menyerang organ-organ pada inangnya, dan
  5. Kompleksitas daur hidup parasit. Sifat parasit berdasarkan ketergantungan pada inang, antara lain : (1) Parasit sejati atau parasit obligat, yaitu kelompok parasit hanya dapat hidup apabila ada inangnya. Parasit obligat dapat diartikan juga sebagai kelompok parasit yang memang terdapat secara alami di perairan tersebut. Kondisi perairan yang buruk dapat menyebabkan perkembangan parasit menjadi sangat pesat dan sulit dikendalikan (b) Parasit fakultatif adalah parasit yang dapat hidup walau tidak ada inangnya atau suatu kelompok parasit yang terdapat di perairan dikarenakan introduksi dari lingkungan luar.
Pengelompokan organisme parasit dapat didasarkan pada lama waktu hubungan parasitisme yang terjadi dan ditimbulkan dari simbiosis tersebut. Kelompok organisme parasit diklasifikasikan menjadi dua, yaitu parasit permanen dimana organisme ini menjadi parasit pada seluruh stadia kehidupnya dan parasit yang bersifat temporer, yaitu organisme parasit yang menempel pada inangnya hanya pada sebagian dari siklus hidupnya.

Pengelompokan parasit berdasarkan kemampuan parasit menyerang spesies yang menjadi inangnya antara lain parasit yang mampu menyerang berbagai spesies ikan sehingga bersifat tidak inang spesifik dan parasit yang hanya menyerang spesies ikan tertentu adalah parasit yang bersifat inang spesifik.

Selain itu, berdasarkan jenis organ yang diserang, parasit dapat dikelompokkan menjadi (a) ektoparasit, yaitu parasit yang akan menyerang organ luar inangnya, (b) parasit yang hidupnya pada organ dalam inang disebut endoparasit, dan (c) parasit yang keberadaannya terdapat di organ dalam sampai organ luar inang disebut mesoparasit.

Sifat parasit lainnya adalah berdasarkan kemampuan parasit menyerang organ-organ pada inangnya. Berdasarkan sifat ini, parasit dikelompokkan menjadi parasit yang bersifat organ spesifik, yaitu hanya dapat hidup pada organ tertentu dan parasit yang bersifat tidak organ spesifik. Distribusi parasit menyerang beberapa organ, yaitu parasit integument, parasit sistem vascular, parasit mata, parasit sistem syaraf sentral, parasit sistem skeletal, parasit viscera dan muskulatur, dan parasit saluran pencernaan. Parasit juga dapat dikelompokkan berdasarkan kompleksitas daur hidupnya, yaitu parasit dengan daur hidup langsung dimana parasit ini hanya membutuhkan satu jenis inang, yaitu inang definitif, serta parasit dengan daur hidup tidak langsung yang membutuhkan inang antara dan inang definitif dalam perkembangannya. Inang dimana berlangsungnya hubungan parasitisme dibagi berdasarkan (1) tingkat pertumbuhan dari parasit yang menyerangnya, (2) tingkat kematangan dari parasit yang menyerangnya, (3) inang antara, yaitu inang yang diserang parasit pada stadia muda atau larva dimana pada inang antara ini parasit dapat tumbuh ke dalam stadia selanjutnya tetapi tidak dapat mencapai kematangan reproduksi, (4) inang definitif, yaitu inang dimana parasit dapat mencapai kematangan seksual dan bereproduksi, (5) inang paratenik atau inang transpor merupakan inang yang diserang parasit hanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mengantarkan parasit tersebut ke inang definitif.

Salah satu faktor kegagalan budidaya perikanan yang saat ini banyak dihadapi adalah kematian yang disebabkan oleh penyakit akibat serangan parasit. Masalah ini cukup serius dan tidak jarang menyebabkan kematian induk. Seperti halnya mikroorganisme akuatik, beberapa organisme yang bersifat parasit pada hewan akuatik dapat mengganggu kesehatan ikan yang akhirnya berpengaruh pada kualitas dan kuantitas produksi ikan terutama yang berukuran benih. Parasit biasanya lebih banyak menyerang ikan-ikan yang dibudidayakan daripada ikanikan yang hidup secara liar di perairan bebas. Hal ini disebabkan karena kepadatan ikan yang dibudidaya lebih tinggi daripada ikan yang hidup secara bebas di alam.

Kondisi yang disebabkan oleh serangan parasit memang tidak seganas serangan bakteri, jamur, atau virus. Akan tetapi, serangan parasit ini dapat mempercepat terjadinya serangan sekunder oleh agen infeksius lainnya, baik bakteri, jamur, maupun virus. Serangan sekunder inilah yang dianggap lebih berbahaya dibandingkan dengan serangan primer yang disebabkan oleh parasit. Meskipun demikian, infeksi penyakit yang disebabkan oleh parasit tidak dapat dianggap remeh.

Bentuk serangan parasit juga dapat menyebabkan kematian massal, walaupun biasanya berjalan lambat, bertahap, dan tidak secepat serangan bakteri, jamur, atau virus. Serangan parasit dapat terlihat secara eksternal dan internal. Oleh karenanya, berdasarkan lokasi penempelan parasit dapat dijumpai di bagian organ eksternal dan bagian internal. Parasit yang dijumpai pada tempat atau bagian permukaan tubuh ikan, seperti kulit, sirip, dan insang disebut sebagai ektoparasit (parasit eksternal). Sedangkan parasit yang hidup pada tubuh internal ikan dan otot daging disebut endoparasit (parasit internal).

Beberapa gejala serangan ektoparasit dapat dilihat secara visual, yaitu terbentuknya luka di bagian organ eksternal ikan yang akan menjadi vektor terjadinya serangan sekunder, baik oleh bakteri, jamur, maupun virus. Sedangkan gejala serangan endoparasit bisa diamati dengan membelah organ internal ikan, maka akan dapat dilihat akibat dari serangan endoparasit tersebut. Berdasarkan ukurannya, parasit eksternal (ektoparasit) maupun parasit internal (endoparasit) yang menyerang berbagai jenis oraganisme perairan. Parasit-parasit tersebut dapat dikategorikan menjadi parasit yang bersifat protozoik (Protozoa), seperti Ichthyophthirius multifiliis, Trichodina sp, Myxobolus sp, dan sebagainya serta parasit non protozoik (Metazoa), seperti Platyhelminthes, Aschelminthes atau Nemathelminthes, Acanthocephala, Arthropoda, Mollusca, serta Chordata.













No comments:

Post a Comment