Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Friday, September 27, 2019

Penyakit Parasitik Pada Ikan : Penyakit Protozoik (Protozoa Disease)

Protozoa berasal dari bahasa Yunani, terdiri atas kata proto dan zoon yang berarti binatang pertama. Protozoa merupakan organisme protista eukariot, uniseluler, dan beberapa spesies membentuk koloni, pembelahan dilakukan secara aseksual. Beberapa bentuk gerakan Protozoa, yaitu (a) pasif, melekat pada inang; (b) aktif tanpa organel, tetapi dengan kontraktil fibrila; (c) aktif dengan kaki-kaki semu atau pseudopodia, flagella, dan sillia. Lebih dari 64.000 spesies Protozoa yang telah dikenal yang diperkirakan 32.000 spesies berupa fosil, 22.000 merupakan makhluk hidup yang hidup bebas, dan 10.000 memiliki sifat parasit.
Protozoa
Ukuran dan bentuk Protozoa sangat beragam, yaitu berbentuk lonjong atau membola, memanjang, dan ada juga yang polimorfik (mempunyai berbagai bentuk morfologi pada tingkat berbeda dalam siklus hidupnya. Sel Protozoa yang khas terbungkus oleh sitoplasma. Banyak juga yang dilengkapi dengan lapisan luar sitoplasma (ektoplasma) yang dapat dibedakan dari sitoplasma bagian dalam (endoplasma). Setiap sel Protozoa mempunyai minimal satu nukleus, meskipun beberapa mempunyai nukleus bahu rangkap (multiple nuclei). Sejumlah Protozoa membentuk struktur kerangka yang memberikan kekakuan pada sel-selnya yang dinamankan cangkang (shell) dimana lapisan ini terdiri atas bahan organik yang diperkuat dengan zat anorganik, seperti kalsium karbonat atau silika. Beberapa Protozoa juga dapat membentuk sista (selundang) untuk melindungi dirinya dari bahaya kondisi lingkungan yang ekstrim, seperti kekeringan, kehabisan nutrisi makanan, dan perubahan faktor lingkungan yang drastis, serta dapat juga digunakan sebagai bentuk vegetatif.

Protozoa berkembangbiak melalui proses aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual berlangsung dengan pembelahan sel. Sedangkan reproduksi seksual terjadi secara konjugasi, yaitu penyatuan fisik sementara antara dua individu yang diikuti dengan pertukaran bahan nukleus (dijumpai pada Siliata). Protozoa berperan sebagai dalam rantai makanan, termasuk bagi kemunitas di lingkungan akuatik. Kelompok fitoplankton (menyerupai tumbuhan) dan zooplankton (menyerupai hewan) menjadi penghubung dalam rantai makanan seperti berikut:

Beberapa Protozoa dapat berperan untuk menjaga keseimbangan ekosistem melalui proses penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang akan digunakan oleh organisme lainnya. Selain itu, beberapa Protozoa yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, termasuk ikan. Protozoa penyebab penyakit pada ikan dapat masukkan ke dalam tujuh filum, yaitu
Sarcomastigophora (dibagi menjadi 3 subfilum, yaitu Mastigophora, Opalinata, serta Sarcodina), Labyrinthomorpha, Ciliophora, Apicomplexa, Microspora, Myxospora, dan Acetospota.

Beberapa jenis parasit golongan protozoa yang menyebabkan penyakit pada ikan :
  1. Ichthyophthirius multifiliis
  2. Cryptocaryon sp
  3. Ichthyobodo necator
  4. Trichodina sp
  5. Dinoflagellata
  6. Epistylis sp
  7. Myxobolus sp
  8. Zoothamnium sp
  9. Trypanosoma spp
  10. Hexamita sp
  11. Sphaerospora sp
  12. Eimeria spp
Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment