Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Monday, September 30, 2019

Penyakit Protozoa : Ichthyophthirius multifiliis (bintik putih)

Penyakit bercak putih disebabkan oleh kelompok parasit Ichthyophthirius. Parasit I. multifiliis bergerombol dalam jumlah puluhan bahkan ratusan sehingga terlihat sebagai bintik putih (white spot) sehingga disebut white spot disease. Protozoa ini bersarang pada lapisan kulit dan sirip, merusak lapisan insang dan sel-sel lendir, serta menyebabkan pendarahan yang terlihat pada sirip dan insang.

Serangan penyakit ini biasanya terjadi pada musim hujan, yaitu pada saat suhu berkisar 20-24oC dan pada musim kemarau, serangannya bersifat sporadis saja. Gejala klinis yang disebabkan oleh I. multifiliis antara lain pergerakan ikan hiperaktif atau kadang kala malas dan cenderung mengapung di permukaan air, menggosok-gosokkan tubuh ke pinggir wadah, dasar, atau benda keras di sekelilingnya, nafsu makan turun dan menjadi lemah, timbul bintik-bintik putih pada sirip, tutup insang, permukaan tubuh, dan ekor, serta memperlihatkan gejala flashing yang memantulkan cahaya. Selain itu, ikan juga tampak sering. Bentuk infeksi I.multifiliis dan morfologi I.multifiliis disajikan pada Gambar berikut.

Bentuk infeksi dan morfologi Ichthyophthirius multifiliis

Penyebab : Ichthyophthirius multifiliis atau “Ich”

Bio – Ekologi Patogen :
  1. Protozoa berbentuk bulat/oval berdiameter 50–1000 μm, diselaputi silia, inti sel berbentuk seperti tapal kuda
  2. Bersifat obligat parasitic, sdan pada angat ganas, infeksi berat dapat mematikan hingga 100% dalam tempo beberapa hari.
  3. Menginfeksi semua jenis ikan air tawar terutama benih (ikan tidak bersisik lebih sensitif)

Gejala klinis :
  1. Nafsu makan menurun, gelisah
  2. Menggosok-gosokkan badan pada benda di sekitarnya
  3. Frekwensi pernapasan meningkat (megap-megap), mendekat ke air masuk
  4. Bintik-bintik putih di sirip, kulit atau insang

Diagnosa :
  1. Pengamatan secara visual terhadap adanya bintik putih (parasit) pada kulit, sirip dan insang ikan
  2. Pengamatan secara mikroskopis untuk melihat morfologi parasit melalui pembuatan preparat ulas dari organ kulit/mukus, sirip dan/atau insang.

Ikan yang terserang penyakit ichthyophthiriasis, tampak
adanya bintik-bintik putih di seluruh tubuh ikan
Morfologi parasit Ichthyophthirius multifiliis, sel yang dipenuhi
oleh nutrisi dan makro-nukleus yang menyerupai bentuk tapal kuda
Pengendalian :
  1. Mempertahankan suhu air ≥ 29o C selama 2 minggu atau lebih
  2. Meningkatkan frekwensi pergantian air
  3. Pemindahan ikan pada air yang bebas “Ich” secara berkala yang disesuaikan dengan siklus hidupnya
  4. Ikan yang terinfeksi ”Ich” dengan tingkat prevalensi dan intensitas yang rendah, pengobatan dapat dilakukan dengan perendaman menggunakan beberapa jenis desinfektan, antara lain: Perendaman dalam larutan garam dapur pada konsentrasi 500-10.000 ppm (tergantung jenis dan umur ikan) selama 24 jam, dilakukan pengulangan setiap 2 hari; Perendaman dalam larutan Kalium Permanganate (PK) pada dosis 4 ppm selama 12 jam, dilakukan pengulangan setiap 2 hari; Perendaman dalam larutan Acriflavin pada dosis 10- 15 ppm selama 15 menit, dilakukan pengulangan setiap 2 hari

Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment