Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Showing posts with label pelayaran. Show all posts
Showing posts with label pelayaran. Show all posts

Wednesday, July 27, 2016

Kapal Feri : Ro - Ro

Ro-ro adalah singkatan untuk Roll-on/roll-off. Roll-on/roll-off kapal adalah kapal yang digunakan untuk membawa kargo roda. Kapal ro-ro berbeda dari lo-lo (lift on-lift off) kapal yang menggunakan crane untuk memuat kargo. Kendaraan di kapal dimuat dan dibongkar melalui built-in landai. Biasanya ini dibuat landai menuju (belakang) buritan kapal. Dalam beberapa kapal, mereka juga ditemukan di sisi busur (depan) serta sisi. Kapal dapat dari kedua jenis militer dan sipil.

Kapal ro-ro sedang dibangun pada abad ke-19 untuk transportasi kereta api, terlalu lebar untuk jembatan, di seberang sungai. Contoh dari kapal ro-ro adalah Firth of Forth feri yang mulai beroperasi pada tahun 1851. Rel diletakkan di kapal sehingga bisa dihubungkan dengan yang di darat. kereta A kemudian akan bergulinglah ke kapal dan kemudian gulingkan turun di ujung lainnya.
Kapal Feri Ro - Ro
Ada berbagai jenis kapal ro-ro, seperti kapal feri, kapal feri kapal pesiar, kapal kargo, dan tongkang. Kapal ro-ro yang khusus digunakan untuk mengangkut mobil dan truk di lautan yang dikenal sebagai Murni Car Carriers (PCC) dan Murni Truk & Mobil Carriers (PCTC) masing-masing. Tidak seperti kargo lainnya yang diukur dalam metrik ton, kargo ro-ro diukur dalam unit yang disebut jalur dalam meter (LIMs). LIM dihitung dengan mengalikan panjang kargo di meter dengan jumlah deck dan dengan lebar dalam jalur. Lebar lajur akan berbeda dari kapal ke kapal dan ada sejumlah standar industri.

Feri penumpang terbesar ro-ro adalah MS Color Magic. Beratnya 75.100 GT (Gross Ton). Memasuki layanan pada September 2007 untuk Color Line. Dibangun di Finlandia oleh Aker Finnyards. feri adalah 223,70 m panjang, lebar 35 m dan bisa membawa 550 mobil serta 1.270 meter jalur kargo.

Feri penumpang ro-ro dengan kapasitas mobil pembawa terbesar adalah Ulysses. feri ini dinamakan sebuah novel oleh James Joyce dan dimiliki oleh Kapal Irlandia. Masuk layanan pada tanggal 25 Maret 2001 dan beroperasi antara Dublin dan Holyhead. Beratnya 50.938 GT dan 209,02 m panjang dan lebar 31,84 m. Hal ini dapat membawa mobil 1342 dan 4101 meter jalur kargo.
Keuntungan dari sebuah kapal ro-ro

Sebuah kapal ro-ro menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan dengan kapal tradisional. Beberapa keuntungan adalah sebagai berikut:

Untuk pengirim, keuntungan adalah kecepatan. Sejak mobil dan truk dapat mendorong langsung ke kapal di satu port dan kemudian mengusir di pelabuhan lainnya dalam beberapa menit dari docking kapal, menghemat banyak waktu shipper.
Hal ini juga dapat berintegrasi dengan baik dengan pembangunan transportasi lainnya, seperti kontainer. Penggunaan unit Bea-disegel telah memungkinkan perbatasan harus menyeberang dengan minimum penundaan. Oleh karena itu, meningkatkan kecepatan dan efisiensi untuk pengirim.
Kapal ini juga telah terbukti sangat populer dengan para pembuat liburan dan pemilik mobil pribadi. Ini telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan pariwisata. Seseorang dapat mengambil mobilnya dari satu negara ke negara lain melalui laut dengan bantuan kapal ro-ro.

Variasi tertentu dari sebuah kapal ro-ro adalah sebagai berikut:

1. ROPAX
ROPAX adalah singkatan roll on / roll off penumpang. Ini adalah kapal ro-ro yang dibangun untuk pengangkutan barang kendaraan dengan akomodasi penumpang. Kapal dengan fasilitas untuk lebih dari 500 penumpang yang sering disebut sebagai pelayaran kapal feri.

2. ConRO
Kapal ConRo adalah hibrida antara ro-ro dan kapal kontainer. Jenis kapal menggunakan area di bawah geladak untuk penyimpanan sementara kendaraan angkutan kemas menumpuk di atas geladak.

3. RoLo
RoLo adalah singkatan roll-on lift-off kapal. Ini juga merupakan jenis kapal hibrida dengan landai melayani deck geladak kendaraan namun kargo lainnya hanya bisa diakses oleh crane.

Sumber : Kaskus

Semoga Bermanfaat...

Monday, July 25, 2016

Kapal Feri : Slip Ferry

Feri kereta adalah sebuah kapal yang dirancang untuk membawa kereta, biasanya memiliki rel kereta. Kapal feri seringkali berlabuh di tempat yang dibuat khusus untuk meletakkan kapal dengan cepat dan untuk penurunan dan pengisian yang mudah, dikenal sebagai slip feri.
Slip Ferry
Jika feri membawa kendaraan atau kereta, biasanya terdapat jambatan (ramp) yang disebut apron yang merupakan bagian dari slip. Dalam kasus lain, jembatan apron merupakan bagian daripada feri itu sendiri.

Sumber : Kaskus

Semoga Bermanfaat...

Friday, July 22, 2016

Kapal Feri : Cable Ferry

Untuk Jarak yang dekat dapat digunnakan feri kabel, di mana feri digerakkan dan di kendalikan dengan menggunakan kabel yang disambung di kedua sisi. 
Cabble Ferry
Kadangkala feri kabel digerakkan menggunakan tenaga manusia. Feri arus adalah feri kabel yang menggunakan kekuatan arus sebagai sumber energi. Feri rantai dapat digunakan di sungai yang berarus laju pada jarak pendek.

Sumber : wikipedia.com

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, July 20, 2016

Kapal Feri : Catamaran

Catamaran berasal dari bahasa India Tamil “Kattumaram” yang bermaksud multi lambung yang berarti kapal yang mempunyai dua lambung. Jenis catamaran bisa digunakan untuk fast ferry ataupun roro.
Catamaran
Catamaran sudah dikenal oleh orang-orang polinesia sejak pada jaman dahulu kala. Ke stabilan-nya yang sangat tangguh membuat para designer dan pembangun kapal banyak yang melirik untuk membuat jenis kapal ini. Sampai saat ini jenis kapal ini banyak digunakan untuk kapal-kapal penumpang, perahu-perahu layar, bahkan beberapa perahu-perahu nelayan. Keuntungan lain catamaran selain stabil adalah kapal jenis ini memiliki badan yang sangat lebar karena jembatan (Bridge) antara satu lambung dengan lambung yang lainnya digunakan sebagai tempat muatan. Pada kapal Roro, muatan mobil dan penumpang akan lebih banyak dibanding dengan kapal berjenis lain dengan kapasitas yang sama.

Sumber : tarunalaut.blogspot.com

Semoga Bermanfaat...

Monday, July 18, 2016

Kapal Feri : Hovercraft

Kapal bantalan udara (bahasa Inggris: hovercraft) atau kapal melayang adalah suatu kendaraan yang berjalan di atas bantalan udara (air cushion). Bantalan udara tersebut ditimbulkan dengan cara meniupkan udara ke ruang bawah kapal ini (plenum chamber) melalui skirt (sekat yang lentur) sehingga tekanan udara di dalam plenum chamber lebih tinggi daripada tekanan udara luar sehingga timbul gaya angkat. 
Hovercraft
Untuk menggerakkan kapal bantalan udara, digunakan gaya dorong yang diperoleh dari baling-baling seperti pada pesawat udara. Gaya angkat kapal ini bekerja pada penampang yang luas, sehingga tekanan terhadap tanah atau air (ground pressure) yang ditimbulkan tidak besar. Dengan demikian, kendaraan ini dapat berjalan di atas lumpur, air maupun daratan dengan membawa beban yang cukup berat. Karena tidak adanya kontak langsung antara hovercraft dan permukaan daratan atau air, maka hambatan yang terjadi kecil sehingga hovercraft dapat melaju dengan kecepatan tinggi.

Sumber : wikipedia.com

Semoga Bermanfaat...

Friday, July 15, 2016

Kapal Feri : Hydrofoil Ferry

Hidrofoil merupakan kendaraan air sebagai hasil rekayasa yang paling revolusioner di bidang maritim. Pada prinsipnya hidrofoil itu sama dengan kapal laut. Bedanya, hidrofoil dapat meluncur dengan cepat dan mempunyai sayap yang dapat melintasi air. Sayap kendaraan ini disebut foil atau hidrofoil (berarti ‘sayap air’). Bentuk sayap ini mirip dengan sayap udara (airfoil) sebuah pesawat terbang. Sayap pada hidrofoil melekat pada topangan yang membentang ke bawah dari lambung kapal. Ada dua pasang foil dalam kendaraan ini. Satu pasang diletakkan di pusat gravitasi kapal dan sepasang lainnya diletakkan dekat bagian belakang kapal.
Hydrofoil Feryy
Pada saat meluncur dengan kecepatan rendah atau sedang, hidrofoil tampak seperti sebuah kapal konvensional yang badannya masuk ke dalam air. Namun, pada waktu meluncur dengan kecepatan tinggi, air akan membelok dari permukaan bagian atas foil, seperti udara membelok dari permukaan bagian atas pesawat terbang. Tekanan air pada permukaan foil atas menjadi menurun. Tekanan yang menurun ini dapat menimbulkan gerak angkat. Bila semakin banyak gerak angkat yang ditimbulkan, bagian haluan kapal semakin muncul ke atas permukaan air. Akhirnya, seluruh lambung kapal naik dari permukaan air. Dengan demikian, kapal menjadi “bergantung pada foil”. Pada beberapa jenis kendaraan hidrofoil, foilnya berada di bawah air secara penuh. Pada jenis lainnya, hanya sebagian foil yang terendam pada waktu kapal meluncur “terbang”. Bila kecepatan melambat, tekanan pada gerak angkat berkurang dan hidrofoil itu bergantung pada air. 

Ketika lambung kapal telah berada di atas permukaan air - pada saat kapal sedang bergantung pada foil - kapal dapat menghindari tarikan pergeseran permukaan air. Dengan demikian, kapal tidak melawan haluan gelombang seperti yang terjadi pada kapal konvensional. Pada kapal konvensional, bagian depan kapal selalu melawan gelombang pada waktu berlayar pada waktu berlayar. Oleh karena itu, hidrofoil dapat melaju 2 atau 3 kali lebih cepat daripada kendaraan permukaan laut yang konvensional pada ukuran dan kekuatan tenaga kuda yang sebanding. Karena lambung kapal tidak tunduk pada gerakan permukaan air, kapal dapat meluncur dengan mulus sekalipun di laut yang bergelombang, kecuali bila gelombang lebih besar dari kapal itu sendiri.

Gagasan mengenai hidrofoil dapat dirunut kembali pada tahun 1887 ketika seorang bangsawan Perancis, Count de Lambert, mendemonstrasikan sebuah kapal yang bentuknya menyerupai foil di Sungai Seine. Harian-harian saat itu melaporkan kejadian ini, tetapi sedikit sekali pemberitaan yang terdengar mengenai kendaraan Lambert setelah itu.

Kapal hidrofoil pertama berhasil dibangun oleh seorang Italia bernama Enrico Forlanini pada tahun 1905. Kapal ini dapat mencapai kecepatan 75 km per jam. Tahun 1919 seorang Amerika, Alexander Graham Bell dan rekan-rekannya, membangun sebuah kapal hidrofoil berukuran 4,5 metrik ton, yang dikatakan dapat berlomba dengan kecepatan 130 km per jam. Perkembangan kapal hidrofoil yang modern dimulai di Jerman tahun 1930-an. Menjelang tahun 1945, sembilan jenis hidrofoil yang berbeda dengan bobot antara kurang dari 1 sampai 55 metrik ton telah dibangun dan diujicobakan.

Kini hidrofoil digunakan untuk mengangkut penumpang pada berbagai jalur perairan dunia. Hidrofoil yang terkemuka adalah Meteor buatan Soviet. Dengan memuat 150 orang penumpang, kapal ini telah mengarungi untuk beberapa lamanya antara Gorki dan Ulyanosh di sungai Volga dan mencapai kecepatan jelajah 70 km per jam. Hidrofoil lainnya, di samping Meteor, juga beroperasi di danau-danau negara bagian dan jaringan-jaringan sungai di Soviet. Italia juga telah mengembangkan beberapa hidrofoil pengangkut penumpang yang luar biasa. Freccia del Sole mengangkut penumpang dengan nyamannya menyeberangi Selat Messina yang berombak. Sebuah kapal hidrofoil lain, beroperasi di Danau Grada, Italia Utara. Ada juga yang berlayar antara Italia Selatan dan berbagai pelabuhan Sisilia. Di Yunani kapal hidrofoil mengangkut para wisatawan antara Piraeus, yaitu pelabuhan Athena, dan kepulauan Yunani di Teluk Saronik. Demikian juga hidrofoil yang beroperasi di Sungai Thames di London, Norwegia, Venezuela, dan negara-negara lainnya.


Sumber : Nur Rokhanah. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 9, Grolier International, Inc., hlm, 231-232 Dawud, dkk. 2004. Bahasa dan Sastra Indonesia Jilid 3. Jakarta: Erlangga

Semoga Bermanfaat...

Thursday, July 14, 2016

Kapal Feri Ujung Ganda

Feri ujung-ganda memiliki bagian depan dan belakang yang dapat ditukar, sehingga feri ini dapat berlayar bolak-balik tanpa harus memutar. 
Kapal feri ujung ganda
Feri ujung-ganda yang terkenal termasuk Feri Pulau Staten, Feri negara bagian Washington, Feri Star. Pada 2008, Feri BC meluncurkan tiga feri ujung-ganda terbesar di dunia (wikipedia).

Sumber : Wikipedia

Semoga Bermanfaat

Jenis - Jenis Kapal Feri

Kapal feri atau kapal penyeberangan adalah sebuah kapal transportasi jarak dekat. Feri mempunyai peranan penting dalam sistem pengangkutan bagi banyak kota pesisir pantai, membuat transit langsung antar kedua tujuan dengan biaya lebih kecil dibandingkan jembatan atau terowong.Feri pejalan kaki dengan banyak pemberhentian, seperti di Venesia, kadang kala dikenali sebagai bis air atau taksi air. (Wikipedia).

Kapal feri berfungsi untuk penyeberangan antar pulau yang jaraknya berdekatan. Ini juga menjadi solusi untuk mengubungkan pulau satu dengan yang lainnya. Di Indonesia sendiri, ada beberapa trayek feri yang terkenal salah satunya Gilimanuk - Ketapang yang menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Bali. Kapal Feri yang digunakan berjenis Ro-Ro yang merupakan singkatan dari Roll - on/ Roll off. Akan tetapi ternyata, kapal feri itu tidak cuma satu jenis, ada lagi beberapa jenis lainnya yang punya fungsi berbeda -beda. 

Berikut berbagai jenis kapal feri serta fungsinya :
1. Feri Ujung Ganda












Kapal feri jenis ini ada di Amerika digunakan untuk mengangkut orang saja. Disebut ujung-ganda, karena kapal feri jenis ini punya dua kemudi, depan belakang, seperti kereta commuter line gan. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca disini Feri Ujung Ganda

2. Hydrofoil Ferry

Kapal Feri ini sangat unik karena seperti mempunyai kaki. Kapal ini digunakan untuk menagangkut orang. Kapal feri jenis ini merupakan yang paling cepat karena desainya. Sebagian daeraho perasinya di negara - negara eropa seperti Polandia, Rusia, Hungaria, Yunani dsb, di Asia sendiri hanya di Hongkong, Makau, dan Jepang. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca disini Hydrofoil Ferry

3. Hovercraft












Kapal feri ini mirip hovercraft boat biasa hanya ukurannya saja yang lebih besar. Feri jenis ini bisa untuk mengangkut kendaraan juga. Di Inggri kapal feri ini sangat terkenal. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca disini Hovercraft

4. Catamaran
















Kapal feri ini termasuk feri berkecapatan tinggi. Kapal mempunyai dua lambung, untuk daerah operasionalnya lebih terkenal di daerah Inggris serta India. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca disini Catamaran

5. Cable Ferry
















Untuk warga Jakarta alat transportasi ini sudah tidak asing lagi karena dulu sempat banyak beroperasi di Sungai Ciliwung. Kapal ini berfungsi untuk penyeberangan pada sungai yang tidak terlalu lebar, bisa juga digunakan untuk sarana penyeberangan semetara selagi pembangunan jemabatan. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca disini Cable Ferry

6. Turn Table Ferry
















Kapal feri ini mempunyai ukuran yang tidak besar, fungsinya untuk penyeberangan yang tidak terlalu ramai atau di daerah tersebut tidak bisa dibangun pelabuhan besar. Body kapal feri ini bisa diputar.

7. Slip Ferry
















Kapal feri ini sangat berguna untuk negara berkembang. Disebut juga sebagai Feri Kereta, jadi kapal ini dilengkapi dengan rel kereta didalamnya. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca disini Slip Ferry

8. Ro-Ro (Roll-on/ Roll-off)















Kapal feri ini sangat umum digunakan di Indonesia, kapal feri jenis Ro - Ro mempunyai ciri badan yang besar sehingga bisa memuat banyak baik orang maupung kendaraan. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca disini Ro-Ro (Roll-on/ Roll-off)

Sumber : Kaskus

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, April 27, 2016

Alat - Alat Navigasi Elektronik (Modern)

Selain alat - alat navigasi konvensional, pada usaha penangkapan ikan saat ini juga banyak digunakan alat - alat navigasi elektronik untuk memudahkan pada usaha penanagkapan ikan.

Berikut alat - alat navigasi elektronik yang digunakan pada usaha penangkapan ikan :
  1. Radar (Radio detection and range) berfungsi untuk pendeteksi jarak dan haluan.
    Radar
  2. Radio Direction Finding (RDF) berfungsi untuk mengetahuai posisi pelampung tanda.
    Radio Direction Finding (RDF)
  3. Global Positioning System (GPS) berfungsi untuk mengetahui posisi, kecepatan trek pelayaran, haluan kapal.
    Global Positioning System
  4. Echo Sounder berfungsi untuk mengetahuai kedalaman perairan.
    Echo Sounder
  5. Fish Finder  berfungsi untuk mengetahuai ada tidaknya ikan diperairan.
    Fish Finder
  6. Sonar (Sound and range) berfungsi sama dengan fish finder tetapi jangkauanya lebih luas.
    Sonar
  7. Gyro Compas berfungsi untuk mengetahui posisi sejati kapal.
    Gyro Compass
  8. ARPA (Automatic Radar Plotting Aid) merupakan radar otomatis yang berfungsi untuk plot posisi kapal.
    Automatic Radar Plotting Aid
  9. GMDSS (Global Marine Distress Safety System) sebuah kesepakatan internasional berlandaskan beberapa prosedur keselamatan, jenis peralatan dan protokol komunikasi yang digunakan untuk meningkatkan keselamatan dan mempermudah pertolongan bagi kapal dan pesawat terbang yang mengalami bencana.
    Global Marine Distress Safety System
Sumber : Materi Navigasi, BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Monday, April 25, 2016

Alat - Alat Navigasi Biasa (Konvensional)

Dewasa ini lalulintas pelayaran dipenuhi oleh kapal tradisional dan modern yang dilengkapi dengan bermacam-macam sistem navigasi antara lain navigasi konvensional dan navigasi elektronik. Alat-alat dan pesawat navigasi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan tentang navigasi yang harus dipelajari oleh setiap navigator diatas kapal. Oleh karena navigasi mengandung dalam keselamatan perjalanan suatu kapal, maka alat-alat navigasi harus dibuat lebih modern dan mendekati kesempurnaan sesuai dengan perkembangan, dan kemajuan teknologi.

Sehubungan dengan hal itu maka sebagai navigator harus mempelajari dengan baik alat-alat navigasi maupun cara pemakaian alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan teknologi. Alat-alat navigasi dan pesawat-pesawat yang harus ada dikapal-kapal Indonesia ditentukan oleh peraturan-peraturan kapal tahun 1935 (Schepen Ordenensi 1935 dan Schepen Verordening 1935),  ketentuan SOLAS 1974 dan Resolusi IMO (Internasional Marine Organisation)

Secara garis besar alat - alat navigasi dibagi menjadi 2 bagian yakni Alat - Alat Navigasi Biasa (Konvensional) dan Alat - Alat Navigasi Modern (Elektronik).

Berikut alat - alat navigasi biasa (Konvensional) :
  1. Alat-alat yang dipakai diruang peta untuk melukis garis-garis haluan, posisi kapal yang di ploting diatas peta laut yang digunakan.
    Alat - alat yang dugunakan untuk menentukan posisi kapal
  2. Alat-alat untuk menentukan arah dan mengukur sudut dalam bidang datar.
    Mawar pedoman
  3. Alat-alat untuk membaring/membidik benda-benda didarat (penjera celah).
    Penjera Celah
  4. Alat-alat untuk mengetahui kecepatan kapal (topdal).
    Topdal
  5. Alat-alat untuk mengetahui kedalaman air (perum tangan).
    Perum tangan
  6. Alat-alat untuk mengetahui tekanan udara (barometer)
    Barometer
  7. Alat untuk pengukur waktu (Chronometer).
    Chronometer
  8. Alat untuk mengukur kecepatan angin (anemometer).
    Anemometer
  9. Alat untuk mengetahui suhu udara (Thermometer).
    Thermometer
Sumber : Materi Navigasi, BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, March 16, 2016

Motor Diesel Sebagai Penggerak Kapal

Saat ini penggunaan motor untuk penggerak kapal perikanan didominasi oleh motor diesel. hal ini dikarenakan mesin diesel mempunyai daya tahan yang lebih baik dan harganya yang lebih murah.
Mesin kapal
Beberapa keuntungan penggunaan motor diesel
Penggunaan motor diesel lebih menguntungkan dibanding dengan motor bensin, karena :

  1. Mantap dan terpercaya pada saat beroperasi.
  2. Tenaganya lebih besar untuk setiap Kg. Berat mesin.
  3. Konsumsi BBM solar sedikit.
  4. Penyimpanan BBM solar lebih aman.
  5. Momen puntirnya (torque) lebih tinggi.
  6. Perawatannya mudah dan lebih murah biayanya.

Jika menggunakan BBM solar yang bersih, motor diesel dapat dioperasikan secara terus menerus dengan aman. Nilai kalor BBM solar lebih tinggi daripada BBM bensin.

Kemampuan motor diesel
Dengan perbandingan kompresi (compression ratio) yang tinggi, serta tekanan kompresi yang tinggi pula, dan pengabutan BBM solar yang baik dan tepat pada saatnya, pembakaran BBM solar dan udara segar dapat lebih sempurna, sehingga dayaguna (rendemen) mekaniknya tinggi. Disamping itu gas bekas motor diesel tidak berbahaya bagi makluk hidup. Motor bensin, umumnya putaran poros engkolnya tinggi (hight speed engine), sehingga momen puntirnya (torque) rendah. Sedangkan motor diesel umumnya putaran poros engkolnya rendah (disbanding dengan motor bensin), sehingga momen puntirnya tinggi, untuk tenaga (HP) yang sama dengan motor bensin.

Motor diesel sebagai mesin penggerak kapal (marine engine).
Motor penggerak kapal umumnya disebut dengan MARINE ENGINE, disebut demikian karena motor ini dibuat oleh pabriknya secara khusus untuk digunakan sebagai penggerak utama (mesin pokok) kapal. Motor ini dibuat dalam konstruksi yang sudah disesuaikan dengan lingkungan kapal.

Pada umumnya motor penggerak kapal dilengkapi dengan :
1. Kopling (marine gear/gear box) yang berfungsi sebagai :
  • Pemutus hubungan antara putaran mesin dengan poros baling-baling.
  • Penghubung putaran mesin dengan poros baling-baling.
  • Pembalik arah putaran poros baling-baling agar kapal dapat bergerak maju atau mundur.
  • Reductor (mereduksi) putaran mesin untuk keseimbangan torsi (torque) mesin dengan baling-baling.
2. Rangka mesin yang kuat, sehingga mampu menerima dan menyalurkan gaya dorong dari baling-baling ke kapal.
3. Bantalan penahan (thrust bearing), dipasang di poros utama kopling, yang berfungsi untuk :
  • Mendukung poros utama kopling dan poros baling-baling.
  • Menahan gaya dorong dari baling-baling dan meneruskannya ke badan kopling, sehingga gaya dorong ini tidak merusak komponen-komponen mesin yang bergarak.
4. Komponen-komponen mesin yang tahan terhadap air laut, terutama pada bagian-bagian yang berhubungan dengan sistem pendinginan mesin.

Dalam proses kerjanya motor diesel menggerakan baling-baling dengan transmisi kopling dan poros baling-baling, baling-baling berputar menghasilkan gaya dorong maju atau mundur, tergantung putaran baling-baling. Gaya dorong yang dibangkitkan oleh putaran baling-baling dikembalikan lagi ke badan kopling melalui poros baling-baling dan thrust bearing. Akibatnya badan kopling/motor akan terdorong, karena badan kopling/motor terikat kuat dengan kapal melalui engine bed, maka kapalnya akan bergerak.

Motor diesel dan sistem poros baling - baling
Selain itu mesin penggerak yang dipasang duduk didalam kapal dilengkapi dengan :
1. Poros baling-baling, yang berfungsi :
  • Sebagai dudukan baling-baling.
  • Untuk memindahkan (transmisi) tenaga dari motor ke baling-baling.
  • Untuk memindahkan gaya dorong dari baling-baling ke badan kopling lewat thrust bearing.
  • Untuk menyumbat bantalan tabung, sehingga air dari luar kapal tidak masuk.
2. Bantalan tabung, berfungsi sebagai :
  • Pendukung poros baling-baling.
  • Pengatur pelumasan poros baling-baling dan pendukungnya dengan air.
3. Baling-baling, berfungsi untuk mengahasilkan gaya dorong maju atau mundur jika digerakkan oleh motor.
4. Daun kemudi berfungsi untuk mengarahkan jalannya kapal.

Sumber : Bahan ajar Peleatihan Permesinan Perikanan

Semoga Bermanfaat...

Monday, January 4, 2016

Palung Terdalam Didunia

Palung adalah jurang yang terletak di dasar laut. Palung yang paling dalam di belahan bumi adalah palung Mariana, yang berlokasi di barat laut Samudera Pasifik dan sebelah timur Pulau Mariana, tepatnya berada di Kedalaman Challenger atau biasa disebut Challenger Deep yang memiliki kedalaman 10.911 meter. Challenger Deep adalah titik terdalam samudera yang pernah diketahui. Pada kedalaman Challenger ini tekanan yang dihasilkan luar biasa besar yaitu sekitar 1000 kali dibandingkan dengan tekanan permukaan atau sekitar 110.000 kilopascal. Makluk hidup yang menghuninya pun berupa makluk kecil bersel satu yang kebanyakan belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan.

Berikut adalah daftar 5 palung terdalam di Dunia :
1. Palung Mariana
Palung Mariana atau Palung Marianas adalah palung yang paling dalam yang diketahui, dan lokasi terdalamnya berada di kerak Bumi. Dia terletak di dasar barat laut Samudra Pasifik, sebelah timur Kepualauan Mariana di 11° 21′ Utara latitude dan 142° 12′ Timur longitude, dekat juga dengan Jepang. Palung ini merupakan batasan di mana dua lempeng tektonik bertemu, zona subduksi di mana Lempeng Pasifik disubduksi di bawah Lempeng Filipina. Dasar dari palung ini jauh di bawah permukaan laut lebih jauh dari ketinggian Gunung Everest di atas permukaan laut.

Palung ini memiliki kedalaman maksimum 10.911 meter (35.798 kaki) di bawah permukaan laut. Pertama kali diteliti pada 1951 oleh kapal Angkatan Laut Britania, Challenger II, yang memberikan nama titik terdalam dari palung tersebut Kedalaman Challenger. Menggunakan gema suara, Challenger II mengukur kedalam 5.960 fathom (10.900 m) pada 11° 19′ U, 142° 15′ T. Penyuaraan ini diulang berkali-kali menggunakan “earphone” untuk mendengar sinyal yang kembali ketika “stylus” melewati skala kedalaman “graduated”.
Palung Mariana
2. Palung Tonga
Palung Tonga terletak di Selatan Samudra Pasifik, Selandia Baru dengan kedalaman 10.882 meter (35.702 kaki). Titik terdalamnya dikenal sebagai Deep Horizon. Palung ini terletak di ujung utara zona subduksi Kermadec-Tonga. Zona subduksi ini yang paling aktif di mana Lempeng Pasifik bersubduksi di bawah Lempeng Tonga dan Lempeng Indo-Australia. Palung Tonga memanjang di utara-timur laut dari Kepulauan Kermadec utara dari Pulau Utara Selandia Baru. Palung ini merupakan tempat peristirahatan terakhir dari generator radioisotop termoelektrik dari misi Apollo 13 yang dibatalkan.

Palung Tonga

3. Palung Filiphina
Palung Filipina (Mindanao Deep) terletak di sebelah timur Filipina. Memiliki panjang sekitar 1.320 km dan lebar sekitar 30 km dari pusat pulau Luzon Filipina membentang hingga ke tenggara pulau Halmahera, Maluku utara di Indonesia. Titik terdalamnya Galathea, memiliki kedalaman 10.540 meter. Palung Filipina adalah hasil dari tabrakan lempeng tektonik Philippine Sea Plate yang bersubduksi di bawah Sabuk Mobile Filipina dengan laju sekitar 16 cm per tahunnya.
Palung Filiphina

4. Palung Kuril
Palung Palung Kuril memiliki kedalaman maksimum 10.542 meter. Memanjang dari tiga persimpangan antara Patahan Ulakhan dan ke utara Palung Aleutian hingga ke Palung ke selatan Jepang. Palung ini terbentuk sebagai akibat dari zona subduksi, pada akhir zaman Kapur, hingga menciptakan Kepulauan Kuril.
Palung Kuril

5. Palung Kermadec
Palung Kermadec adalah salah satu dari palung terdalam Bumi dengan capaian kedalaman 10.047 meter (32.963 kaki) di Samudera Pasifik. Dibentuk oleh subduksi dari Lempeng Pasifik di bawah Lempeng Indo-Australia.
Palung Kermadec
Sumber : kaskus

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, October 14, 2015

Mengenal Jangkar

Untuk membuat kapal atau perahu berhenti pada suatu tempat diperairan maka diperlukan sebuah jangkar.Sselain itu biasanya juga digunakan ketika kapal atau perahu berhenti di perairan untuk maksud-maksud tertentu dalam waktu yang relatif lama atau ketika kapal mengalami gangguan, rusak atau mogok.
Jangkar
Pengadaan jangkar tergantung:
  1. Ukuran kapal
  2. Tipe perairan
  3. Tujuan penggunaan jangkar

Multak harus ada di atas kapal, karena merupakan jaminan keselamatan bagi kapal untuk tiba ditempat tujuan dengan selamat memperkecil kemungkinan bahaya di laut syarat layak laut.

Clisold n Lynn membedakan jangkar menjadi 7 jenis yaitu :
  1. Admiralty pattern anchor
    Admiralty pattern anchor
  2. Stockless anchor, digunakan untuk dasar perairan berkarang dan berlumpur halus. Semakin besar ukuran jangkar akan semakin efisien
    Stockless anchor
  3. Plough anchor, digunakan pada kapal-kapal berukuran kecil
    Plough anchor
  4. Danforth anchor, digunakan untuk kapal-kapal besar dan kapal tanker
    Danforth anchor
  5. Light fold anchor. Digunakan untuk kapal/perahu yang berukuran kecil
    Light fold anchor
  6. Mushroom anchor. Digunakan pada kapal - kapal kecil dan untuk tujuan berlabuh (mooring) baik di laut maupun di pelabuhan.
    Mushroom anchor
  7. Grafwell anchor. Digunakan untuk dasar perairan berkarang dan berpasir

Secara umum jangkar dibedakan menjadi :

1. Jangkar Paten (Jangkar Tak Bertongkat)
  • Mempunyai 2 lengan, yaitu lengan tetap yang tidak dapat digerakkan dan lengan tidak tetap yang dapat digerakkan terbuat dari besi.
  • Ukurannya besar (untuk kapal-kapal tanker, kontainer, penumpang,kapal penangkap ikan skala besar.
  • Tali jangkar menggunakan rantai.
  • Penyimpanan pada sarang jangkar.
  • Perlu alat khusus untuk mengoperasikan jangkar.
2. Jangkar Bertongkat
  • Punya 2 lengan berupa lengan tetap
  • Terbuat dari besi
  • Umumnya berukuran kecil sampai sedang (untuk kapal-kapal barang, penumpang atau kapal penangkap ikan yang berukuran kecil)
  • Tali jangkat dapat terbuat dari rantai, tali besi/baja ataupun tali manila
  • Penyimpanannya harus dinaikkan keatas dek kapal dibagian haluan
3. Jangkar Luku
  • Mempunyai 1 lengan
  • Berukuran kecil (umumnya hanya digunakan pada kapal ikan berukuran kecil)
  • Penyimpanannya harus dinaikkan keatas dek
  • Tali jangkar terbuat dari tali besi/baja atau tali manila
4. Jangkar Sekoci
  • Mempunyai 4 lengan
  • Terbuat dari besi berdiameter 10 -15 meter
  • Dibuat dalam ukuran kecil (umumnya untuk kapal-kapal perikanan berukuran kecil sampai sedang)
  • Penyimpanannya dinaikkan keatas dek pada bagian haluan kapal
5. Jangkar “danforth”
  • Mempunyai 2 lengan
  • Mempunyai sebuah palang (besi) yang terletak dibawah tajuk jangkar untuk mempercepat tenggelamnya jangkar ke dasar perairan
  • Terbuat dari besi dan berukuran sedang sampai besar (umumnya digunakan pada kapal perang)
  • Penyimpananya digantung pada sarang jangkar
  • Lengan jangkat dapat bergerak kekanan atau kekiri

Sumber : Materi Pelatihan Penangkapan Ikan BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Monday, June 15, 2015

Penerangan Diatas Kapal

Menurut Convention on The International Regulation For Preventing Collisions At Sea, 1972. Penerangan diatas kapal berupa lampu - lampu operasi yang diletakkan sepanjang kapal sesuai dengan keperluan pada berbagai ruangan yang berada diatas kapal seperti di main deck, deck house, dan sebagainya. Lampu - lampu diatas kapal ada juga yang disebut lampu navigasi yaitu lampu - lampu kapal yang harus dipasang pada waktu kapal berlayar diantara matahari terbit dan terbenam, sedemikian rupa sehingga jenis kapal, letak dan arah kapal dapat diketahui.

Untuk kapal yang sedang melakukan aktivitas pada malam hari diharuskan menggunakan penerangan antara lain :
1. Penerangan Tiang
Menggunakan lampu warna putih yang diletakkan diatas sumbu tengah muka belakang kapal yang memperlihatkan cahaya tetap dengan busur cakrawala sebesar 225. Untuk kapal dengan panjang > 50 m harus mempunyai dua penerangan tiang, dimana letak lampu pada tiang belakang harus lebih tinggi dari tiang depan .
Lampu Penerangan Tiang
2. Penerangan Lambung
Menggunakan dua lampu dengan warna yang berbeda Merah untuk lambung kiri dan Hijau untuk lambung kanan. Keduanya harus memperlihatkan cahaya tetap/terus-menerus dengan busur cakrawala 112,5˚ dan dipasang sedemikian rupa sehingga memperlihatkan cahaya lurus ke depan sampai 22,5˚ di belakang arah melintang pada sisi yang bersangkutan. Untuk kapal yang berukuran < 20 m, penerangan lambung boleh dipadukan pada satu lentera yang dipasang diatas di muka belakang kapal.
Lampu Penerangan Lambung Kapal
3. Penerangan Buritan
Penerangan pada buritan dengan menggunakan lampu warna putih yang memperlihatkan warna tetap meliputi busur cakrawala 135˚. Dipasang sedemikian rupa sehingga memperlihatkan cahaya 67,5˚ lurus kebelakang pada masing-masing sisi kapal.

4. Penerangan Tunda
Penerangan ini menggunakan warna kuning yang mempunyai ciri yang sama dengan penerangan buritan dan dipasang di atas penerangan buritan.

5. Penerangan Keliling
Penerangan ini memperlihatkan penerangan tetap meliputi busur cakrawala sebesar 360˚ dan biasanya digunakan apabila kapal sedang melakukan kegiatan

6. Penerangan Cerlang
Penerangan dengan menggunakan cahaya yang berkedip-kedip dengan interval waktu 120 kedipan/menit. Penerangan-penerangan tersebut mempunyai intensitas atau daya tampak yang berbeda-beda sehingga mempunyai jarak jangkau minimal penerangan kapal yang berbeda-beda pula. Daya tampak penerangan sebesar x mil, artinya bahwa penerangan tersebut harus sudah kelihatan pada batas minimal x mil.

Sumber : Materi Pelatihan Penangkapan Ikan

Semoga Bermanfaat...