Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Showing posts with label perncernaan ikan. Show all posts
Showing posts with label perncernaan ikan. Show all posts

Friday, May 29, 2020

Mekanisme Pencernaan Pada Ikan

Sebelum makanan disambar dan ditelan, terlebih dahulu telah timbul rangsangan berupa nafsu untuk makan. Nafsu untuk makan ini dapat dirangsang melalui penglihatan, bau, dan rabaan. Begitu ada nafsu
untuk makan, maka alat-alat pencernaanya segera bersiap-siap untuk menerima makanan dan selanjutnya mencerna makanan tersebut. Setelah makanan digigit, untuk menelannya diperlukan bahan pelicin yaitu air liur. Selain sebagai pelicin, air liur juga mengandung enzim ptialin yang merupakan enzim pemecah karbohidrat menjadi maltosa yang kemudian dilanjutkan menjadi glukosa. Tapi karena ikan tidak mengunyah makanan, padahal pemecahan karbohidrat membutuhkan waktu yang lama, maka
ptialinnya baru dapat bekerja aktif setelah makanan sampai di lambung.
Pencernaan ikan
Selain mengandung enzim ptialin, air liur juga mengandung senyawa penyangga derajat keasaman (bufer) yang berguna untuk memecah terjadinya penurunan pH agar proses pencernaan dapat berjalan normal. Apabila makanan telah masuk ke dalam saluran pencernaan, maka dinding saluran pencernaannya akan terangsang untuk menghasilkan hormon gastrin. Hormon ini akan memacu pengeluaran asam klorida (HCL) dan pepsinogen. HCL akan mengubah pepsinogen menjadi pepsin yang merupakan enzim pencernaan akif, yaitu sebagai pemecah protein menjadi pepton (polipeptida). Apabila makanannya banyak mengandung lemak, maka akan dihasilkan juga hormon entergastron.

Di dalam usus, makanan itu sendiri akan merangsang keluarnya hormon kolsistokinin. Hormon ini kemudian akan memacu keluarnya getah empedu dari hati. Getah empedu itu sebenarnya dibuat dari sel-sel darah merah yang telah rusak di dalam hati. Pengeluaran getah empedu tersebut melalui pembuluh hepatikus yang kemudian ditampung di dalam kantong empedu. Fungsi getah empedu tersebut adalah memeperhalus butiran-butiran lemak menjadi emulsi sehingga mudah larut dalam air dan diserap oleh usus.

Dinding usus juga mengeluarkan hormon sekretin dan pankreozinin. Sekretin akan memacu pengeluaran getah empedu dan pankreas. Getah penkreas ini mengandung enzim amilase, lipase dan protase. Sedangkan hormon pankreozinin menyebabkan rangsangan untuk mempertinggi produksi getah pankreas.

Enzim amilase akan memecah karbohidrat menjadi glukosa. Enzim lipase memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Sedangkan protase memecah protein menjadi asam amino. Ketiga enzim tersebut dapat mencapai puncak keaktifan apabila kadar protein dalam makanan antara 40-60%. Apabila kadar proteinnya berubah maka untuk mencapai puncak keaktifan, enzim-enzim tersebut membutuhkan waktu untuk menyseuaikan diri.

Sumber : Makalah Biokimia " Sistem Pencernaan Ikan"

Semoga Bermanfaat...

Thursday, May 28, 2020

Kelenjar Pencernaan Pada Ikan

Kelenjar pencernaan atau glandula digestoria berfungsi dalam proses pencernaan terdiri atas hati, pankreas dan kantong empedu.

Kelenjar pencernaan pada ikan
a) Hati
Hati adalah salah satu kelenjar pencernaan. Organ ini umumnya terletak di depan lambung di bawah kerongkongan memanjang sampai di belakang usus. Hati atau hepar besar, berwarna merah kecoklatan.
Hati termasuk organ yang besar pada ikan, bahkan pada ikan cucut dan ikan pari biasa mencapai 20 % bobot tubuhnya. Biasanya hati berjumlah dua buah, tetapi mungkin hanya satu seperti pada ikan salmon, atau tiga seperti pada mackerel. Pada hati terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Cairan empedu ini masuk ke dalam saluran pencernaan makanan pada daerah pylorus melalui ductus choledochus.

Fungsi hati yaitu sekresi empedu. Selain itu, hati juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen. Fungsi selanjutnya adalah dalam perusakan sel darah merah dan kimiawi darah seperti pembentukan urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen dan menetralkan racun serta menghasilkan panas.

b) Pankreas
Pankreas merupakan organ yang berperan penting dalam proses pencernaan. Pankreas mensekresikan beberapa enzim yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan yakni protease (tripsin) dan karbohidrase (amilase dan lipase). Sebenarnya pankreas merupakan organ yang memiliki fungsi ganda, sebagai organ eksokrin dan organ endokrin. Sebagai organ eksokrin, pankreas mengeluarkan enzim pencernaan; dan sebagai organ endokrin, pankreas memiliki kelompok sel (pulau-pulau Langerhans) yang mensekresikan hormon insulin.

c) Kantung Empedu
Kantung empedu berupa kantung tipis yang berisikan empedu. Kantung ini menempel pada bagian bawah hati. Kantung empedu atau vesica velea bila penuh bentuknya membulat dengan warna kehijau-hijauan. Fungsi dari kantong empedu ini untuk menampung atau menyimpan empedu (bilus) dan mencurahkannya ke dalam usus, bila diperlukan. Empedu yang berasal dari kantung empedu mengandung pigmen empedu (bilirubin dan biliverdin) yang berasal dari perombakan sel hemoglobin.

Selain itu, empedu juga berisikan garam empedu pengemulsi lemak yang membantu dalam pengubahan keasaman lambung menjadi netral dalam usus.

Sumber : Makalah Biokimia " Sistem Pencernaan Ikan"

Semoga Bermanfaat...