Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Thursday, June 26, 2014

20 Fakta Unik Moluska Bermantel (Part 2)

Berikut merupakan lanjutan dari 20 Fakta Unik Moluska Bermantel :


  1. "Enteroctopus dofleini" (read: Giant Pacific Octopus) adalah gurita terbesar dengan ukuran 9.1 m dan berat 272 kg, layaknya gurita yang lain mereka bergerak menggunakan hyponome yang sama prinsipnya dengan mesin jet serta mampu meregenerasi tentakelnya yang ilang dalam waktu 6 minggu. Sementara itu, Hapalochlaena fasciata (read: Blue-lined Octopus) termasuk spesies gurita yang beracun juga dari genus yang beracun, disamping itu mereka juga memiliki sel chromatophore yang berfungsi untuk berkamuflase mengubah warna apabila terprovokasi menjadi kuning menyala dengan cincin atau garis biru.
    Keterangan : a) Enteroctopus dofleini, b) Hapalochlaena fasciata
  2. "Arion rufus" (read: Red Slug), "Arion vulgaris" (read: Spanish Slug) dan "Arion Ater" (read: Black Slug) adalah tiga kawanan pemegang rekor keong darat terbesar tanpa cangkang dengan ukuran 7-14 cm, 8-12 cm dan 10-15 cm. Uniknya, keong ini bernafas dengan pneumostome yang berada pada bagian kanan mantelnya dan juga termasuk hewan hermaprodit serta mampu menghasilkan mucus yang mengandung enzim antiseptik lysozyme, immunoglobulins, garam inorganik, dan protein lactoferrin serta glycoproteins, meskipun begitu mampu menyebabkan penyakit terutamanya berhubungan dengan infeksi viral seperti flu, sinusitis dan demam. Uniknya lagi, meskipun terlihat kecil, mereka mampu mengangkat beban dengan berat 10x beratnya, jadi secara hitungan kasar, andaikan kita memiliki berat 65 kg maka mampu mengangkat beban 650 kg.
    Keterangan : a) Arion rufus, b) Arion vulgaris, c) Arion ater
  3. "Janthina janthina" (read: Bubble Raft) dapat ditemui hampir di semua lautan di dunia, uniknya siput ini memerangkap gelembung air dalam cangkangnya agar mempertahankan posisinya yang melayang dengan permukaan air, sehingga menyebabkannya dapat mengembara ribuan kilometer dengan memanfaatkan arus pasang dan gelombang tanpa sekalipun menyentuhkan badannya ke dasar laut. Uniknya, dari perilaku moluskan dengan tinggi sekitar 40 mm ini menyebabkan seumur hidupnya yang puluhan tahun, penuh dengan aktivitas berselancar atau berjalan di air sepanjang hidup.
    Janthina janthina
  4. Tidak perlu diragukan lagi bahwa "Achitina fulica" (read: Giant African Snail) adalah keong darat terbesar dengan tinggi 7 cm dan panjang 20 cm yang masuk daftar sebagai 100 hewan yang berbahaya karena wabahnya. Menurut penelitian, keong ini mengandung banyak sekali parasit seperti Aelurostrongylus abstrusus, Angiostrongylus cantonensis (menyebabkan eosinophilic meningoencephalitis), Angiostrongylus costaricensis (menyebabkan abdominal angiostrongyliasis), Schistosoma mansoni (menyebabkan schistosomiasis), Trichuris spp., Hymenolepis spp. dan Strongyloides spp. yang ditemukan di kotoran juga atau saat sekresi mucus. Keong ini juga dapat menyebabkan meningitis serius pada manusia.
    Achitina fulica
  5. Begitu sering kita mendengar tentang dogeng dimana siput mampu berlari dengan sangat kencangnya, bahkan pilem terbaru dari Dreamwork yaitu Turbo sedikit banyak menjelaskan fenomena tersebut. Adalah "Helix aspersa" (read: Garden Snail) sedikit banyak merealisasikan hal tersebut, siput ini adalah yang tercepat dari semuanya, mampu berjalan dengan kecepatan 60 cm dalam 3 menit (20 cm/menit), atau sekitar 2 km dalam waktu 5,5 hari. Mungkin terlihat sepele, tapi kalau kita sesuaikan dengan skala tubuh mereka yang tak lebih dari 20-35 mm dengan berat cangkang 25-40 g (40% berat cangkang) maka, manusia yang memiliki tinggi sekitar 160 cm (skala 1:80), dan berat 40 kg sambil merangkak, maka akan mampu berlari kencang sambil membawa beban 10 kg, memiliki kecepatan sekitar 16-18 m/menit atau 1 km/jam, sungguh rekor fantastis untuk seorang tentara katak. Uniknya, garam dan gula sangat berbahaya bagi keong yang dapat menyebabkan mereka keracunan, selain itu mereka menggunakan seni menyentuh untuk menarik pasangannya, meskipun mereka hermaprodit tetap memerlukan pasangan untuk melangsungkan perkawinan.
    Helix aspersa
  6. Sungguh luar biasa, "Dreissena polymorphs" (read: Zebra Mussel) 500 juta telur setiap tahunnya, dimana moluska ini berukuran 5,1 cm dan dapat bertahan selama 7 hari di luar air. Termasuk moluska yang berbahaya karena agresifitasnya yang parasit, karena memiliki potensi untuk merusak ekologi dan lingkungan, bukti berbahanya remis ini adalah kolonisasi mereka terhadap Great Lakes, Lake Erie dan Lake St. Claire di Amerika Serikat. Bahkan cangkangnya yang sangat tajam yang mengandung detritus mampu memotong kaki ataupun minimal melukainya. Kemudian, bayangkan saja apa jadinya kalau 500 juta telur tersebut berkembang biak dengan kelipatan yang sama dalam jangka waktu sepuluh tahun saja, maka akan ada total (secara hitungan kasar saja);
    sementara volume bumi sekitar 8.695.377.657.617 km3 kalau kita ubah ke cm3 maka menjadi 8,7 x 10e27 cm3 mengindikasikan bahwa siput ini bukan hanya menjadi parasite bagi makhluk hidup tapi bumi seluruhnya. Beruntungnya meskipun mereka memiliki banyak telur, namun persentase kelahirannya begitu sangat sangat kecil.
    Dreissena polymorphs
  7. "Protothaca staminea" (read: Pacific Littleneck Clam) memiliki keunikan yaitu bersembunyi dengan menggali tanah dengan kedalaman mencapai 10 cm sehingga warna kulit kerang tersebut akan banyak terpengaruhi oleh sedimen ataupun pasir tempat mereka bersembunyi. Kerang ini juga termasuk yang dapat dimakan. Selain itu, kerang ini memanfaatkan 2 sifonnya untuk makan, ketika air masuk melalui sifon yang pertama maka oksigen masuk ke dalam insang, namun makanan juga terperangkap melalui rambut kecil yaitu cilia terutamanya plankton. Sehingga tanpa perlu berusaha keras kerang mampu menikmati makanannya.
    Protothaca staminea
  8. "Tridacna squamosa" (read: Fluted Giant Clam) spesies kerang yang melakukan symbiosis dengan zooxanthellae dari jenis alga yang melakukan fotosinstesis sehingga segala nutrisi tercukupi untuk yang sangat lama berupa glukosa, glycerol dan asam amino. Sementara itu, keunikan lainnya adalah kerang ini selalunya hidup dengan menempel dengan substrat, batu ataupun permukaan yang solid, sehingga apabila dipaksa lepas maka akan kerang ini akan mengalami kerusakan yang sangat parah. Kerang ini juga memiliki kelebihan menyaring air menjadi partikel2 yang kecil dan murni.
    Tridacna squamosa
  9. Octopus vulgaris (read: Common Octopus) adalah spesies gurita dengan besar 25 cm namun tentakelnya mencapai 1 m, merupakan moluska yang paling sering digunakan untuk hal penelitian. Uniknya gurita berenang secara terbalik dengan kepala terlebih dahulu, selain itu mereka juga mampu mengeluarkan tinta yang pekat (mengandung melanin) untuk menghalau musuhnya bahkan melakukan autotomi yaitu memutuskan tentakelnya untuk menipu dan mengejutkan predator. Keunikan lainnya adalah mereka memanfaatkan statocyst (struktur yang mengandung mineral dan rambut sensitif) untuk mengeluarkan suara. Gurita ini dapat mendengar suara meskipun di air pada 400 Hz dan 1000 Hz, dan yang paling baik pada 600 Hz. Uniknya ada jenis gurita yang berjalan dengan tentakel mereka, seperti pada "Adopus aculeatus" (read: Algae Octopus) yang berukuran 25 cm ini melakukan kamuflase dengan alga sekitarnya sehingga menyerupai cangkang gastropoda.
    Keterangan : a) Octopus vulgaris, b) Adopus aculeatus
  10. Dunia kesehatan sedang giat meneliti mengenai hilang ingatan dan juga sistem saraf, uniknya sel neuron dari "Aplysia dactylomela" (read: Spotted Sea Hare) sangat membantu dalam bidang Electrophysiology dan Neurological yang berkaitan dengan jaringan. Moluska ini memiliki ukuran yang mencecah 410 mm dengan rata2 berada pada kedalaman 3-40 m pada perairan dangkal, dan juga mengeluarkan tinta dan opaline layaknya gurita namun mengandung toksin yang berbahaya.
    Aplysia dactylomela
Sumber : kaskus.co.id

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, June 25, 2014

20 Fakta Unik Moluska Bermantel (Part 1)

Ada tiga hal yang bisa digunakan untuk menjelaskan moluska yaitu, mantel dengan rongga yang digunakan untuk bernafas serta tubuh yang sangat fleksibel, ekskresi yang menghasilkan radula serta struktur sistem saraf dan sensorik yang luar biasa dimana darah mengalir dengan filamen gilli yang mengandung pigmen hemocyanin sekaligus perturakaran oksigen dan karbondioksida terjadi antara darah dan air yang mengalir. Mereka juga memiliki tempurung (shell) yang dihasilkan oleh mantel berasal dari protein dan chilin yang diperkuat oleh kalsium karbonat, dimana ada 3 lapisan yaitu pertama: nacreous, lalu kedua: prismatik dan ketiga: periostracum. 

Uniknya, tubuh moluskan termasuk bilateral simetris sehingga ukuran panjang sisi kanan dan kiri dengan batasan tengah adalah sama persis. Keistimewaan moluska lainnya adalah bukan saja mereka sering dimanfaatkan sebagai santapan makanan tapi juga komoditas barang dagangan bahkan sebagai alat tukar. Sekali lagi, keindahan dan kerumitan morfologi dari moluska jelas begitu berbeda dengan makhluk hidup lainnya sekaligus menambah kekayaan akan keberagaman di dunia ini, sungguh kecil kemungkinan bahwa segala sesuatu itu terjadi tanpa adanya desain yang sempurna yang dilakukan oleh Pemilik sebenarnya, Allah ta'ala.

  1. Moluska juga mampu memproduksi mutiara, yaitu tiram dari ordo Pterioida, dan menurut catatan, maka mutiara terbesar yang dapat dihasilkan adalah dari "Pinctada maxima" (read: Philippine Pearl), dan juga menjadi satu2nya yang memproduksi mutiara laut selatan (south sea pearl) yang terindah dibandingkan yang lainnya sehingga mendapat julukan Mother of Pearl. Bahkan mantan presiden Filipina, Fidel Ramos mendeklarasikan pada tahun 1996 melalui Proclamation No. 905 menetapkannya sebagai gem nasional serta dapat dijumpai pada lembaran uang 1000 peso. Temperatur air, plankton dan sedimen adalah faktor2 penting yang menentukan kecerahan warna.
    Pinctada maxima si penghasil mutiara
    Mata uang Filipina yang bergambar Pinctada maxima
  2. "Teredo navalis" (read: Shipworm) adalah spesies luar biasa dengan ukuran yang kecil sekitar 2 cm yang kemungkinan berasal dari timur laut Samudera Atlantik, tetapi telah menyebar di seluruh dunia melalui tumpukan2 komoditas perdagangan di dermaga2 pelabuhan. Spesies inilah yang menjadi penyebab utama kerusakan dan kehancuran struktur kayu dan lambung kapal. Sampai sekarang belum ada metode yang terbukti efektif untuk menanggulangi pengrusakan kayu ini. British Royal Navy pada abad ke-18 mengganti dengan tembaga bawah kapalnya untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, sementara Belanda pada abad ke-17 mengganti tanggul2nya dengan batu agar mencegah terjadinya banjir bandang, bahkan pada awal abad 19, kapal ferry yang berlabuh di San Fransisco mengalami kerugian yang luar biasa mencecah angka 2 trilyun dolar serta masih banyak kerugian lainnya.
  3. Tiga serangkai siput ini adalah moluska yang paling beracun, "Conus geographus" (read: Geographic Cone Snail), "Conus tulipa" (read: Fish Hunting Cone Snail), dan "Conus Striatus" (read: Striated Cone Snail). Siput geografi adalah juaranya kalau mengacu kepada standar LD50 yaitu 4 µg/kg dimana mengandung MVIIA yang merupakan omega-conotoxin yang mengakibatkan efek kekakuan total pada curut, implikasinya adalah chronic neuropathic. Sementara itu, dalam bidang kesehatan dilakukan penelitian terhadap conotoxin ini dalam obat ziconotide untuk penyakit AIDS dan kanker. Sementara itu, siput tulipa memegang rekor kedua dengan LD50 10 µg/kg dan siput striatus pada urutan ketiga dengan LD50 100 µg/kg.
    Keterangan : a) Conus geographus, b) Conus tulipa, c) Conus striatus
  4. "Helix pomatia" (read: Burgundy snail) dan "Saccostrea glomerata" (read: Sydney Rock Oyster) adalah 2 spesies moluska di dunia yang sering mendapat perhatian manusia karena kelezatannya, sehingga menjadi jenis moluska yang paling sering dimakan, karena mudah ditemukan bahkan di restoran sekalipun. Siput Burgundi memiliki ukuran 30–50 mm dengan ukuran cangkang 30-45 mm, dan mampu melakukan hibernasi dan estivasi dengan membentuk calcareous epiphragm yang akan mengunci cangkangnya, selain itu siput ini termasuk hermaprodit sehingga kedua pasangan dapat bertelur setelah kawin (membuahi). Sementara itu, tiram sydney dengan panjang tubuh 8 cm dan berat 50 gram menjadi primadona di Australia dimana industri budidaya nya berkembang pesat di New South Wales dan Queensland selatan. Uniknya, tiram ini bisa bertukar kelamin, pada awal kelahiran sebagai jantan kemudian saat bertelur menjadi betina. Keunikan lainnya adalah, yang betina menghasilkan 2 juta sel telur dan jantannya mengeluarkan 100 juta sperma ketika gelombang dan arus pada saat yang pas.
    Keterangan : a) Saccostrea glomerata, b) Helix pomatia
  5. Sementara itu, siput yang paling kecil yang telah diamati adalah "Ammonicera rota" (read: European Snail) dengan ukuran 10-15 mm, dan pesaing terberatnya adalah "Partula rosea" (read: Pacific Snail) yang memiliki ukuran tidak terlalu berbeda, namun sayangnya hanya tinggal ratusan saja karena terancam punah, lebih parahnya lagi, hanya bisa kita saksikan di kebun binatang Inggris dan Amerika Serikat. Cangkang siput terdiri dari tiga lapisan: 1) hypostracum yang merupakan lapisan terdalam; 2) ostracum, yaitu lapisan tengah, sebagian besar terdiri dari kalsium karbonat; dan 3) kulit shell atau periostracum, yang terbuat dari campuran protein yang menentukan warna cangkang. Setelah siput mati, lapisan ini akan terkikis lalu memperlihatkan warna putih atau abu-abu.
    Keterangan : a) Ammonicera rota, b) Partula rosea
  6. Sedangkan "Syrinx aruanus" (read: Australian trumpet) adalah siput yang terbesar dengan ukuran 77-91 cm, bahkan menjadi yang paling berat diantara semua dengan berat mencapai 18 kg. Cangkang siput ini sering dijadikan koleksi, sumber kapur, penampungan air bahkan sebagai umpan menangkap ikan. Sementara siput yang terpanjang adalah "Parenteroxenos doglieli" (read: ) yang hidup sebagai parasit di teripang dari kelas Holothuroidea, sehingga menjadikan panjangnya mencapai 130 cm.
    Keterangan : a) Syrinx aruanus, b) Parenteroxenos doglieli 
  7. Tridacna gigas (read: Giant Clam) termasuk kandidat moluska yang terbesar, terutamanya dari kelas Bivalvia dengan ukuran 137 cm dengan berat 250 kg dan mampu hidup lebih dari 100 tahun lamanya seperti yang ditemukan pada tahun 1817 di pantai barat Sumatera. Sementara itu, pada tahun 1984 di pantai Ishigaki juga ditemukan yang tak kalah besarnya dengan ukuran panjang 113 cm dan berat mencapai 340 kg. Uniknya, kerang ini hanya punya satu kali kesempatan untuk mendapatkan tempat tinggalnya, ketika dia sudah dapat maka dia akan kerasan sampai mati dengan lama waktu hidupnya dapat mencecah 100 tahun juga. Kenyataannya juga legenda pemakan orang kerang ini tidak terbukti sama sekali, berdasarkan penelitian mengenai sistem pencernaannya. Namun, kelas Cephalopoda yang memegang rekor terbesar, yaitu "Mesonychoteuthis hamiltoni" (read: Colossal Squid) dengan ukuran panjang 12-14 m dimana matanya saja 23 cm. Cumi-cumi ini mengalami pertumbuhan abyssal gigantism yang menyebabkan adanyai kecenderungan tumbuh besar karena pengaruh kedalaman laut dengan tekanannya.
    Keterangan : a) Tridacna gigas, b) Mesonychoteuthis hamiltoni
  8. "Nautilus pompilius" (read: Chambered Nautilus) memiliki keunikan yaitu adanya sekitar 90 tentakel yang mempunyai mata pada setiap tentakel tersebut (walaupun tidak ada lensa) dan kerennya mereka berenang dengan cara mundur. Moluska ini dapat ditemui pada kedalaman 300-600 meter pada siang hari dan 90-150 meter pada malam hari.
    Nautilus pompilius
  9. "Artica Islandica" (read: Ocean Quahog) memiliki kulit kerang berwarna hitam dengan ukuran mencapai 50 mm. Kerang dengan nama Ming Clam merupakan yang tertua dari kingdom animalia yang berdasarkan rekod terkini dari pertumbuhan tahunan garis pada kulit cangkangnya merupakan yang paling lama usianya pada tahun 2006. Alan Dr. Wanamaker, Dr Paul Butler, Professor James Scourse and Professor Chris Richardson dalam penelitian tersebut secara akurat menyatakan usianya adalah 507 tahun, sementara data sebelumnya menunjukkan juga di ISlandia pada tahun 1868, menemukan kerang dengan usia 374 tahun.
    Artica islandica
  10. "Sepia Apama" (read: Australian Giant Cuttlefish) adalah spesies sotong terbesar dengan ukuran 52 cm dengan berat 10,5 kg yang dengan sel chromatophores, mereka mampu memberikan pertunjukan yang sangat spektakuler dengan merubah warnanya dalam waktu yang instan (ada 3 kelas warna: kuning, merah dan hitam/cokelat) sehingga mendapat julukan chameleon batu karang, dengan 2 jenis struktur yaitu iridophores (menghasilkan iridescence/permainan warna pada kulit) and leucophores, yang memproduksi warna keputih2an pada pola tubuh. Selain itu, keunikan lainnya adalah mereka juga memiliki kulit papillae yang dapat mengubah penampilannya secara dramatis, disamping memiliki neurotoxins untuk menghalau bahkan membunuh mangsanya serta memiliki warna darah berwarna hijau, yang uniknya termasuk hewan yang buta warna.
Sepia apama

lanjut ke part 2

sumber : kaskus.co.id

Semoga bermanfaat...

HENKITA : Solusi Hemat Listrik Pada Usaha Tambak Anda

BPPP TEGAL (20/6) - Tambak Udang Vanamae dengan tingkat teknologi Intensif penggunaan kincir air mutlak diperlukan karena padat tebar udang yang tinggi tentu saja membutuhkan suplai oksigen yang cukup. Permasalahan yang dihadapi tambak intensif adalah beban listrik yang tinggi untuk mengoperasikan kincir tambak yang di  pasaran hampir seluruhnya menggunakan motor listrik 3 phase sehingga harus dilengkapi konverter  yang merubah motor 3 phase menjadi 1 phase.
Kincir tambak
Jaringan PLN yang masuk ke perkampungan tambak tradisional pada umumnya menggunakan 1 phase untuk merubah jadi 3 phase membutuhkan biaya cukup tinggi karena membutuhkan kabel besar dan konsumsi listrik juga besar.

Agus Widiyanto, Widyaiswara BPPP Tegal, telah berinovasi mengubah motor listrik 3 Phase menjadi 1 phase yang diberi nama oleh Kepala BPSDMKP,  Dr. Ir Suseno Sukoyono, pada acara kunjungan kerjanya ke BPPP TEGAL (Sabtu, 14/6).

HENKITA (Hemat Energi Kincir Tambak).  Kincir dengan motor listrik 3 phase memerlukan biaya perhari Rp 55.000, dengan adanya converter HENKITA dapat dihemat menjadi Rp 20.000, per hari per kincir (menghemat 50 s/d 60 persen biaya listrik/ kincir). HENKITA sedang  diuji coba di tambak BUSMETIK (Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik) milik Sekolah Usaha Perikanan Negeri Tegal  dengan luasan tambak 1000 m2 perpetak menggunakan kincir 4 buah . 
HENKITA hasil kreasi salah seorang Widyaiswara BPPP Tegal
Tambak udang BUSMETIK masih dalam uji coba pertama di Tegal  menggunakan padat tebar udang Vanamae 150 ekor per m2 diharapkan dalam 1 petak dapat panen udang Vanamae  1600 kg dalam waktu  90 hari.  Apabila uji coba ini berhasil maka diharapkan geliat tambak udang intensif di kota dan kabupaten Tegal dan sekitarnya  akan bergairah kembali seperti pada tahun 1990 an yang pernah jaya.

Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal juga akan melatih masyarakat agar  dapat menerapkan budidaya udang dengan system Busmetik yang sekarang telah berhasil dikembangkan oleh Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta di Serang Banten, Pemerintah  Kabupaten  Pacitan , SUPM Bone Sulawesi Selatan , SUPM Ladong Aceh, dan SUPM Kota Agung Lampung. Dari hasil uji coba di  5 titik  tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Uji coba Konverter ini masih harus dievaluasi tingkat keberhasilannya terutama kemampuan supplai oksigen terlarutnya,  Agus Widiyanto bersama tim innovator dari BPPP tegal akan memantau ketersediaan oksigen dengan penerapan Henkita, kalau berhasil maka akan dapat menghemat penggunaan listrik dan mudah diterapkan petambak kecil.
oleh : HERI EDI

Untuk informasi dan pemesanan dapat menghubungi :
AGUS WIDIYANTO, S.St.Pi
081393100473

Wednesday, June 11, 2014

Gynogenesis Ikan Mas, Cara Efektif Dapat Turunan Murni

Kualitas benih ikan yang di hasilkan selalu di tentukan oleh kualitas induknya. Oleh karena itu faktor yang perlu di perhatikan dalam memperoleh keturunan yang baik adalah faktor yang berasal dari induk itu sendiri yang akan di gunakan dalam proses pembenihan. Guna memperbaiki kualitas induk tersebut, perlu di lakukan pemurnian induk-induk ikan mas yang ada, sehingga di harapkan di peroleh galur murni dari stiap ras tersebut. Salah satu cara yang dapat di gunakan untuk mendapatkan galur murni terhadap ras-ras induk ikan mastersebut adalah pemurnian dengan cara ginogenesis. Ginogenesis adalah suatu bentuk pembiakan dimana spermatozoa hanya merangsang perkembangan telur menjadi embrio dan tidak ikut berperan dalam sifat-sifat genetiknya, sehingga sifat genetik keturunannya (filial) hanya berasal dari induk betinanya saja. Metode ini dilakukan dengan cara melemahkan sperma melalui proses radiasi. Rangkaian kegiatan metode ginogenesis adalah hypofisasi, radiasi sperma,kejutan panas dan penetasan.
Ikan Mas
Adapun tujuan menggunakan metode ginogenesis adalah untuk memperoleh induk ikan mas yang murni, dimana sifat induk betina dominan serta memperpendek waktu dalam mencapai turunan fillialnya (dapat diperoleh benih yang berkualitas baik pada keturunan kedua).

BAHAN DAN ALAT
Berikut bahan dan alat yang digunakan pada kegiatan Gynogenesis pada ikan mas :

CARA KERJA
Untuk mempercepat ovulasi, induk betina di suntuik dengan mempergunakan hormon perangsang ovaprim untuk mempercepat terjadinya ovulasi. Perbandingan induk 1:1 dihitung dari berat induk betina. Adapun dosis yang di gunakan adalah 0,25 ml/ kg berat induk ikan mas, penyuntikan di lakukan 1 kali hanya pada induk betina sedangkan pada induk jantan tidak di suntik.. Setelah penyuntikan induk jantan dan betina di simpan dalam satu bak, dan ditunggu sampai ovulasi. Ovulasi terjadi setelah 10-12 jam sejak penyuntikan pertama pada suhu 25-270C.
Penyuntikan ikan mas
Radiasi Sperma
Bila induk telah ovulasi, maka pada saat yang sama di tempat terpisah di lakukan pengambilan sperma induk jantan yang di hisap dari lubang urogenitalnya dengan menggunakan spluit tanpa jarum sebanyak 0,5 ml. Sperma kemudian di encerkan 100 kali dengan menambahkan larutan infus sebanyak 49,5 ml. dan di aduk sampai rata. Sperma tersebut kemudian diambil dengan menggunakan spluit (pakai jarum) sebanyak 3 ml., kemudian diratakan didasar petri dish sebanyak 3 buah sehingga terbentuklah lapisan tipis. Selanjutnya cawan petri dish yang berisi sperma tersebut dimasukkan kedalam kotak radiasi tepat dibawah lampu ultra violet dengan jarak penyinaran ± 15 cm, untuk radiasi selama 10 menit.
Cara Kerja Radiasi Sperma
Fertilisasi Telur
Setengah menit sebelum proses radiasi sperma selesai, lakukan pengambilan telur dari induk betina dengan cara striping dan ditampung dalam baki plastik yang telah dipersiapkan. Bila radiasitelah mencapai 10 menit, dilakukan pembuahan telur (fertilisasi) cara kering yaitu dengan mencampurkan sperma yang telah diradiasi kedalam baki berisi telur dan diaduk secara merata dengan mempergunakan bulu ayam. Pembuahan dilakukan selama ± 15 menit. Telur yang telah terbuahi kemudian ditebar secara merata didalam baki penetasan yang telah dipersiapkan dalam akuarium. Penebaran telur dilakuakn secara hati-hati, jaga jangan sampai menggumpal didasar baki penetasan.
Pengurutan telur pada induk ikan mas
Kejutan Panas
Kejutan panas dilakukan 2 – 5 menit setelah pembuahan dengan cara memindahkan trayyang berisi telur yang telah terbuahi ke dalam air atau water bathyang bersuhu 400C, perlakuan tersebut berlangsung selama 2 – 3 menit. Setelah perlakuan kejutan panas selesai, penghitungan jumlah telur yang ada ditray untuk mengetahui prosentase daya tetas telur. Setelah di hitung, tray yang berisi telur dipindahkan ke akuarium penetasan dengan suhu 25 – 28 0C, selanjutnya dibiarkan sampai menetas.

Penetasa Telur
Selama proses penetasan berlangsung, air diakuarium tetap dijaga kualitasnya, dengan themostat pada suhu 280C dan memisahkan telur-telur yang tidak menetas secara manual. Aerasi tetap dilakukan secara terus-menerus, dan mempertahankan suhu dengan water heater.

Semoga bermanfaat...

Monday, June 2, 2014

Cara Pengangkutan Ikan Hidup

Pengangkutan adalah kegiatan memindahkan atau membawa suatu barang, atau benda lainnya dari satu tempat ke tempat lainnya. Tujuan utama pengangkutan adalah barang yang dibawa bisa sampai di tempat tujuan dalam keadaan utuh, atau tidak rusak sedikitpun. Perubahan bentuk, perubahan rasa, dan ke-tidak-lengkapan dapat menurunkan nilai barang itu. Agar tujuan itu bisa terwujud, maka alat yang digunakan dalam pengangkutan harus cocok, yaitu alat yang bisa menjaga keutuhan barang itu. Selain itu, pengangkutan juga harus menggunakan cara yang baik. Bila keduanya tidak dilakukan, sudah pasti barang itu tidak akan sampai dalam keadaan utuh. Keadaan itu sangat merugikan. 
Pengangkutan Ikan
Seperti pengangkutan barang, pengangkutan ikan juga memiliki arti dan tujuan yang sama. Namun alat, dan cara yang digunakan dalam pengangkutan ikan berbeda dengan alat, dan cara dalam pengangkutan buku. Karena buku benda mati yang tidak mudah rusak. Sedangkan ikan mahluk hidup yang kemungkinan besar bisa rusak, bahkan mati.

Untuk menentukan alat dan alat pengangkutan sangat tergantung dari karakteristik, dan sifat-sifat hidup ikan, terutama segala sesuatu yang berhubungan dengan pernapasannya. Jangan sampai selama pengangkutan alat pernapasannya terganggu. Itu bisa menyebabkan kematian total.

SISTEM PENGANGKUTAN IKAN
A. Pengangkutan Ikan Sistem Terbuka
Mengangkut ikan ada dua sistem, yaitu sistem tertutup dan sistem terbuka. Terbuka adalah sistem pengangkutan ikan dimana air dalam wadah angkut kontak langsung dengan udara sebagai sumber oksigen. Sistem ini umumnya digunakan untuk mengangkut ikan dalam jarak yang dekat, misalnya dari kolam ke kolam dalam lokasi yang sama. Bisa juga untuk jarak jauh, dan waktu yang lama, asalkan dilengkapi instalasi pengangkutan dan persediaan oksigen yang cukup selama pengangkutan.
Pengangkutan Ikan Sistem Terbuka
B. Pengangkutan Ikan Sistem Tertutup
Sedangkan tertutup adalah sistem pengangkutan ikan dimana air dalam wadah angkut tidak kontak langsung dengan udara bebas, karena tertutup rapat oleh wadah angkut. Oksigen yang dibutuhkan oleh ikan selama pengangkutan berasal dari tabung oksigen yang dihembuskan sebelumnya. Sistem ini bisa digunakan, baik untuk jarak dekat maupun jarak jauh, baik untuk waktu yang singkat maupun untuk waktu yang lama.
Pengangkutan Ikan Sistem Tertutup
C. Faktor - Faktor Penting Yang Harus Diperhatikan Dalam Pengangkutan Ikan
Sebenarnya mengangkut ikan hampir sama dengan memelihara. Bedanya kalau memelihara wadahnya diam, sedangkan kalau mengangkut wadahnya bergerak. Beda lainnya adalah kepadatan, dimana saat mengangkut kepadatannya jauh lebih sangat tinggi dibandingkan dengan memelihara.
Ikan bernapas dengan insang, dan mengambil oksigen dari dalam air. Agar bisa bernapas dengan bebas, diperlukan oksigen yang cukup. Namun keadaan oksigen dalam alat pengangkutan berbeda dengan di kolam. Ketersediaan sangat terbatas, hanya cukup untuk beberapa jam saja. 

Karena itu, salah satu prinsip dalam pengangkutan ikan adalah bagaimana menciptakan suasana dalam alat pengangkutan agar ikan bisa bernapas dengan baik, sehingga bisa bertahan hidup hingga di tujuan. Satu hal lagi yang harus menjadi perhatian adalah selama pengangkutan ikan mengeluarkan kotoran.

Untuk menciptakan suasana seperti itu, maka ada tiga faktor penting yang harus diperhatikan dalam pengangkutan ikan, yaitu kepadatan, waktu pengangkutan dan perlakuan, sebelum dan selama pengangkutan. Bila ketiga faktor itu diperhatikan dengan baik, maka prinsip pengakutan bisa tercipta.

Kepadatan ikan tidak boleh teralu tinggi agar tidak berdesak-desakan. Sediakan sedikit areal, atau sekitar setengah bagian dari tubuhnya. Kepadatan dalam satu wadah sangat tergantung dari ukuran ikan. Ikan yang berukuran kecil, jumlahnya lebih banyak dari ikan besar.
Kepadatan juga sangat tergantung dari lamanya pengangkutan. Ikan yang diangkut dalam waktu yang lebih lama, kepadatannya harus lebih rendah, dibanding ikan yang diangkut dalam waktu yang singkat. Ini sangat tergantung dari ketersediaan oksigen selama pengangkutan.
Kepadatan ikan dalam wadah harus diperhatikan
Waktu pengangkutan juga harus diperhatikan. Karena ikan hidup pada kisaran suhu tertentu. Suhu yang melebihi ambang batas hidupnya bisa berakibat fatal. Demikian juga dengan suhu yang kurang dari ambang batas hidupnya. Namun yang sering terjadi adalah melebihi ambang batas, karena selama pengangkutan, suhu akan naik.
Menentukan waktu pengangkutan harus tepat. Ini berkaitan erat jarak yang akan tempuh dan lamanya pengangkutan. Selain itu juga berkaitan erat dengan prinsip pengangkutan, yaitu bagaimana menciptakan suasana yang nyaman bagi ikan. Waktu kapan akan terjadi suasana seperti itu. 
Pengangkutan ikan diusahakan pada malam ahari agar suhu udara rendah
Tentu saja itu terjadi pada suhu rendah. Karena itu pengangkutan ikan harus dilakukan pada malam hari, sehingga bila terjadi kenaikan suhu selama pengangkutan, kenaikan itu tidak terlalu tinggi. Bila ikan akan diangkut selama 12 jam, maka berangkatnya harus sore hari, sehingga tiba di tempat tujuan pada malam atau pagi hari.

Perlakuan pada ikan yang akan diangkut juga turut menentukan kesuksesan dalam menerapkan prinsip pengangkutan ikan, baik sebelum maupun selama pengangkutan. Ini juga berkaitan erat dengan sifat ikan. Justru inilah yang menjadi faktor terpenting dari yang lainnya, dan menjadi kiat dalam pengangkutan. Kiat-kiat itu diantaranya :
Pertama : Ikan yang akan diangkut harus diberok dahulu. Yaitu ditampung dalam bak dengan aliran air bersih, dan tidak diberi pakan tambahan. Tujuan pemberokan adalah untuk mengeluarkan kotoran dari tubuh ikan. Karena ikan yang baru dipanen banyak mengandung kotorannya.
Pemberokan ikan dapat dilakukan pada kolam jaring atau bak
Bila tidak diberok, maka selama pengangkutan, ikan akan mengeluarkan kotoran, dan kotoran itu akan menurunkan kualitas air dalam alat pengangkutan, dimana kandungan karbondioksida dan amoniak tinggi, sedangkan kandungan oksigen rendah. Keadaan ini bisa menyebabkan ikan tidak bisa hidup dengan dan tidak bisa bernapas dengan bebas.

Kedua : ikan harus diseleksi terlebih dahulu, yaitu dilakukan pemisahan antara ikan yang berukuran besar, sedang dan kecil. Tujuan seleksi adalah agar ukuran ikan menjadi seragam, sehingga bila diangkut tidak terjadi persaingan yang terlalu jauh sesama ikan yang diangkut.
Keterangan : a) Alat grading/seleksi ikan, b) Penyeleksian ikan
Persaingan itu berupa persaingan dalam memperebutkan tempat, dimana ikan yang besar bisa menyisihkan ikan yang kecil. Keadaan ini bisa menyebabkan ikan kecil mati. Persaingan juga bisa berupa persaingan dalam mendapatkan oksigen, dimana ikan besar dapat menggunakan oksigen lebih banyak dari ikan kecil.

Ketiga : ikan harus ditreatmen, atau disucihamakan terlebih dahulu, yaitu dengan cara merendam dalam obat tertentu, contoh Kalium Permanganat (PK), dengan dosis tertertu dan dalam waktu, atau lamanya tertentu pula. (lihat teknik mengobati penyakit ikan).
Kalium Permanganat (PK)
Tujuan treatmen adalah agar ikan-ikan yang akan diangkut terbebas dari segala penyakit. Ikan yang sakit bisa terobati, dan ikan yang sehat bisa dicegah agar tidak terserang penyakit. Penyakit bisa menjadi penyebab kematian dalam pengangkutan. Selain itu, bisa menjadi penyebab tersebarnya satu penyakit dari satu daerah ke daerah lain.

Sumber : Dari berbagai sumber

Semoga Bermanfaat...