Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Wednesday, July 23, 2014

PENGENALAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN YANG BERACUN DAN BERBAHAYA BAGI KESEHATAN

Pada dasarnya baik masyarakat desa maupun kota, pasti telah menggunakan zat aditif makanan dalam kehidupannya sehari-hari. Secara ilmiah, zat aditif makanan di definisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Disini zat aditif makanan sudah termasuk : pewarna, penyedap, pengawet, pemantap, antioksidan, pengemulsi, pengumpal, pemucat, pengental, dan anti gumpal.
Bahaya zat Aditif beracun bagi tubuh manusia
Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan, tahu, ikan dan daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. Formalin sendiri digunakan sebagai zat pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme. Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya.

Secara umum, zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a) aditif sengaja, yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu, seperti untuk meningkatkan nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman dan kebasaan, memantapkan bentuk dan rupa, dan lain sebagainya. Dan kedua, (b) aditif tidak sengaja, yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan.

Bila dilihat dari sumbernya, zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin, asam sitrat, dan lain-lain, dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah yang sejenis, baik susunan kimia, maupun sifat metabolismenya seperti karoten, asam askorbat, dan lain-lain. Pada umumnya bahan sintetis mempunyai kelebihan, yaitu lebih pekat, lebih stabil, dan lebih murah. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogen yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan dan manusia.

Berikut saya akan sampaikan beberapa bahan tambahan yang sering disalahgunakan oleh oknum pengusaha pada makanan yang membahayakan bagi kesehatan manusia :

A. FORMALIN
Formalin merupakan cairan/larutan tidak berwarna yang berbau tajam/menusuk. Formalin mengandung 37% larutan  Formaldehid yang tergolong karsinogenik
Formalin mempunyai beberapa nama yang berbeda yakni Formol, Morbicid, Methylene Oxide, Formic Aldehyde, Karsan, Paraforin.

Fungsi Formalin :
  1. Antiseptik (Membunuh bakteri/Kuman)
  2. Medis (Untuk mensterilkan peralatan operasi dan pengawet mayat)
  3. Industri (Cermin, Urea, Zat Pewarna, Kertas, Perekat pada kayu)
  4. Konsentrasi rendah < 1% untuk pengawet barang - barang terutama sabun cuci, shampoo mobil dan pembersih kapal.
Penggunaan formalin yang salah adalah penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan yang beredar di pasaran misalnya : ayam, ikan, mie basah, bakso, tahu, dll.
1. Ciri ikan yang berformalin dan tidak berformalin













2. Ciri cumi - cumi yang berformalin dan tidak berformalin













Bila mengkonsumsi ikan yang mengandung formalin dapat menimbulkan kerusakan syaraf pusat dan otak, kerusakan hati, kerusakan jantung, gangguan ginjal, dan dapat menyebabkan kanker.

B. BORAX
Borax merupakan senyawa berbentuk kristal, berwarna putih, tidak berbau serta larut dalam air. Borax memiliki beberapa nama lain yakni Sodium borax, Borax decahydrate, Tetraborate decahydrate.

Fungsi Borax :
  1. Antiseptik (Membunuh bakteri, jamur dan kecoa)
  2. Industri (Pembuatan gelas, Gabus, Mematri Logam)
  3. Farmasi (Salep, Pembersih)
Penggunaan borax yang salah adalah digunakan pada makanan untuk memperbaiki warna, tekstur dan flavour, misalnya digunakan pada : kerupuk, bakso, makanan gorengan, mie, makanan ringan, dan kue. 

Ciri bakso ikan yang mengandung borax dan tidak


Efek mengkonsumsi makanan/bahan pangan yang mengadung borax, dapat menimbulkan Sakit kepala/mual, Demam, Muntah darah, Kerusakan Syaraf

C. ZAT PEWARNA TEKSTIL
Zat pewarna tekstil adalah zat pewarna yang biasa digunakan untuk kegiatan industri tekstil. Pewarna tekstil merupakan zat pewarna sintetis berbentuk kristal serta tidak berbau. Zat ini berwarna cerah merah keunguan / kuning kecokelatan. Zat ini sangat berbahaya karena mengandung logam berat Timbal, Arsen, Merkuri, Selenium, Seng dan Fluor. Bersifat karsinogenik dan mudah larut dalam air.

Zat pewarna ini mempunyai nama lain diantaranya Tetra Ethyl Rhodomine, Rhodamin B, Wontex, Sodium Phenylaminabenzene, Metaniline Yellow, Ponceau 3R.

Fungsi zat pewarna tekstil digunakan pada kegiatan industri sebagai Pewarna kertas, Tekstil dan Cat.

Penggunaan zat pewarna tekstil yang salah biasanya digunakan untuk mencerahkan warna makanan agar lebih menarik misal digunakan pada olahan kerang, kerupuk dan minuman.

Ciri kerang rebus yang mengadung zat pewarna tekstil dan tidak













Apabila mengkonsumsi kerang rebus atau makanan lain yang mengandung zat pewarna tekstil dapat menimbulkan kerusakan mata (rabun), kanker kandung kemih, kerusakan ginjal serta kanker hati.

D. ZAT PEMBASMI SERANGGA
Zat ini merupakan yang paling dekat dengan kita, karena kita sehari - hari pasti menggunakan zat ini untuk membunuh nyamuk/serangga lainya. Zat ini merupakan senyawa kimia yang berbentuk cairan, tidak berwarna serta mudah larut dalam minyak. Mengandung logam berat beracun sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan.

Fungsi zat pembasmi serangga :

  1. Antiseptik : untuk membunuh serangga
  2. Mengawetkan produk kering dari kerusakan

Penggunaan zat pembasmi serangga yang salah adalah digunakan pada ikan asin maupun ikan kering agar pada proses penjemuran tidak dihinggapi serangga.

Ciri ikan asin yang mengandung zat pembasmi serangga dan tidak

Apabila mengkonsumsi ikan asin/kering yang mengandung zat pembasmi serangga dapat menimbulkan kerusakan hati, kerusakan otak, dan kanker.

Berikut Undang - undang yang mengatur keamanan pangan bagi konsumen :

  1. UU NO 7/1996 TENTANG PANGAN
  2. UU NO 8/1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
  3. UU NO 31 TAHUN 2004 TENTANG PERIKANAN
  4. PERATURAN PEMERINTAH RI NOMOR 28 TAHUN 2004 TENTANG KEAMANAN, MUTU DAN GIZI PANGAN
  5. PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NO. 722/MENKES/PER/IX/88 PASAL 3 AYAT 1 TENTANG BAHAN TAMBAHAN MAKANAN
  6. PERATURAN MENTERI KESEHATAN (MENKES) NOMOR 1168/MENKES/PER/X/1999 MENYATAKAN FORMALIN DAN METAHNYL YELLOW MERUPAKAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN (BTP) YANG DILARANG PENGGUNAANNYA DALAM MAKANAN
  7. KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR MEN. 01/KPTS/2002 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU TERPADU


Sumber : Modul THP BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Monday, July 21, 2014

Jentik Nyamuk : Si Kecil Yang Berprotein Tinggi

Mungkin banyak diantara kita yang menganggap nyamuk sebagai serangga pengganggu, bahkan yang membahayakan karena bisa menularkan penyakit demam berdarah. Akan tetapi, dibalik itu semua ada kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa. Walaupun nyamuk sebagai penghisap darah (nyamuk betina), ternyata jentiknya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan terutama ikan hias. Karena mempunyai kandungan protein 56,60%.

Nyamuk meletakkan telur pada permukaan air bersih. Telur berbentuk elips berwarna hitam dan terpisah satu dengan yang lain. Telur menetas dalam 1-2 hari mejadi larva. Perkembangan jentik memerlukan waktu sekitar 5 hari untuk menjadi pupa. Pupa bertahan selama 2 hari dan menjadi nyamuk dewasa.
Sikuls hidup nyamuk
Cara Mendapatkanya :
A. Budidaya Jentik Nyamuk
Media yang digunakan adalah air cucian beras/air biasa dan alat yang digunakan adalah ember/baskom.
Tekniknya :
  1. Wadah diisi air 10—30 cm.
  2. Letakkan ditempat yang banyak nyamuk.
  3. Wadah diberi atap agar tidak kena hujan.
  4. Apabila sudah ada telur, telur bias diambil menggunakan lidi dan ditetaskan pada media air biasa.
  5. Cek 2 hari kemudian, jentik nyamuk sudah dapat dipanen dan diberikan pada ikan

Jentik nyamuk
B. Menangkap Di Alam
Biasanya jentik nyamuk hidup di genangan - genangan air. Alat yang digunakan bisa berupa seser, ember/baskom untuk menampung hasil tangkapan.
Tekniknya :
  1. Mencari genangan air/comberan.
  2. Tangkap menggunakan seser.
  3. Jentik nyamuk yang telah ditangkap ditampung pada wadah yang dibawa.
  4. Sebelum diberikan pada ikan sortir terlebih dahulu dan berikan hanya jentiknya saja jangan yang sudah menjadi pupa/kepompong.

Semoga Bermanfaat...

Friday, July 18, 2014

Rumpon atau Payao : Alat Pengumpul Ikan

Payao adalah merupakan alat pengumpul ikan yang dipasang di laut dengan cara melabuhkannya di suatu perairan daerah penangkapan ikan, alat ini disebut juga dengan payaw, terbuat dari rakit bambu atau tabung baja berupa pelampung. Di bawah rakit bergantung rumah-rumah ikan terbuat dari tali yang telah penuh dengan sisipan daun kelapa (sarip). Payao ini digunakan untuk mengumpulkan ikan pelagis yang berukuran kecil maupun yang lebih besar yang nantinya dapat ditangkap dengan berbagai alat penangkap ikan.
Rumpon/Payao
Nelayan-nelayan di Indonesia  sudah menggunakan alat pengumpul ikan semacam ini yang dikenal dengan nama : Unjam, Rabo, Tendak, Rumpon atau Rompong. Namun payao sudah dikembangkan labih jauh, sehingga mencapai ukuran yang besar dan dapat dipasang di lautan dalam. 

Setelah perang dunia II para nelayan di Pilipina menggunakan payao yang sederhana dari bambu, mula-mula digunakan untuk mengumpulkan ikan yang akan ditangkap dengan pancing tangan, tetapi kemudian dengan adanya pengembangan-pengembangan technologi maka lampu (cahaya) sebagai salah satu alat pemikat bagi ikan,  mulai digunakan pada payao pada waktu malam hari untuk mengkonsentrasikan gerombolan ikan pelagis kecil termasuk ikan layang, kembung dan sejenisnya yang akan ditangkap dengan jaring kerut ataupun dengan purse seine.

Sampai pertengahan dekade 1970 an, payao masih dipasang pada kedalaman 90 sampai 900 meter saja, tetapi pada akhir tahun 1975 dengan dikenalkannya penangkapan ikan dengan “Tuna Purse Seine” yang menggunakan kapal – kapal besar, payao dikembangkan untuk dapat dipasang di laut yang mempunyai kedalaman sampai 5000 meter.

Berbagai rumpon yang banyak digunakan di Indonesia
Berbagai rumpon yang banyak digunakan di Indonesia
BAGIAN - BAGIAN RUMPON
Payao terdiri dari beberapa bagian yaitu rakit, jangkar, tali jangkar, rumah-rumah ikan, bahkan ada pula yang menggunakan pelampung sebagai tambahan.
1. Rakit
Rakit berfungsi sebagai pelampung dan sekaligus sebagai tempat menggantungkan rumah-rumah ikan. Dari tahun ke tahun bentuk payao lambat laun mengalami perubahan, semula hanyalah merupakan himpunan bambu yang dibendel dan diikat menjadi satu berubah menjadi rakit bambu yang berukuran besar seperti yang dapat dilihat pada gambar 1 (Aneka ragam payao yang digunakan di Pilipina).

Dalam perubahannya terbentuk rakit yang dirangkai bersusun, rakit bersusun tunggal dan rakit bersusun ganda, terjadi modifikasi beraneka ragam bentuk rakit, termasuk rakit bersusun tunggal berpelampung, rakit bersusun ganda dengan diberi tambahan drum-drum yang dipasang sedemikian rupa dan dijepit diantara kedua lapis susunan rakit. Konstruksinya dibuat sekokoh mungkin, dapat mengambang atau mengapung di air, tahan terhadap gempuran ombak dan arus serta angin. Umumnya payao yang digunakan sekarang adalah payao dengan rakit yang bersusun ganda. Rakit bambu mempunyai kemampuan pakai maksimal selama 6 bulan atau kurang, tergantung pada kondisi laut, biasanya kerusakan terjadi akibat gempuran ombak.

Rakit baja telah diterapkan untuk digunakan di perairan dalam di lepas pantai dengan kondisi laut yang berombak besar, pelat besi baja dibuat menjadi pelampung berbentuk tabung persegi empat panjang, belakangan ini telah dibuat bentuk tabung silinder yang kemampuannya telah diketahui bahwa pelampung bentuk ini tahan terhadap pengaruh gempuran ombak maupun angin.

2. Jangkar
Sebagai jangkar untuk melabuhkan payao digunakan pemberat yang terbuat dari blok semen beton bertulang atau drum minyak tanah ukuran 200 liter yang berisi semen beton bertulang dengan dilengkapi kuping-kuping atau mata dari betonneiser untuk tempat pemasangan tali jangkar. Berat masing-masing pemberat berkisar antara 480 – 500 kg. Jumlah pemberat yang diperlukan sebagai jangkar dalam sebuah payao bergantung kepada kedalaman perairan, untuk kedalaman antara 1.500 – 2.200 meter diperlukan 3 atau 4 buah pemberat, sedangkan untuk kedalaman antara 2.200 sampai pada kedalaman 5.000 meter diperlukan 5 sampai 6 buah pemberat. Jangkar berfungsi untuk mempertahankan agar payao tidak hanyut dan tetap berada pada posisi yang dikehendaki. Selain blok semen dapat digunakan juga batu gunung sebagai pemberat, ataupun bahkan jangkar kapal.

3. Tali jangkar
Tali jangkar berfungsi sebagai penambat yang menghubungkan rakit dan jangkar, terdiri dari kabel baja dan tali, dilengkapi dengan segel, timbley (cause), kili-kili (swivel) dan pemberat gantung. Panjang tali jangkar disesuaikan keperluannya, biasanya sekitar 1½ kali kedalaman air.

4. Rumah-rumah ikan
Diantara bagian-bagian payao, yang mempunyai peran paling penting adalah rumah-rumah ikan (rumah sawat) , ia berfungsi sebagai alat pengumpul ikan yang sesungguhnya. Rumah sawat terdiri dari tali yang panjangnya antara 27 – 37 meter yang disisipi daun kelapa (sarip) dengan jarak antara 1 – 2 meter pada tali tersebut. Ujung tali bagian atas dihubungkan dengan rakit di bagian belakang agar bebas dari kemungkinan menyangkut atau membelit tali jangkar yang terentang di bagian depan rakit, ujung tali lainnya diberi pemberat sekitar 10 – 20 kg, dengan demikian rumah sawat berada dalam keadaan menggantung di bawah rakit. Konstruksi payao terdiri dari 2 macam, dalam pemasangannya di laut ada yang memakai tambahan pelampung dan ada pula yang tidak memakai tambahan pelampung.
Bagian - bagian rumpon

Bagian Rumpon/Payao Rakit

Bagian - Bagian Rumpon/Payao Dengan Rakit Tabung Pelat Baja Persegi Empat Panjang
Bagian - Bagian Rumpon/Payao Samoa
PEMASANGAN PAYAO
Payao dilabuhkan di perairan yang sudah ditetapkan lokasinya terlebih dahulu, penetapan lokasi hendaknya didasarkan atas pertimbangan antara lain : lokasi tersebut bebas dari alur pelayaran dan diperkirakan merupakan daerah penyebaran atau jalur ruaya jenis ikan pelagis besar. Jumlah payao yang dilabuhkan bergantung kepada kebutuhan masing-masing kapal penangkap, umumnya setiap kapal purse seine tuna mempunyai 30 buah.

Seperti sudah merupakan perjanjian tak tertulis bahwa jarak posisi payao dengan payao lainnya minimal 7 mil. Untuk mengetahui banyak tidaknya ikan mulai berkumpul seringkali payao dijenguk dan diadakan pengamatan untuk kemudian pada saatnya dilakukan penangkapan ikan.

PENANGANAN PAYAO DALAM PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN PURSE SEINE
Pada dasarnya ikan yang berkumpul di payao dapat ditangkap dengan pancing ulur, pancing tonda, pole and line, jaring insang hanyut, ring net, jala lompo atau payang dan purse seine. Selama operasi penangkapan ikan dengan purse seine, penggantungan rumah sawat dipindahkan dari rakit ke sekoci atau ke sekoci lampu (jika penangkapan dilakukan pada malam hari). Hal ini dimaksudkan agar pada saat purse seine dilingkarkan posisi rakit berada di luar lingkaran jaring yang sedang mengepung ikan, rakit tetap berlabuh pada posisinya tanpa terganggu dan jaringpun dapat dioperasikan dengan leluasa serta bebas dari kemungkinan bersangkutan dengan tali jangkar dan rakit.

Ikan yang telah terkumpul di sekitar rumah sawat menghanyut mengikuti rumah sawat yang kini menggantung di sekoci, bergeser seirama dengan laju sekoci yang menghanyut perlahan-lahan. Setelah mencapai jarak yang aman dari rakit, tiba saatnya purse seine dioperasikan mengurung ikan dengan posisi sekoci yang dijadikan titik pusat lingkaran.

JENIS-JENIS IKAN YANG MENGERUMUNI PAYAO
Jenis – jenis ikan pelagis (permukaan) yang suka menggerombol di sekitar payao ber macam-macam, dan biasanya bergantung pada kesuburan, kedalaman, dan di laut mana payao itu dipasang. Diperkirakan ada 35 jenis, sebagian diantaranya terdiri dari jenis-jenis ikan pelagis besar yang sering tertangkap antara lain : Cakalang, Madidihang, Tuna mata besar, Tongkol, Setuhuk biru, Setuhuk loreng, Lemadang, Tenggiri, Sunglir, Barakuda dan Layaran.

Menurut para pakar, bahwa ikan berkumpul di sekitar payao, karena payao adalah merupakan :
1. Tempat mencari makan
Pada rumah sawat banyak melekat algae dan di sekitarnya banyak plankton. Sehingga dapat mengundang kehadiran jenis ikan pemakan algae dan plankton (biasanya terdiri dari jenis ikan kecil), jenis-jenis inilah agaknya yang menyebabkan jenis ikan yang lebih besar ikut singgah di sekitar payao. 
2. Tempat berlindung
Rumah sawat menjadi tempat berlindung bagi ikan kecil karena takut dimangsa oleh ikan yang lebih besar.
3. Tempat berpijah
Bagi beberapa jenis ikan tertentu, rumah sawat merupakan tempat berpijah.
4. Tempat berteduh
Beberapa jenis ikan yang mempunyai sifat fototaksis negatif memanfaatkan rumah sawat sebagai tempat berteduh. Diperkirakan ikan mulai berkumpul setelah payao terpasang di suatu perairan daerah penangkapan ikan selama 9 – 30 hari, pada saat inilah kegiatan penangkapan ikan dimulai.

Beragam rumpon yang digunakan di Filipina : a) Bonbon, b) Arong, c) Rakit Bersusun Tunggal,
d) Rakit Bersusun Ganda
Beragam rumpon yang digunakan di Filipina : a) Rakit Bersusun Tunggal Dengan Pelampung, b) Rakit Bersusun Ganda Dengan Sisipan Drum, c) Rakit Tabung Pelat Baja Empat Panjang, d) Rakit Tabung Pelat Baja Bentuk Silinder

Sumber : Modul Penangkapan Ikan, BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Mengenal Formalin dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Akhir-akhir ini, berita mengenai maraknya penggunaan bahan berbahaya khususnya formalin dalam makanan sering dimuat, baik dalam media masa maupun media elektronik. Padahal formalin merupakan sejenis bahan kimia yang biasa digunakan untuk "mengawetkan mayat". namun, banyak oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakannya untuk pengawet makanan, khususnya pada produk perikanan.

Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel, sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel, yang dampaknya akan terjadi kercunan pada tubuh. 
Bahaya Formalin
Selain itu, kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan), serta orang yang mengonsumsinya akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah. Formalin bila menguap di udara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyesakkan, sehingga merangsang hidung, tenggorokan, dan mata.

Berdasarkan pemeriksaan sampel yang dilakukan oleh Balai Besar POM (Pemeriksaan Obat dan Makanan) di Jawa Barat, ternyata dari 29 Jenis Mie Basah di pasaran 75,8 % mengandung bahan pengawet berbahaya formalin. Dari hasil pemeriksaan tersebut, untuk produk perikanan dari sampel yang ditemukan mengandung formalin diantaranya pada produk ikan asin/ikan kering dan ikan segar/ikan basah.
Formalin biasanya banyak digunakan sebagai desinfektan untuk pembersih lantai, kapal, gudang, dan pakaian, sebagai germisida dan fungisida pada tanaman dan sayuran, serta sebagai pembasmi lalat dan serangga lainnya. namun berdasarkan kenyataan di atas mengapa formalin digunakan sebagai bahan pengawet pada makanan, padahal mempunyai resiko/bahaya yang ditimbulkan cukup besar bagi kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian.

FORMALIN
Formalin adalah sejenis bahan kimia yang biasa digunakan untuk "mengawetkan mayat". Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20, dan 10 persen, serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram.
Formalin dalam berbagai kemasan

Formalin biasanya juga mengandung alkohol 10 – 15 % yang berfungsi sebagai stabilator supaya formaldehidnya tidak mengalami polimerisasi. Formaldehida pada makanan dapat menyebabkan keracunan pada tubuh manusia, dengan gejala : sakit perut akut disertai muntah-muntah, mencret berdarah, depresi susunan syaraf dan gangguan peredaran darah. Injeksi formalin (suntikan) dengan dosis 100 gram dapat menyebabkan kematian dalam waktu 3 jam.

Nama lain formalin:
- Formol - Formoform
- Mobicid - Formalith
- Methanal - Karsan
- Formic Aldehyde - Methylene Glicol
- Methyl Oxyde - Paraforin
- Oxymethylene - Polyoxymethylene glicols
- Methyl Aldehyde - Superlysoform
- Oxomethane - Tetra Oxy Methylene
- Trioxane

KEGUNAAN FORMALIN
Formaldehida dapat digunakan untuk membasmi sebagian besar bakteri, sehingga sering digunakan sebagai disinfektan dan juga sebagai bahan pengawet. Sebagai disinfektan, Formaldehida dikenal juga dengan nama formalin dan dimanfaatkan sebagai pembersih; lantai, kapal, gudang dan pakaian.

Formaldehida juga dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam bidang medis, larutan formaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya mengangkat kutil. Larutan dari formaldehida sering dipakai dalam membalsem untuk mematikan bakteri serta untuk sementara mengawetkan bangkai.

Dalam industri, formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Jika digabungkan dengan fenol, urea, atau melamina, formaldehida menghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnya yang dipakai untuk kayu lapis/tripleks atau karpet. Juga dalam bentuk busa-nya sebagai insulasi. Lebih dari 50% produksi formaldehida dihabiskan untuk produksi resin formaldehida.

Untuk mensintesis bahan-bahan kimia, formaldehida dipakai untuk produksi alkohol polifungsional seperti pentaeritritol, yang dipakai untuk membuat cat bahan peledak. Turunan formaldehida yang lain adalah metilena difenil diisosianat, komponen penting dalam cat dan busa poliuretana, serta heksametilena tetramina, yang dipakai dalam resin fenol-formaldehida untuk membuat RDX (bahan peledak).
Sebagai formalin, larutan senyawa kimia ini sering digunakan sebagai insektisida serta bahan baku pabrik-pabrik resin plastik dan bahan peledak.

Beberapa kegunaan formalin :
Pengawet mayat
Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya.
Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, cermin, kaca
Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi.
Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
Bahan untuk pembuatan produk parfum.
Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.
Pencegah korosi untuk sumur minyak
Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo mobil, lilin, dan pembersih karpet.

PENGARUH FORMALIN BAGI TUBUH 
Resin formaldehida dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis/tripleks, karpet, dan busa semprot dan isolasi, serta karena resin ini melepaskan formaldehida pelan-pelan, formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan yang sering ditemukan. Apabila kadar di udara lebih dari 0,1 mg/kg, formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasi kepala dan membran mukosa, yang menyebabkan keluarnya air mata, pusing, teggorokan serasa terbakar, serta kegerahan.

Jika terpapar formaldehida dalam jumlah banyak, misalnya terminum, bisa menyebabkan kematian. Dalam tubuh manusia, formaldehida dikonversi menjadi asam format yang meningkatkan keasaman darah, tarikan nafas menjadi pendek dan sering, hipotermia, juga koma, atau sampai kepada kematiannya.

Di dalam tubuh, formaldehida bisa menimbulkan terikatnya DNA oleh protein, sehingga mengganggu ekspresi genetik yang normal. Binatang percobaan yang menghisap formaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannya, sama juga dengan yang dialami oleh para pegawai pemotongan papan artikel. Tapi, ada studi yang menunjukkan apabila formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit, seperti yang digunakan dalam bangunan, tidak menimbulkan pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yang terpapar zat tersebut.

BAHAYA FORMALIN BAGI KESEHATAN
Formalin sangat berbahaya bila terhirup, mengenai kulit dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa : Luka bakar pada kulit, Iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi dan bahaya kanker pada manusia. 
A. Bahaya Jangka Pendek (akut)
  1. Bila terhirup : 1) Iritasi pada hidung dan tenggorokan, gangguan pernafasan, rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan serta batuk-batuk, 2) Kerusakan jaringan dan luka pada saluran pernafasan seperti radang paru, pembengkakan paru, 3) Tanda-tanda lainnya meliputu bersin, radang tekak, radang tenggorokan, sakit dada yang berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual dan muntah, 4) Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian
  2. Bila terkena kulit, Apabila terkena kulit maka akan menimbulkan perubahan warna, yakni kulit menjadi merah, mengeras, mati rasa dan ada rasa terbakar.
  3. Bila terkena Mata, Apabila terkena mata dapat menimbulkan iritasi mata sehingga mata memerah, rasanya sakit, gatal-gatal, penglihatan kabur, dan mengeluarkan air mata. Bila merupakan bahan beronsentrasi tinggi maka formalin dapat menyebabkan pengeluaran air mata yang hebat dan terjadi kerusakan pada lensa mata
  4. Bila tertelan : 1) Apabila tertelan maka mulut,tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, dan diare, kemungkinan terjadi pendarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi ( tekanan darah rendah ), kejang, tidak sadar hingga koma, 2) Selain itu juga dapat terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pancreas, system susunan saraf pusat dan ginjal.
B. Bahaya Jangka panjang ( kronis )
  1. Bila terhirup, Apabila terhirup dalam jangka waktu lama maka akan menimbulkan sakit kepala, ganggua pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitasi pada paru Efek neuropsikologis meliputi gangguan tidur, cepat marah, keseimbangan terganggu, kehilangan konsentrasi dan daya ingat berkurang. Gangguan head dan kemandulan pada perempuan Kanker pada hidung, rongga hidung, mulut, tenggorokan, paru dan otak
  2. Bila terkena kulit, Apabila terkena kulit kulit terasa panas,mati rasa serta gatal-gatal serta memerah,kerusakan pada jari tangan, pengerasan kulit dan kepekaan pada kulit dan terjadi radang kulit yang menimbulkan gelembung .
  3. Bila terkena Mata, Jika terkena mata bahaya yang menonjol terjadinya radang selaput mata 
  4. Bila tertelan, Jika tertelan akan menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan ,muntah-muntah dan kepala pusing, rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada.
TINDAKAN PENCEGAHAN 
  1. Terhirup, Untuk mencegah agar tidak terhirup gunakan alat pelindung untuk pernafasan seperti masker, kain atau alat pelindung lainnya yang dapat mencegah kemungkinan masuknya formalin kedalam hidung atau mulut Lengkapi alat ventilasi dengan penghisap udara ( exhaust fan )yang tahan ledakan
  2. Terkena Mata, Gunakan pelindung mata / kaca mata,penahan yang tahan terhadap percikan Sediakan kran air untuk mencuci mata ditempat kerjayang berguna apabila terjadi keadaan darurat 
  3. Terkena Kulit, Gunakan pakaian pelindung bahan kimia yang cocok Gunakan sarung tangan yang tahan bahan kimia 
  4. Tertelan, Hindari makan,minum dan merokok selama berkerja, cuci tangan sebelum makan
TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA
  1. Bila Terhirup, Jika aman memasuki daerah paparan,pindahkan penderita ketempat yang aman bila perlu gunakan masker berkatup atau peralatan sejenis unuk melakukan pernafasan buatan Segera hubungi Dokter.
  2. Bila terkena Mata, Bilas mata dengan air mengalir yang cukup banyak sambil mata dikedip-kedipkan pastikan tidak ada lagi sisa formalin di mata Aliri mata dengan larutan dengan larutan garam dapur 0,9 persen ( seujung sendok the garam dapur dilarutkan dalam segelas air ) secara terus menerus sampai penderita siap dibawa ke Rumah Sakit Segera bawa ke Dokter.
  3. Bila terkena Kulit, Lepaskan pakaian, perhiasan dan sepatu yang terkena Formalin,Cuci kulit selama 15- 20 menit dengan sabun atau deterjen lunak dan cair yang banyak dan dipastikan dan dipastikat sudah tidak ada lagi bahan yang tersisa dikulit ,pada bagian yang terbakar ,lindungi luka dengan pakian yang kering ,steril dan longgar,bila perlu segera hubungi dokter.
  4. Bila tertelan, Berikan arang aktif (norit) bila tersedia. Jangan lakukan rangsangan muntah pada korban karena akan menimbulkan resiko trauma korosif pada saluran pencernaan atas. Bila gejala berlanjut segera hubungi dokter atau dibawa ke Puskesmas/Rumah Sakit.
Sumber : Modul Pengolahan Hasil Perikanan, BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

Thursday, July 17, 2014

Cara Membuat Sirup Rumput Laut

Pengolahan rumput laut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan sumberdaya rumput laut secara optimal. Berbagai produk olahan dapat dibuat dari rumput laut diantaranya adalah sirup rumput laut.
Sirup rumput laut
Bahan baku : 
Rumput laut jenis Eucheuma Sp / Glasillaria Sp basah sebanyak 100 gr 

Bahan tambahan :









Cara membuat :
  1. Cuci bersih rumput laut yang sudah direndam dalam air cucian beras atau larutan tepung beras selama 24 jam, kemudian cuci bersih dan tiriskan.
  2. Potong rumput laut menjadi potongan kecil. Blender rumput laut bersama CMC sampai hancur dan tambahkan air sebanyak 1,75 liter.
  3. Panaskan larutan rumput laut hingga mendidih lalu saring dengan menggunakan kain kassa.
  4. Buat larutan gula dengan sisa air dan campurkan dalam larutan rumput laut.
  5. Aduk sampai homogen dan panaskan sampai mendidih 
  6. Dinginkan dan tambahkan essen, masukkan sirup ke dalam botol, simpan dalam suhu dingin.

Catatan : Carboxy Methyl Cellulose / CMC biasa digunakan sebagai pengental. Bisa diperoleh ditoko bahan kue.

Semoga Bermanfaat...

Cara Membuat Dodol Rumput Laut

Dodol rumput laut adalah produk yang berasal dari adonan rumput laut yang diberi bahan tambahan gula dan tepung ketan atau tepung terigu yang dimasak hingga homogen dan kental, kemudian dicetak dan dijemur hingga keluar lapisan gula dipermukaannya.
Dodol Rumput Laut

Bahan Utama :
Rumput laut (Euchema cottonii) : 500 gr

Bahan Tambahan :











Cara Pengolahan :
  1. Cuci bersih rumput laut, lalu rendam dalam air bersih selama 24 jam, atau hingga rumput laut mengembang .
  2. Cuci bersih, angkat dan tiriskan. Kemudian potong kecil-kecil atau diblender kasar.
  3. Rumput laut dimasak dalam air mendidih dengan perbandingan air : rumput laut = 2 : 1.
  4. Pemasakan dilakukan hingga air berkuranag atau rumput laut agak mengental.
  5. Tambahkan gula pasir seberat rumput laut dan aduk hingga gula melarut. Tambahkan juga garam 1 gr, vanili dan pewarna hijau. Tambahkan tepung ketan sebanyak 25 gr yang telah diencerkan dengan air. Dapat juga digunakan bahan pengisi tepung terigu sebanyak 75 gr dari bahan baku, yang terlebih dulu dilarutkan dengan sedikit air. Aduk adonan hingga kalis (tidak lengket).

Semoga Bermanfaat...

Wednesday, July 16, 2014

Daftar Alamat Dinas Kelautan dan Perikanan di Wilayah Kerja Balai Diklat Perikanan Tegal

Balai Diklat Perikanan Tegal merupakan UPT Badan Pengmbangan SDM KP yang menangani kegiatan pendidikan dan pelatihan di bidang kelautan dan perikanan. Dalam pelaksanaan tupoksinya BPPP Tegal selalu bekerjasama dengan dinas - dinas kelautan dan perikanan yang berada di wilayah kerjanya. Berikut merupakan daftar Dinas Kelautan dan Perikanan yang berada di Wilayah Kerja BPPP Tegal.

Berikut Wilayah Kerja BPPP Tegal :
1. Provinsi Banten
No
Nama Dinas
Alamat
PROVINSI BANTEN

1.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lebak
Jl. Maulana Hasanudin No 1 Rangkasbitung
Telp/Fax (0254) 208 118 - 203 746 - 205 913
2.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang
Jl. Raya Labuan Km.2 Ciekek Pandeglang
Telp/Fax (0253) 201 009 - 201 083
3.
Dinas Kelautan Perikanan Energi dan Sumberdaya Mineral Kabupaten Serang
Jl. KH. A. Chatib No. 31 Serang
Telp (0254) 200 079 Fax (0254) 200 760
4.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tangerang
Jl. Daan Mogot No. 53 Tangerang
Telp/Fax (021) 552 2668
5.
Dinas Koperasi dan Pertanian Kota Cilegon
Jl. Kubang Laban No. 56 Cilegon
Telp/Fax (0254) 390 941
6.
Dinas Pertanian Kota Tangerang
Gedung Serba Guna Lt.IIJl. K.S Tubun No 1 Tangerang Telp/Fax (021) 552 4749 - 557 95721
7.
Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan
Jl. Letnan Sutopo Sektor 1.1 BSD City (Jl. Letnan Sutopo Sektor 1.1 BSD City), Serpong, Banten 11100, Indonesia
8.
Dinas Pertanian Kota Serang
Jl. Jenderal Sudirman No. 15, Cipocok Jaya 42124 Telp. (0254) 201108, 201117 Faks.(0254) 202810

2. Provinsi DKI Jakarta
No
Nama Dinas
Alamat
PROVINSI DKI JAKARTA

1.
Suku Dinas Kelautan dan Pertanian Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
Jl. Gunung Sahari Raya No. 11, Jakarta Pusat 10720 Telp.(021) 6249747
2.
Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Jakarta Selatan
Jl. Prapanca Raya No. 9, Jakarta Selatan Telp. (021) 72792545, 7205149
3.
Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Jakarta Timur
Jl. Dr. Sumarno, Cakung Jakarta Timur Telp. (021) 480837, 4808333
4.
Suku Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Jakarta Pusat
Jl. Tanah Abang I No. 1, Jakarta Pusat Telp.(021) 3851854
5.
Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat
Jl. Raya Kembangan No. 2 Gd. B Lt. 6, Jakarta Barat Telp. (021) 58356243
6.
Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Jakarta Utara
Jl. Yos Sudarso No. 27 - 29, Jakarta Utara Telp. (021) 4308876

3. Provinsi Jawa Barat
No
Nama Dinas
Alamat
PROVINSI JAWA BARAT

1.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung
Komplek Pemda Kab. Bandung Jl. Raya Soreang Km. 17 Soreang Telp. (022) 589 1729
2.
Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung Barat
Jl. Padalarang No. 545 Padalarang 40553 Telp. (022) 6864947 Faks. (022) 6864947
3.
Dinas Pertanian Kab. Bekasi
Jl.A.yani No.1,Komplek Pemda Bekasi 17141 Telp. (021) 8842232, 8842233
4.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab.Bogor
Jl.Bersib - Cibinong,Bogor Telp. (0251) 8755909
5.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Ciamis
Jl. Yos Sudarso No. 74 Ciamis 46211 Telp. (0265) 771088
6.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kab.Cianjur
Jl. Arief Rahman Hakim No. 26 Telp. (0263) 261619
7.
Dinas Pertanian dan Kelautan Kab. Cirebon
Jl. Sunan Muria No. 2, Cirebon Telp. (0231) 321783
8.
Dinas Perikanan dan Kelautan Kab.Garut
Jl.Baratayudha No.96 Garut, Telp. (0262) 233644
9.
Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Indramayu
Jl. Pabean Udik No.1 Indramayu, Telp. (0234) 272767
10.
Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kab. Karawang
Jl. Ir. Suratno No.1 Karawang, Telp. (0267) 406176
11.
Dinas Perikanan Kab. Kuningan
Jl. Aruji Kartawinata No.10 Kuningan, Telp. (0232) 81188
12.
Dinas Perikanan Kab. Majalengka
Jl. Ibu Tien Suharto No.27 Majalengka, Telp. (0233) 21545
13.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Purwakarta
Jl. Suradiraja No.28 Purwakarta, Telp. (0264) 200331, 200221
14.
Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Subang
Jl. A. Nata Sukarya No.28 Subang, telp. (0264) 411325
15.
Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Sukabumi
Jl.Raya Ciseureuh No.9 Sukabumi, telp. (0266) 225043
16.
Dinas Pertanian Kab. Sumedang
Jl.Pangeran Kornel No.307 (13) Sumedang, Telp. (0261) 201010
17.
Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kab. Tasikmalaya
Jl. Jend. Yani No. 128, Tasikmalaya, Telp. (0265) 331606
18.
Dinas Pertanian Kota Bandung
Jl. Arjuna 45, Bandung, Telp. (022) 6015102
19.
Dinas Kelautan danPerikanan Kab. Pangandaran

20.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Kota Banjar
Jl. Brigjen M. Isya SH KM. 2 Komp. Perkantoran Purwaharja, Kota Banjar Telp. (0265) 745269 Faks. (0265) 745271
21.
Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi
Jl. Achmad Yani No. 2 Komp. GOR Bekasi 17144 Telp. (021) 88359275, 8957815 Faks. (021) 88359275
22.
Dinas Agribisnis Kota Bogor
Jl. Raya Cipaku No. 5 Bogor 16720 Telp. (0251) 318670 Faks. (0251) 318670
23.
Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian Kota Cimahi
Gd. C Lt. 3 Perkantoran Pemkot Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusumah, Cimahi Tengah Telp. (022) 6631816 Faks. (022) 6631816
24.
Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Cirebon
Jl. Sisingamangaraja No. 27, Cirebon (0231) 203600
25.
Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok
Jl. Margonda Raya No. 54 Depok Telp. (021) 7752737 Faks.(021) 77206784
26.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi
Jalan Sejahtera No. 2 Kota Sukabumi Telp. 0266-227330, 222186, 217162 Fax 0266-227330
27.
Dinas Pertanian Kota Tasikmlaya
Jl. Cilolohan No. 22 Tasikmalaya Telp. (0265) 335669, 330805 Faks. (0265) 335669

4. Provinsi Jawa Tengah
No
Nama Dinas
Alamat
PROVINSI JAWA TENGAH

1.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kab. Banjarnegara
Jl. Pemuda No. 78 Banjarnegara 53414 Telp. (0286) 592833, 591023 Faks. (0286) 592833, 591023
2.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Banyumas
Jl. Jend.Ahmad Yani No. 30 A Purwokerto 53126 Telp. (0281) 636149, 636806 Faks. (0281) 636149
3.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Batang
Jl. RA Kartini Nomor 12 Batang  Telp. (0285) 391749
4.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Blora
Jl. Raya Blora - Rembang KM. 3,5 Blora Telp. (0296) 531287 Faks. (0296) 531287
5.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Boyolali
Jl. Duren No. 2 B Boyolali 57311 Telp.(0276) 322449, 321064 Faks. (0276) 322449
6.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Brebes
Jl. Laksamana Yos Sudarso No. 7 Brebes 52212
7.
Dinas Kelautan, Perikanan dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 6
Telpon: & Fax. 534178
8.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak
Jln. Sultan Hadiwijaya No. 53 Demak 59515, Telp./Faks.: 0291-685368
9.
Dinas Peternakan dan PerikananKab. Grobogan
Jl. A. Yani No.118 Purwodadi, Grobogan Pos 58111 Telp  : (0292) 421079
10.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. jepara
Jl.RMP Sosrokartono NO.2 Jepara, Telp. 0291 591340
11.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Karanganyar
Komplek Perkantoran Cangakan, Jl. Lawu Karanganyar, Kodepos 57712 Telp: 0271-495003
12.
Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kab. Kebumen
Jl. Arungbinang No. 21 Kebumen 54312 Telp. (0287) 381245 Faks. (0287) 381245
13.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal
Jl. Soekarno-Hatta No. 2 Kendal
Telp. (0294) 381443
14.
Dinas Pertanian Kab. Klaten
Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 3 Jonggrangan Klaten 57438 Telp. (0272) 326206 Faks. (0272) 325200
15.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus
Jl. Mejobo No. 32 Mlati Kidul Kudus 59319 Telp. (0291) 432392 Faks. (0291) 431024
16.
Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab. Magelang
Jl. Kartini No. 3 Magelang Telp. (0293) 362384
17.
Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pati
Jl. Panglima Sudirman No. 12
18.
Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kab. Pekalongan
Jl. Wiroto No.9 Wiradesa Telp./Fax. (0285) 4416626
19.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pemalang
Jalan Alun-Alun Timur No. 4 Pemalang
Telp. / Fax. : (0284) 321065
20.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga
JL. AW Sumarmo, No. 44 - 46, Purbalingga, 54312
Telepon:(0281) 891366
21.
Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purworejo
JL. Brigadir Jenderal Katamso, No. 51 A, 54115, Purworejo, 54115 Telepon:(0275) 325401
22.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Rembang
Jl. Pemuda No. 82 Telp . (0295) 691331 Rembang 59217
23.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Semarang
Jl. Letjen Soeprapto No. 7 Ungaran 50514 Telp. (024) 6921408 Faks.(024) 6921420
24.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Sragen
Jl. Anggrek No. 32 Sragen 57212 Telp. (0271) 891051
25.
Dinas Pertanian Kab. Sukoharjo
Jl. DR. Muwardi No. 14 Sukoharjo 57521 Telp. (0271) 593138
26.
Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kab. Tegal
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 9, Slawi, Tegal (Kotak Pos 26) Telp.(0283)491480
27.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Temanggung
Jl. Suyoto No. 7 Temanggung 56213 Telp. (0293) 491990 Faks. (0293) 492310
28.
Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kab. Wonogiri
Jl. Diponegoro No. 99 Wonogiri 57615 Telp. (0273) 321071 Faks. (0273) 321071
29.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Wonosobo
Jl. Mayjend Bambang Sugeng KM. 1 Sidojoyo Wonosobo Telp. (0286) 321470 Faks. (0286) 321470
30.
Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Magelang
Jl. Kartini No. 3 Magelang Telp.(0293) 362384
31.
Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan Kota Pekalongan
Jl. Laksda Yos Sudarso No. 46 Pekalongan Telp. (0285) 421157, 423993
32.
Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Salatiga
Jl. Menur No.27 Telepon: (0298) 325572 Fax: (0298) 325572
33.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang
Jalan Pemuda No 175 Semarang Kode Pos 50139 Jawa Tengah.
Nomor Telepon: 024 354799, 3584077 Psw 2300, 2302, 2305, 2309.
34.
Dinas Pertanian Kota Surakarta
Jl. Jagalan No. 26 Surakarta 57124 Telp. (0271) 656816
35.
Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal
Jl. Lele No. 6 Tegal Telp. (0283) 351191, 356745 Faks. (0283) 35141

5. Provinsi DI. Yogyakarta
No
Nama Dinas
Alamat
PROVINSI DI. YOGYAKARTA

1.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bantul
Komplek II Perkantoran Pemkab Bantul, Jl. Lingkar Timur, Manding, Bantul 55714
2.
Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Gunungkidul
Jl. Veteran No. 3 Telp 0274-391316 Wonosari Gunungkidul
3.
Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kab. Kulon Progo
Pengasih, Wates Telp.(0274) 773126
4.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kab. Sleman
Jl. DR. Radjimin, Sucen, Triharjo Sleman 55511 Telp. (0274) 865560, 868043 Faks.(0274) 865560, 868043
5.
Dinas Peternakan dan Kehewanan Kota Yogyakarta
Jl. Letjen Suprapto 33 A Ngampilan, Yogyakarta Telp. (0274) 515874

6. Provinsi Lampung
No
Nama Dinas
Alamat
PROVINSI LAMPUNG

1.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Lampung Barat
Jl. Teratai Nomor 09 Komplek Perkantoran Pemda Lampung Barat Telp. ( 0728 )
21251
2.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Lampung Selatan

3.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Lampung Tengah
Komp. Perkantoran Pemda Lampung Tengah, Jl. H. Muchtar, Gunung Sugih Telp.                (0725) 529898 Faks. (0725) 529898
4.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Lampung Timur

5.
Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab. Lampung Utara
Jl. Letjend. H. Alamsyah Ratu Perwira Negara No. 104, Kelapa Tujuh, Kotabumi 34513 Telp. (0724) 21912, 328213 Faks. (0724) 21912
6.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kab. Mesuji
BPP Tanjung Raya, Jl. Raya Brabasan, Mesuji Telp. (0726) 7571212 Faks. (0726) 7571212
7.
Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pesawaran
Jl. Ahmad Yani No. 100 Gedong Tataan Pesawaran 35371
8.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Pringsewu
Jl. Kavling No. 14 Sidoharjo, Pringsewu Telp. (0729) 21662
9.
Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Tanggamus
Jl. Gatot Subroto No. 01 Komplek PEMDA Tanggamus, Telp / Fax (0722) 21853
KOTA AGUNG
10.
Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Tulang Bawang
Jln. Cemara Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang
M E N G G A L A
11.
Dinas Pertanian, Perikanan, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan Kab. Tulang Bawang Barat
Jl. Raden Intan Komp. SMKN 1, Panaragan elp. (0725) 7578116, 7578090 Faks. (0725) 7578116, 7578090
12.
Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab. Way Kanan
Komp. Perkantoran Pemkab Way Kanan KM. 02, Blambangan Umpu Telp.(0723) 461017, 461103 Faks. (0723) 461017, 461103
13.
Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan Kab. Pesisir Barat

14.
Dinas Kelautan & Perikanan Kota Bandar Lampung
Jl. Dr. Warsito No. 54, Bandar Lampung – 35214.
15.
Profil Dinas Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan Kota Metro
Jl. Jend. AH Nasution No.155 Kota Metro Kode Pos.34111 telp.0725-41544

7. Provinsi Sumatera Selatan
No
Nama Dinas
Alamat
PROVINSI SUMATERA SELATAN

1.
Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Banyuasin
Jl. Merdeka No. 452 Kel. Serasan Jaya Sekayu 30711 Telp. (0714) 321139 Faks. (0714) 321139
2.
Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kab. Empat Lawang
Jl. Lintas Sumatera KM. 7, Sungai Payang Tebing Tinggi Telp. (0702) 21625 Faks. (0702) 21625
3.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Lahat
Jl. Pramuka No. 063 Ribang Kemambang Telp. (0731) 321886, 321512 Faks. (0731) 321886, 321512
4.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Muara Enim
Jl. Mayjen Tjik Agoes Kiemas, SH Lintas Kepur-Muara Lawai, Muara Enim Telp. (0734) 421130 Faks. (0734) 421130
5.
Dinas Perikanan Kab. Musi Banyuasin

6.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Musi Rawas
Jl. Poros Kab. Komp. Perkantoran Pemda Musi Rawas, Agropolitan Center, Muara Beliti Telp. (0733) 451188 Faks. (0733) 451233
7.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Ogan Ilir
Jl. Raya Lintas Timur KM. 3,5 Indralaya Telp. (0711) 581052, 581571 Faks. (0711) 581052, 581571
8.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Ogan Komering Ilir
Jalan Letnan Darna Jambi Telp. (0712) 321279 Fax 321279 KAYUAGUNG
9.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Ogan Komering Ulu
Jl. Marga BLL Kulon No. 0812 Baturaja Telp. (0735) 320128
10.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
Jl. Raya Ranau KM. 3 Sumber Jaya Muara Dua 32211 Telp. (0735) 590770, 590351 Faks. (0735) 590351
11.
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir

12.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Ogan Komering Ulu Timur
Jl. Merdeka LR. Al Azhar No. 501 Martapura 32181 Telp. (0735) 481653 Faks. (0735) 481653
13.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kota lubuk Linggau
Komp. Pemda Taba Pingin, Kota Lubuklinggau Telp. (0733) 452405
14.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Pagar Alam
Jl. Kapt. SANAP Eks. Kanpora Alun-Alun, Kota Pagar Alam Telp. (0730) 623832
15.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Palembang
Jl. TP. H. Sofyan Kenawas (Komp. RPH) Gandus Telp. (0711) 445554 Faks. (0711) 441551
16.
Dinas Pertanian, Perikanan dan kehutanan Kota Prabumulih
Jl. Raya Pangkul KM. 12 Prabumulih Telp. (0713) 3920019 Faks. (0713) 3920019

8. Kalimantan Barat
No
Nama Dinas
Alamat
PROVINSI KALIMANTAN BARAT

1.
Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Bengkayang
Jl. Guna Baru Trans Kompleks Kantor Bupati Lt. IV Telp. (0562) 441808 Ps. 457 Bengkayang
2.
Dinas Perikanan Kab. Kapuas Hulu
Jl. Antasari No. 6 Putussibau / Telp. (0567) 21644/21644
3.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kayong Utara
Jalan Raya Ketapang - Sukadana KM 78
Kode Pos 78852
4.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Ketapang
Jl. Jend Sudirman No. 15 Telp. 0534.32753-32652 Fax 0534.32753 Kode Pos 78851 KETAPANG
5.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kubu Raya
Jalan Adi sucipto Km. 15,2 Telp/Fax (0561) 724545 SUNGAI RAYA
6.
Dinas Perikanan Kab. Landak
Jl. Affandi A. Rani, Ngabang 78357 Telp. (0563) 22136 Faks. (0563) 22136
7.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kab. Melawi
Jl. Pendidikan, Nanga Pinoh Telp.(0568) 22550
8.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pontianak
Jl Gst M Taufik Mempawah (Mempawah Hilir), Mempawah
9.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sambas

10.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kab. Sanggau
Jl. Jenderal Sudirman No. 12 Sanggau 78512 Telp. (0564) 21026 Faks. (0564) 21722
11.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kab. Sekadau
Jl. Sintang KM. 09 Komp. Kantor Bupati Sekadau 78582 Telp. (0564) 41804, 41801 Faks. (0564) 41804, 41801
12.
Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab. Sintang
Jl. Oevang Oeray No. 62 Sintang 78612 Telp. (0565) 21607 Faks. (0565) 21210
13.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak
Jl. Budi Utomo No. 29 Pontianak 78241 Telp. (0561) 887017 Faks. (0561) 887017
14.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Singkawang
Jl. Achmad Yani, Singkawang Kalimantan Barat

Mohon maaf apabila ada data yang kurang lengkap atau salah. Apabila ada yang mengetahui alamat terbaru atau nama dinas terbaru mohon disampaikan pada komentar, nanti saya langsung perbaiki. Terima kasih.

Semoga Bermanfaat...