Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Friday, August 30, 2019

Penyakit Fungal (Jamur) Pada Ikan : Aphanomyces sp

Jamur ini merupakan jenis lain penyebab penyakit saproligniasis. Jamur Aphanomyces sp termasuk ke dalam Kelas Phycomycetes, Ordo Saprolegniales, dan Keluarga Saprolegniaceae yang membentuk zoospore, dan selanjutnya akan membentuk spora yang berukuran 8,1-9,5 μm dan miselium dengan ukuran 7,5-10,00 μm. Jamur Aphanomyces sp dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual dan bersifat parasit obligat.

Gejala klinis serangan Aphanomyces sp pada ikan mirip seperti infeksi yang disebabkan oleh Saprolegnia sp maupun Achlya sp penyebab saproligniasis. Jamur ini menginfeksi daerah persendian, syaraf, dan otak yang menimbulkan kerusakan pada ganglion otak. Ikan yang terserang mengalami paralisis sehingga tidak mampu bergerak dan telentang di dasar kolam sampai mati. Bentuk infeksi
dan morfologi Aphanomyces sp disajikan pada Gambar berikut.

Bentuk infeksi dan morfologi Aphanomyces sp

Penyebab : Aphanomyces invadans

Bio-Ekologi Patogen :

  1. Merupakan penyakit borok (ulcer) disebabkan infeksi cendawan Aphanomyces invadans.
  2. Spora cendawan menginfeksi permukaan tubuh ikan, sehingga menimbulkan borok.
  3. Inang meliputi ikan air tawar dan payau antara lain: betutu, gabus, betok, gurame, lele dan tambakan.
  4. Tingkat kematian berkisar antara 20-80%

Gejala Klinis :

  1. Infeksi berawal dari adanya bintik merah pada permukaan tubuh.
  2. Hilang nafsu makan, warna tubuh gelap, berenang ke permukaan dan hiperaktif.
  3. Bintik merah berkembang menjadi luka/borok yang berwarna merah cerah dan/atau merah kecoklatan.

Diagnosa :

  1. Pengamatan hifa dan/atau miselia cendawan di bawah luka/borok pada tubuh ikan.
  2. Isolasi cendawan pada media agar dan diidentifikasi secara morfometris.
  3. Secara histopatologis ditemukan adanya hifa cendawan yang terletak di tengah sel granuloma pada jaringan di bawah luka/borok.

Ikan gurame (Osphronemus gouramy) yang mengalami luka akibat
terserang penyakit Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS)

Luka/borok yang serius pada ikan belanak (Mugil spp.) akibat
terserang penyakit Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS)
Pengendalian :

  1. Menetralkan kadar keasaman dan/atau alkalinitas air melalui pengapuran.
  2. Mengisolasi ikan sakit dan/atau membuang ikan yang telah mati.
  3. Persiapan wadah/kolam secara higienis dan steril terhadap keberadaan spora cendawan tersebut melalui pengeringan, pengapuran, desinfeksi, dll.


Sumber : Penyakit Akuatik. Andri Kurniawan; Buku Saku Penyakit Ikan. DJPB

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment