Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Friday, January 10, 2020

Mengenal Bubu Gurita

Penangkapan gurita yang umum dilakukan di Indonesia biasanya hanya dilakukan dengan cara menggunakan tombak, yang dilakukan dengan cara sambil menyelam. Alat tangkap yang secara khusus digunakan untuk menangkap gurita boleh dikatakan masih belum ada. Sebagai gambaran, di bawah ini dijelaskan mengenai konstruksi, metode operasi musim penangkapan dan daerah penangkapan dengan menggunakan Bubu Gurita, yang dapat dijadikan sebagai acuan sebelum melakukan usaha penangkapan dengan bubu gurita.

KONSTRUKSI
Untuk bubu keramik, lebar mulut (pintu masuk) 15-25 cm, tinggi 30-40 cm, diameter bawah 15-20 cm dan berat antara 1-1.5 kg. Untuk bubu yang memakai  cangkang kerang, dapat memakai cangkang kerang dari jenis Scaparca Subcrenata, Rapana thomasiana yang ukuran panjangnya antara 15-20 cm atau jenis cangkang kerang lain dengan ukuran yang hampir sama. Tali pelampung, tali pemberat dan tali utama memakai tali berdiameter 15 mm sedangkan tali cabang berdiameter 10 mm. Jarak antara satu bubu dan bubu lainnya antara 8-12 m, panjang tali utama disesuaikan dengan banyak sedikitnya jumlah bubu yang digunakan, sedangkan untuk tali pelampung disesuaikan dengan kedalaman.

METODE OPERASI
Metode pengoperasian dari bubu gurita pada prinsipnya hampir sama dengan pengoperasian bubu lainnya hanya saja dalam pengoperasian bubu tidak memakai umpan. Lama perendaman tergantung nelayan yang mengoperasikannya sesuai dengan pengalaman tapi umumnya antara 2-3 hari. Pemasangan dan pengangkatan bubu dilakukan setiap hari di pagi hari.

Pemasangan bubu di daerah penangkapan dipasang satu demi satu kemudian diuntai dengan jarak satu dengan lainnya antara 6-10 m. Dalam satu set bubu biasanya dipasang antara 20-30 buah bubu atau tergantung dari kapasitas perahu, bubu yang tersedia dan kemampuan nelayan yang mengoperasikannya.
Metode pengoperasian bubu gurita
ALAT BANTU PENANGKAPAN
Alat bantu penangkapan dapat memakai gardan yang dibuat dari bambu, kayu atau besi.

JENIS HASIL TANGKAPAN
Jenis gurita seperti Ocellated octopus, Octopus ocelatus, Octopus vulgaris dan jenis Octopus dofleini.

PERAHU DAN NELAYAN
Pengoperasian bubu dapat dilakukan dengan mernpergunakan perahu tanpa motor atau perahu motor tempel dengan jumlah nelayan berkisar antara 1-2 orang.

UMPAN
Dalam pengoperasian bubu gurita tidak memakai umpan.

MUSIM PENANGKAPAN
Musim penangkapan disesuaikan dengan musim keberadaan gurita di daerah penangkapan masing-masing. Pada musim memijah, gurita akan lebih mudah untuk memasuki bubu daripada musim setelah memijah, gurita susah untuk memasuki bubu.

DAERAH PENANGKAPAN
Daerah penangkapan adalah daerah penangkapan yang mempunyai dasar perairan lumpur berpasir, berarus kecil dengan kedalaman antara 5-40 m. Daerah penangkapan yang berarus cepat tidak cocok untuk pengoperasian bubu gurita.

PEMELIHARAAN ALAT
Pemeliharaan alat harus dilakukan secara rutin. Semakin bersih semakin mudah gurita untuk memasuki bubu.

PENGADAAN ALAT DAN BAHAN
Bahan dan alat untuk pembuatan bubu gurita bisa dicari di toko kelontong atau mencari cangkang kerang.

Sumber : Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Semoga Bermanfaat...

No comments:

Post a Comment